Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Membuka Lembaran Baru


__ADS_3

Suasana di Kafe begitu asing, semua terasa seperti sepi aja gitu, pernah gak kalian merasa sepi ditempat keramaian?


Ya seperti itulah aku sekarang. Hanya ada yang berbeda sih di sini, trio kwek-kwek sudah baikan sama aku. Yah namanya juga hidup segala sesuatu bisa berubah. Mungkin mereka takut, karena sudah nggak ada yang melindungi.


Aku memasuki Kafe disapa oleh beberapa karyawan yang sudah datang, aku langsung menaruh tas diloker dan mulai bekerja.


Tiba-tiba Siska disampingku.


"Pagi Nad, semangat yaa."ucap nya


"Thank you Sis, iyaa semangat ."ucapku tersenyum


"Eh Nad, asli sekarang disini jadi tambah asyik lho, semenjak trio kwek-kwek tobat, kondisi disini jadi nggak panas lagi."ucapnya


"Ya bagus lah, emang mereka kan aslinya baik, menurut ku yaa dulu karena mereka butuh uang dan Bu Meli bisa bisa bantu mereka, hanya caranya salah, jadi gitu deh."ucapku


"Oh yaa, tadi kamu di cari Pak Nathan, cie kayaknya Pak Boss naksir kamu deh."ucapnya


"Ih apaan sih Sis, nggak mungkin lah, aku tahu diri koq, aku disini cuma pegawai, masih bagus aku nggak dipecat karena sering izin, yang penting buat aku yaa aku harus kerja yang benar untuk keluarga ku."ucapku


"Yeh Nad, apa salahnya sih berharap, lagian mumpung dia jomblo lho, lagian setahu aku akhir-akhir ini si Boss perhatian banget sama kamu, udah kayak pacaran aja gitu lho. Lagian Satrio kan udah pergi Nad, udahlah move on sayang."ucap Siska


"Siska, please jangan bahas itu lagi, aku mau lupain itu semua, udahlah kamu cukup dukung apapun yang aku kerjakan, jangan bahas tentang Satrio ataupun Pak Nathan."ucapku sedih


Gimana nggak sedih, kalau denger nama Satrio seperti badan aku tersengat aliran listrik, sakit banget rasa nya, apalagi tempat ini terlalu banyak kenangan.


"Iyaa deh Nad, aku ngerti kondisi kamu, tapi ini sudah sebulan tanpa kepastian, udahlah buka hati kamu lagi, kamu cantik kamu baik dan kamu pantas dapetin yang terbaik, pokoknya aku dukung kamu, semangat Nadia."ucapnya menyemangati


"Makasih yaa Sis, kamu juga semangat."ucapku


"Pasti Nad, aku keluar duluan yaa."ucapnya lalu meninggalkan ku untuk beres-beres.


Aku hanya tersenyum simpul.


Ternyata ada Pak Nathan dari tadi mendengar percakapan kami.


Dia pun menghampiri ku.


"Pagi Nad, nanti siang bisa nggak temenin aku makan."ucapnya


"Makan Pak? bisa Pak. Tapi dalam rangka apa Pak?."tanyaku penasaran


"Nggak dalam rangka apa-apa, cuma mau makan bareng aja, mau kan?."tanyanya


"Iyaa boleh Pak, makasih Pak tawarannya."ucapku


"Iyaa ditunggu jam 12.30 yaa, tapi kamu mau makan dimana?."tanyanya


"Di rumah makan Nasi Padang yang didepan Kafe aja Pak, Bapak mau kan?."tanyaku


"Ok baik, yaudah selamat kerja yaa."ucapnya tersenyum lalu meninggalkan aku


Entah kenapa aku kangen makan nasi Padang, aku tahu sih itu hanya bikin aku ingat Satrio, tapi hati aku ingin banget kesana, jadi apa salahnya aku makan disana.


Lalu aku turun ke bawah, rapi-rapi meja dan kursi Kafe , aku juga menata ruang di Kafe sebelum pengunjung datang.


Tiba-tiba Mas Adam menyetel lagu dari penyanyi kesukaannya, apalagi kalau bukan Ari Lasso. Dan menyebalkan lagu yang dia setel adalah lagu galau yang berjudul hampa, duh membuat aku jadi gak karuan. Sambil kerja sambil dengerin lagu itu, auto nangis ini. Apalagi ruangan ini penuh kenangan.

__ADS_1


🎵Ari Lasso-Hampa


Kupejamkan mata ini


Mencoba tuk melupakan


Segala kenangan indah tentang dirimu


Tentang mimpiku


Semakin aku mencoba


Bayangmu semakin nyata


Merasuk hingga ke jiwa


Tuhan tolonglah diriku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Tak bisa aku ingkari


Engkaulah satu satunya


Yang pernah mati menjadi berarti


Namun kini kau menghilang


Bagaikan ditelan bumi


Tak pernah kah kau sadari


Arti cintamu untukku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku

__ADS_1


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Tiba-tiba air mata makin mengalir deras.


Mas Adam menghampiri ku.


"Nad, koq saya perhatikan kamu nangis?."tanyanya


"Eh nggak Mas, saya cuma kelilipan aja."ucapku mengelak


"Ah kamu bohong, pasti kamu lagi patah hati yaa karena Mas Satrio, gosip sudah menyebar di Kafe ini lho."ucapnya


"Oh gak apa-apa lah, wajar menyebar. Ini kan emang kenyataan. Saya cuma sedih kebawa lagu ini, soalnya saya kangen banget sama Satrio, ingin mastiin aja kabarnya gimana."ucapku


"Maaf yaa Nad, gara-gara lagu yaa, duh saya matiin yaa.Yakin Nad Mas Satrio pasti baik-baik aja, dia kan orang baik , pasti Tuhan melindungi nya."ucap Mas Adam


"Aamiin Mas, makasih. Untuk lagunya nggak usah dimatiin Mas, saya nggak apa-apa koq, malah enak kalau ada lagu, jadi nggak sepi kan?."ucapku tersenyum


"Yaudah, semangat yaa Nad, saya balik kerja lagi."ucap Mas Adam


Lalu aku melanjutkan pekerjaanku, tamu pun sudah mulai banyak berdatangan. Aku mulai fokus untuk bekerja seperti biasa.


Tiba waktu makan siang tiba.


Aku langsung bergegas kerumah makan Padang, aku berinisiatif untuk masuk kerumah makan duluan, lalu aku mengirim pesan ke Pak Nathan untuk bertemu di dalam rumah makan saja.


Aku pun memesan Nasi Padang dengan lauk kesukaan ku.


"Uni, aku mau Nasi Padang nya 2 yaa, lauknya seperti biasa."ucapku Pada Uni


"Iyaa siap Neng Nadia, ngomong-ngomong mana Masnya? yang tempo hari dibawa kesini?."tanyanya


"Oh itu, lagi nggak ikut Ni."ucapku lemas


"Oh kirain sama dia, laki-laki itu ganteng dan baik lho, Uni sampai nggak bisa lupa sama kebaikan nya sama anak kecil itu."ucap Uni mengenang waktu itu


Aku hanya tersenyum.


Umi ternyata masih ingat waktu aku mengajak Satrio makan disini. Yasudah lah memang mau lari kemanapun kenangan nggak bisa pergi gitu aja.


Lalu Pak Nathan datang dan duduk.


"Nad, maaf yaa telat sedikit, udah pesan makannya?."tanyanya


"Nggak telat koq Pak, iyaa sudah Pak, Bapak juga udah saya pesenin , gak apa-apa kan Pak?."tanya ku


"Nggak lah , malah bagus tinggal makan aja, ini tempat favorit kamu yaa, kayaknya selama kerja di Kafe saya sering lihat kamu disini kalau makan siang?."tanyanya

__ADS_1


"Iyaa Pak, makanan disini enak dan harganya terjangkau, makanya saya suka banget."ucapku tersenyum


__ADS_2