
"Rein apa yang kamu lakukan?"
Rein?
Ting
Tiba-tiba sebuah ingatan membanjiri kepalanya. Di dalam ingatan itu dia melihat dirinya sendiri-lebih tepatnya dia melihat orang yang bernama Rein dan mempunyai wajah yang sama persis seperti dirinya.
Anak itu bernama Rein Xia dan dia terlahir sebagai seorang Beta. Ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia saat Rein masih berusia 3 tahun. Penyebab kematiannya adalah karena Ibu Rein telah mengetahui perselingkuhan sang suami dengan wanita lain. Suaminya ternyata sudah menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Ibu Rein. Pasangan suami-istri haram itu juga dikaruniai seorang anak dan yang paling tidak bisa diterima adalah usia anak itu tidak jauh berbeda dari usia Rein kecil.
Ibu Rein tidak bisa menerima kebenaran ini dan jatuh sakit. Dia dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum benar-benar meninggal pada hari kelima perawatan.
Setelah Ibu Rein meninggal, Ayah Rein membawa istri keduanya masuk ke dalam rumah untuk menjadi Nyonya besar. Keberadaan wanita itu dengan anaknya membuat Rein kecil tidak mempunyai tempat di mata Ayahnya. Alhasil Rein tumbuh besar tanpa mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah ataupun Ibu. Hatinya hampa dan kosong tanpa simpati orang-orang terdekatnya.
Rein Xia kemudian menjadi keras kepala dan sering membuat masalah untuk keluarganya, seringkali orang-orang menghindari keberadaannya karena mempunyai perilaku yang kasar.
Alhasil Rein tidak punya teman dan semakin menjadi-jadi ketika bertindak. Akan tetapi suatu hari Rein tiba-tiba menjadi jinak dan penurut di rumah. Dia jarang membuat masalah yang cukup aneh untuk orang rumah dan mulai berperilaku baik. Lalu, beberapa waktu kemudian dia mengumumkan kepada semua orang bahwa dia dan Jason sudah menjadi sepasang kekasih.
Jason adalah seniornya saat di SMA dan berasal dari keluarga yang berkuasa. Tentu saja berita ini membuat semua orang sangat senang.
Awalnya Rein pikir hubungannya dengan Jason sangat direstui oleh kedua belah pihak keluarga. Karena keluarga Rein maupun keluarga Jason sering bertemu untuk membicarakan masalah hubungan mereka ke depannya. Akan tetapi nyatanya itu hanya imajinasi Rein saja karena alasan setiap pertemuan mereka adalah Frida, adik Rein. Berbulan-bulan menjalin hubungan dengan Jason, dia akhirnya menyadari ada sesuatu yang aneh dari sikap Jason. Setiap kali berkunjung ke rumah orang pertama yang Jason cari adalah adiknya dan perilaku ini terus saja berulang sampai akhirnya Rein memutuskan untuk menyelidikinya.
Hasil penyelidikan yang dilakukan berhari-hari membuat Rein langsung patah hati sekaligus hancur. Dia akhirnya tahu jika Jason tidak pernah menyukainya dan hanya berpura-pura saja menyukainya karena orang yang Jason sukai selama ini adalah Frida.
Mereka menjalin hubungan di belakang Rein namun kedua belah pihak keluarga sudah saling merestui hubungan mereka.
Saat itu Rein sangat marah dan merasa terkhianati. Dia tidak menyangka jika orang yang menusuknya adalah keluarganya sendiri. Rein sangat marah, dia melampiaskan kemarahannya di rumah dan sengaja membuat kekacauan di sana-sini. Dia juga sering kali mencelakai Frida untuk membalas dendam namun selalu saja gagal.
Keluarga besar tidak bisa menerima sikap Rein dan mengusirnya dari rumah. Saat Rein keluar dari rumah tanpa tempat tujuan dia tidak sengaja bertemu dengan Jendral Davin, laki-laki dominan yang menjadi idola Beta dan banyak perempuan.
Rein langsung jatuh cinta saat itu juga dan memutuskan untuk mulai mengejar-ngejar Davin. Dia melakukan berbagai macam cara untuk menarik perhatian Davin tapi semua itu tidak pernah berhasil.
__ADS_1
Hal ini terus berlangsung sampai akhirnya Davin bertemu dengan seorang perempuan cantik nan cerdas yang bernama Raini, belahan hatinya.
Rein patah hati sekaligus cemburu. Dia tidak mau Davin dimiliki oleh Raini Maka dari itu dia berencana akan menyerang Raini di bandara, namun sebelum dia bisa melakukan serangan, tubuhnya tiba-tiba mengamuk dan kesadarannya hilang. Dia menyerang siapa saja dan menggigitnya. Orang yang digigit tubuhnya akan bereaksi sama seperti Rein. Kesadarannya akan hilang dan dia sangat ingin menggigit siapapun yang ada di sekitarnya. Entah itu keluarga atau orang asing, mereka tidak bisa membedakannya.
Lalu cerita selanjutnya adalah Rein berakhir menjadi zombie dan pelopor lahirnya para zombie. Sebenarnya itu bukan kesalahan Rein sepenuhnya karena orang yang menyuntikkan virus zombie ke dalam tubuh Rein adalah adiknya sendiri.
Frida sudah lama berencana ingin menjadikan Rein sebagai musuh semua orang dan dunia. Dia ingin menghancurkan kehidupan Rein yang telah membuatnya muak.
"Rein.. Rein!"
"...ya?" Jawab Rein setelah tersadar dari lamunannya.
Dia menatap wanita yang ada di depannya dengan bingung. Wanita ini sama persis dengan wanita arogan yang dia lihat tadi. Wanita yang membuat Ibu Rein patah hati.
"Kenapa kamu menangis?" Tanyanya tanpa rasa khawatir sedikitpun.
"Ah..jadi aku benar-benar pindah ke dalam dunia buku itu?" Rein tidak menjawab wanita itu karena saat ini pikirannya sedang kalut.
Oh ayolah, kenapa Tuhan menempatkannya pada posisi yang salah!
Selain menjadi umpan meriam dia akan dibenci oleh semua orang di dunia ini. Dia akan dikutuk habis-habisan karena menjadi orang pertama yang berubah dari manusia menjadi zombie.
"Aku tidak bisa mempercayainya.. dilahirkan sebagai umpan meriam, Tuhan apakah Kau tidak mencintai ku?" Tanya Rein tidak habis pikir.
Dia memang hidup lagi tapi hanya beberapa bulan karena setelah itu dia akan mati sebagai zombie yang menakutkan.
Rein tidak bisa mempercayai ketidakberuntungannya di dunia ini.
"Hei, apa kepalamu masih sakit? Bicaramu ngelantur kemana-mana." Wanita itu menatap Rein dengan tatapan aneh juga takut-takut.
"Ya, kepalaku masih sakit! Bukan hanya kepala ku saja tapi hati dan jiwaku juga sakit! Aku tidak mau hidup di dunia ini, aku ingin pulang!" Jawab Rein berteriak.
__ADS_1
Wanita itu terkejut dan tanpa sadar mundur ke belakang. Dia berusaha menjaga jarak sejauh mungkin dari Rein.
"Kamu.. istirahatlah. Jika butuh sesuatu panggil saja pelayan dan katakan apa mau mu kepada mereka." Setelah mengatakan itu, dia segera pergi meninggalkan Rein yang masih kalut dengan takdir hidupnya.
"Aku tidak mau hidup hanya menjadi ikan asin atau umpan meriam. Aku hanya ingin hidup normal dengan sebuah harapan, selain dari itu aku tidak menginginkannya. Tapi Tuhan.. kenapa Kau mengirim ku ke tempat ini? Apa dosaku sangat besar dan tidak termaafkan sehingga Engkau mengirim ku ke dunia ini?" Rein tidak bisa menahan kesedihannya ketika tahu dia masuk ke dalam dunia buku ABO.
Sesungguhnya dia tidak apa-apa dilahirkan kembali ke dunia ini asalkan jangan menjadi tokoh Beta yang menyebalkan itu. Dia tidak mau hidup singkat dan dia lebih tidak mau menjadi pelopor kebencian dunia.
Dia tidak mau!
"Tapi.. tapi aku mungkin bisa tidak mengikuti naskah yang penulis tulis." Tiba-tiba dia mendapatkan ide.
Semangatnya untuk bertahan hidup kembali berkibar dengan gagahnya.
"Ya.. lagipula dunia ini sangat nyata jadi aku hanya perlu melenceng dari jalan cerita yang sebenarnya. Untuk keselamatan hidupku dan umat manusia, aku harus lebih menjaga jarak dengan Frida agar virus itu tidak disuntikkan ke dalam tubuhku. Lalu aku tidak akan membuat keributan gara-gara buaya darat sialan itu dan yang paling penting aku harus mengantisipasi pertemuan ku dengan Jenderal Davin. Uh.. jika saja aku bukan umpan meriam maka pikiran pertama ku adalah bertemu dengan Davin. Laki-laki gagah dan pem- berhenti memikirkannya! Aku harus menjauhi semua orang yang mempunyai kemampuan mengirim ku berakhir dibenci dunia." Rencananya sangat sederhana dan seharusnya mudah dilakukan.
"Menjauhi mereka..ada baiknya jika aku keluar dari rumah ini. Membeli rumah atau menyewa di luar sana adalah solusi terbaik untuk menghindari jalan cerita yang penulis tulis. Ah dan masalah uang! Aku tidak perlu bingung memikirkannya karena aku hanya perlu bekerja! Aku hanya perlu meneruskan pekerjaan Kakek atau mencari pekerjaan yang lain. Pokoknya pekerjaan apapun itu akan aku terima asalkan menjauh dari alur cerita!." Rein sangat senang dengan ide cemerlangnya.
Kekhawatirannya beberapa saat lalu langsung digantikan dengan sebuah senyuman kebanggaan. Dia mengagumi kelebihan otaknya yang tidak bisa dibandingkan dengan otak-otak orang lain.
"Tapi.. kenapa lengan kiri ku rasanya sangat sakit?" Gumam Rein merasakan sengatan aneh di lengan kirinya.
Rasa sakitnya seperti ada jarum tajam yang terus menekan kulitnya. Karena penasaran Rein kemudian memutuskan untuk menaikkan lengan bajunya sampai pundak dan melihat sebuah bintik merah muda di atas lengannya.
Siapapun yang melihatnya akan tahu penyebab bintik merah itu ada.
"Sun-suntikan?" Ujar Rein tergagap saat melihat bintik merah di lengannya.
Bersambung...
Promo doang wkwkwkw..
__ADS_1
Jangan plagiat yah, Allah maha melihat lho..