
"Maafkan Aku Sayang. Aku tidak bisa berpikir jernih, karena melihat video tersebut. Apalagi saat melihat tanda-tanda yang ada pada pemeran perempuan di video tersebut. Aku kalut, sedih dan juga kecewa, meskipun sebenarnya tidak percaya jika Kamu akan setega itu padaku."
Abimanyu, merasa menyesal karena telah salah duga, dan sudah menuduh Anjani seperti itu. Dia merasa sangat menyesal dan menangis sambil berlutut di hadapan Anjani.
Mereka berdua, Anjani dan Abimanyu, sama-sama menangis, menyesali semua yang sudah terjadi ini.
"Mas. Seharusnya, kita berdua bersama dengan Ara, pulang ke Bogor hari ini. Dan karena ada keperluan untuk mencari keberadaan Yasmin dengan Nanda, kita jadi menunda keberangkatan kita ini. Aku sudah berusaha untuk melupakan niatan kita itu, tapi justru sekarang, Kamu pulang dengan membawa berita yang sangat besar ini. Apa yang bisa Aku katakan untuk membuat semuanya menjadi lebih baik lagi daripada membuat sebuah pembelaan diri dari kenyataan yang terjadi? Aku tidak tahu, bagaimana pandangan ayah, ibu, serta Sekar dan Yasmin sendiri mengenai video tersebut. Apa ada kesempatan untuk menjelaskan, bahwa semua ini hanya permainan dan settingan? karena sedari awal, Aku tahu Mas, kalau keluarga Kamu, tidak menyukai kehadiranku, menjadi istrimu. Apa Aku punya kesempatan, untuk bisa kembali lagi seperti sebelum ada video ini?"
Abimanyu, menengadah menatap wajah istrinya. Dia tahu, hati Anjani yang lembut dan halus itu terluka. Dan ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh dirinya sendiri.
"Maafkan Aku Sayang, Jani," kata Abimanyu, kemudian bangkit dari tempatnya berlutut dan memeluk istrinya, yang sedang terguguk sambil menunduk saja.
Anjani tidak menyahuti perkataan suaminya itu. Dia tidak tahu, apa yang harus dia lakukan untuk saat ini.
"Sayang. Aku benar-benar merasa menyesal karena telah menuduh yang bukan-bukan. Aku percaya denganmu, tapi karena ada Yasmin dan juga yang lain, Aku tidak tahu, harus mengatakan apa dengan bukti video itu," kata Abimanyu lagi, memberikan penjelasan kepada Anjani.
Tapi, Anjani yang sudah terlanjur sakit hati merasa terluka, karena orang yang sangat dia percaya, telah meragukan cintanya. Meragukan kesetiaan yang dia miliki.
Anjani menghela nafas panjang, diantara isakan tangisnya.
"Sebaiknya Mas Abi selesaikan semua ini bersama dengan keluarga Mas Abi. Aku akan pulang ke Bogor terlebih dahulu bersama dengan Ara. Jika sampai video itu tersebar, dan ada bukti jika salah satu dari mereka adalah penyebarnya, Jani akan menuntut mereka ke jalur hukum. Jika Mas Abi tidak bisa menyelesaikan semua ini dengan cepat, dan membersikan namaku, Aku akan tetap berada di Bogor bersama dengan Ara. Menjalani kehidupanku bersamamu Ara sendiri, tanpa mas Abi."
__ADS_1
Perkataan Anjani, yang terdengar seperti sebuah ancaman, tentu saja membuat Abimanyu kaget. Dia tidak menyangka, jika istrinya itu bisa mengatakan hal tersebut secepatnya, tanpa memikirkan banyak hal yang harus mereka bicarakan bersama.
"Demi Ara Jani. Sayang, jangan hukum Aku seberat ini," kata Abimanyu memohon pada Anjani.
Anjani tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Dia tidak menyahuti perkataan Abimanyu. Dia merasa sudah cukup, dengan apa yang dia rasakan saat ini. Anjani tidak mau menambah luka yang ada di hatinya, dengan banyak berbicara.
"Sayang, beri Aku kesempatan untuk menyelesaikan semua ini. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membersihkan nama Kamu di dalam keluargaku."
Setelah mengatakan semua itu, Abimanyu mengambil handphone yang tadi tergeletak di atas tempat tidur. Dia menghubungi ayahnya, ayah Edi, untuk mengkonfirmasi bahwa Anjani tidak pemeran perempuan yang ada di video tersebut.
Anjani, melirik handphone miliknya, yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk. Tapi, dia hanya membiarkannya saja. Dia tidak ingin melakukan apa-apa, termasuk untuk menjawab panggilan telpon dari Sekar, ataupun dari Yasmin sendiri. Anjani ingin menenangkan hati dan pikirannya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Abimanyu sudah selesai dengan telponnya. Dia mendekat ke arah istrinya, dan memeluknya lagi dengan erat.
Mendengar perkataan suaminya itu, Anjani hanya tersenyum tipis. Tapi, di saat dia teringat akan keberadaan Nanda, dia jadi bertanya kepada Abimanyu, "Nanda bagaimana?"
"Nanda?" Abimanyu balik bertanya pada Anjani.
"Iya Nanda Mas. Aku tidak khawatir dengan Yasmin. Dia sudah besar, dan tahu apa yang harus dia lakukan. Tapi Nanda, dia akan melihat Bunda Jani seperti yang ada di dalam video dan itu akan membekas di benaknya Mas. Apa Nanda sudah ikut melihat video itu?"
Anjani, justru memikirkan tentang perkembangan Nanda yang masih dibawah umur. Dia juga tidak mau, jika Nanda akan memberikan nilai buruk tentang dirinya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Sayang. Tapi Aku akan bertanya pada Yasmin. Semoga saja, Nanda belum sempat melihat video tersebut."
Anjani menghela nafas panjang lagi. Dai berpikir jika semua akan semakin buruk, jika anak sekecil Nanda, sudah terpengaruh oleh beberapa tindakan orang dewasa yang ada di sekitarnya.
"Jadi, jagan pulang ke Bogor dulu ya Sayang. Kita selesaikan dulu semuanya. Aku janji, akan mengantarmu ke sana, dan kita akan ada di sana dalam beberapa hari untuk berlibur juga."
Anjani hanya tersenyum tipis, mendengar perkataan suaminya itu. Dia hanya bisa berdoa, agar suaminya itu bisa menyelesaikan semua permasalahan yang datang dan itu akibat ulah dari mantan iparnya lagi.
*****
Di rumah, ayah Edi yang tidak percaya begitu saja dengan kiriman video tersebut, dimarahi oleh istrinya, ibu Sofie.
"Ayah bagaimana? ini semua sudah jelas Yah, kalau itu adalah Anjani!" kata ibu Sofie, dengan nada marah.
"Mbak Jani gak mungkin seperti ini Bu," kata Sekar, membela Anjani.
"Suruh Yasmin pulang. Aku sudah memintanya pulang tadi, tapi dia belum mengiyakan. Kalau Ibu yang minta, mungkin dia mau pulang. Apa sih yang ada di dalam otaknya itu? sudah di sakiti dan ditipu Wawan, masih saja percaya begitu!"
Ayah Edi merasa kesal dengan sikap anaknya, yasmin. Dia juga merasa kesal dengan semua sikap istrinya, yang masih saja membela Yasmin dan tidak mau berubah, padahal sudah melihat banyak kebaikan yang dilakukan Anjani terhadap keluarganya, termasuk pada Yasmin dan Nanda.
Tadi, saat ayah Edi menerima kiriman video, ibu Sofie juga menerima kiriman video yang sama seperti yang dikirim ke ayah Edi.
__ADS_1
Yasmin, mengirim pesan tersebut pada kedua orang tuanya, di saat dia ada bersama dengan Wawan. Mereka bertiga, bersama dengan Nanda, bertemu di Mall, di mana Yasmin pergi dengan Nanda, seperti saat mereka berpamitan pada ibu Shofie.
Dan kekhawatiran ibu Sofie, saat Wawan kembali muncul, benar-benar terjadi. Bahkan saat ini, dia ikut terpengaruh oleh video yang telah dibuat oleh Wawan, untuk menghancurkan mereka semua. Terutama keluarga Abimanyu, kakaknya Yasmin.