Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Pernyataan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Lalu aku melepaskan genggaman tangan kami.


"Yuk kita berenang aja Sat, kayaknya enak deh adem."ucapku malu banget


"Kamu kenapa Nad? , koq muka kamu merah?, ah kamu malu yaa."tanyanya tersenyum


"Ah nggak, paling kena hujan, jadi merah muka aku, kan biasanya gitu."ucapku bohong


"Ah masa sih, kamu malu kan? Udah yuk mending kita pulang atau beli baju dulu, aku nggak mau kamu sakit atau kenapa-kenapa."ucapnya


"Nggak apa-apa, kalau aku sakit, katanya kamu janji mau terus ada buat aku, berarti kamu mau jadi obat untuk aku kan?."ucapku


"Nadia kamu kenapa sih hari ini? nggak biasa-biasa nya kamu malah gombalin aku? kamu mulai suka yaa sama aku?."tanyanya meledek


"Nggak koq, yaudah yuk pulang aja kalau gitu, cuacanya makin gak karuan."ucapku malu


"Hei kamu bohong kan? aku tahu kamu mulai sayang sama aku, seperti aku menyayangimu, mending kita sudahi sandiwara ini dan melangkah ke hal yang nyata, kamu mau kan jadi pacar asli aku?."tanya nya memohon


"Maaf Sat, aku belum bisa.Aku belum yakin sama perasaan aku sendiri, jadi aku butuh waktu untuk membuktikan perasaan ini."ucapku sambil mengusap wajah aku yang basah


Lalu Satrio memelukku dari depan. Dengan erat dan hangat.


"Nad, dengerin aku yaa, aku cinta sama kamu, aku akan siap nungguin kamu kapanpun, aku serius , ini bukan sandiwara, sejak pertama kali kita bertemu bahkan sampai aku mati pun aku cinta sama kamu, meskipun aku tahu kamu mungkin masih memikirkan orang lain, tapi nggak apa-apa, aku akan menunggu kamu sampai kamu siap, apapun yang nantinya akan terjadi aku siap menerima, yang penting kamu kasih aku kesempatan untuk membuktikan perasaanku."ucapnya makin erat memeluk ku


Tidak ada penolakan atas apa yang dia lakukan, aku malah membalas pelukannya, hujan hari ini menjadi saksi atas pernyataan cinta Satrio, tapi aku belum bisa membalas perasaan nya sekarang, meskipun aku menyadari aku takut kehilangan dia. Aku mulai menyadari aku nyaman bersama nya, tapi lagi-lagi aku harus memikirkan baik-baik tentang perasaan ku ini.


"Yaudah yuk Sat, kita pulang aja, maaf yaa aku belum bisa jawab pertanyaan kamu."ucap ku melepaskan pelukan itu


"Iya nggak apa-apa Nad, kapan pun aku tunggu, yuk kita pulang."ucapnya


Lalu kami baru sebentar disini langsung memutuskan pulang, karena hujan makin deras, khawatir jalan makin licin dan khawatir ada yang sakit. Kami pun langsung naik motor berdua, akhirnya beberapa puluh menit kemudian kami sampai rumah.


"Duh Caman , Ibu khawatir sama kamu, koq pada basah sih, nggak ada apa-apa kan?."ucap Ibu khawatir


"Ih Ibu masa perhatian nya cuma sama Mas Satrio aja?, aku kan yang anak Ibu."ucapku kesal


"Hei jelas lah, kan Satrio udah jadi anak Ibu juga mulai sekarang, udah ayo kita masuk, kalian mandi sana pakai air hangat."ucap Ibu


Satrio hanya tersenyum senang dari tadi. Mungkin karena semua yang kita alami hari ini.


Lalu kami mandi dikamar mandi berbeda pasti nya, aku dikamar mandi aku, Satrio dikamar mandi Bapak. Lalu setelah itu aku sudah rapi dan membuat kan wedang jahe untuk Satrio yang kedinginan.

__ADS_1


"Mas maafin Nadia yaa udah bikin mas kedinginan."ucapku merasa bersalah


Ibu pun menyahut.


"Emang Sat, Nadia itu orangnya suka banget main hujan kayak bocah, Ibu suka ngomel-ngomel gara-gara kelakuan anehnya, besok-besok jangan mau kalau diajak hujan-hujanan Sat."ucap Ibu


"Nggak apa-apa koq Nad Bu, aku malah senang, baru pertama aku ngerasa sebahagia ini main hujan sama Nadia."ucap nya


"Oh bahagia, ehem jangan-jangan hujan-hujanan sambil pacaran yaa?."tanya Ibu


"Ih apaan sih Bu."ucapku kesal


"Oh yaa Mas ini wedang jahe, diminum yaa biar hangat tubuh mas."ucapku


"Makasih yaa sayang."ucap Satrio menatap ku


Hehehe jadi malu ditatap gitu.


Lalu kami sama-sama minum wedang jahe.


Hujan ternyata turun lebih deras lagi, aku memutuskan untuk mengajak Satrio bermain catur. Lalu kami main bersama.


Ibu hanya geleng-geleng kepala lihat kami main catur seperti hansip saja.


Ibu yang membukakan pintu.


"Cari siapa Nak?"ucap Ibu


"Cari Nadia dan Satrio, Tante.Saya teman mereka diBandung."ucapnya


"Nad, ada yang nyari nih , katanya dari Bandung."ucap Ibu teriak


Dan aku menghampiri mereka.


"Siapa Bu?."tanyaku


Lalu aku kaget.


"Eh Pak Nathan, masuk Pak, ini Boss aku di Bandung Bu."ucapku mengenalkan


"Oalah Bossmu toh, kamu mimpi apa sih Nak, punya pacar ganteng eh ini Boss nya juga ganteng, duh Ibu migran lihat cowok-cowok ganteng ini, andai Ibu masih muda pasti Ibu pacari mereka semua."ucap Ibu

__ADS_1


"I..ibu malu-maluin aja ah. Pak Nathan silakan masuk, Satrio ada didalam Pak."ucapku mempersilahkan Pak Nathan masuk


"Makasih yaa Nad."ucapnya


Lalu dia menghampiri Satrio.


"Eh bro, udah sampai? lu nggak kehujanan?".tanya Satrio


"Enggak, gue bawa mobil koq, cuma jalanan disini agak rusak tadi, mobil gue sampai oleng."ucap Pak Nathan tertawa


"Silakan duduk Pak Boss, Tante buatin minum dulu yaa."ucap Ibu


"Nggak usah repot-repot Bu, terus panggil saya Nathan aja, kan ini bukan kerja."ucapnya


"Ah nggak repot koq."ucap Ibu lalu ke dapur


Aku hanya bingung sendiri dan ikut duduk.


"Bu Meli nggak ikut Pak?."tanyaku


"Tadi ada pemotretan untuk perusahaan, jadi dia masih sibuk, tapi kemungkinan dia akan menyusul kesini."ucap Pak Nathan


"Oh baguslah sendiri."ucapku pelan


"Eh bro disini banyak tempat wisata air terjun lho selain puncak, besok kita harus keliling bro."ucap Satrio


"Wah mantep tuh, itu tujuan gue kesini."ucap Pak Nathan


"Nah bagus lah, ayo pagi besok bareng-bareng, tadi gue sama Nadia kesana , cuma karena hujan kita pulang deh."ucap Satrio


"Payah lu, masa sama hujan aja takut, harus nya mandi hujan sekalian."ucap Pak Nathan


"Bukan takut bro, gue mah takut calon istri gue sakit."ucap Satrio bercanda


"Hahaha, ampun dah Nad pacar kamu, sekarang sejak dekat kamu, kayaknya nggak mau pisah, kayaknya makin senang lindungi kamu, fix kalian jodoh."ucap Pak Nathan


"Bisa aja Pak."ucapku sedih


Seperti nya aku emang yang terlalu percaya diri deh, si Boss sampai kapanpun akan anggap aku hanya teman atau pegawai nya tidak lebih. Huffttt, mending aku pikirkan Satrio.Eh.. Duh Nadia kenapa sih jadi berubah haluan.


Btw ini bonus untuk penggemar Pak Nathan.

__ADS_1



__ADS_2