Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Maksud Kedatangan Abimanyu


__ADS_3

Temaram lampu-lampu yang tertata rapi diberbagai tempat, yang ada di kafe milik Anjani, membuat suasana malam menjadi lebih romantis. Cocok untuk pasangan yang sedang berbincang-bincang, sekaligus makan malam malam. Menikmati hidangan yang disajikan.


Abimanyu, yang memang belum pulang sedari tadi, duduk di teras samping, sambil melihat semua kesibukan yang terjadi. Dia juga memperhatikan, bagaimana Anjani, dengan telaten dan selalu tersenyum melayani pembeli. Tidak ada rasa canggung, dan malu dengan kehadiran banyak orang, seperti Anjani yang dulu.


"Ternyata, pengalaman hidup yang dia rasakan membuatnya menjadi semakin lebih baik dan tidak ada rasa minder lagi seperti dulu," guman Abimanyu, sambil terus memperhatikan Anjani.


"Mas Abi, maaf ya. Jani tinggal-tinggal terus," kata Jani, begitu dia datang mendekat. Pekerjaan Anjani, sudah dia serahkan pada orang, yang hanya bisa datang bekerja pada malam hari saja.


"Tidak apa. Justru Aku yang tidak enak hati ini, datang saat Kamu sedang sibuk-sibuknya begini," ucap Abimanyu, dengan tersenyum tipis.


"Ya beginilah Mas, kesibukan yang sekarang Jani jalani."


"Bagus lho, Kamu memanfaatkan pekarangan yang dan membuatnya jadi bisnis yang menghasilkan. Kamu, dapat ide dari mana bisa seperti ini?" tanya Abimanyu, yang tidak menyangka, jika Anjani bisa cepat menguasai keadaan hidupnya yang tidak lagi sama seperti dulu lagi.


"Aku tidak sengaja lihat iklan di sosmed tentang kafe rumah yang ada di luar negeri. jadi Aku kepikiran saja untuk rumahku ini, itung-itung bisa mendapat pemasukan juga kan Mas, untuk melanjutkan kehidupan ini," jawab Anjani menjelaskan.


"Wah, ternyata dari situ ya ide Kamu. Hebat."


"Oh ya Mas. Ini tadi... maksudku, Mas Abi bisa sampai di rumahku ini tahu dari mana?" tanya Anjani dengan penasaran, sebab Abimanyu tidak pernah tahu di mana rumah ataupun alamatnya.


"Jika ada niat dan kemauan, pasti ada jalan yang mudah Jani."


Jawaban yang diberikan oleh Abimanyu, membuat Anjani sadar, jika kedatangannya ke rumah ini, ada maksud tertentu dan bukan hanya sekedar mampir, karena kebetulan lewat. Apalagi, letak rumah Anjani, tidak ada di pinggir jalan raya, yang mudah ditemukan begitu saja.


"Maksud Mas Abi?" tanya Anjani ingin tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh tamunya itu, Abimanyu. Kening Anjani, sampai mengerut saat bertanya. Tanda dia sedang berpikir, karena ingin tahu.


"Kamu terlalu berpikir Anjani. Tidak usah khawatir, Aku memang sengaja datang mencarimu kok. Ada yang ingin Aku sampaikan, dan Aku pikir itu tidak bisa di tunda lagi. Aku sudah terlalu lama menunggu," jawab Abimanyu langsung pada intinya. Dia melihat wajah Anjani yang terlalu serius, saat bertanya tadi, sehingga dia tidak mau berlama-lama lagi dengan niat yang dia punya, untuk datang ke rumah Anjani ini.

__ADS_1


Anjani, jadi tidak enak hati, karena air mukanya yang sedang berpikir, terlihat jelas di mata Abimanyu.


"Aku sengaja datang ke sini, karena Aku ingin melamar_mu," kata Abimanyu lagi, menyatakan maksud utama kedatangan dirinya saat ini.


"Maksud Mas Abi..."


"Iya, Aku ingin melamar_mu dan menjadikan Kamu sebagai istriku, mama dari anak-anakku nanti."


Anjani, tidak pernah menyangka jika maksud kedatangan Abimanyu ke rumah adalah untuk melamarnya. Anjani benar-benar terkejut.


"Maafkan Aku Jani. Aku tidak melakukan lamaran ini di tempat yang spesial dan adanya acara khusus juga. Aku memang orang yang tidak romantis. Aku juga tidak tahu bagaimana memilih kata dan kalimat yang lebih baik dari yang tadi."


Abimanyu, melanjutkan kata-katanya untuk melamar Anjani.


Anjani, masih terdiam dan tidak menjawab permintaan Abimanyu. Dia benar-benar tidak habis pikir, jika apa yang dia katakan dulu pada Abimanyu, saat meminta Abimanyu membantunya untuk berpura-pura akan menikahinya pada Elang, sekarang malah menjadi kenyataan.


"Kenapa?" tanya Abimanyu, saat melihat Anjani yang hanya diam dan tidak mengatakan apapun.


"Bukan. Bukan begitu maksud Jani Mas. Tapi ini diluar dugaan Jani," jawab Anjani dengan terbata. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan Abimanyu.


"Lalu?" tanya Abimanyu menuntut penjelasan.


"Mas Abi tahu kan, Aku ini janda, meskipun tidak secara status di mata hukum. Tapi aku sudah pernah menjadi istri orang lain. Aku juga tidak setenar Mas Abi, waktu kuliah dulu. Ad anak gadis yang ingin mendapatkan Mas saat itu, kenapa malah Jani yang Mas pilih?" jawab Anjani, menerangkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Dia juga bertanya alasan Abimanyu memilih dirinya, dari pada salah satu gadis tenar yang dulu mengejar-ngejar dirinya.


"Apa Cinta butuh alasan? atau Kamu sedang menunggu kedatangan seseorang, untuk datang dan melamar_mu, dan itu bukan Aku?" tanya Abimanyu, meminta jawaban dari Anjani.


"Tidak. Bukan itu maksudku Mas. Aku hanya tidak pernah berani bermimpi, Mas Abi datang dan melamar seperti sekarang," jawab Jani dengan menunduk.

__ADS_1


"Dari apa yang aku dengar sekarang, berati Kamu juga ada rasa kan sama Aku?" tanya Abimanyu menebak. "Kamu tahu Jani? Aku sudah lama menyimpan perasaan ini, tapi karena Kamu terlalu pendiam Aku takut dan tidak berani mendekatinya saat itu." Abimanyu, melanjutkan kata-katanya lagi, memberitahu pada Anjani, tentang perasaannya yang dia pendam sendiri.


"Mas. Jani... sebenarnya Jani juga sama. Tapi, karena Jani malu, dan Mas Abi juga mahasiswa tenar dengan banyaknya gadis-gadis cantik yang mendekati, Jani jadi tidak mau ikut-ikutan memperlihatkan perasaan Jani."


Anjani, menyatakan perasaannya juga pada Abimanyu, masih dengan wajah yang menunduk.


Teras samping rumah Anjani, yang terlihat jelas diantara tatanan taman kafe milk Anjani, menjadi saksi keduanya, yang bisa saling terbuka dan menyatakan perasaan masing-masing, sesuatu yang dulunya terpendam dan tidak bisa diketahui oleh siapapun.


"Kalau begitu, apakah lamaran_ku ini Kamu terima?" tanya Abimanyu memastikan.


"Apakah Jani ada alasan untuk menolaknya?" jawab Anjani dengan pertanyaan yang tidak perlu dijawab lagi oleh Abimanyu.


"Benarkah?" tanya Abimanyu, dengan mata berbinar senang. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Apa Aku harus berteriak keras?" tanya Anjani menantang.


"Jika Kamu mau dan tidak malu." Abimanyu, justru menantang balik ke Anjani.


"Dan Jani tidak akan pernah mau!" jawab Anjani cepat, dengan meringis dan juga sambil menggelengkan kepala.


"Dua hari lagi, Aku akan datang bersama ayah dan ibuku. Mereka berdua akan resmi melamar_mu besok. Jangan lupa, untuk tetap pada jawabanmu yang tadi," kata Abimanyu dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Apa?" tanya Anjani bingung dengan perkataan Abimanyu yang terakhir.


"Jawaban Kamu yang mau menerima Aku Jani," jawab Abimanyu, menjelaskan pada Anjani.


"Oh, hehehe... maaf jadi tidak fokus."

__ADS_1


Anjani terkekeh kecil, karena merasa malu untuk kesalahpahaman yang dia pikir tadi.


"Pokoknya, Aku akan datang melamar dua hari lagi Awas kalau lupa juga!"


__ADS_2