
Salah satu alis Arka terangkat,"Hutang?"
Jadi ini semua berawal dari hutang piutang.
"Benar, Tuan. Kami sudah melunasi hutang-hutang kami kecuali bunganya yang semakin menumpuk setiap waktu. Kami meminta keringanan agar bisa melunasinya tapi Bu Romlah menolak dan memaksa kami untuk menikahkan salah satu putri kami dengan putranya. Jadi, dengan sangat terpaksa kami memilih Asri untuk menikah dengannya." Sahut Bapak menjelaskan dengan jujur tanpa mengurangi atau melebihkan ceritanya.
Untuk membayar hutang kepada saudara Romlah mereka rela menjual beberapa sawah, seharusnya hutang-hutang itu sudah bisa lunas tapi saudagar Romlah berkilah jika bunga yang menumpuk masih belum dibayar.
Bapak dan Ibu kewalahan. Mereka berusaha mencari jalan keluar tapi saudagar Romlah memberikan jalan buntu sehingga mereka dengan amat sangat terpaksa mengirim Asri sebagai calon istri putra saudagar Romlah yang sangat jauh dari pendidikan agama.
"Tuan...dia bohong-"
"100 persen," Potong Arka dingin,"Aku lebih mempercayai calon mertuaku daripada mempercayai kamu."
Orang seperti saudagar Romlah memang tidak hanya ada di desa ini saja tapi di desa-desa yang lain bahkan di perkotaan pun ada. Mereka-mereka ini terlalu serakah, tidak pantas membiarkan mereka semakin berkembang menggerogoti orang-orang yang sedang membutuhkan dan bila kebutuhan bertemu, Arka tidak akan sungkan membasminya.
"Tuan Arka, tolong percaya kepada ku! Semua yang aku katakan-"
"Juga," Potong Arka untuk yang kedua kalinya.
"Aku masih belum membuat perhitungan kepadamu karena telah berani-beraninya memanggil calon istriku dengan sebutan 'jala*g'. Katakan, hukuman apa yang paling pantas ku berikan kepadamu?" Arka membuat saudagar Romlah menjadi pucat pasi.
Lemas, kedua lutut saudagar Romlah tidak kuat lagi menahan tubuh berlemak nya. Hingga beberapa menit kemudian ia terjatuh lemas di tanah sambil terisak menangis. Kipas angin berwarna yang selalu ia bawa dan bergemerincing setiap kali di gerakkan telah ia buang entah kemana.
"Dimas," Panggil Arka pada salah satu pria berjas hitam yang sedang berdiri di sampingnya.
"Iya, Pak?"
Arka menunjuk saudagar Romlah dengan dagunya,"Urus surat pembatalan kontrak kerjasama kita dengannya. Aku tidak sudi memberikan uangku kepada lintah darah menjijikkan itu. Juga, pastikan bisnis lintah darat ini tidak berkembang lagi di desa ini. Apa kamu mengerti?" Perintah Arka dingin bagaikan sebuah vonis hukuman untuk saudagar Romlah.
Di dalam hidupnya ini dia tidak pernah bermimpi sebelumnya akan ada hari dimana semua kerja kerasnya disapu bersih dengan mudah oleh orang lain. Bagaimana mungkin ia membiarkan semua ini terjadi?
Ia tidak bisa membiarkannya!
__ADS_1
"Tuan Arka! Anda tidak bisa melakukan semua ini kepadaku!" Teriak saudagar Romlah histeris.
Arka tidak perduli,"Ini adalah balasan mu karena telah berani-beraninya mengganggu keluarga istriku. Masih untung kamu masih bisa bernafas sampai sekarang, jika tidak, aku tidak akan ragu mengirim mu ke alam selanjutnya."
"Ayo pergi." Perintah Arka seraya berbalik memimpin jalan, meninggalkan orang-orang yang masih berusaha mencerna situasi yang baru saja terjadi.
"Tuan... Tuan Arka." Panggil Asri takut-takut.
"Terimakasih telah menolongku dan keluargaku, tapi bisakah Anda menurunkan aku di sini saja?" Pinta Asri membuat langkah Arka seketika berhenti.
Ia menatap wajah basah Asri yang terlihat sangat berantakan karena make up luntur dan debu tanah yang masih menempel. Arka tidak akan ragu mengatakan jika Asri adalah gadis yang sangat jelek- tapi itu terjadi jika ia tidak pernah melihat Asri sebelumnya.
Asri, gadis ini sudah menarik perhatiannya sejak pertama kali melihatnya. Saat itu ia melihat Asri dengan kepala tertunduk berjalan menggunakan pakaian pengantin. Sekali melihat ia langsung tahu jika pernikahan ini tidak membuat Asri bahagia, sangat disayangkan pikirnya melihat gadis muda harus mengorbankan masa depannya untuk sebuah pernikahan.
Arka hanya tertarik tapi tidak menyukainya sehingga ia langsung pergi setelah melihat arak-arakan Asri menjauh. Namun, tidak berselang lama ia kembali melihat Asri dengan kondisi dan situasi yang berbeda. Ia tampak menangis, melarikan diri bersama beberapa laki-laki paruh baya dari kejaran orang-orang desa.
Saat itu hal pertama yang ada dipikirannya adalah,
Apa kali ini aku harus membantunya?
Arka tersenyum miring,"Bagaimana mungkin kamu bisa berbicara seperti itu 'calon istriku'?"
Asri sangat terkejut, wajahnya sontak memerah.
"A-apa... maksud Tuan apa?"
Arka heran,"Apakah kamu tidak mendengar semua yang aku katakan sebelumnya dengan jelas? Aku bilang kamu adalah calon istriku dan besok kita akan menikah secara sah di kotaku."
Asri yang tiba-tiba menjadi pengantin laki-laki asing- sayangnya berwajah tampan,"...."
Ini adalah skenario yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, ah!
"Dimas," Panggil Arka.
__ADS_1
"Iya, Pak?" Dimas dengan sigap berdiri di samping Arka.
"Bantu seluruh keluarga calon istriku berkemas. Mereka semua yang telah berjasa menyelamatkan calon istriku akan ikut tinggal di kota bersamaku!"
Asri yang tiba-tiba meragukan hidupnya,"...." Bagaimana mungkin situasi akan berkembang sejauh ini!"
"Baik Pak, aku akan segera melaksanakannya." Dimas langsung menyanggupi.
Arka puas. Ia lalu melanjutkan langkahnya menuju mobil yang telah diparkir rapi oleh salah satu pengawalnya.
"Kevin! Jangan berlari terlalu cepat!" Suara seorang gadis menarik perhatian Arka dan Asri.
Kevin? Batin Asri bertanya-tanya.
"Hem," Arka membawa pandangannya menatap ke arah bayangan laki-laki bersarung yang kini sedang berlari cepat menuju mereka.
Di belakang laki-laki bersarung itu mengikuti seorang gadis berjilbab panjang yang terlihat sangat kewalahan mengejar laki-laki bersarung itu.
Begitu mereka berdua akan melewatinya, suara dingin Arka lebih dulu mengintrupsi pengejaran mereka.
"Kevin, Hanna, apa yang sedang kalian lakukan di desa ini?" Tanya Arka dengan nada akrab.
Kevin dan Hanna sontak berhenti, terkejut, mereka tidak menyangka bisa bertemu dengan Arka di desa ini.
"Paman Arka, kami sedang mencari- Asri! Bagaimana mungkin Asri ada bersama Paman!"
...🍃🍃🍃...
Bab selanjutnya akan saya publish di awal bulan dengan novel berbeda.
Oh ya, saya mau nanya nih buka Ai sama Asri enaknya dijadikan satu atau terpisah? Tolong komentarnya yah.
Dan sekedar pemberitahuan untuk reader. Dari beberapa waktu yang lalu ada yang nanya ini ada bukunya atau tidak, jawabannya tidak ada. Kecuali buku dalam bentuk digital atau PDF, saya bisa memberikan.
__ADS_1
Dari Sekotor Itukah Aku sampai dengan Mahligai Cinta, saya sudah memiliki PDF nya.
Jadi, kalau mau membeli silakan hubungi no wa saya 0-8-5-8-5-8-5-0-4-4-0-6, yum🍃