
Malam sudah sangat larut. Bahkan, waktu sudah dini hari dan hampir pagi.
Tring tring tring!
Tring tring tring!
Anjani terbangun dari tidurnya, saat handphone milik suaminya, Abimanyu berdering. Lamat-lamat, tadinya Anjani mengira jika dia sedang bermimpi, tapi karena bunyi itu terus menerus akhirnya dia sadar jika itu adalah dering handphone milik suaminya.
Setelah bangun, Anjani mencari keberadaan handphone tersebut. Dan setelah ketemu, kemudian melihat layar yang menyala, ada nama ayah Edi, di layar handphone suaminya itu.
Anjani jadi bertanya-tanya, karena tidak biasanya ayah mertuanya itu menelpon pada jam seperti ini, jika tidak terjadi sesuatu yang penting. Karena sekarang baru pukul dua dini hari.
"Ayah Edi? ada apa ya?" tanya Anjani, sambil mengambil handphone tersebut.
..."Halo, assalamualaikum Yah. Ada apa Yah?"...
..."Jani. Waallaikumsalam. Maaf Ayah mengganggu malam-malam begini. Bisa minta tolong, bangunkan suami Kamu. Abimanyu? ini sangat penting!"...
..."Ada apa Yah?"...
..."Itu si Yasmin."...
..."Yasmin? kenapa dia?"...
..."Yasmin..."...
..."Ya-ya Yah, Yasmin bangunkan mas Abi."...
Anjani bertanya-tanya dalam hati, "kenapa lagi dengan Yasmin? Ada apa?"
Tapi, Anjani menuruti permintaan ayah Edi. Dia membangunkan suaminya, karena ayah Edi sepertinya, terdengar susah saat berbicara tentang anaknya, Yasmin pada Anjani. Ayah Edi, masih menunggu dengan panggilan telponnya saat ini.
"Mas. Mas Abi," panggil Anjani pada suaminya.
"Hemmm..."
Abimanyu, hanya berguman tidak jelas. Tapi, dia masih belum bangun juga. Justru memeluk tangan istrinya, Anjani.
"Mas Abi. Ayah Edi telpon," panggil Anjani lagi. Kali ini, Anjani juga menggoyang-goyangkan pundak suaminya, supaya cepat bangun dari tidurnya.
"Mas..." panggil Anjani memastikan bahwa, suaminya itu terbangun.
__ADS_1
"Ayah? ada apa?" tanya Abimanyu, sambil mengucek-ngucek mata yang belum terbuka secara sempurna.
"Tidak tahu Mas," jawab Anjani lagi, kemudian menyerahkan handphone tersebut pada suaminya itu, agar bisa bertanya-tanya sendiri dengan ayahnya, ayah Edi.
..."Halo Ayah, ada apa Yah?"...
Abimanyu, langsung bertanya pada intinya. Dia ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya itu, sehingga menelpon pada jam seperti ini. Pasti sangat penting sekali.
..."Adik Kamu Yasmin Abi."...
..."Yasmin? ada apa lagi dia Yah?"...
Abimanyu kesal dalam hati, karena adiknya yang satu itu, tidak bosan-bosannya membuat masalah dan juga membuat orang lain khawatir tentang keadaan dirinya. Yasmin tidak menyadari hal itu.
..."Tadi, tadi Yasmin keluar bersama dengan Nanda lepas magrib. Katanya mau ke Mall sebentar. Sebentar saja katanya. Terus dia bawa motor sendiri juga, sambil mbonceng Nanda. Tapi-tapi Bi, sampai jam sebelas belum pulang juga. Dan waktu Ayah telpon, handphone Yasmin tidak aktif Abi. Dia juga belum pulang sampai sekarang."...
Suara ayah Edi, tampak jelas jika sedang dalam keadaan panik dan juga cemas.
..."Kok bisa Yah? Mall nya dimana?" ...
..."Mana Ayah tahu. Yang dipamitin itu ibu Kamu. Sekarang nangis terus dia tuh di ruang tamu, ditemani Sekar. Manggil-manggil Yasmin saja."...
..."Ayah sudah coba cari?"...
..."Katanya tadi pamit Yah?" ...
..."Ya pamit cuma mau ke mall, tapi gak nyebutin mall mana yang mau dia datangi."...
Abimanyu, menghela nafas panjang kemudian membuangnya cepat. Dia tidak tahu, mau mencari keberadaan adiknya itu dimana.
..."Kamu bisa bantu nyari gak Bi?"...
..."Abi cari kemana Yah?"...
Abimanyu juga bingung, kemana harus mencari Yasmin tengah malam begini. Lagipula, letak rumahnya dengan rumah ayah Edi lumayan jauh. Apalagi mall yang mungkin lebih dekat dengan rumah ayah nya itu akan lebih jauh lagi. Abimanyu, jadi bingung sendiri.
..."Ya sudah Yah. Abi coba cari sekarang."...
..."Ayah juga mau cari. Siapa tahu, ada ketemu di pinggir jalan atau ada kecelakaan yang mungkin tidak dikenali."...
..."Ayah. Bicara yang benar ah, jangan kayak gitu!"...
__ADS_1
Abimanyu, mengingatkan ayahnya itu, supaya tidak berkata sembarangan. Meskipun dia jengkel dengan Yasmin, tetap saja, Abimanyu tidak ingin terjadi sesuatu pada adiknya itu. Apalagi kecelakaan seperti yang dikatakan oleh ayahnya tadi.
Setelah telpon tertutup, Abimanyu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke arah kamar mandi. Dia mencuci muka seperlunya saja. Kalau mau mandi, waktunya akan semakin lama nanti.
"Ada apa sih Mas?" tanya Anjani, setelah Abimanyu keluar dari kamar mandi. Dia ingin memastikan, jika tidak terjadi sesuatu pada ayah Edi.
"Yasmin ilang," jawab Abimanyu pendek.
"Ilang bagaimana Mas?" tanya Anjani lagi, yang merasa bingung dengan jawaban suaminya itu.
"Ya gak ada di rumah. Dia gak pulang ke rumah. Tadi, habis magrib, pamit ke Mall, tapi sampai jam segini belum pulang juga," jawab Abimanyu, menjelaskan pada Anjani, apa yang terjadi pada adiknya, Yasmin.
Sekarang, Anjani yang menghela nafas panjang. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada adik iparnya itu. Dengan memicingkan mata, Anjani ingat, jika tadi pagi ada Wawan yang menemui Yasmin. Saat mereka berdua, Anjani dan Abimanyu, datang ke rumah ayah Edi, guna menyerahkan buku tabungan milik Nanda.
"Mas tahu nomer handphone milik Wawan tidak?" tanya Anjani tiba-tiba. Dia seakan-akan mengingat sesuatu yang tidak dipikirkan oleh orang lain. Meskipun itu suaminya sendiri, Abimanyu.
"Maksudnya apa?" tanya Abimanyu bingung. Dia belum mengerti, kemana arah pertanyaan dari Anjani tadi. Lagi pula, Wawan sudah tidak ada hubungannya lagi, dan itu bukan urusan Abimanyu.
"Tahu tidak?"Anjani bertanya lagi.
"Tidak tahu. Lagian buat apa juga minta nomor handphone milik Wawan. Menuh-menuhi memori handphone saja!" jawab Abimanyu dengan wajah kesal.
"Jani pikir mas Abi tahu," kata Anjani dengan wajah masam.
"Kenapa tiba-tiba tanya nomernya Wawan? gak penting banget!" Abimanyu, ganti bertanya pada istrinya. Dia belum juga paham dengan maksud pertanyaan istrinya barusan.
"Mas ingat gak, tadi pagi saat kita ke rumah ayah. Siapa yang kita temui?" tanya Anjani memberikan tebakan pada suaminya itu. Dia ingin agar suaminya itu mengingatnya sendiri.
"Emhhh... Yasmin kan?" jawab Abimanyu, tapi bertanya juga dengan kebenaran yang dia jawab. Dia belum merasa yakin jika ini ada kaitannya dengan kasus hilangnya Yasmin dan Nanda juga.
Akhirnya, Anjani mengingatkan pada suaminya, Abimanyu, jika bukan hanya Anjani yang mereka temui, karena ada Wawan juga.
"Ada Wawan juga mas di sana." Anjani mengatakan maksud perkataannya tadi.
Wawan datang dan sudah ada sebelum mereka berdua datang.
Tapi, Abimanyu masih belum menyadari jika ketidak pulangan Yasmin dengan Nanda kali ini, ada kaitannya dengan Wawan, mantan suaminya Yasmin sendiri.
Padahal, Anjani, sudah mengingatkan jika ada Wawan yang menemui Yasmin. Anjani juga mengatakan, bisa jadi ini ada kaitannya.
"Ya sudahlah. Mas mau keluar dulu, mencari Yasmin."
__ADS_1
Akhirnya, Abimanyu keluar dari rumah untuk mencari keberadaan adik dan keponakannya itu. Dia juga ingin tahu, saat ini Wawan tinggal dimana dan mau melihatnya, supaya tahu, apakah Yasmin dan Nanda ada di rumah Wawan atau tidak.