Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Melamun Sendiri


__ADS_3

Esok harinya, Ara kembali berangkat sekolah, dengan diantar oleh Pak supir sama seperti biasanya.


"Bunda, Yah, Ara berangkat dulu," pamit Ara pada bundanya dan juga ayahnya.


Anggi tentu saja tidak mau kalah. Dia dengan cepat berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan mendekati kakaknya, Ara.


Dia menyalami dan mencium tangan kakaknya itu, tanpa bicara. Setelahnya, dia kembali lagi ke tempat duduknya, dan melanjutkan sarapannya. Namun Anggi tetap diam, dan tidak mengatakan apa-apa pada kakaknya, Ara.


Ara jadi mengerutkan keningnya bingung, melihat kelakuan adiknya itu. "Tumben?" gumam Ara, sambil mengeleng beberapa kali, setelah memperhatikan bagaimana Anggi yang diam saja pagi ini.


"Kenapa Kak?" tanya Anjani, yang melihat Ara mengelengkan kepalanya.


Ara tidak menjawab. Dia hanya menunjuk pada adiknya, dengan dagunya sendiri. Memberitahu pada bundanya, tentang sikap adiknya yang berbeda.


Tapi Anjani justru tersenyum. Tapi tetap saja, diam dan tidak mengatakan apa-apa juga.


Ara jadi bertambah bingung, karena semua orang dirumahnya ini pada diam-diam saja, dan itu menjadikan suasana yang sepi. Berbeda pada hari-hari biasa, yang pasti akan selalu ramai dengan celoteh Anggi, atau teriakan-teriakannya sendiri, karena ulah Anggi yang sedang usil.


Tapi karena Ara harus berangkat ke sekolah, dia tidak menghiraukan semuanya lagi. Dia terus melangkah keluar rumah, begitu selesai berpamitan. Pak ojek, sudah menunggu di luar.


"Siap neng?" tanya Pak ojek, begitu melihat kedatangan Ara.


Ara mengangguk dengan pasti, kemudian segera naik ke atas boncengan motor Pak ojek. Mereka segera berangkat, agar tidak terlambat.


"Yeee....!"


Anggi berteriak sambil melompat-lompat kegirangan, setelah kakaknya berangkat ke sekolah. Abimanyu dan Anjani, juga melakukan TOS.


"Adik keren ya aktingnya," kata Abimanyu memuji Anggi.


"Kakak bingung kan tadi Yah? hihihi... lucu mukanya kakak," sahut Anggi dengan terkikik geli saat mengingat kebingungan Anggi tadi.


"Tapi... kasihan juga sih Yah. Pagi-pagi gitu udah dibuat bingung dia. Emhhh... kira-kira, kakak jadi kepikiran tidak ya di sekolah?" Anjani justru kepikiran dengan anaknya, Ara. Dia merasa takut, jika Ara tidak akan berkonsentrasi pada pelajaran sekolah, jika masih saja memikirkan tentang keadaan rumah pagi ini.


"Gak Bun. Nanti, di sekolah juga dia akan lupa. Udah banyak teman dan suasana yang berbeda juga. Udah gak usah dipikirkan. Kita lanjutkan saja rencana kita ini nanti sore. Ayah juga mau berangkat ke kantor dulu," ujar Abimanyu, menenangkan pikiran istrinya.


Setelah Abimanyu pergi ke kantor, Anjani dan Anggi, mempersiapkan segala sesuatunya, untuk acara surprise yang akan mereka lakukan untuk Ara, nanti sore.


"Bun. Balon-balonnya Anggi gak kuat niup," kata Anggi, dengan menunjuk ke arah balon-balon yang berwarna-warni di atas meja.


"Eh, jangan di tiup sekarang Dek. Nanti sore aja, menjelang kak Ara pulang. Biar kak Nanda yang niup."


Anggi melihat ke arah bundanya dengan wajah bingung. "Memang kak Nanda tahu, rencana ini?" tanya Anggi ingin tahu.


Anjani, mengangguk mengiyakan pertanyaan dari anaknya itu. Dan sekarang, Anggi tersenyum-senyum sendiri, membayangkan bagaimana caranya, bisa membuat rencana sendiri untuk kakak-kakaknya. "Aku minta bantuan Miko aja deh nanti, waktu di sekolah." Anggi bergumam seorang diri.


"Apa Dek?"

__ADS_1


Anjani yang mendengar perkataan anaknya itu, bertanya. Tapi ternyata, Anggi hanya menggeleng dan tidak menjawab pertanyaan dari bundanya sendiri.


Ting!


Handphone Anjani berbunyi, menandakan adanya notifikasi pesan yang masuk. Ternyata pesan itu datang dari Nanda.


Nanda; 'Bunda perlu bantuan gak?'


Anjani; 'Nanti sore aja Nda, waktu Ara mau pulang. Niup-niupin balon ya.'


Nanda; 'Ok Bun. Tidak ada yang lain?'


Anjani; 'Gak ada. Kuenya Bunda sendiri yang buat kok.'


Nanda; 'Kalau perlu bantuan tidak usah sungkan Bun. Panggil Nanda ya.'


Anjani; 'Ya Nda. Pasti, terima kasih.'


Setelah selesai berbalas pesan dengan Nanda, Anjani mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat kue dari dalam lemari pendingin, dan rak dapur. Dia menata semua di atas meja, memperhatikan apa-apa yang dirasa kurang.


Anggi sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Dia juga membantu bundanya, tapi tidak semua, karena dia juga harus tetap berangkat ke sekolah hari ini.


Sambil menunggu kedatangan Miko, Anggi mengeluarkan buku gambar dan pensil warna dari dalam tasnya.


Anggi mengambar sesuatu, yang hanya dia saja yang tahu, apa maksud dari gambar tersebut.


Dari arah luar rumah, Miko berteriak memanggil nama Anggi.


"Ya bentar!"


Anggi menyahuti panggilan tersebut, dengan berteriak juga, dari dalam rumah.


Setelah membereskan semua peralatan mengambarnya, Anggi berlari menuju ke arah dapur, untuk berpamitan dengan bundanya, Anjani.


"Bunda. Anggi berangkat dulu," kata Anggi, sambil menyalami dan mencium tangan bundanya itu.


"Ya, ati-ati ya. Yuk!"


Anjani mengantar Anggi, sampai di depan pintu. Tapi ternyata, Miko tidak hanya bersama dengan bibi pembantu rumah. Tapi ada Sekar, yang ikut datang ke rumah Anjani.


"Lho Sekar, mau ikut antar ke sekolah juga?" tanya Anjani, pada Sekar, yang sudah tampak gemuk dengan perutnya yang membesar juga.


"Katanya mau buat pesta kejutan untuk Ara? Sekar mau bantuin nih. Ada yang bisa Sekar kerjakan gak Mbak?"


Miko tersenyum lebar. "Yeee... asyiiik, Miko juga mau ah ngerjain kak Ara," sahut Miko dengan senang.


"Hush! Jangan bilang-bilang Miko," sahut Anggi dengan memukul pundak sepupunya itu.

__ADS_1


"Hehehe... iya-iya. Rahasia ya! hush..."


Miko berbisik-bisik ke telinga Anggi, supaya tidak ada yang mendengar, apa yang dia katakan.


"Udah yuk Mas Miko, Mbak Anggi. Kita berangkat ke sekolah sekarang," ajak bibi pembantu rumah, mengajak keduanya untuk ikut bersama dengannya.


Setelah berpamitan dengan Anjani dan juga Sekar, keduanya bersama-sama berangkat ke sekolah, dengan diantar oleh bibi pembantu rumah.


Setelah anak-anak pergi, Anjani dan Sekar mulai mengerjakan apa yang akan mereka persiapkan untuk pesta kejutannya Ara. Nanti sore.


*****


Di sekolah, Ara sebenarnya sudah tidak begitu berkonsentrasi. Ada beberapa hal yang dia pikirkan.


Apalagi, tadi pagi, saat baru saja datang dan mau masuk ke dalam kelas, Ara melihat bayangan Awan, yang berjalan bersama dengan temannya.


Tapi Ara tidak berani memangil atau menyapanya, untuk memastikan bahwa Awan tidak berpikir tentang semua yang terjadi kemarin.


'Kak Awan marah gak ya? Kok Aku gak enak hati nih. Gimana baiknya ya?'


Ara jadi kepikiran dan melamun sendiri, pada saat jam pelajaran. Dan itu tidak luput dari perhatian gurunya.


Setelah beberapa lama kemudian, Ara masih dalam keadaan melamun, sehingga di tegur oleh guru, yang sedang memberikan pertanyaan, soal mata pelajaran yang saat ini disampaikan.


"Coba sebutkan nama pahlawan Nasional Indonesia, yang berasal dari daerah Aceh. Emhhh... coba Ara, jawab ya!"


Ara, yang sedang melamun, tentu saja merasa kaget, dengan panggilan namanya, yang disebutkan oleh gurunya itu.


"Ya Pak," jawab Ara, yang tidak tahu, jika ada pertanyaan sebelum namanya dipanggil.


"Hahaha...!"


Semua teman-teman Ara, tertawa. Mentertawakan dirinya yang kegalapan, karena salah dalam menjawab pertanyaan dari gurunya tadi.


"Kamu melamun?" tanya guru, yang menebak apa yang sedang dilakukan oleh Ara.


"Emhhh, maaf Pak. Saya sedang tidak berkonsentrasi," jawab Ara jujur.


"Kenapa, Kamu sakit?" tanya guru, yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, pada muridnya itu.


"Hanya sedikit pusing Pak."


Jawaban yang diberikan oleh Ara, membuat gurunya meminta pada Ara, supaya beristirahat sebentar di UKS.


"Lebih baik Kamu ke UKS saja dulu sana. Istirahat, dan minta obat pada perawat yang jaga."


Ara pun mengangguk mengiyakan perkataan dari gurunya tersebut. Dia memang merasa sedikit pusing, karena perasaannya yang tidak menentu seperti sekarang ini.

__ADS_1


Dengan perlahan-lahan, Ara bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas, menuju ke UKS, untuk beristirahat sejenak supaya tidak merasa pusing lagi.


__ADS_2