Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Berangkat Sekolah


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu. Kegiatan sekolah anak-anak, sudah kembali normal, dan pelajaran sudah full. Tidak lagi sama seperti awal-awal mereka masuk sekolah, karena baru pengenalan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru.


Ara sudah mengunakan jasa ojek untuk berangkat dan pulang sekolah. Abimanyu tidak bisa lagi mengantarnya berangkat, karena selain beda jalur, jalanan Jakarta juga sudah sangat ramai di pagi hari.


Begitu juga dengan Anggi dan Miko. Mereka berdua, sudah terbiasa dengan lingkungan sekolah di taman kanak-kanak.


Karena Sekar sudah tidak terlalu lemas lagi dengan ngidamnya, dia bisa bergantian dengan Anjani, untuk mengantar atau menjemput keduanya, Anggi dan Miko.


Tapi, karena Anjani merasa kasihan dengan Sekar, jika harus menjemput mereka pada siang hari, akhirnya Sekar hanya bertugas untuk mengantar mereka saja pada pagi hari, karena itu juga bisa digunakan Sekar, untuk berjalan-jalan. Untuk melatih otot-otot kakinya, supaya lebih kuat.


Apalagi, waktu menjemput mereka adalah siang hari. Anjani tentu saja tidak tega, membiarkan Sekar kepanasan saat berjalan ke sekolah dan balik lagi ke rumah.


Itulah sebabnya, Anjani yang bertugas untuk menjemput Anggi dan Miko sepulang dari sekolah, pada siang harinya.


Tentu saja, keputusan yang diambil oleh Anjani ini disetujui oleh Sekar dan juga Abimanyu. Apalagi Juna, dia sangat berterima kasih pada kakak iparnya itu.


Tapi karena pembantu rumah tangga yang dipesan Juna sudah datang, akhirnya Sekar hanya mengikuti pembantunya itu sampai di rumah Anjani. Dan selanjutnya, Miko dengan Anggi, diantar pembantunya pergi ke sekolah.


Dan pada saat pulangnya, Anjani kadang-kadang ikut menemani pembantu Sekar, agar tidak kewalahan menghadapi Anggi dengan Miko, yang kadang-kadang rewel serta banyak maunya, karena sudah capek dan ngantuk pada siang hari, sepulangnya dari sekolah.


Pagi ini, Ara seperti biasanya, dijemput Pak ojek untuk berangkat ke sekolah.


"Ara berangkat dulu Yah, Bunda." Ara berpamitan pada ayah dan bundanya, selesai sarapan pagi.


Sebenarnya dia belum selesai benar, untuk sarapannya, karena tadi memang agak terlambat bangun tidur.


Dan karena Pak ojek sudah datang, dia pun meninggalkan sarapannya dan segera berangkat ke sekolah.


Setelah berpamitan, Ara mencubit pipi adiknya, Anggi, kemudian berlari keluar di saat Anggi menjerit kesakitan. "Kakak!" teriak Anggi, dengan kesalnya.


"Hahaha... dadah adik comel!" sahut Ara sambil berlari keluar rumah.


Dia segera naik ke boncengan motor Pak ojek, dan berangkat ke sekolah. Sedang Anggi, cemberut karena sakit yang dia rasakan di pipinya.


Anjani dan Abimanyu, hanya tersenyum melihat tingkah laku anak-anaknya itu. Mereka berdua, saling pandang, saat Anggi mengadu sambil mewek.


"Ayah... Bunda... kak Ara nakal tuh! huhuhu..."


"Eh, Anggi kan anak comel, tidak cantik kalau nangis," ujar Abimanyu, menenangkan hati anaknya, supaya tidak lagi menangis.


Anjani pun mengangguk, mengiyakan perkataan Abimanyu, yang berusaha untuk merayu Anggi, agar mau makan lagi.


"Ayo Sayang di makan lagi, keburu Miko datang lho!" Abimanyu, berusaha lagi untuk bisa membuat Anggi menghabiskan sarapannya.


Anggi, sudah terbiasa makan sendiri, tanpa harus di suapi Anjani.

__ADS_1


Ini adalah cara Anjani, untuk melatih kemandirian anak-anaknya, agar tidak terbiasa manja dan mengantungkan diri pada orang lain.


Setelah mendengar perkataan ayahnya, Anggi pun kembali makan dengan perlahan-lahan. Dia juga sudah tidak lagi menangis, meskipun masih terdengar isakan tangisan, yang terputus-putus. Tapi sudah tidak lagi bersuara.


Anjani mengeleng sambil tersenyum, melihat anaknya yang satu itu.


Begitu juga dengan Abimanyu, yang sudah selesai dengan sarapannya, kemudian meminum air putih yang disediakan oleh istrinya, Anjani.


"Yah, obatnya jangan lupa di minum ya. Kan baru selesai sarapan, jadi minumnya nanti, kalau sudah sampai di kantor saja," kata Anjani, mengingatkan suaminya.


"Iya Bunda. Ayah akan ingat pesan yang Bunda katakan. Anggi, Ayah berangkat ya, jangan rewel-rewel dan nakal selama di sekolah dan di rumah."


Anggi hanya mengangguk, karena mulutnya, sibuk menguyah makanan.


Setelah mencium pipi Anggi, Abimanyu mendekat ke tempat duduk istrinya, yang hampir saja berdiri untuk mengantar kepergiannya ke kantor.


"Udah. Bunda duduk saja menemani Anggi. Ayah berangkat dulu ya," kata Abimanyu berpamitan.


Anjani hanya mengangguk mengiyakan, kemudian menyalami dan mencium tangan suaminya. Setelahnya, Abimanyu ganti mencium kening istrinya itu, dan berjalan menuju ke luar rumah.


"Miko belum datang kan Bunda?" tanya Anggi, begitu dia menyelesaikan makannya.


"Belum, mungkin sebentar lagi dia datang," jawab Anjani, sambil melihat ke arah jam dinding.


Tak lama kemudian, Miko sudah berteriak-teriak memangil namanya.


"Anggi..."


"Anggi!"


"Anggi..."


"Mas Miko, jangan teriak-teriak," kata bibi pembantu Miko, yang mengantarkannya pagi ini.


"Ihsss, panggil sekali juga Anggi udah denger," sahut Anggi dari dalam rumah.


Anggi keluar bersama dengan bundanya, Anjani.


Setelah itu, Anggi ikut bersama dengan bibi pembantu rumah Miko, untuk berangkat ke sekolah.


"Titip Anggi ya Bu Lek," ucap Anjani, pada bibi pembantu rumah Miko, yang biasa dipanggil Bu Lek, oleh Anjani.


"Njeh Bu Jani." Bibi pembantu, mengangguk mengiyakan permintaan Anjani.


Akhirnya, Miko dan Anggi berangkat ke sekolah dengan diantar oleh bibi pembantu rumah Miko. Sedangkan Anjani, kembali masuk ke dalam rumah, untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


*****


"Aduh maaf neng Ara. Ini kok bengkel pada tutup ya, belum buka pagi-pagi."


Ara berjalan bersama pak ojeknya, yang ternyata ban motornya bocor di tengah jalan tadi.


"Yahhh, gimana dong Pak?" tanya Ara bingung, karena jam di tangannya, sudah menunjuk ke angka yang sudah tidak mungkin bisa dia kejar jika harus naik angkutan umum atau bus.


"Bapak cariin ojek ya neng?" Pak ojek menawari Ara, untuk mencarikan ojek lainnya.


"Tapi sekitar sini tidak ada pangkalan ojek Pak," sahut Ara cepat, karena tahu dan sudah hafal, jika jalanan yang dia lalui ini tidak ada ojek.


Dalam kebingungannya, ada sepeda motor sport yang berhenti, tepat di depan mereka.


Chiiittt!


Ban sepeda motor yang di rem secara mendadak, kemudian bergesekan dengan aspal, menghasilkan suara yang membuat telinga sedikit sakit saat mendengarnya.


Ara dan Pak ojek tentu merasa sangat kaget dan heran, dengan tingkah penumpang motor sport tersebut.


'Siapa sih, belagu banget!' kata Ara sendiri, dalam hati. Dia merasa kesal karena telinga berdengung saat mendengar suara decitan ban motor tersebut.


"Ayok bareng! udah mau masuk ini!" tiba-tiba, pengendara motor tersebut menawari Ara, supaya memboncengnya, supaya tidak terlambat datang ke sekolah.


Ara yang tidak mengenal siapa dia, hanya melihatnya dengan mata memicing. Begitu juga dengan Pak ojek.


Tapi karena tidak mau jika pelanggannya itu terlantar dan terlambat masuk sekolah, Pak ojek meminta Ara, supaya ikut saja dengan tawaran pemuda itu.


"Ikut saja neng Ara. Daripada terlambat lho!"


"Tapi Pak..." Ara tidak menyelesaikan kalimatnya, karena pemuda itu memotongnya.


"Aku juga sekolah di sana, jadi tidak mungkin Aku menculik dirimu!" kata pemuda itu, sambil memperlihatkan seragam sekolahnya, yang ada di balik jaket yang dia kenakan.


Akhirnya, Ara percaya dengan perkataan pemuda tersebut.


Dan saat Ara melihat ke arah arlojinya lagi, dia akhirnya berkata pada Pak ojek, "Pak, Ara ikut kakaknya itu ya!"


"Iya Neng, tidak apa-apa." Pak ojek mengangguk mengiyakan.


"Terima kasih ya Mas, sudah mau memberikan tumpangan pada neng Ara," ujar Pak ojek pada pemuda tadi.


Pemuda tersebut tampak mengangguk samar, dalam helm yang dia kenakan. Helm full face yang dia pakai, membuatnya tidak dikenali oleh Ara, untuk saat ini.


Dan setelah Ara naik ke atas boncengan, pemuda itu segera menstater motornya lagi. Dan tak lama kemudian, motor sport tersebut melesat dengan kecepatan tinggi, untuk mengejar waktu yang sudah tinggal sepuluh menit lagi, untuk bisa sampai di sekolah, supaya tidak terlambat untuk masuk, saat gerbang di tutup oleh security sekolah.

__ADS_1


__ADS_2