Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Tekadnya Yasmin


__ADS_3

Ara langsung di tangani di UGD. Karena panasnya tinggi, jadi dia harus rawat inap untuk mengetahui apa yang terjadi pada Ara.


Anjani hanya pasrah saja, begitu juga dengan Abimanyu. Mereka berdua sama-sama berdoa untuk keselamatan anaknya, Ara.


Abimanyu memberikan kabar tentang sakitnya Ara pada ayah Edi. Dia mengatakan jika untuk sementara waktu, dia akan menetap di Bogor bersama dengan keluarga kecilnya. Ini dilakukan Abimanyu agar Nanda juga tidak dikejar-kejar oleh mamanya, Yasmin.


..."Iya tidak apa-apa Bi. Kalau untuk keselamatan dan keamanan cucu-cucu, ayah pasti tidak keberatan. Ibumu juga pasti sama. Nanti ayah akan bicara dengan ibumu."...


..."Terima kasih Yah. Abi akan usahakan yang terbaik untuk mereka semua."...


..."Hati-hati, nanti Ayah akan urus sekolah Nanda."...


..."Iya Yah. Dan itu tolong kasih tahu Sekar, di jalan hati-hati. Kemarin Wawan sempat ngomong kalau ada teman-temannya yang lain juga. Abi takut, dia memberikan beberapa informasi tentang keluarga kita pada temannya itu. Sepertinya Wawan ikut komplotan penipu."...


..."Ya. Ayah akan bicara juga tentang hal ini."...


..."Apa Yasmin pulang ke rumah Yah?"...


..."Kemarin pernah pulang, tapi karena diamkan ibu Kamu, jadi gak tahu dia kemana lagi. Sekar bilang, akun sosial media milik Yasmin memposting jika dia sedang ada di yayasan untuk persiapan ke luar negeri. Mungkin dia mau pergi lagi ke luar negeri untuk kerja. Ayah sudah pusing dan tidak mau tahu lagi. Biarkan dia dengan pemikirannya sendiri. Biar dia tahu, bagaimana rasanya tidak mendapatkan perhatian dan dukungan dari keluarga sendiri."...


Abimanyu, sebenarnya merasa tidak tenang saat mendengar perkataan ayahnya itu. Tapi, karena dia juga merasa sangat kecewa dengan kelakuan adiknya, Yasmin, akhirnya Abimanyu hanya bisa menghela nafas panjang saja.


..."Ya sudah kalian hati-hati ya. Salam buat Anjani. Semoga Ara cepat sembuh. Besok sabtu, waktu libur kerja, ayah akan ke Bogor bersama ibu dan Sekar juga. Ayah sudah tidak bisa ijin lagi, karena sudah terlalu banyak ijin untuk bulan-bulan kemarin."...


..."Iya Yah, tidak apa-apa. Doakan saja semoga Ara cepat sembuh."...


Begitulah, Abimanyu banyak berbincang-bincang dengan ayahnya melalui panggilan telpon. Dia memutuskan untuk tinggal di Bogor untuk sementara waktu, sampai semuanya aman dan tidak lagi ada yang perlu dikhawatirkan.

__ADS_1


"Mas. Ara sudah tidur," kata Anjani, memberitahu Abimanyu yang baru saja datang dari luar, karena sedang menelpon ayahnya, ayah Edi.


"Syukurlah. Apa Aku harus ambil barang-barang yang Kamu perlukan selama di sini?" tanya Abimanyu, menawarkan.


"Iya Mas. Beberapa potong baju Ara dan untuk Aku juga. Tadi Aku cuma bawa dua potong baju Ara saja. Sekalian kasih tahu pada baby sitter, supaya menjaga Nanda. Jangan biarkan keluar rumah sendirian. Untuk urusan kafe, biarkan teteh koki yang urus, seperti biasanya."


Anjani memberikan beberapa pesan pada Abimanyu, sebelum Abimanyu pulang untuk mengambil keperluan mereka selama Ara di rawat.


"Iya Sayang. Aku tinggal dulu ya, gak apa-apa kan?" tanya Abimanyu memastikan.


Anjani hanya mengangguk. Dia melihat ke arah anaknya yang sedang tertidur, setelah tadi sempat merengek-rengek terus menerus dan tidak mau tidur-tidur.


Abimanyu mendekat ke tempat tidur Ara, dan mencium kedua pipi anaknya itu. Setelah itu, dia mendekat ke arah istrinya, dan mencium kening istrinya sebelum keluar dari dalam kamar pasien Ara.


"Hati-hati Mas," kata Anjani memberikan pesan.


"Iya Sayang. Kami juga ya," jawab Abimanyu, kemudian melangkah keluar.


"Apa kamu tidak mau tinggal di Bogor sayang?" tanya Anjani, dengan pelan, sambil mengusap-usap rambut anaknya, Ara.


"Semoga saja, Kamu bisa jadi anak yang sehat dan tumbuh dengan baik. Tidak ada kekurangan padamu di kemudian hari nanti."


Anjani terus berdoa untuk keselamatan dan kesehatan anaknya.


*****


Disebuah kamar kecil, duduk seorang wanita dengan lutut ditekuk untuk menopang dagunya. Dia terlihat diam dan tidak melakukan apa-apa. Mungkin dia sedang melamun kan sesuatu.

__ADS_1


"Aku bodoh. Ya Aku memang bodoh. Terlalu bodoh malah."


"Sudah banyak dibantu, tapi tidak tahu diri."


"Dinasehati dan diarahkan, tapi tetap tidak mau berubah. Apa aku seperti batu? yang sangat sulit untuk dibentuk agar bisa jadi lebih baik. Apa aku seperti itu?"


"Apa nasibku hanya seperti ini untuk selamanya? bahkan anakku sendiri pun sekarang tidak mau lagi Aku dekati. Mama macam apa Aku? yang bahkan berbuat jahat pada istri kakaknya sendiri. Yang sudah di anggap sebagai bunda oleh anakku. Yang mau merawat dan memberinya kasih sayang lebih dari yang Aku berikan."


"Orang macam apa Aku ini, yang tidak punya rasa terima kasih kepada orang-orang yang begitu peduli dan sangat sayang padaku, dan Aku justru selalu mengecewakan mereka."


"Bodohnya Aku. Bodoh! karena selalu percaya dengan laki-laki yang Aku cintai. Cinta yang membawa pada kehancuran hidupku sendiri. Cinta yang memisahkan diriku dengan keluargaku sendiri. Cinta yang membuatku menderita, dan Aku tidak pernah berpikir sejuah itu. Keegoisan diriku sendiri yang sudah menghancurkan masa depanku juga."


Yasmin berperang dengan dirinya sendiri. Dia menyesalkan sikap dan perilaku yang dia lakukan sendiri.


Sama seperti yang dikatakan oleh ayahnya, ayah Edi, bahwa Yasmin, tidak bisa berpikir, jika tidak mengalami hal yang membuat dirinya hancur.


Yasmin akan menyesal jika semua sudah terjadi dan itu sudah terlambat.


Sekarang, dia sendiri lagi. Menyesali perbuatannya yang tidak bisa dimaafkan oleh keluarganya, terutama kakaknya, Abimanyu.


"Aku akan kembali bangkit dan memperbaiki diri. Aku akan berusaha untuk bisa berubah, meskipun harus dengan menjauhkan diri dari keluargaku, yang saat ini tidak bisa menerima diriku. Aku tahu, ini bukan salah mereka. Semua ini adalah sajahku sendiri. Hiks hiks hiks... tapi, Aku ingin bertemu dengan Nanda, sebelum Aku pergi lagi ke luar negeri. Tapi bagaimana caranya Aku bisa bertemu, sedangkan Nanda sendiri, tidak mau melihatku. Hiks hiks hiks..."


Yasmin terus menyesali perbuatannya yang tidak termaafkan. Dia sadar bahwa perbuatannya itu memang tidak layak untuk mendapatkan maaf juga. Dia masih merasa beruntung, karena tidak ikut di penjara dengan ulahnya itu.


Kini, dia bertekad untuk bisa merubah pemikiran, sikap dan perilaku, serta cara berpikirnya sendiri, dengan menjauhkan diri dari Indonesia. Dia ingin belajar lebih dewasa lagi dengan menjadi seorang TKI, yang harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang bisa dia gunakan untuk masa depannya nanti.


Yasmin berharap agar bisa diterima oleh keluarganya, saat sudah kembali ke Indonesia, meskipun dia tidak tahu entah kapan itu.

__ADS_1


Begitulah tekad yang diniatkan Yasmin, untuk keberangkatannya menjadi TKI, untuk yang kedua kalinya saat ini.


Dia berharap agar bisa mendapatkan perubahan dalam pribadinya, supaya menjadi lebih baik daripada saat ini, selain bisa mendapatkan uang yang banyak, untuk membayar hutang-hutangnya, yang belum semuanya terlunasi.


__ADS_2