Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Sembilan bulan kemudian.


Abimanyu sudah mulai membaik meskipun tidak bisa dikatakan Baik-baik saja. Tapi tetap saja, apa yang dia lakukan secara rutin, dengan berobat ke rumah sakit, bisa membuatnya tidak merasakan kesakitan yang lebih parah lagi.


Dia dan Anjani, juga memutuskan untuk kembali hidup di Jakarta. Dekat dengan keluarga mereka. Terutama dengan anak-anak mereka.


Anggi dan Miko, sudah bersekolah di sekolah yang sama. Di yayasan sekolah, yang dulu juga pernah digunakan untuk belajar Ara, Awan dan Nanda.


Jadi, mereka berdua bisa saling bantu membantu, dan melindungi satu sama lain.


Meskipun mereka juga masih sering berselisih atau usil. Tapi semua itu karena mereka memang terbiasa dengan keadaan seperti itu. Sudah watak dan karakter mereka berdua.


Saat ini, Nanda juga sedang mempersiapkan dirinya. Untuk menikahi tunggangannya, yaitu Mita.


Dan Wawan, sudah sembuh dan hidup bersama dengan Mami. Karena hanya Mami, yang bisa sabar dalam menghadapi perilaku Wawan.


Wawan juga menyadari semua kesalahan demi kesalahan yang sudah dia lakukan di masa lalu. Dia berharap agar bisa hidup dengan tenang bersama dengan istrinya, yaitu Mami.


Mama Amel dan papa Ryan, tidak lagi mempermasalahkan soal Awan dan Ara. Untuk tempat tinggal mereka berdua.


Jadi, Awan dan Ara diberikan kebebasan untuk bisa tinggal di mana saja, sesuai yang mereka inginkan.


Tapi tentu saja, Awan dan Ara tidak bisa memilih. Dan untuk sementara waktu, selama mereka masih bisa ke mana-mana dengan bebas, mereka bergantian untuk ada di rumah Abimanyu ataupun rumah keluarga Awan.


Tapi untuk sementara waktu, saat Ara hamil dan melahirkan nanti, mereka akan lebih sering tinggal di rumah Abimanyu.


Menurut Awan, Ara butuh bimbingan dari bundanya. Saat masa-masa kehamilan pertamanya ini. Dan mama Amel bersama Elang pun tidak mempermasalahkan soal itu.


Karena Elang juga sudah memutuskan untuk tetap hidup sendiri. Tanpa ingin memiliki seorang istri lagi. Dia tidak mau menambah masalah, seandainya mendapatkan istri baru.


*****


Kabar baik juga datang dari Dika. Meskipun dia belum bisa pulih kembali dalam ingatan dan keadaannya, tapi dia mengalami banyak kemajuan. Karena sekarang ini dia sudah belajar untuk bisa berjalan lagi.


Tapi semua itu sudah membuat Awan dan Ara bahagia. Mereka berdua tetap rajin menyambangi Dika. Untuk memberinya suport.


Apalagi beberapa bulan kedepan, mamanya Dika juga akan bebas dari penjara.


Sedangkan untuk papanya sendiri,, masih dua tahun lagi baru bebas.


Mama dan papanya Dika, selalu mengucapkan terima kasih dan penyesalannya. Jika Awan ada kesempatan untuk menemui mereka di rumah tahanan.


"Terima kasih banyak nak Awan. Kami tidak tahu, bagaimana keadaan kami, Terutama Dika, jika tidak ada nak Awan."


"Kami benar-benar menyesal. Dengan semua yang sudah kami lakukan di masa lalu."


*****


Hari ini, di rumah Abimanyu sedang ada acara kumpul keluarga. Yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarganya. Termasuk juga keluarganya Awan. Yaitu mama Amel, papa Ryan dan Elang.


Mereka semua, sedang berbahagia. Karena hari ini adalah hari kepulangan untuk anaknya Awan dan Ara. Dari rumah sakit.

__ADS_1


Ara melahirkan tiga hari yang lalu, dan cepat bisa pulang ke rumah. Karena semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.


Anak laki-laki tampan, yang ada di box bayi tersebut, menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di rumah ini.


"Jadi adik bayi di kasih nama siapa kak Ara?" tanya Miko, yang ingin tahu. Karena namanya memang sengaja belum diumumkan oleh Awan.


"Kasih nama ujan aja."


"Panas. Panas aja!"


"Air. Kak air ya mana adek bayi?"


Sepupu-sepupu mereka yang masih kecil, adiknya Miko dan Nanda, berebut untuk mencari nama bayi yang pas, yang mereka kita sesuai dengan nama papanya, yaitu Awan Samudra.


Tentu saja kelakuan mereka ini menjadi bahan tertawaan orang-orang yang dewasa dan tua.


Mama Amel yang belum tahu rencana nama untuk cicitnya juga ingin tahu. Dan akhirnya dia pun bertanya pada Anjani. Karena dia berpikir jika, Anjani sudah diberitahu oleh Ara.


"Jani, nama cicit Mama siapa Jani?"


"Mama. Jani juga belum dikasih tau sama Ara ataupun Awan."


"Yang benar Jani?" Mama Amel tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Anjani. Jika dia juga tidak tahu nama cucunya.


"Mama pikir Kamu tahu."


Anjani mengeleng beberapa kali, mendengar gumaman mantan mertuanya itu.


Dan berbincang mereka berdua terputus, saat Awan meminta perhatian dari semua orang yang ada di rumah ini.


"Perhatian semuanya!"


"Sebenarnya, nama anaknya Awan dan Ara ini sangat simpel. Jadi gak perlu merasa penasaran. Gak ribet dan mudah untuk diingat juga."


"Siapa Kak Awan?"


"Iya, siapa kak namanya?"


"Namanya adalah... Alvian Samudera."


Semua orang tersenyum, mendengar jawaban yang diberikan oleh Awan. Atas pertanyaan dari semua orang yang ingin tahu nama anaknya.


"Nama ini kami, Aku dan Ara anggap yang terbaik dan bagus. Semoga, dia akan menjadi anak yang sehat dan berbudi baik untuk masa depannya nanti."


"Aamiin..."


Semua orang mengamini doa dan harapan yang diucapkan oleh Awan.


Karena setiap nama anak-anak, pasti ada harapan dan doa dari kedua orang tua mereka.


Sekarang, mereka semua berbahagia, dengan kedatangan anggota baru di keluarga mereka ini. Baik dari pihak keluarga Abimanyu, ataupun pihak Elang.

__ADS_1


"Alvian Samudera, adalah bentuk rasa syukur, kebahagiaan dan cinta kasih antar dua keluarga. Mungkin, ini adalah takdir dari Tuhan. Atas apa yang pernah terjadi di masa lalu. Semoga kedepannya nanti, semuanya tetap berjalan menuju kebaikan."


Papa Ryan mengucapkan beberapa kalimat, yang dia ucapkan sebagai rasa syukur atas semua kebahagiaan yang mereka miliki selama ini.


"Aamiin..."


Semua orang kembali mengamini. Karena mereka juga mempunyai harapan yang sama, dalam kehidupan kedepannya nanti. Berharap agar semuanya berjalan lancar dan ada kebahagian yang selalu ada di kehidupan mereka.


Rumah Abimanyu terlihat jelas jika sedang dalam keadaan bahagia.


Tawa dan canda, terdengar dari perbicangan mereka semua. Baik yang masih kecil atau yang sudah dewasa.


"Kak," panggil Ara, yang sedang duduk menyusui anaknya.


"Ya. Ada apa? Kamu perlu sesuatu?"


Awan bertanya dengan memberikan penawaran. Karena dia berpikir jika istrinya itu butuh sesuatu.


"Itu Kak, tolong ambilkan tissue basah. Soalnya Alvian pup ini," jawab Ara, dengan membaringkan anaknya ke box bayi lagi.


Dia kemudian mengambil popok untuk mengganti popok yang sudah terkena pup.


Dengan senang hati, Awan pun membantu Ara. Saat membersihkan pup bayinya. Kemudian menggantikan popoknya juga.


"Alvian kan cowok. Kamu pengen anak kedua kita nanti, berjenis kelamin apa Dek?"


Pluk!


Ara memukul lengan suaminya, di saat mendengar pertanyaan itu.


"Eh, apa sih Dek?"


"Kakak apa-apaan sih? Alvian aja masih merah begini udah rencana mau bikin adeknya. Ihsss..."


"Ya kan libur sebulan ini, setelahnya kita bisa lembur lagi kan?" tanya Awan, sambil menaik turunkan alisnya. Menggoda Ara yang sedang cemberut.


"Hihhhh..."


Ara merasa kesal, dengan candaan suaminya ini. Tapi dia juga merasa senang, karena Awan bisa menjadi suami yang baik dan mau membantunya. Dalam keadaan apapun.


Karena Awan selalu memprioritaskan dirinya, sebagai seorang istri dari apapun yang sedang dia kerjakan.


End ya gaesss....


note.


Bagaimanapun keadaan hidup kita, bersabar dan bersyukur adalah kuncinya.


Dan tidak ada untungnya, untuk memelihara rasa dendam.


Berikan maaf pada orang yang berbuat tidak baik padamu. Karena ada kebaikan yang tidak Kamu sadari, dari sebuah kata maaf.

__ADS_1


__ADS_2