
Lalu aku mengendap-endap kembali setelah Bu Melisa melewatiku.
Aku pun mulai bekerja dengan serius dari mulai menyapa pengunjung, mencatat pesanan sampai mengantar pesanan, namun ku lihat-lihat Kafe ini jumlah pengunjung nya kurang sesuai dengan besarnya tempat ini.Yaa yang datang lumayan banyak memang, tapi tetap saja masih cukup banyak kursi kosong. Aku pun punya mencari ide agar pengunjung disini jauh lebih banyak.Aku berinisiatif untuk bernyanyi didepan mereka. Karena biasanya disini hanya menyetel lagu dari pemutar musik, maka aku akan bernyanyi dengan ikhlas supaya banyak yang tertarik datang kesini.
"Mas Adam, disini gak ada bintang tamu yaa, kayak band Indie gitu?." tanyaku pada bartender disini, kebetulan pengunjung sudah ku antar pesanannya semua
"Ada Mbak dulu, cuma karena vocalis nya cuantik banget eh langsung disuruh berhenti sama Ibu Melisa, gak tau kenapa, takut Kesaing kali." ucapnya
"Oh, Nenek lampir lagi." kataku pelan
"Menurut Mas Adam nih yaa, bagus gak kalau ada yang nyanyi lagi disini secara live?". tanyaku
"Yah bagus banget Mbak, kan jadi ramai dan asyik kalau ada penyanyi yang nyanyi secara live, biar gak bosan denger lagu dikaset Mulu.Tapi emang Mbak Nadia punya kenalan penyanyi?." tanyanya
"Heheh, nggak sih Mas, tapi saya yang mau nyanyi." ucapku santai
"Hahaha Mbak Nadia mah guyon aja, emang Mbak Nadia bisa nyanyi apa." ucapnya sambil membuat Kopi
"Yo bisa lah Mas, makanya aku pinjam gitar sama microfon ada ?." ucapku
"Jangan Mbak Nad, nanti kalau ketahuan diomelin sama Bapak dan Ibu." ucapnya
"Tenang aku bakal tanggung jawab koq, kalau suaraku jelek, mereka boleh potong gaji aku, serius." ucapku
"Yaudah , kalau Mbak mau coba nanti malam aja, biasanya kan disini kurang ramai kalau malam, soalnya sudah mulai banyak saingan, terus boss kalau malem kan anter pacarnya pulang, jadi amanlah yaa." ucapnya
"Ok Mas Adam, Mas Adam baik deh, yaudah aku mau kerja lagi sambil latihan." ucapku senang
"Ada-ada aja pegawai baru itu." ucap Adam
Lalu hari berganti menjadi malam.
Pukul 20.00
Pak Nathan dan Bu Melisa keluar dari ruangannya, lalu pamit kepada kami semua terutama kepada Pak Beni.
"Ben, saya pulang dulu antar Ibu, nanti kalau sempat saya kembali, kamu perhatikan kerjaan disini, nanti kalau ada apa-apa lapor saya, saya permisi dulu yaa teman-teman." ucap Nathan ramah pada karyawan nya
"Iya Pak, hati-hati." ucap kami
Sementara Bu Melisa dengan angkuhnya hanya sibuk pada handphone nya namun tetap menggenggam tangan Pak Nathan.
Trio kwek-kwek : Bu Melisa hati-hati dijalan.
Bu Melisa : (hanya tersenyum kecut)
Lalu pasangan bucin itu pun keluar dari Kafe.
"Mas Adam, mana gitar sama micnya?." tanyaku pelan
"Oh iya nih Mbak Nad." ucap Adam sambil membawakan ke aku
Lalu aku duduk ditempat untuk bernyanyi yang sudah tidak dipakai.
"Maaf hadirin semua, saya mengganggu waktunya sebentar, saya ingin membawakan sebuah lagu untuk menghibur kalian semua, kira-kira boleh nggak nih?." tanyaku pada tamu-tamu
"Boleh." ucap mereka kompak
"Tapi yang bagus yaa Mbak." ucap salah satu tamu
__ADS_1
Lalu aku pun bernyanyi dengan gitar
🎵 Cassandra-Cinta terbaik
Jujur saja ku tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu
Hilangkan senyummu di mataku
Ku sadari aku cinta padamu
Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Jujur saja ku tak mampu
Tuk pergi menjauh darimu
Meski hatiku ragu
Kau tak di sampingku setiap waktu
Ku sadari aku cinta padamu
Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
"Ayo semua nyanyi".kataku pada tamu-tamu
Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Tapi cintaku yang terbaik oooh
Tapi cintaku yang terbaik
__ADS_1
Kurang lebih 5 menit aku bernyanyi, aku mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua tamu, namun aku baru sadar ternyata ada boss dan pacarnya melototiku.
"Duh gawat, mereka bukannya sudah pulang? koq ada disini." batinku
Boss pun menghampiriku dengan pacarnya.
"Hei cupu lancang banget sih kamu, siapa suruh kamu nyanyi disitu." bentak Melisa
"Ma...maaf boss, saya cuma menghibur tamu." ucapku pelan
"Wah Nadia ternyata suara kamu bagus banget, saya salut dan berterima kasih, tamu disini pun antusias mendengarkan suaramu." ucap Nathan
"Nathan, koq kamu muji dia sih?." ucap Melisa marah
"Emm, makasih Pak, maaf saya lancang , saya nggak akan mengulangi lagi, saja janji." ucapku
"Yah Mbak, jangan gitu dong, besok nyanyi lagi, kita bakal datang kesini lagi." teriak salah satu tamu
"Iya Mbak, kita bakal jadi pengunjung tetap, kalau si Mbaknya nyanyi disini terus." sambung yang lain
Pak Nathan pun mencairkan suasana hati tamu-tamu.
"Tenang semuanya, Nadia akan bernyanyi setiap malam untuk kalian, asal kalian datang terus ke Kafe kami, kami akan memberikan jadwal Nadia nyanyi." ucap Nathan bahagia
"Kamu, ih sebel aku." ucap Melisa pelan lalu meninggalkan Nathan
"Nad, makasih yaa, nanti dirumah kita bicarakan soal kontrak nyanyi kamu, saya mau susul Melisa dulu." ucap Pak Nathan
"Iya, baik Pak." ucapku senang
Lalu aku pun mengungkapkan terimakasih pada tamu dan pergi meninggalkan ruang bernyanyi ke dapur. Aku hendak menaruh gitar dan mic, tiba-tiba dihadang oleh trio kwek-kwek.
"Hei cupu, berani banget Lo nyanyi disini, Lo kira suara Lo bagus." ucap Jani
"Gue bilangin yaa jangan banyak tingkah Lo, Lo itu cuma pegawai baru, jangan ngerasa hebat deh." ucap Mila
"Lihat aja Lo, kalau Lo berani bikin Non Melisa kesel kita habisi Lo." ucap Nina
Lalu aku pura-pura tidak melihat mereka dan terus berjalan, namun tangan ku ditarik oleh Mila.
"Ih lepasin deh, kalo nggak aku teriak." ancamku
"Ih Lo tuh yaa lagi dibilangin koq nggak sopan banget." ucap Mila
Tiba-tiba Mas Adam datang.
"Ada apa sih ribut-ribut, nanti kalau tamu dengar mereka bakal gak nyaman." ucapnya
"Ini Mas Adam, masa aku gak boleh nyanyi sama mereka, boss aja nggak ngelarang." ucapku pelan
"Ya ampun kalian bertiga lagi, hei denger aku, Nadia suaranya bagus ,main gitar nya juga keren, jadi nggak usah larang-larang, selagi boss nggak keberatan, yaa gak masalah lah, emang kalian siapa?." bentak Adam
"Iya sayangku." ucap Jani penuh senyum
"Hus, jangan kecentilan Jan, iyaa Mas Adam kami mengerti, kalau gitu Nadia kami minta maaf." ucap Nina
"Iyaa kami juga." ucap Jani dan Mila
Lalu mereka meninggalkan aku dan Mas Adam.
__ADS_1
"Udah gak usah dengerin mereka, suara kamu bagus koq, aku malah salut." ucapnya
"Iya mas makasih." ucapku lalu permisi meninggalkannya