Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Tindakan Kriminal


__ADS_3

"Mr Awan dan Mr Abimanyu sedang ada keperluan apa di sini?" tanya papanya Clarissa, setelah tadi menegur keduanya dengan rasa terkejut.


"Anda sendiri sedang apa Pak manager?" tanya Abimanyu, yang tidak langsung menjawab pertanyaan dari manager perusahaan.


"Saya mendapatkan panggilan telpon, dari anak Saya. Clarissa. Dan ini adalah pengacara yang akan mendampingi dia, sebagai perwakilan wali dari Saya sendiri."


Jawaban yang diberikan oleh manager tersebut, membuat Awan dan juga Abimanyu saling pandang.


Begitu juga dengan Ara, yang sekarang ini sudah ikut berdiri bersama dengan tunangannya dan juga ayahnya.


Mereka bertiga, tidak pernah menyangka bahwa, manager perusahaan miliknya Awan adalah papanya Clarissa.


Gadis yang tadi ingin mencelakai Ara dan Awan di jalan.


Tapi Awan dan Abimanyu hanya diam saja. Mereka berdua, tidak mengatakan apa-apa, untuk memberikan penjelasan kepada manager tersebut. Terkait korban yang menjadi target kejahatan anaknya.


Ara juga diam saja. Dia juga tidak mengenal siapa papanya Clarissa. Baru tadi, Ara mengetahui bahwa, papanya Clarissa adalah manager di perusahaan milik keluarganya Awan, yang pada saat ini dipimpin oleh ayahnya, Abimanyu.


'Pantes saja Clarissa merasa bangga dengan jabatan papanya. Ternyata seorang manager.'


Ara membatin dalam hati, tentang keadaan papa dari Clarissa. Dia tidak sadar jika, jabatan ayahnya sendiri, justru ada di atas manager tersebut.


Tak lama kemudian, Clarissa dan kekasihnya datang dari kamar kecil, karena baru selesai tes urine.


"Papa!"


Clarissa berteriak memanggil papanya, dengan berlari untuk memeluk papanya juga.


"Papa. Huhuhu... Keluarkan Clarissa Pa! Gak enak di sini Pa. Huhuhu..."


Manager tersebut, menepuk-nepuk pundak anaknya, agar tidak lagi menangis.


"Sudah-sudah. Papa bawa pengacara ini, untuk membantu Kamu."


Clarissa melepaskan pelukannya pada papanya, kemudian melihat ke arah wanita yang ada di samping papanya itu.


"Pa. Itu dia yang mau memenjarakan Clarissa Pa!" Telunjuk Clarisa, menunjuk kepada Awan.


"Dia yang menuntut Clarissa Pa!" Clarissa memberitahu papanya lagi.


"Mr Awan? Jadi, orang yang hampir kecelakaan itu Mr Awan?" Manager tentunya merasa sangat terkejut, melihat siapa orang yang ditunjuk anaknya.


"Papa kenal?" tanya Clarissa ingin tahu.


Tentu saja Clarissa merasa heran, karena papanya mengenali siapa kekasihnya Ara. Yang tadi dia celakai di jalan, karena sedang bersama dengan Ara. Yang dia anggap sebagai seorang musuh, dan pembawa sial untuk kehidupannya.

__ADS_1


"Tentu saja papa kebal Clarissa. Dia adalah pemilik perusahaan di mana Papa bekerja Nak."


"Apa Kamu sudah gila! cari musuh dengan orang yang di atas Papa!"


Papanya Clarissa merasa sangat marah dan kecewa, dengan apa yang sudah dilakukan oleh anaknya itu.


Apa yang dikatakan oleh papanya, membuat Clarissa terkejut juga. Dia tidak pernah menyangka jika, kekasihnya Ara bukanlah sembarang orang.


Apalagi, selama ini dia melihat bagaimana keadaan dan penampilan Awan yang terkesan miskin menurutnya.


'Bagaimana mungkin, orang sepertinya kekasihnya Ara itu adalah pemilik perusahaan?'


Clarissa benar-benar merasa surprise, dengan apa yang dia dengar dan ketahui tentang siapa Awan yang sebenarnya.


"Dan itu, Mr Abimanyu. Dia adalah pemimpin Papa di perusahaan."


Rasa terkejut Clarissa belum juga hilang. Dan sekarang, dia mendengar hal yang tidak pernah dia ketahui tentang siapa ayahnya Ara selama ini.


Dia kembali terkejut, dengan apa yang dikatakan oleh papanya. Tentang siapa laki-laki dewasa, yang dia ketahui sebagai ayahnya Ara.


*****


Ara dan Abimanyu, pulang di antar oleh sampai di depan pintu rumah.


"Kamu hati-hati ya Wa. Bilang sama supir, untuk fokus, jangan ngantuk."


Mereka tiba di apartemen Abimanyu pukul tiga dini hari. Karena segala sesuatu yang harus dilakukan di kantor polisi juga menyita waktu mereka semua.


"Ya Yah." Awan mengiyakan pesan tersebut.


Sekarang, Awan memanggil Abimanyu dengan sebutan ayah. Tidak lagi dengan sebutan Om, sejak dia resmi bertunangan dengan Ara.


"Om boleh libur dan tidak harus masuk ke kantor, jika capek," kata Awan memberikan saran.


Dia tahu jika, kesehatan calon mertuanya itu sudah tidak lagi sama seperti dulu.


"Gak apa-apa Wan. Ayah bisa berangkat agak siangan dikit."


Awan hanya mengangguk saja, kemudian pamit untuk pulang terlebih dahulu.


"Awan pamit dulu Yah. Ra," ucap Awan, pada Abimanyu dan juga Ara.


"Hati-hati Kak," sahut Ara, sambil melambaikan tangan.


Beberapa saat kemudian, setelah Awan pergi dan pintu rumah tertutup, Anjani keluar dari dalam kamar Anggi.

__ADS_1


"Baru pulang Yah, Kak. Jam berapa ini?"


Anjani melihat ke arah dinding di sebelahnya, untuk melihat jam yang ada di sana.


"Lama sekali Yah di kantor polisinya?" tanya Anjani lagi, karena memang kepergian suami dan anaknya itu sedari pukul setengah sebelas malam.


Lagipula menurut Anjani, lalu lintas di kota ini tidak terlalu padat jika malam hari. Apalagi, rute jalan juga tidak serumit Jakarta, jika harus pergi ke suatu tempat.


"Penyelidikan tidak semudah mencari keberadaan mereka Bun. Apalagi, ternyata tersangka juga pemakai."


Anjani mengeryit heran, mendengar jawaban yang diberikan oleh suaminya.


"Maksudnya, mereka pemakai itu... obat-obatan terlarang?" tanya Anjani memastikan dugaannya sendiri.


Abimanyu mengangguk mengiyakan. Begitu juga saat Anjani melihat ke arah Ara. Anaknya itu juga mengangguk mengiyakan perkataan yang dia ucapkan.


"Jadi bagaimana?" tanya Anjani lagi ingin tahu.


"Ya gak gimana-gimana Bun. Lanjut lah kasus ini," sahut Ara, sambil tersenyum melihat wajah bundanya yang merasa penasaran dengan jawaban yang dia berikan.


"Ah... maksud bunda, dia ditahan? Siapa sih dia Ra, Yah?"


"Clarissa Bun."


"Anaknya manager perusahaan."


Anjani menjadi bingung, dengan jawaban yang diberikan oleh keduanya. Karena dia merasa jika jawaban itu tidak sama.


"Yang bener yang mana? Clarissa apa anaknya manager?" tanya Anjani, yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih baik.


"Oh iya, kok Clarissa? Dia teman Kamu yang ketemu di mini market depan kan Ra?"


Anjani bertanya lagi, sebelum suami dan anaknya menjelaskan tentang jawaban mereka tadi.


Ara mengangguk mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh bundanya itu.


Sedangkan Abimanyu, yang ganti melihat ke arah istrinya dengan kebingungan. "Bunda kenal dengan Clarissa?" Akhirnya, Abimanyu bertanya juga pada Anjani.


"Iya Yah. Kata Ara, itu temannya yang dulu buat kasus di kampus. Waktu Ara dapat skorsing itu lho Yah!"


Sekarang, Abimanyu mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh istrinya tentang siapa Clarissa.


"Jadi seperti itu ceritanya. Berarti, si Clarissa itu sudah pura-pura baik dan mendekati Kamu juga ya Ra beberapa hari terakhir ini?" Abimanyu bertanya pada Ara, bagaimana sikapnya Clarissa yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang kemarin ditunjukan.


Ara hanya mengangguk saja. Dia sendiri sebenarnya tidak pernah menyangka, jika Clarissa bisa senekad itu berbuat pelanggaran.

__ADS_1


Dan ini, bukan hanya wilayah kampus, sama seperti yang dulu dia lakukan.


Ini sudah menjadi kasus kriminal. Dan lagi, di tambah dengan bukti juga, jika mereka berdua, terutama kekasihnya Clarissa itu adalah pemakai obat-obatan terlarang.


__ADS_2