
Menu-menu makanan yang ada di restoran pilihan Awan, masih familiar dengan lidahnya orang-orang Asia.
Terutama untuk Ara dan Awan sendiri.
Karena Awan memilih restoran Korea, yang tetap menyedihkan makanan halal untuk bisa mereka nikmati.
Misalnya saja dakgalbi, bibimbap dan tteokbokki, serta beberapa hidangan autentik Korea yang tidak asing lagi bagi semua orang.
Banyak juga restoran populer Korea yang bersifat muslim friendly dan menerima sertifikasi halal, untuk menarik minat pembeli muslim yang ada di negara Amerika sini.
Tapi, Ara dan Awan sepakat untuk memilih makanan yang berbahan dasar sayuran. Yaitu Kimchi.
Kimychi merupakan makanan yang memiliki bahan dasar sayuran yang difermentasi dengan beraneka ragam bumbu rempah yang dipadukan dengan rasa pedas dan asam.
Awan juga memesankan makanan yang berbahan dasar dari ikan. Yaitu Odeng.
Odeng adalah daging ikan yang sudah di campur dengan tepung beras atau tepung biasa, gula, garam, dan arak beras. Teksturnya empuk, sedikit kenyal, dan rasanya gurih.
Odeng berbetuk tipis dan pipih. Lalu ditusuk bambu panjang. Mirip dengan sate, jika di Indonesia. Kemudian adonan itu dibentuk seperti gelombang dan disajikan dengan kuah bening yang segar.
( Kok malah bahas makanan. Jadi baper. Eh laper nih 🤤🤤🤭🤭✌️ )
Karena pesanan yang mereka lakukan belum datang, waktu yang ada dipergunakan untuk Awan bicara tentang hubungan mereka berdua.
"Bagaimana jika waktunya ayah pulang ke Indonesia, sekalian kita resmikan hubungan kita ini Ra."
"Maksud Aku... kita menikah."
Ara diam dan tidak bisa langsung menjawab pertanyaan dari Awan.
Dia tidak pernah menyangka, jika akan mendapatkan pertanyaan seperti ini dari tunangannya itu.
"Aku tidak memaksa Ra. Ini... ini untuk kebaikan kita semua."
Awan kembali berkata, dan juga memberikan penjelasan kepada kekasihnya itu, dengan apa yang dia katakan tadi.
"Ini adalah rencana yang sudah Aku pikirkan. Tapi, Aku belum bicarakan tentang ini pada keluargaku juga. Aku ingin minta persetujuan dari Kamu dulu."
Menurut Awan, dia tidak akan bisa tenang juga. Karena kedua orang tuanya Ara, pastinya juga tidak bisa tenang, jika membiarkan Ara sendiri di Amerika sini, sedangkan mereka sudah kembali ke Indonesia.
Meskipun ada Awan sebagai tunangannya, dan Ara bertempat tinggal di mension, itu akan lebih membuat mereka merasa khawatir.
Karena status mereka berdua yang belum resmi menjadi sepasang suami istri.
Meskipun Awan akan tetap tinggal di flat-nya, itu tidak menjamin kepercayaan dari orang lain.
__ADS_1
Apalagi, jika jauh dari keluarga. Terutama orang tua.
Awan juga takut jika, tidak bisa menahan diri untuk tidak selaku dekat-dekat dengan kekasih itu. Karena dua juga laki-laki yang normal.
Meskipun selama ini, dia terlihat datar dan bisa juga bersikap biasa saja.
Tapi, siapa yang bisa menahan diri dari godaan setan dan iblis. Yang selalu mencari kesempatan dan celah untuk membuat manusia lupa.
Jadi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak pernah diinginkan oleh siapa pun, Awan meminta persetujuan dari Ara.
Mereka berdua, akan segera menikah, di saat ayah Abimanyu kembali ke Indonesia.
"Kita menikah di sini?" tanya Ara, yang belum mencerna semua arti perkataan yang diucapkan oleh Awan.
"Bukan Ra. Kita ikut pulang bersama ayah dan bunda. Tapi untuk menikah dan kembali ke sini."
"Kamu kan belum lulus juga. Jadi tetap melanjutkan kuliah Kamu juga," jawab Awan, memberikan penjelasan kepada Ara supaya tidak salah paham.
"Emhhh... apa ayah dan bunda setuju?" tanya Ara, yang belum bisa memutuskan untuk menerima usulan Awan.
"Pasti mereka setuju Ra. Apalagi bunda dan ayah pastinya akan kepikiran dengan keadaan kita yang belum terikat secara resmi dalam pernikahan."
Sepertinya, Awan sudah tidak sabar untuk segera menjadikan Ara sebagai miliknya secara utuh.
Dan akhirnya, Ara pun mengangguk setuju.
Ara tersipu, saat Awan memangilnya dengan sebutan sayang.
Wajahnya juga terlihat merah, meskipun lampu restoran tidak terang sekali.
Dan untungnya, pramusaji segera datang, dengan membawakan makanan yang sudah mereka pesan.
Setelah menikmati makanan yang sudah tersedia, Awan dan Ara segera kembali.
Mereka tidak ingin pulang terlalu malam. Karena ayahnya, Abimanyu, sudah mewanti-wanti agar mereka pulang tidak larut.
Tapi mereka berdua tidak sadar, jika ada sebuah mobil yang membuntuti mobil mereka.
Bahkan, mobil tersebut sebenarnya sudah membuntuti sejak mereka keluar dari area kampus. Seusai menonton opera.
Pada saat berada di sebuah jalan yang sepi, mobil tersebut sengaja melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian menyalip mobil Awan, tapi dengan cara memotong juga. Sehingga Awan dengan tidak kesiapannya, membanting setir ke arah kiri.
Sayangnya, apa yang dilakukan oleh Awan membuat mobil terbentur pembatas jalan. Dan menyeret mobilnya hingga jauh.
Untung saja, tidak ada kendaraan lain yang datang dari arah belakang. Sehingga tidak ada kecelakaan beruntun pada malam hari.
__ADS_1
Mobil Awan yang memiliki keamanan otomatis, tentu saja mendeteksi adanya sinyal bahaya. Dan secara otomatis juga, alarm pengaman pada kursi dan dasbor mobil bereaksi untuk melakukan keamanan.
Pengamanan yang ada pada kursi mobil, membuat Ara dan Awan tidak bergeser dari tempatnya. Karena seatbelt juga terpasang sempurna.
Kantung udara yang ada di sekitar kursi, juga langsung mengembang. Ini membuat penumpang yang ada di dalam mobil akan tetap aman dari kecelakaan.
Dan kecelakaan tersebut, hanya mengakibatkan bagian luar mobil yang rusak. Tidak untuk bagian dalam mobil.
Begitu juga dengan penumpangnya.
"Kakak! Kakak tidak apa-apa?" tanya Ara, yang histeris dan merasa kaget.
Dia juga mengkhawatirkan keadaan Awan, yang tadi harus membanting setir ke arah tepi jalan.
"Gak. Kakak gak apa-apa. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Awan balik.
Ara mengeleng cepat. Tapi, dadanya terasa sesak dan deg-degan.
Kejadian ini adalah kejutan yang lain, selain kejutan yang tadi diberikan oleh Awan, saat memintanya untuk segera menikah.
"Syukurlah. Tapi, siapa tadi ya?"
Awan merasa jika, kecelakaan yang dia alami ini adalah sebuah kesengajaan. Apalagi, dia juga tidak melihat penumpang mobil tadi berhenti.
Mobil Awan belum bergerak dan pindah dari tempatnya berhenti. Tapi, Awan dan Ara tentunya sudah keluar dari dalam mobil tersebut.
"Bagaimana Kak?" tanya Ara, yang masih belum bisa menetralkan rasa terkejutnya.
"Mobil tidak parah sih. Ini masih bisa digunakan untuk perjalanan. Tapi, Kakak juga ingin tahu, siapa yang tadi dengan sengaja ingin mencelakai kita."
Akhirnya, Awan menelpon seseorang, yang bekerja sebagai seorang polisi di daerah tersebut.
Awan meminta orang tersebut untuk datang dan menyelidiki kasus kecelakaannya.
Mungkin saja, dari beberapa kamera cctv yang ada di sepanjang jalan tadi, bjda memberikan petunjuk.
Setelah menghubungi orang yang dibutuhkan, Awan mengabari supirnya untuk membawa mobil lain.
Karena orang yang tadi dilapori Awan, minta agar mobilnya tetap berada di tempat.
Dia akan datang dengan tim_nya, untuk melakukan penyelidikan. Dan mobil yang dikendarai oleh Awan, pasti ada kamera cctv nya juga. Baik dari sisi depan ataupun belakang.
"Kita akan segera tahu, siapa orang tersebut. Dan apa yang dia inginkan sebenarnya."
Begitulah kira-kira apa yang dikatakan oleh orang yang akan membantu Awan.
__ADS_1
Karena dia akan menemukan, siapa orang di balik semuanya. Yang sudah menyebabkan Awan dan Ara hampir saja celaka malam ini.