Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Dendam Itu


__ADS_3

Kasus yang terjadi antara PT SAMUDERA GROUP dengan PT ANTARA GROUPS, memang menghebohkan. Dan tidak ada yang menyangka bahwa, PT ANTARA GROUPS melakukan semua itu bersama dengan manager PT SAMUDERA GROUP sendiri. Yang notabene adalah seseorang yang masih ada ikatan persaudaraan dengan pemilik PT SAMUDERA GROUP sendiri.


Sayangnya, semua dokumen yang diperlukan dan menjadi barang bukti, hanya ada dua orang yang menandatangani perjanjian tersebut. Yaitu antara manager PT SAMUDERA GROUP sendiri, dengan mamanya Dika.


Karena itu juga, papanya Dika hanya mendapatkan hukuman beberapa bulan saja. Tidak menjalani kehidupannya di jeruji besi dalam kurun waktu yang lama, bersama dengan istri tercintanya.


Sewaktu beberapa hari kemudian, setelah keluar dari tahanan, papanya Dika sudah bisa menemukan anaknya, yang sedang bersembunyi.


Keduanya, Dika dan papanya, hidup berdua dengan mengandalkan sisa uang yang ada di tangan Dika, sewaktu kabur atas permintaan dari mamanya waktu itu.


Dika juga sudah mulai bekerja sebagai pengantar paket, di sebuah perusahaan antar jasa pengiriman barang-barang.


Sedang papanya, mencoba untuk menghubungi beberapa rekan kerja atau teman-temannya, untuk mencari lowongan pekerjaan.


Sayangnya, tidak ada yang mau menerimanya bekerja, setelah adanya kasus yang menyeret namanya bersama dengan istrinya juga.


Dari sekian banyak teman yang dia hubungi, ternyata ada satu orang yang mau memberinya kesempatan untuk bekerja. Bahkan, dengan upah gaji yang besar. Sebanding dengan pekerjaan yang harus dia kerjakan juga.


Sayangnya, pekerjaan tersebut juga mengandung resiko yang lebih besar. Yang harus bisa dilalui agar tetap selamat dari aparat keamanan dan kepolisian.


Sebenarnya, Dika yang sudah bekerja sebagai pengantar paket, juga sudah mewanti-wanti papanya. Supaya tidak ikut dalam pekerjaan tersebut. Karena menurut Dika, papanya sudah terlalu tua dalam urusan pekerjaan yang dia dapatkan.


Sayangnya, papanya justru meminta pada Dika, supaya menjalankan pekerjaan tersebut bersama dengannya juga.


Awalnya Dika menolak tawaran papanya. Tapi karena iming-iming uang dengan jumlah yang cukup banyak, akan diterima setelah pekerjaan selesai. Membuat Dika akhirnya tertarik juga.


Dan Dika pun memulai pekerjaannya itu, tapi tetap menjadi seorang kurir pengantar paket.


Pekerjaan yang pertama, bisa dia selesaikan bersama dengan papanya. Dan hasil uang yang diberikan, cukup besar.


Ini membuat Dika akhirnya tertarik untuk benar-benar terjun langsung dengan mengerjakan pekerjaan yang sama seperti yang dilakukan oleh papanya.


Dari hari ke minggu, minggu ke bulan dan akhirnya tahun pun berganti. Dika dan papanya pun, akhirnya bisa menjadi orang kepercayaan dari Big Bos. Dengan menjalankan tugas-tugas mereka secara mandiri, tanpa pengawalan ketat dari pihak mereka.


Bahkan, Dika juga mendapatkan sebutan sebagai Bos muda.


Anak dan papa yang hidup berdua saja, tampak sederhana dan tidak neko-neko.

__ADS_1


Tapi dari kesederhanaan yang tampak dari luar, mereka berdua merencanakan sesuatu untuk balas dendam kepada keluarga PT SAMUDERA GROUP.


Terutama pada Elang.


Tapi karena Dika yang mempunyai balas dendam tersendiri dengan Awan dan Ara, mengalihkan tujuan balas dendam papanya ke target yang diincar oleh Dika. Yaitu Awan dengan Ara.


Sayangnya kedua target mereka hidup di Amerika. Itulah sebabnya, Dika dan papanya, selalu mencari kesempatan untuk bisa membuat kekacauan dalam usaha Elang.


Termasuk kekacauan yang ada di proyek terbaru kemarin itu.


Semua itu ada campur tangan dari Dika dan papanya, sebagai provokator yang mempengaruhi warga sekitar. Di dukung dengan beberapa preman anak buahnya juga.


Dan rumah yang ditempati oleh Dika bersama dengan papanya, juga berpindah-pindah. Tidak menempati satu rumah dalam jangka waktu yang lama.


Ini mereka berdua lakukan, dengan tujuan agar lebih mudah membuat rencana dan tidak perlu beramah tamah dengan orang-orang sekitar mereka, atau para tetangga.


Tapi mereka juga tidak mau tinggal di perumahan besar. Karena ini terkait dengan identitas diri mereka yang sering berganti-ganti.


Jika harus hidup di perumahan besar, dengan semua fasilitas yang mewah, identitas diri harus bisa dipertanggungjawabkan juga. Dan mereka, pihak pengelola perumahan, juga pastinya lebih selektif di banding dengan rumah-rumah kontrakan penduduk biasa.


Setiap dua minggu sekali, mereka berdua, Dika atau papanya, bergantian menjenguk orang yang paling mereka sayangi dalam penjara.


Dan ini akhirnya terjadi. Dika harus koma di rumah sakit, akibat kecelakaan yang terjadi pada saat dia menjalankan tugasnya.


Sebenarnya bukan kecelakaan yang disengaja. Dika hanya merasa ketakutan, di saat ada patroli yang mendekat ke arah mobil yang dia parkir di pinggir jalan.


Dia berlari dan meninggalkan mobilnya. Dan dia tidak memperhatikan kondisi jalan, pada saat aksi kaburnya.


Ada mobil kontainer, yang melintas. Yang pada akhirnya menabrak Dika yang sedang berlari melawan arah.


Kecelakaan maut itu tidak bisa dihindari. Bahkan, supir kontainer yang mengemudi sudah berusaha untuk mengendalikan mobil tersebut dengan mengerem.


Tapi naas, supir tersebut juga justru mengalami luka yang sangat serius. Dan kakinya harus diamputasi satu.


Dari kejadian ini, papanya Dika akhirnya meng_handel semua tugas Dika. Dia juga memberikan kabar tentang anaknya, pada istrinya yang ada di dalam penjara.


"Papa harus bisa membalaskan dendam Dika Pa. Terutama pada anaknya Elang Samudra itu. Dia itu yang jadi calon suami dari gadis incaran Dika sejak sekolah dulu."

__ADS_1


"Dengan demikian, dari anaknya juga, dendam kita pada keluarga PT SAMUDERA GROUP terbalaskan."


Begitulah kata-kata yang diucapkan oleh mamanya Dika. Untuk mempengaruhi suaminya. Supaya mengikuti langkah yang seharusnya dilakukan oleh Dika setelah tugasnya selesai.


Dan sekarang, papanya Dika, sudah melakukan semua rencana yang telah disusun. Meskipun pada akhirnya gagal.


Kini dia hidup di kontrakan petak, di daerah padat penduduk. Tak jauh dari rumah sakit, di mana anaknya, Dika di rawat.


"Dik. Papa gagal Dik. Maaf."


Ucapan papanya Dika, terdengar menyedihkan. Dia yang biasa keluar dengan mengunakan topeng wajah, jika sedang bertugas dan ada di daerah target, kini tampil apa adanya. Sama seperti papanya Dika yang seharusnya.


"Keluarga dari saudara Dika!"


Seorang perawat mencari keberadaan keluarga pasien, yang ada di ruang ICU.


"Iya Sus. Saya papanya Dika."


"Bapak bisa ke ruangan dokter. Ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh dokter pada Anda."


Dengan perasaan was-was, papanya Dika mengangguk mengiyakan. Kemudian dia berjalan menuju ke arah ruangan dokter, yang ada tak jauh dari ruangan ICU.


Tok tok tok!


"Ya masuk!"


Clek!


"Selamat sore dok."


Papanya Dika mengucapkan salam kepada dokter yang menangani anaknya.


"Papanya pasien Dika?"


Anggukan kepala dari orang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya, membuat dokter tersebut langsung berdiri. Kemudian mempersilakan tamunya itu untuk duduk di kursi yang ada di depannya.


"Silahkan duduk Pak! Ada sesuatu yang ingin Saya bicarakan dengan Bapak."

__ADS_1


"Tentang anak Saya dokter?"


Dokter tersebut mengangguk mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh papanya Dika.


__ADS_2