Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Ternyata Tidur


__ADS_3

Sekarang ini, bukan hanya Ara yang mencari-cari keberadaan Anggi dan Miko. Tapi ada Anjani, Sekar dan Juna, ikut juga membantu, untuk mencari keberadaan mereka berdua.


Biasanya Anggi dan Miko bikin rame, membuat orang-orang kesal, gemas dan juga susah. Tapi pada saat mereka berdua tidak ada, serta tidak diketahui keberadaannya, orang-orang juga panik. Semua bertanya-tanya, ke mana mereka berdua, kenapa jadi sepi? Dan sekarang, semua orang jadi ikut merasa khawatir.


"Anggi, Miko!"


Ara memangil nama mereka berdua, dengan berjalan menuju ke arah kamarnya. Tapi saat pintu kamar dibuka oleh Ara, ternyata kamar tersebut kosong. Tidak ada kedua adiknya di dalam kamar tersebut. Yang ada hanya tumpukan kado-kado, yang sudah dipindahkan dari ruang tamu ke kamarnya tadi, bersama dengan Nanda.


"Kok gak ada juga di kamar, terus ke mana mereka ya?" gumam Ara, dengan wajah khawatir.


Tentu saja dia merasa khawatir. Hari sudah berganti malam. Dan kedua adiknya itu, tentu saja tidak mungkin bermain-main ke luar dari dalam rumah. Akhirnya Ara kembali ke ruang tamu.


Anjani, yang ikut mencari keberadaan Anggi dan Miko, juga tidak menemukan mereka di dapur.


Begitu juga dengan Sekar dan Juna. Mereka berdua, juga tidak menemukan anak dan keponakannya itu. Mereka sama-sama kembali, tanpa bisa menemukan orang yang sedang mereka cari.


Nanda, dan juga Awan, yang melihat mereka dalam keadaan bingung, mencoba untuk mendekat.


"Ketemu belum mereka Ra?" tanya Nanda ingin tahu.


"Belum Kak," jawab Ara cepat, dengan wajah yang terlihat jelas, jika dia sangat khawatir.


"Tumben-tumbenan sih, ke mana mereka berdua ya?" Nanda bertanya, seakan-akan untuk dirinya sendiri.


"Apa mungkin mereka tidur?" sahut Awan, meskipun dia sendiri juga tidak merasa yakin.


"Tapi di kamar tidak ada," jawab Ara, memberitahu.


Sekarang, Nanda dan Awan, mencoba untuk mencari keberadaan keduanya Anggi dan Miko, ke sekitar rumah ini.


"Eh, ini kan udah malam. Ngapain mereka berdua main di luar rumah? Mereka kan gak pernah main ke luar rumah, jika tidak ada yang ngajak," ujar Ara, pada saat Nanda memberikan usulan, untuk mencari ke luar rumah.

__ADS_1


"Bisa jadi Ra. Namanya juga anak-anak."


Nanda mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya Ara, meskipun dia juga merasa khawatir, karena adiknya itu belum juga ditemukan.


"Apa mungkin mereka sembunyi? Di kolong meja, tempat tidur, belakang kursi, atau di dalam almari."


Sekarang, ganti Awan yang memberikan beberapa kemungkinan, tempat persembunyian kedua anak yang sedang dicari-cari mereka.


Tapi Ara dan Nanda tidak percaya, dengan apa yang disebutkan oleh awan barusan.


"Bisalah. Aku dulu juga gitu. Karena gak punya teman, Aku suka main sendiri dengan tempat-tempat yang tersembunyi, dan tidak bisa ditemukan." Awan menjelaskan lagi tentang alasannya, menyebutkan tempat-tempat yang tidak lazim untuk bermain.


Dan begitulah akhirnya. Mereka bertiga, mencoba untuk mencari keberadaan Anggi dan Miko, sesuai dengan apa yang disebut oleh Awan tadi.


Ternyata, orang-orang yang ada di dalam rumah, juga sudah tahu jika Anggi dan Miko menghilang. Mereka semua, juga ikut mencari-cari keberadaan keduanya.


Pada saat semua orang sedang sibuk, mencari ke-dua orang yang sedang mereka cari, di belakang kursi sofa ruang tamu, ternyata Anggi dan Miko tertidur pulas. Mereka berdua kekenyangan, dan kecapekan juga, sehingga tanpa sadar tidur di tempat yang tidak seharusnya.


Awan yang menemukan Anggi dan Miko di tempat persembunyian mereka. Di belakang kursi, di mana mereka berdua tadi menunjukan tulisan, pada saat Ara baru saja datang dari sekolah. Dan di sekitar mereka tidur, ada banyak bungkus kue dan makanan yang berserakan.


Mungkin, tadinya mereka berdua makan kue dan jajanan tersebut dengan sembunyi-sembunyi, agar tidak ada yang tahu. Tapi karena kekenyangan, mereka berdua tanpa sadar tertidur pulas, tanpa bisa memberitahu pada yang lain terlebih dahulu. Itulah sebabnya, mereka berdua menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga dicari-cari oleh orang banyak.


"Ra," panggil Awan, karena tidak mau membuat yang lain ikut melihat adik-adiknya Ara, yang sudah dia temukan.


Ara mendekat dan bertanya kepada Awan. "Ya Kak, ada apa?"


Awan tidak menjawab pertanyaan dari Ara. Dia hanya menunjuk ke arah belakang kursi sofa, di mana Anggi dan Miko berada dan sedang tertidur, dengan sudut matanya, untuk memberitahu Ara.


Dengan rasa penasaran, Ara mengikuti pandangan mata Awan. Dan dia terbelalak, melihat kedua adiknya itu., dengan posisi tidurnya yang tidak biasa.


Ara melihat ke arah Awan. Dia mengeleng beberapa kali, tanpa mengeluarkan suaranya., namun dengan wajah yang tidak lagi terlihat khawatir.

__ADS_1


Awan pun tersenyum tipis, melihat ekspresi wajah Ara, yang terkejut karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia juga merasa senang, karena akhirnya bisa menemukan kedua adiknya itu.


Tanpa berkata apa-apa pun, Awan tahu jika Ara mengucapkan terima kasih untuknya. Karena apa yang dia katakan tadi, juga ternyata benar. Mereka, Anggi dan Miko, bersembunyi di tempat yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain, termasuk Ara sendiri.


Sekarang, Ara berjalan dengan cepat menuju ke arah bundanya. Tak lama kemudian, Ara terlihat berbisik-bisik ke telinga Anjani.


Anjani tampak terkejut seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari bisikan Ara. Dia mau melihat sendiri, di mana Anggi dan Miko tertidur.


"Yang bener Kak? Ayo, Bunda mau lihat mereka berdua," ajak Anjani, dengan menarik tangan Ara.


Karena suara Anjani yang sedikit keras, dengan rasa terkejut dan juga senang, tapi juga tidak percaya, membuat semua orang yang ikut mendengarnya, mengalihkan perhatian mereka kepada Anjani dan juga Ara.


Sekarang, semua orang mengikuti langkah keduanya, Ara dan Anjani, yang menuju ke ruang tamu, ke arah kursi sofa. Meskipun mereka juga dalam kebingungannya sendiri.


"Nda, bantu singkirkan kursi sofanya ke pinggir ya," pinta Anjani, pada keponakannya, Nanda.


Nanda hanya mengangguk, kemudian melakukan apa yang diminta oleh bundanya, Anjani. Dia menggeser posisi tempat duduk tersebut, supaya tidak menghalangi pemandangan yang ada di belakang, sehingga tampak kedua anak kecil, yang sedang tertidur pulas dengan posisi yang tidak teratur juga.


Semua orang yang tadi merasa penasaran dalam kekhawatiran, kini bernafas lega, setelah melihat keadaan Anggi dan Miko.


Mereka juga ada yang tertawa-tawa senang, karena pada akhirnya menemukan apa yang mereka cari.


"Ihsss, dasar Miko. Gak berisik ganti bikin khawatir aja nih Pa anak Kamu," ujar Sekar, dengan mengelus-elus perutnya sendiri.


Yasmin juga melakukan hal yang sama seperti kakaknya, Sekar, mengelus-elus perutnya sendiri. Dia mengeleng beberapa kali, melihat tingkah laku kedua keponakannya yang masih kecil itu.


Juna, yang mendengar perkataan dari istrinya, tersenyum tipis. "Ini namanya tidak mau buat orang repot Ma, tapi bikin takut, tapi juga bikin ngakak. Hahaha..."


Semua orang jadi ikut tertawa, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Juna.


Dan karena tawa mereka semua bersamaan, Anggi dan Miko jadi terjaga dari tidurnya. Mereka berdua, melihat dengan bingung, ke semua orang yang sedang tertawa. Karena semua orang, saat ini juga sedang mengelilingi mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2