
"Papa saja yang ke Amerika. Mama mau bantu Elang Pa."
Tiba-tiba, mama Amel bicara pada suaminya. Dia tidak tega, jika harus pergi dan membiarkan anaknya itu dengan adanya masalah yang baru saja terjadi.
"Ma. Hemmm... bagaimana bisa dia kecolongan begitu?" Papa Ryan, mengeluhkan tentang kondisi perusahaan yang sedang ada masalah.
"Pa. Elang itu tidak sama seperti Papa. Dia suka ceroboh dan tidak peka dengan keadaan yang ada di depan. Hemmm... Mama takut jika, perusahaan akan ambruk, jika dia terus seperti ini."
Mama Amel pasti merasa khawatir juga. Jika ada satu keputusan Elang, yang berakibat fatal bagi perusahaan.
"Lalu bagaimana?" tanya papa Ryan, yang sepertinya tidak mau jika rencananya ke Amerika gagal. Karena adanya masalah di kantor.
Menurut papa Ryan sendiri, kantor sudah diserahkan kepada Elang. Jadi, Elang juga yang harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada.
Tapi tentu saja itu tidak disetujui oleh mama Amel. Dia tidak mungkin membiarkan perusahan jatuh bangkrut. Seandainya Elang melakukan kesalahan yang sama, seperti saat dulu ada di Batam atau usaha garmen miliknya sebelum menikah.
Dan permasalahan itu juga dari orang-orang terdekatnya. Sama seperti manager perusahaan yang baru. Meskipun manager tersebut masih ada tali persaudaraan dengan keluarganya sendiri.
Justru kedua orang yang sudah membuat Awan melakukan kesalahan adalah, orang-orang terdekatnya juga.
Ini membuat mama Amel tidak bisa tinggal diam. Melihat keadaan kantor yang akan kacau dan hancur secara perlahan-lahan.
"Apa dia tidak bisa menanggani perusahaan ya? Bagaimana bisa, dia selalu mendapatkan masalah? Bahkan, sewaktu ada di Amerika juga. Wanita yang hampir dia nikahi, adalah wanita penipu."
Mama Amel bergumam seorang diri. Tapi, gumamannya itu terdengar oleh suaminya.
"Ma. Ngomong apa sih Ma?" tanya papa Ryan, yang sepertinya merasa tidak senang. Dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
"Pa. Mama gak tenang Pa. Mama batal ke Amerika. Mama mau ikut Elang ke kantor!"
"Lho?"
Papa Ryan bengong sendiri. Karena istrinya sudah berjalan meninggalkan dirinya. Dan menyusul Elang yang masuk ke dalam kamarnya sendiri, untuk mengambil beberapa berkas yang dia butuhkan.
"Pa. Telpon kapten di bandara. Keberangkatan kita dibatalkan!"
Mama Amel berteriak, memberitahu pada papa Ryan. Sedangkan papa Ryan, jadi bengong melihat keadaan yang ada pada istrinya itu.
Akhirnya, papa Ryan segera menelpon ke kapten pesawat. Untuk memberikan kabar tentang pembatalan penerbangan mereka berdua ke Amerika hari ini.
..."Kami tidak jadi berangkat hari ini Kapten. Sedang ada masalah di kantor." ...
..."Bukankah kantor sudah di pegang oleh tuan muda Elang Tuan Besar?" ...
__ADS_1
..."Iya. Tapi istriku tidak tega membiarkan anaknya itu menangani sendiri permasalahan yang ada." ...
..."Jadi, keberangkatan di tunda hingga kapan Tuan?" ...
..."Tidak jadi. Biar Awan saja yang akan memberikan kabar pada Kapten. Kapan harus berangkat ke Amerika, untuk menjemput keluarga calon mertuanya."...
..."Baik Tuan. Saya akan konfirmasikan pembatalan ini pada pihak bandara terlebih dahulu. Karena kemarin, ada pemesanan penerbangan ke Amerika juga. Mungkin bisa dilakukan dalam waktu dua atau tiga hari ke depan. Jadi, waktunya untuk menjemput calon mertuanya tuan muda Awan masih tetap bisa sekalian jalan." ...
..."Iya tidak apa-apa. Maaf, ini mendadak Kapten. Anda tahu sendiri kan, bagaimana watak dari istriku itu?" ...
..."Baik Tuan." ...
Klik!
Papa Ryan, menghembuskan nafas panjang. Dia menunggu istri dan anaknya keluar dari dalam kamar, dengan berdiri di depan pintu rumah.
Tak lama kemudian, terdengar suara Elang dan mama Amel yang sedang berbicara.
Mereka berdua, seperti dua orang yang sedang berdebat mengenai permasalahan yang tadi diberitahukan oleh orang kantor.
"Ma. Harusnya Mama dan Papa berangkat saja ke Amerika. Elang bisa Ma."
"Gak. Mama gak tenang Lang. Mama mau ikut ke kantor. Biar Mama juga tahu, apa yang sebenarnya terjadi di kantor."
"Bukannya Mama tidak percaya Lang. Tapi, Kamu itu mudah dikelabui orang-orang yang ingin memanfaatkan Kamu. Sedangkan perusahaan, bukan hanya kita saja yang butuh makan. Ada banyak sekali orang-orang yang bekerja di perusahaan kita ini. Jadi, jika terjadi sesuatu pada perusahaan dan jatuh, mereka juga akan kehilangan mata pencaharian dan tidak bisa memberikan nafkah pada keluarga mereka Lang."
"Gak gitu juga kali Ma. Ini pasti ada yang sengaja bikin masalah, dan memicu timbulnya keributan."
Sebenarnya, Elang paham dengan apa yang di maksud oleh mamanya. Tapi, dia hanya merasa tidak tenang karena mama dan papanya harus membatalkan rencana mereka berdua untuk pergi menemui Awan dan juga keluarganya Anjani.
Mengingat nama Anjani, membuat Elang harus membuang nafas panjang.
"Hufhhh..."
Setelahnya, Elang hanya diam saja. Dia tidak lagi menyahuti perkataan yang diucapkan oleh mamanya.
Papa Ryan, mengeleng beberapa kali. Mendengar perdebatan keduanya yang sama-sama tidak mau kalah dan juga sama-sama keras kepala.
*****
Di Amerika.
Awan kaget saat mendengar kabar dari opanya, papa Ryan. Karena kabar itu mengenai pembatalan penerbangan yang dilakukan oleh oma dan opa nya, yang berencana untuk datang ke Amerika sini.
__ADS_1
..."Kenapa Opa?"...
..."Ada masalah di proyek yang baru saja berjalan. Ini mengenai pembebasan lahan dari masyarakat sekitarnya."...
..."Kok tumben Opa?" ...
..."Entahlah Wan. Sejak Opa dan Oma memutuskan untuk pensiun, sudah dua kali ini permasalahan yang besar dihadapi oleh ayah Kamu itu." ...
..."Dua masalah besar? berarti, sudah pernah ada masalah besar lainnya? Yang satunya apa Opa?" ...
Akhirnya, papa Ryan menceritakan secara singkat tentang permasalahan yang dihadapi oleh Elang. Dan itu juga hampir membuat perusahaan jatuh bangkrut.
Tapi papa Ryan tidak mengatakan jika, orang yang sudah menipu ayahnya adalah dari keluarga PT ANTARA GROUPS. Yang pada waktu itu bekerja sama dengan manager perusahaan.
Karena manager perusahaan masih memiliki darah kekerabatan dengan keluarganya sendiri.
Papa Ryan, tidak mau menyebutkan nama-nama orang yang sudah menipu anaknya.
..."Jadi, Opa dan Oma ada di kantor saat ini? Ikut ayah." ...
..."Ya. Tapi, Opa ada di pantry. Opa sedang minum kopi. Oma Kamu itu yang ikut meeting di ruang metting. Oma Kamu itu ahlinya menyelesaikan pekerjaan yang bermasalah. Makanya, Oma kamu itu bisa menjalankan perusahaan, meskipun Opa tidak ada di Indonesia dan berpindah-pindah." ...
..."Jadi, Opa hanya menemani Oma dan ayah ke kantor?" ...
..."Iya." ...
..."Hufhhh!"...
..."Hahaha... Opa tidak mau mengacaukan acara Oma Kamu, yang sedang kesal di ruang metting Wan. Biarkan dia yang beraksi. Hehehe..."...
..."Haduh. Berarti, yang hebat itu Oma ya Opa?" ...
..."Hehehe... tentu saja! Opa tidak akan bisa membesarkan usaha Opa, dan bisa sesukses seperti sekarang ini. Jika tidak ada Oma Kamu itu." ...
..."Berarti benar kata pepatah. Dibelakang laki-laki sukses, pasti ada wanita hebat yang mendampinginya." ...
..."Hahaha... itu bukan sekedar pepatah Wan. Itu kenyataan." ...
Dan Awan, membenarkan perkataan yang diucapkan oleh opanya tadi.
Sekarang, dia harus memberitahukan pada calon mertuanya, jika opa dan omanya batal datang ke Amerika.
Dia juga harus bisa membuat dan memikirkan suatu rencana ke depan, bagaimana caranya agar dia bisa pindah ke Indonesia saja setelah menikah nanti.
__ADS_1