Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Akhirnya Bisa 1


__ADS_3

Bugh!


Crakkk!


"Aughhh..."


Diam, dan sunyi lagi.


"Kak..."


"Suttth... diam Dek. Ikut Kakak!"


Ara berjalan di depan, dengan mengendap-endap. Sedangkan Anggi, ada dibelakangnya dengan wajah ketakutan.


Orang yang tadi dia ajak bernegosiasi, sudah jatuh tak berdaya. Akibat di hajar oleh Ara.


Sekarang, dia dan Anggi, sedang mengintip keluar ruangan. Melalui pintu yang tertutup rapat.


"Di luar masih banyak orang. Bagaimana ya caranya keluar dari ruangan ini?" batin Ara, yang diam di balik pintu.


Dia tidak mungkin bisa keluar dengan mudah, jika harus menghadapi ketiga orang yang berjaga-jaga di luar ruangan ini.


Apalagi, tidak ada sesuatu yang bisa dia gunakan sebagai senjata. Untuk melawan orang-orang yang ada luar ruangan.


Untungnya tadi, sebelum orang yang saat ini sudah jatuh tak sadarkan diri di lantai masuk, Ara dan Anggi sudah bisa melepaskan ikatan pada tangan mereka.


Sayangnya, di saat Ara hampir melepaskan plester yang menutupi mulutnya, berbalik untuk membantu Anggi, pintu ruangan terbuka.


Itulah sebabnya, dia dan Anggi masih pura-pura tidak terjadi sesuatu. Apalagi gerakan yang bisa membuat curiga, jika mereka berdua sudah bisa membebaskan diri dari ikatan tali tambang.


Dan pada saat dia berhasil mengelabui orang tadi, dengan iming-iming sebuah penawaran menarik, Ara segera bangkit dan melumpuhkan orang tersebut tanpa banyak bersuara. Sehingga teman-temannya yang ada di luar ruangan, dan sedang berbincang-bincang sendiri tidak mendengarkan semua kejadian yang terjadi di dalam ruangan.


Di luar rumah, sebenarnya sudah ada banyak anggota kepolisian yang datang mengepung. Tapi mereka semua mengunakan pakaian preman, sehingga tidak bisa dikenali sebagai seorang polisi.


Pihak kepolisian, mengetahui tentang lokasi penyekapan Ara dan Anggi, dari handphone milik Nanda.


Tapi karena dipesan oleh Awan dan yang lainnya, pihak kepolisian tetap berhati-hati dalam penyergapan kali ini.


"Pak. Tadi, ada anggota perampok yang keluar," kata salah satu anggota polisi, yang datang terlebih dahulu.


Karena pihak kepolisian, mengintai beberapa rumah terdekat. Agar tidak menimbulkan kegaduhan di pagi hari.


Salah satu dari anggota kepolisian, juga meminta ijin pada pihak pemerintah setempat, RT, untuk operasi penyergapan di rumah tersebut.


"Kita harus segera menyelamatkan korban penculikan. Apapun yang terjadi, utamakan keselamatan kedua gadis tersebut!"


"Siap komandan!"


"Untuk urusan orang yang tadi pergi, biar ada yang mengurus nanti."

__ADS_1


Sekarang, tiga orang anggota polisi masuk ke dalam rumah dengan hati-hati. Mereka semua, melakukan semua ini demi keselamatan Ara dan juga Anggi.


Tapi ternyata, di dalam rumah sedang terjadi perkelahian. Dan itu terjadi antara Ara dengan tiga orang anggota pengacau.


"Angkat tangan!"


Salah satu anggota polisi, memberikan perintah pada semua. Dan Ara serta Anggi juga ikut mengangkat kedua tangannya ke atas.


Saat Ara dan Anggi sadar, akhirnya mereka berdua menurunkan tangannya, dan bernafas dengan lega.


"Hufhhh..."


"Akhirnya Kak..."


Tapi sayangnya, satu dari anggota Pengacau itu bisa menendang meja. Sehingga polisi yang tadi menodongkan pistol, terjatuh. Keadaan seperti ini, dimanfaatkan oleh mereka bertiga untuk bisa mendapatkan Ara atau Anggi, untuk dijadikan sebagai sandra. Agar mereka bisa pergi dari rumah ini.


"Kalian harus minggir semua! Jika tidak, dia tidak akan selamat."


Anggi yang tidak bisa melawan, hanya bisa pasrah dengan rasa takutnya.


Ara sudah membuat ancang-ancang, untuk melakukan sesuatu. Sayangnya, karena mendapat kesempatan seperti ini, satu dari mereka mengambil senjata api yang mereka simpan di laci. Mereka mengancam Ara dan polisi, supaya mudur dan tidak menghalangi jalan mereka untuk keluar dari rumah.


Mereka tidak tahu jika, di luar rumah juga masih ada anggota kepolisian yang berjaga-jaga.


Dan pada saat mereka membuka pintu rumah, polisi dengan cepat menyerbu tanpa menunggu waktu.


Sedangkan polisi yang ada di dalam rumah, menendang tulang kering salah satu dari mereka, sehingga roboh dan menimpa temannya yang lain.


"Kakak!"


Ara memeluk adiknya yang menjerit ketakutan.


"Sudah-sudah. Kita aman!"


Dua mobil berhenti tepat di depan rumah yang sekarang ini menjadi ramai.


Banyak orang yang melihat keberhasilan pihak kepolisian yang sedang melakukan penyergapan di rumah tersebut.


Dan untuk salah satu dari mereka yang tadi pergi ke warung untuk mencari sarapan, di tangkap pada saat baru saja hampir sampai. Tapi karena dia sadar jika rumah dalam keadaan ramai, dia memutar arah motor.


Tapi belum sempat motor melaju, peluru dari senjata api milik polisi memecahkan ban motor tersebut.


Dor!


Blum!


Semua pengacau tertangkap, kemudian di bawa ke kantor polisi. Dengan semua barang bukti yang kuat.


Sedangkan Ara dan Anggi, dijemput oleh Abimanyu dan Nanda. Di susul dengan kedatangan Awan bersama dengan Elang di belakang.

__ADS_1


Semua sudah selesai. Mereka saling berpelukan dan bersyukur karena tidak terjadi apa-apa pada Ara dan Anggi.


"Terima kasih Pak."


"Kami mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Terima kasih sekali lagi."


Abimanyu dan Awan, serta yang lain mengucap terima kasih kepada pihak kepolisian. Karena sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik dan tidak ada korban.


*****


Para pengacau di interogasi oleh penyidik di kantor polisi.


Tapi mereka semua, tidak ada yang mengaku. Jika ada bos yang mengkoordinir kegiatan mereka semua.


"Bukankah perampok seperti ini tidak hanya kalian lakukan sekali ini?" tanya penyidik, dengan memberikan beberapa data kejadian, yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.


"Tidak Pak."


"Belum pernah Pak."


Jawaban mereka, sama. Tidak ada yang mau memberi informasi yang berbeda.


"Lalu, ke mana kalian ingin menjual gadis-gadis yang tadi kalian culik?" tanya penyidik lagi ingin tahu.


"Pasti ada yang mengkoordinir kegiatan kalian kan? Gak mungkin kalian menjual sendiri ke luar negeri."


Penyidik masih mencoba untuk bertanya pada para Pengacau, dengan nada rendah.


Tapi karena tidak adanya bukti yang mengarah pada orang lain, akhirnya penyidikan di hentikan terlebih dahulu.


Ini karena handphone milik salah satu dari mereka, yang menghubungi Bos, sebelum dia pergi mencari makan, sudah di buang ke semak-semak. Begitu dia sadar jika, teman-temannya sudah tertangkap.


Jadi, untuk sementara ini polisi belum menemukan beberapa bukti lain. Yang bisa menyeret nama seseorang atau kelompok tertentu. Yang bisa jadi, bekerja sama dengan para Pengacau itu.


Tapi rumah dan sekitar TKP penyergapan, sudah di amankan. Ada anjing pelacak yang ditempatkan di sana. Untuk mencari berbagai bukti, yang bisa membantu pekerjaan polisi.


Semua laporan dari hasil penyidikan sudah dibuat. Begitu juga dengan semua jawaban yang diberikan oleh para pengacau pada penyidik.


Sekarang, mereka semua harus berakhir di sebuah kamar. Dengan batas dan pintu, yang terbuat dari besi-besi yang kokoh.


*****


Di rumah Abimanyu.


Semua orang mengucapkan rasa syukur, atas kembalinya Ara dan Anggi dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun.


Mereka, para wanita, saling berpelukan dengan bergantian.


Tangisan bahagia juga tampak di wajah-wajah mereka. Yang tadinya tampak sangat cemas dan was-was.

__ADS_1


Karena mereka semua merasa khawatir. Dengan keadaan Ara dan Anggi tentunya. Tidak ada yang bisa tidur sejak tahu kejadian ini dari semalam.


Apalagi, pernikahan antara Ara dan Awan, juga akan dilaksanakan pada hari ini juga.


__ADS_2