
Breum!
Mesin sepeda motor terdengar berhenti di depan rumah.
Ara, yang sedang mengerjakan tugas kampusnya lewat online, segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian melangkah keluar rumah.
Ternyata, ada kakak sepupunya, Nanda yang baru saja datang.
"Kita jadi gak Kak, jenguk Mita?"
Ara bertanya kepada Nanda, di saat Nanda baru saja parkir.
"Nanti saja lah Ra. Kakak kan baru juga datang. Kasih minum dulu kek," ujar Nanda, sambil meringis, karena merasa jika dia sedang merajuk pada adik sepupunya itu.
"Hehehe..."
Tapi Ara justru terkekeh geli, menyadari jika dia memang bersalah.
Kakak sepupunya itu, Nanda, baru saja datang. Dan itu bukan dari rumah. Tapi dari kuliah. Tentunya, Nanda juga capek dari perjalanan pulangnya.
"Bentar ya!"
Ara masuk ke dalam rumah lagi. Sedangkan Nanda, duduk di kursi yang ada di depan rumah. Di teras depan.
Tak lama kemudian, Ara sudah kembali lagi, dengan membawa segelas sirup dingin untuk Nanda.
"Kok sepi, Anggi ke mana?" tanya Nanda, saat menerima gelas yang diberikan oleh Ara padanya.
"Anggi pergi sama bunda ke rumah Miko," jawab Ara, yang kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah kursinya Nanda.
Nanda meminum sirup dingin yang tadi diberikan oleh Ara padanya. Baru kemudian bertanya pada adik sepupunya itu. "Tugasnya sudah selesai Kamu?"
Nanda memang tahu, jika Ara harus mengerjakan pekerjaan kampusnya setiap hari. Meskipun dia tidak datang ke kampus.
Dia tahu, jika Ara sedang masa skorsing, karena ada masalah dengan beberapa temannya di Amerika sana.
"Belum sih Kak. Tinggal dikit lagi kok," jawab Ara, dengan nyengir kuda.
"Kerjakan dulu biar kelar. Kakak tunggu. Sekalian nunggu bunda sama Anggi pulang," ujar Nanda, yang meminta pada Ara supaya mengerjakan tugas kampusnya terlebih dahulu, sebelum pergi ke rumah sakit menjenguk Mita.
"Iya deh iya," sahut Ara, kemudian bangkit dari tempat duduknya.
Ara kembali ke tempat duduknya yang tadi, di ruang tamu. Di mana ada laptop miliknya, yang masih menyala sedari tadi.
Sekarang, dia kembali sibuk untuk mengerjakan tugasnya.
Sedangkan Nanda, masih tetap duduk di kursi, yang ada di teras depan rumah.
Nanda tidak mau menganggu aktivitas Ara. Karena dia sendiri sedang mencari-cari informasi, untuk bahan tugasnya besok pagi.
Setelah beberapa saat kemudian, Anggi dan bundanya, Anjani, datang.
"Kak Nanda!"
__ADS_1
Anggi dengan antusias, berteriak memanggil kakak sepupunya itu.
Nanda pun mendongakkan kepalanya, melihat kedatangan Anggi, bersama dengan bundanya juga.
"Sudah lama Nda? Kok di teras, Ara mana?" tanya Anjani, yang merasa heran, karena Nanda yang sedang duduk di luar rumah.
"Ada Bun, itu di dalam. Sedang ngerjain tugas. Nanda di sini saja, dari pada ganggu jika ada di dalam," tutur Nanda, memberikan penjelasan kepada Anjani.
Anggi sudah terlebih dulu duduk di kursi yang ada di sampingnya Nanda. Dia memperhatikan buku yang dipegang kakak sepupunya itu.
Sedangkan Anjani, masuk ke dalam rumah. Dia mau memasak untuk makan malam mereka nanti.
"Bunda masuk dulu ya Nda. Soalnya udah sore, mau masak juga," ujar Anjani, berpamitan.
"Iya Bun," jawab Nanda pendek, dengan mengangguk mengiyakan.
Setelah bundanya itu masuk ke dalam rumah, Anggi baru bertanya pada kakak sepupunya itu. "Kak, itu buku gak ada gambarnya ya?"
"Ini? gak ada dong Anggi. Kan bukan buku anak TK," jawab Nanda, dengan tersenyum. Karena pertanyaan yang diajukan oleh Anggi, seperti sedang mengujinya saja.
Anggi tidak lagi bertanya-tanya. Dia hanya mengangguk, sambil jari-jari tangannya.
"Kenapa?" tanya Nanda, melihat sikap Anggi yang tidak biasanya seperti itu.
"Gak apa-apa," sahut Anggi cepat, karena tidak mau mengatakan apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
"Oh..."
Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi Nanda. Terbukti dengan diamnya Nanda, yang tidak menolehkan kepalanya ke arah Anggi.
Karena merasa usahanya itu tidak berhasil. Akhirnya Anggi memanggil dengan pelan, "Kak!"
Nanda menoleh ke arah Anggi, dan Anggi yang sedang melihat kearahnya juga, jadi tersenyum malu-malu.
"Apa?" tanya Nanda, yang tidak tahu dan tidak juga mengerti, apa yang diinginkan oleh Anggi padanya.
"Eghhh... anu Kak, emhhh..."
Anggi tidak bisa mengatakan, apa yang sebenarnya dia inginkan secara jelas. Dia tampak tersenyum malu, karena sudah lama tidak minta seperti dulu, saat dia masih kecil.
"Anu apa?" tanya Nanda, mengulang kembali kata-kata Anggi yang terkesan ambigu di telinga.
"Itu... emhhh anu. Ah, apa ya, muter. Maksudnya, Anggi pengen muter-muter kayak dulu. Hehehe..."
Akhirnya, Anggi dengan susah payah bisa juga mengatakan apa yang dia inginkan.
Ternyata, Anggi ingin mengajak kakak sepupunya itu untuk muter-muter keliling komplek. Sama seperti waktu dia masih kecil dulu.
"Hahaha... muter-muter komplek?" tanya Nanda, memastikan apa yang diinginkan oleh Anggi.
Dengan malu-malu kucing, Anggi mengangguk-anggukkan kepalanya, dengan tersenyum senang.
"Gitu aja anu-anu. Apaan anu? Untung aja, Kakak gak mikir aneh-aneh!"
__ADS_1
Sekarang, gantian Anggi yang merasa bingung, dengan apa yang dikatakan oleh Nanda barusan.
"Mikir apa Kak? Cuma ngajak muter-muter kok pakai mikir," tanya Anggi, dengan bingungnya.
"Kamu itu tadi, yang pakai mikir panjang. Kakak jadi ikut-ikutan mikir," ujar Nanda, dengan mengelengkan kepalanya.
"Hehehe... takutnya ganggu."
Anggi cengengesan, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Nanda padanya.
"Ayok. Mau muter ke mana?" ajak Nanda, dengan bertanya pada Anggi, ke mana tujuan muter-muter mereka kali ini.
"Keliling komplek aja Kak, sama seperti dulu."
"Gak bosen?" tanya Nanda memastikan.
Dengan cepat, Anggi mengelengkan kepalanya beberapa kali. Dia tidak mau kehilangan kesempatan, untuk bisa naik motor bersama dengan kakak sepupunya itu.
Apalagi, mereka berdua akan muter-muter keliling komplek. Hal yang sudah lama tidak dilakukan oleh Anggi.
"Ra. Kami mau keliling dulu ya!"
Nanda pamit pada Ara, yang masih serius pada layar laptopnya.
"Hah. Ke mana?" tanya Ara, yang kaget mendengar perkataannya Nanda. .
"Ini Anggi. Dia ngajak muter-muter aja."
"Ah, si adek. Gak usah diladenin dia Kak!"
Ara justru meminta Nanda, supaya tidak Menyanggupi permintaan dari adiknya itu.
"Gak apa-apa Ra. Udah lama kan, dia gak muter-muter keliling komplek ini." Nanda tidak mau mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh Ara.
Dan itu membuat Anggi merasa senang. Dia merasa jika, kakaknya Ara, hanya merasa iri saja dengan-nya.
"Bilang aja pengen juga Kak! wekkk..." ucap Anggi, dengan menjulurkan lidahnya pada Ara.
"Ih, dasar!"
"Udah-udah. Ayok Anggi!" ajak Nanda, pada Anggi.
Nanda juga tidak mau mendengar perdebatan keduanya, yang sama-sama tidak mau mengalah.
"Kamu kerjain tugas Kamu Ra. Kalau Kakak balik kan pas udah selesai."
Ara mengangguk mengiyakan perkataan kakaknya itu. Dia juga sudah tidak sabar, untuk segera pergi ke rumah sakit.
Sudah lama sekali, dia tidak bertemu dengan temannya, Mita.
Teman yang dulu sering bersama-sama. Baik saat baru masuk sekolah di SMP, hingga dia harus pindah ke Amerika. Yang membuat mereka berdua harus terpisah untuk waktu yang lama.
Tapi baik Nanda maupun Ara sendiri, tidak ada yang tahu jika, Mita sudah tidak lagi berada di rumah sakit. Mita sudah pulang ke rumahnya sendiri.
__ADS_1