
tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Shin buru buru keluar dari kamar mandi lalu membuka pintu tersebut.
Seorang pria bermata sipit berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya. Shin menatap malas pada pria tersebut karena pagi pagi sudah mengganggunya.
"ada apa kau pagi pagi mengetuk kamarku ?" tanya Shin.
"apa kau tidak mempersilahkan aku masuk ke dalam kamarmu?" Youn tanya balik.
"no !"
"why ? apa kau menyimpan sesuatu di dalam ? sindir Youn.
"kenapa kau belum pulang ke Korea?"
"rasanya aku betah tinggal di negara ini dan aku akan tinggal lebih lama lagi di sini."
Shin mencebik kan bibirnya.
di tengah Shin lengah, pria itu menerobos masuk ke dalam kamar Shin dan hal itu bertepatan dengan kemunculan Norin dari arah kamar mandi.
"kau tidak sopan sekali Youn!" Shin protes, ia kesal atas kelakuan temannya itu.
Youn menatap dengan mulut menganga pada wanita yang tengah berdiri kaku dan juga tengah menatapnya.
"oh my God, there is an angel here!" teriak Youn.
Youn mengucek matanya apakah ia sedang bermimpi? melihat bidadari cantik tinggi semampai dengan rambut panjang lurus tergerai, meskipun bajunya tertutup tapi wanita itu terlihat sangat anggun dan cantik sekali.
Norin berdiri kaku seolah olah kakinya menginjak lem terasa sulit sekali untuk di gerakkan. Kemudian Norin mengalihkan pandangannya ke arah samping.
Shin tau bahwa wanitanya tidak nyaman dengan kehadiran sahabatnya yang tiba tiba masuk tanpa permisi.
"go out, dia takut melihatmu, dude!" ucap Shin sambil mendorong bahunya.
"wait....wait ..who is she? one night stand?"
"f u c k i n s h i t, she is my girlfriend. Go out please!"
" do you have a girlfriend? apa aku tidak salah mendengar seorang Hoon memiliki seorang pacar? ha ha ha.... are you lying to me, dude ?"
"up to you, go out now!" bentak Shin lalu menarik paksa pria itu keluar kamarnya.
"be calm man, i just want to know, is she really your girlfriend?"
"as you can see!" Shin menarik paksa lengan yeun yang pandangannya tak lepas dari Norin.
Shin berbalik setelah menutup pintu. Namun, pria itu menyembulkan kepalanya kembali.
"Hoon, jika kamu sudah bosan memakainya beri tau aku okey, biar aku yang melanjutkan nya...ha ha ha..!"
"brengsek kau!"
brakkk
pintu di dorong dengan keras oleh Shin, ia kesal sekali pada temannya yang play boy itu.
__ADS_1
Shin menoleh pada wanita yang masih berdiri di tempat dengan ekspresi wajah datar. Kemudian ia segera mendekati wanita yang sedang kesal padanya.
" maaf atas kelakuan temanku yang gila itu sayang." Shin langsung memeluk Norin dengan erat meskipun wanita itu tidak meresponnya.
tok tok tok
Suara pintu di ketuk kembali. Shin melepaskan pelukannya.
"mau apa lagi pria gila itu?" umpat Shin kesal.
Shin mendekati pintu itu kembali lalu membukanya dengan kasar.
"mau apa lagi kamu pria gila ?" Namun yang ada di hadapannya bukan Youn melainkan pelayannya.
"ma..maaf tuan !" ucap sang bibi dengan gugup.
"oh, bibi sorry. ada apa Bi?
"untuk sarapan sudah tersedia tuan, mau makan di bawah apa saya bawakan ke sini tuan?"
"sebentar saya tanyakan pada kekasih saya dulu."
Shin menghampiri Norin yang tengah duduk di atas kasur.
"sayang, kamu mau sarapan di disini atau kita ke bawah?"
Norin diam sejenak,"di bawah saja." ucap nya kemudian. karena Norin merasa tidak enak sama pelayannya yang harus bolak balik membawakan makanan untuknya.
"ya sudah kalau begitu."
"saya mau mandi dulu tuan!" ucap Norin tiba tiba.
Norin hanya mencebik kan bibirnya lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
Satu jam kemudian. Mereka turun ke lantai dasar untuk sarapan. Terlihat di atas meja sudah tersedia jenis jenis makanan.
Shin dengan sigap menggeser kan kursi untuk Norin duduki.
"terima kasih!" ucap Norin.
"you are welcome honey!"
"kamu mau sarapan apa biar saya ambilkan?"
"tidak usah biar saya sendiri yang mengambilnya."
Shin mengangguk."makan lah apa yang kamu mau, karena bibi memasaknya special untuk nyonya muda di rumah ini."
Norin tersenyum." terima kasih."
"wow, pasangan yang luar biasa!" ucap Youn tiba tiba saja datang menghampiri meja makan. Shin dan Norin menoleh.
"mau apa kamu ?"
"mau sarapan bersama, boleh kan nyonya muda?" tanya youn pada Norin.
Norin terdiam."nyonya muda,kenapa dia memanggilku nyonya muda?" Norin bermonolog.
__ADS_1
Shin melirik malas ia tidak suka pada temannya itu yang telah mengganggu acara sarapan paginya bersama sang kekasih.
"lihat, kekasihku tidak menginginkan kau ada di sini."
"oh, maaf, silahkan saja tuan!" ucap Norin tiba tiba.
Youn tersenyum lebar." terima kasih nyonya, tapi nyonya tidak perlu memanggil saya tuan, karena saya bukan seorang tuan, cukup nyonya panggil saya Youn saja,'' ucap Youn sambil mengedipkan sebelah matanya.
"jangan coba coba kau goda kekasihku kalau tidak mau ku buat melengkung tongkat kebanggaan mu itu."
"ha ha ha.....kau takut kekasih mu berpaling darimu, Hoon?"
"cih, percaya diri sekali, jangan kau kira kekasih ku ini sama dengan wanita wanita murahan mu itu. dia mana mungkin tertarik sama model laki laki seperti mu."
"ha ha ha ha" Yeun tertawa lebar.
Kemudian Youn duduk di kursi yang berdampingan dengan Shin lalu mengambil dua buah roti dan melapisi roti itu dengan selai strowberry.
Shin melirik pada pria yang tengah mengolesi rotinya.
"kenapa kau ikut ikutan seperti kekasihku? memakan roti selai strowberry? apa kau sengaja?
Youn menoleh pada piring Norin yang sudah ada roti selai strowberry.
"wah, nyonya, kita kebetulan sekali ya seleranya sama! apa kita ini berjodoh?"
Shin menatap tajam ke arah temannya yang terus terusan menggoda kekasihnya.
"ck, percaya diri sekali kau, mana mungkin kekasihku tertarik pada pria playboy seperti kau."
"apa kalian mau berbicara terus sampai malam?" tanya Norin, ia kesal pada dua pria di hadapannya, seperti Tom dan Jerry saja.
Seketika Shin dan youn terdiam. Lalu, mereka fokus pada makanannya.
"tidak menyangka temanku yang dingin dan angkuh pada wanita selama ini akhirnya memiliki ke kasih juga. Apa kau sudah merasakan tidak enaknya hidup tanpa seorang kekasih ? lalu bagaimana rasanya sekarang setelah memiliki seorang kekasih? enak bukan?" tanya youn dengan mulut yang penuh dengan roti.
Shin melirik malas pada pria di sampingnya." habiskan dulu roti di mulutmu itu jijik aku melihatnya."
Youn menelan rotinya tanpa di kunyah sehingga roti itu terasa nyangkut di tenggorokannya. Cekukan pun terdengar berkali kali di mulutnya. Youn segera meneguk air dalam gelas hingga tandas. Norin tersenyum tipis melihat tingkah teman Shin yang menurutnya lucu itu.
"kau terhibur sayang?" tanya Shin pada wanita di hadapannya.
"dia memang orangnya seperti itu, kadang bikin kesal, kadang bisa menghibur juga, namanya juga pria gila."
Youn melirik kesal pada pria yang telah mengatakan ia pria gila.
"enak saja mengatakan aku gila, kau tau gini gini aku sudah pernah menaklukan puluhan wanita dengan satu tongkatku. dari pada kau, tampan sih tapi sayang seperti nya tongkatmu itu tidak berfungsi sehingga kau selalu menghindar pada setiap wanita yang menggoda, kau takut tongkatmu itu tidak bisa berdiri tegak bukan...ha...ha..."
Shin menjitak kepala Youn, membuat pria itu memekik kesakitan.
"enak saja bilang tongkatku tidak berfungsi. asal kau tau saja tongkatku lebih kokoh daripada punya kau. lagi pula tongkat ku ini berkualitas dan hanya wanita berkualitas juga yang ku bolehkan untuk mencobanya bukan seperti puluhan wanita murahan yang sudah kau pakai dengan tongkat kecilmu itu." balas Shin tak kalah pedas.
Sementara Norin hanya menunduk malu saja, menyimak pembicaraan fulgar dua pria dewasa di hadapannya.
Shin baru sadar jika perdebatan mereka di hadapan wanita yang tengah menahan malu karena ucapan fulgar nya.
"ma maaf sayang maaf, temanku ini memang kurang ngajar, berani sekali mengejekku. kau pun tau bukan tongkatku tidak seperti yang pria ini katakan?"
__ADS_1
Norin terbatuk, Shin langsung membungkam mulutnya, ia telah keceplosan bicara.
ha ha ha ha......Youn tertawa keras.