Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Tampannya Dia


__ADS_3

Kamipun masuk keruangannya.


Lalu pria itu menghampiri kami setelah mengecek dokumen-dokumen.


"Iya Bu Mimin, tumben datang ke ruangan saya, ada apa yaa ?." ucapnya


"Oh iyaa Pak Nathan, jadi teman saya mau melamar pekerjaan disini, kira-kira bisa gak ?." ucap Mimin


"Oh begitu, iyaa silakan kalian duduk dulu." ucapnya


Kamipun duduk dikursi yang biasa disediakan untuk tamu.


"Kebetulan saya mencari Waiter untuk Kafe ini, karena semakin hari semakin banyak pengunjung, memang siapa yang mau kerja ?". ucapnya


Aku sangat terpesona melihat ketampanan dan wibawa pak Nathan, baru kali ini ada pria lajang yang mempesona, sampai-sampai aku tak berkedip.


Lalu Mimin memberi sinyal padaku untuk menjawab pertanyaan pak Nathan dengan memukul pelan telapak tanganku.


"Duh Mimin." ucapku pelan


"Tuh ditanya pak Nathan Nad." Bisik Mimin


"Eh iyaa Pak maaf, perkenalkan saya Nadia Maharani asal saya dari Bogor dan saya lulusan SMA, jika berkenan saya ingin menjadi pegawai Bapak Ganteng." ucapku keceplosan


"Kamu bicara apa?". ucap Nathan serius


"Maaf pak salah bicara." ucapku


"Oh baik, karena saya percaya pada Bu Mimin maka kamu boleh bekerja ditempat saya, tapi kamu harus segera menyerahkan data diri kamu untuk diinput oleh tim kami". ucapnya


"Tenang Pak saya bawa koq, ini Pak." sambil menyerahkan amplop coklat


"Ok bagus, tapi penampilan kamu, maaf harus dirubah sedikit rapi yaa jangan seperti itu." ucap Nathan santai


"Tapi saya nyaman nya seperti ini Pak, maaf saya tidak bermaksud lancang." ucapku


"Baiklah, kalau begitu besok pagi kamu datang lagi kesini sekalian saya kenalkan dengan teman-teman disini." ucapnya


Lalu tangan Pak Nathan menjabatku tanda kesepakatan, aku pun langsung menerimanya. Namun aku khilaf hingga sudah 30 detik tangannya tak aku lepaskan, untung Mimin mengingatkanku dengan memberikan kode cubitan.

__ADS_1


"Aww sakit tahu." ucapku berbisik ke Mimin


"Sudah jelas ya, kalau sudah silakan keluar ruangan, masalah gaji dan lain-lain akan dijelaskan oleh karyawan saya namanya Beni, nanti kamu tanya Siska saja untuk mencari Beni." ujarnya


"Iya baik pak terima kasih." ucapku dan Mimin


Lalu tiba-tiba ada perempuan cantik rambut pendek terurai ,berkaca mata, menggunakan rok mini dan high heels setinggi 7 cm datang dan memeluk pak Nathan juga mencium pipinya.


"Maaf permisi yaa, sayang aku kangen sama kamu masa, kamu koq gak hubungin aku sih hari ini, oh yaa mereka siapa?." tanyanya sambil bergelayut manja dipundak Pak Nathan


"Iyaa maaf ya sayang, aku ada tamu nih, mereka temen aku dan calon pegawai baru, tolong lepaskan dulu tanganmu." ucap Nathan


"Iya ih kamu mah tumben kayak gitu, yang mana karyawan baru, yang cantik atau yang cupu itu?." tanyanya


"Eh kamu gak boleh gitu sayang, itu namanya Nadia dan yang satunya yang kamu bilang cantik dia istri dari pak Jamal, yang suka kesini kalau malam Minggu, jadi jangan sembarangan cemburu." ucap Nathan


"Oh bagus deh karyawan nya gak cantik jadi aku gak usah takut." ucap nya sambil melirik


"Yaudah Pak Bu kami pamit, terimakasih." ucapku sambil menarik Mimin yang hendak bersalaman dengan nenek sihir itu


"Iya silakan, jangan lupa besok pagi datang." ucap Nathan


"Udahlah sayang jangan cemburu gitu ah, lagian mana mungkin aku suka sama istri orang ataupun perempuan cupu itu, kan aku cinta nya sama kamu doang." ucap Nathan


"Huh sial, sembarangan banget mereka ngejudge orang dan tuh si cewek pengen aku Jambak tahu Min, gayanya selangit banget, sok cantik dan sok sempurna." ucapku


"Sabar Nad, aku juga bingung kenapa pacar pak Nathan beda banget sama yang diceritakan, katanya lemah lembut tapi ternyata bar-bar gitu. Aku sih pernah ketemu sekali tapi gak sempet ngobrol jadi baru tahu juga sikapnya gitu, lebay." ucap Mimin


"Yaudah temenin aku ketemu Pak Beni." ucapku


"Sebaiknya besok aja Nad, sekalian kenalan sama yang lain, soalnya aku harus ke supermarket, gak apa-apa kan?." ucapnya


"Ok baiklah." ucapku


Lalu kamipun keluar dari Kafe tersebut dan segera naik mobil. Disepanjang perjalanan aku masih membayangkan wajah bossku , pak Nathan, betapa wajah nya seperti pangeran pada dongeng-dongeng yang aku baca, belum lagi sikap cool dan wibawa nya sangat amat memikat. Namun ditengah lamunanku, aku teringat nenek sihir itu, bisa-bisa nya beruntung mendapatkan hati boss ganteng.


"Ih kesel banget sih, kenapa coba harus gitu." ucapku pelan


"Hei kamu kenapa sih dari tadi melamun , gak fokus dan marah-marah, aku kira pasti kamu mikirin Nathan yaa, atau jangan-jangan kamu suka pada pandangan pertama, cieee." ucap Mimin meledek

__ADS_1


"Ih apa sih kamu Min, nggak koq aku cuma kagum aja sama pak Boss, udah ganteng berwibawa pula, tapi sayang ucapannya tadi kasar banget, pas kita pulang kamu dengarkan dia bilang kalau aku cupu dan bukan tipenya." ucapku lemas


"Nah menurutku yaa yang dibilang Nathan benar juga, kamu tuh dandanan nya kurang menarik, coba deh kamu pakai dandanan biasa aja, jangan rambut dikuncir terus pakai kacamata, kan jadinya cantik mu ketutup Mas." ucap Mimin menegaskan


"Iya sih bener juga, tapi nanti ajalah aku berubahnya, sekarang aku masih penasaran dengan pandangan orang-orang jika aku seperti ini, aku yakin tidak semua orang memandang kita hanya dari penampilan saja." ucapku


"Ya terserah kamulah Nad, yang penting jangan lama-lama sandiwara nya, kalau emang suka yaa kejar dong Nathan, aku percaya dia laki-laki baik, hanya saja sedang dipengaruhi pacarnya." ucap Mimin


"Kamu pasti tahu banyak yaa tentang pacar Nathan, dia siapa memang?" tanyaku penasaran


"Dia itu Melisa namanya, dia anak pengusaha sukses, bahkan diapun sekarang mengelola perusahaan ayah nya yang ada disini, Melisa adalah lulusan terbaik perguruan tinggi di Luar negeri. Itu sih yang aku tahu, tapi kamu gak boleh minder lah pasti Nathan suka koq sama kamu, yaa asal kamu Pepet terus hahahaha." ucap Mimin


"Oh begitu, apaan sih Min, lagian belum tentu Nathan mau sama aku?, lagian pacar nya hebat gitu , yaa aku mah apa, cuma cewek cupu." ucapku meledek


"Ih gemes aku sama kamu Nad, makanya cepet berubah." ucap Mimin sambil mencubit pipi ku


"Aww sakit Min, udah berapa kali kamu nyakitin aku." ucapku memelas


"Kamu tuh lebay pisan." ucap Mimin dengan nada khasnya


Akhirnya kami sampai supermarket dan berbelanja, setelah itu tiba-tiba saat aku mengecek belanjaan ada seorang perempuan menabrakku dan memarahiku.


"Eh Mbak jalan lihat-lihat dong, udah pakai kacamata masih buta yaa." bentaknya


"Eh siapa yang nabrak, bukannya kamu, hati-hati yaa bicara, jangan mentang-mentang merasa cantik kamu bisa seenaknya." ucapku marah


Mimin masih didalam supermarket.


Tiba-tiba pacar perempuan itu datang dan menghampiri kami.


"Ada apa sih sayang? koq ribut disini?." ucapnya


"Ini loh sayang cewek cupu ini udah nabrak aku sampai jatuh hiks hiks." katanya sambil pura-pura menangis


"Eh Tuan bilang sama pacar anda yang halus, saya nggak pernah nabrak dia, dia yang nabrak saya, gak usah drama kalian." bentakku


"Maaf Mbak ini cuma salah paham saja, ini uang ganti ruginya." ucapnya


"Satrio , koq kamu malah kasih dia uang sih bukannya belain aku, ih sebel." ucap perempuan itu

__ADS_1


"Heh orang sok kaya kalian pikir aku butuh uang kalian, ambil ini (aku menghamburkan didepan muka mereka)


Dan jangan lagi drama kayak tadi Mbak, yaudah saya permisi." ucapku lalu pergi meninggalkan mereka


__ADS_2