
Kami pun masuk ke villa yang telah dipesan Mas Satrio, lagi-lagi aku terkejut betapa kamarnya bagus, tidak kalah bagus dengan kamar dirumah. Namun ketika melihat dari jendela kamar, betapa pemandangan disini sangat indah, dibalik jendela terlihat pantai yang sangat indah yang rasanya ingin ku datangi sekarang juga, belum lagi ada kolam renang pribadi juga disini. Rasanya ini seperti mimpi. Karena aku selama ini nggak pernah jalan-jalan ataupun liburan yang jauh. Paling main di air terjun atau kebun raya Bogor. Jadi maklum aku agak norak. Benar-benar tertegun rasanya.
Lalu tiba-tiba Mas Satrio memeluk tubuh ku dari belakang.
"Sayang, kamu kenapa melamun begitu? apa ada hal yang sedang dipikirkan? apa kamu nggak betah ?."tanyanya
"Nggak koq Mas, aku senang banget disini, ini tuh kayak mimpi buat aku Mas. Mas tahu kan ini pertama kalinya aku kesini. Jadi aku masih nggak nya nyangka aja. Cuma ada hal yang mengganjal di hati ku Mas."ucapku termenung
"Lho apa sayang? coba kamu bilang aja ke Mas. Mulai sekarang apapun yang terjadi jangan kamu rahasiakan ke aku yaa."ucapnya
Lalu aku membalikkan badanku dan melepaskan pelukan Mas Satrio.
"Begini Mas, aku sebenarnya malu sama kamu. Karena pasti biaya selama kita disini luar biasa mahal. Aku sudah membayangkan dari mulai naik pesawat, menyewa villa dan lainnya. Itu pasti memberatkan Mas Satrio. Kan aku belum kerja lagi Mas. Pasti aku hanya bikin Mas jadi repot. Aku takut membebani Mas Satrio sekarang. Kalau boleh nanti sebaiknya aku kerja aja yaa, aku pengen bantu Mas, aku nggak mau jadi perempuan manja."ucapku menunduk
Lalu Mas Satrio memegang pipiku.
"Hei sayang, kamu ngomong apa sih? kita kesini untuk honeymoon lho. Jadi kamu jangan mikir yang nggak-nggak yaa. Lagian masalah pembayaran disini sudah aku perhitungkan. Sama sekali nggak berpengaruh buat keuangan kita. Aku tuh pengen bikin kamu bahagia, jadi aku tulus melakukan apapun untuk kamu, jangan pikirin soal uang, karena uang bukan segalanya. Yang terutama itu kamu, karena kamu cuma satu-satunya. Uang nantinya bisa aku cari lagi. Dan kamu jangan deh ngomong soal mau kerja. Aku nggak akan mengizinkan, karena aku mau istri ku fokus mengurus aku. Lagian sudah tanggung jawab aku menafkahi mu. Aku mohon jangan kamu berpikir seperti tadi. Kamu bukan beban buat aku. Kamu justru penyemangat dihidupku. Apapun yang aku miliki itu adalah milikmu sayang."ucapku lalu mengelus rambut ku
"Maaf ya Mas, aku nggak maksud bikin Mas marah. Aku janji nggak akan ngomong kayak gitu lagi."ucapku sambil tersenyum
"Yaudah sekarang ikut aku, aku ada kejutan buat kamu, tapi kamu harus aku tutup mata dulu yaa."ucapnya
"Yah koq aku ditutup mataku. Nanti aku nggak bisa lihat wajah ganteng kamu dong."ucapku tertawa
"Duh istri ku sekarang sudah mulai mirip aku yaa, pinter merayu."ucapnya sambil menutup mata ku dengan kain
Lalu aku pun mengikuti nya dengan menggenggam tangannya erat.
Setelah beberapa menit, aku disuruh duduk dan membuka mata.
"Selamat datang Tante cantik, semoga senang yaa disini."ucap 3 orang anak membawa mawar-mawar putih untuk ku
"Wah makasih yaa, makasih juga bunga-bunga nya."ucapku pada mereka lalu mengambil bunga itu dari mereka
"Sama-sama Tante, itu dari Om ganteng lho."ucap mereka lalu meninggalkan kami
__ADS_1
Lalu aku melihat ke arah Mas Satrio yang duduk dihadapan ku.
"Makasih yaa Mas bunga-bunga nya, kamu masih ingat aja kesukaan aku."ucapku tersipu malu
"Eh masih ada lagi kejutan nya, tunggu aja yaa."ucapnya
Tiba-tiba ada 2 orang pelayan membawa makanan dan minuman yang banyak dimeja kami.
"Makasih yaa Mbak-mbak."ucap Mas Satrio
"Iyaa Pak, jika ada yang lain silakan panggil kami."ucapnya mereka
Lalu mereka meninggalkan kami dan datang 4 orang laki-laki, yang membawa alat-alat musik. Ini pasti Mas Satrio yang memintanya.
"Maaf, izinkan kami bernyanyi untuk Mbak Nadia."ucap laki-laki yang membawa gitar
"Iya silakan."ucapku bahagia
"Nyanyikan lagu yang aku minta yaa."ucap Mas Satrio
Lalu mereka membawakan lagu Glenn Fredly-Kasih putih, lagi yang pernah aku nyanyikan dulu di Kafe untuk Mas Satrio. Aku pun terhanyut dalam suasana romantis ini. Bayangkan saja, ada didekat pantai, disediakan hidangan yang banyak, diberi bunga dan dinyanyikan. Betapa ini impian ku dulu waktu aku belum menikah. Ingin disayang dan diperhatikan seperti ini.
"Sayang, yuk dansa."ucap Mas Satrio
"Ta..tapi aku nggak bisa Mas."ucapku jujur
"Yaudah aku ajarin yaa."ucap Mas Satrio sambil mengulurkan tangannya
Lalu aku pun mengikuti nya untuk berdansa, meskipun sangat kaku. Tapi dia sabar membantu ku. Betapa malam ini begitu menyenangkan.
Lalu kamipun selesai berdansa dan duduk kembali. Waktunya kami makan dengan ditemani musik dan lagu yang diromantis, yang dulu sering aku bawakan dikafe. Serasa flashback masa-masa saat aku masih jengkel sama Mas Satrio, masih pura-pura. Eh ternyata emang gak baik yaa pura-pura, akhirnya malah jatuh cinta beneran. Tapi aku malah bersyukur banget dengan yang sekarang terjadi.
"Sayang, aku suapin yaa ."ucap Mas Satrio sambil memotong daging itu
Aku pun mengangguk. Dan dia pun menyuapi aku dengan sangat lembut.
__ADS_1
Sebenernya aku baru pertama kali makan makanan kayak gini, jadi aku gak ngerti cara makannya. Inilah perbedaan aku dan Mas Satrio. Tapi dia nggak pernah mempermasalahkan, malah dia lebih sering makan makanan yang aku mau.
"Gimana sayang? kamu suka nggak? maaf aku pesan ini, biar kamu juga suka makanan favorit aku."ucapnya
"Aku suka koq Mas. Makasih yaa Mas."ucapku tersenyum
"Yaudah kamu harus habisin steak , spageti dan dessertnya juga yaa, aku juga pesan jus alpukat kesukaan kamu."ucapnya sambil memandangi aku
"Mas, sekarang aku yang suapin Mas yaa, boleh kan?."ucapku padanya
"Boleh dong sayang, aku mau spageti aja."ucapnya
Lalu kamipun saling menyuapi dengan tertawa bersama. Akhirnya semua makanan dan minuman habis bahkan dessert nya juga. Maklum kami kelaparan. Jadi begini lah, apalagi aku nggak makan nasi , jadi segini tuh nggak kerasa.
"Oh ya ini ada kejutan utama nya."ucap Mas Satrio sambil menghampiri ku dan mengambil kotak di jaketnya
"Apalagi Mas? ya Allah, aku nggak enak sama kamu Mas.Aku aja nggak nyiapin apa-apa buat kamu."ucapku malu
"Huss, ini emang spesial buat kamu, bukan buat aku. Aku yang penting kamu ada didekat aku, itu yang utama."ucapnya
Lalu dia membuka kotak yang berisi kalung berlian yang sangat indah, aku hanya bisa terkejut dan tak percaya. Dia pun memakai kan untuk ku.
"Nah sempurna, kamu memang cantik."ucapnya
"Makasih ya Mas untuk semuanya, aku terharu banget."ucapku memeluk nya
"Sama-sama sayang. Oh yaa satu lagi, ini kartu ATM dan kartu kredit untuk mu, pergunakan lah kapan pun kamu mau."ucapnya memberikan ditangan ku
"Ah Mas, kamu koq baik banget sih, aku janji akan memanfaatkan sebaik mungkin dan gak akan boros."ucapku menangis
"Ih jangan nangis, aku beneran senang memberi ini untuk mu. Ini gak seberapa dibandingkan berharga nya kamu."ucapnya
"Sekali lagi makasih Mas."ucapku mengeratkan pelukan
"Eh.. eh aku kecekik nih sayang."ucapnya tertawa
__ADS_1
Betapa malam ini indah dan sangat ingin ku berhenti kan waktu, agar kebahagiaan ini terus kurasakan.