Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Satrio si Tukang Modus !


__ADS_3

Lalu aku meninggalkan kamar Satrio.


Aku kayaknya ngantuk juga, lalu aku tidur dikamar tamu selama kurang lebih 2 jam.


"Hoaam, enaknya bisa tidur siang."ucapku sambil mengecek handphone


"Hah, udah sore, ya ampun panggilan dari Pak Nathan banyak banget."ucapku pelan


Lalu aku membuka WhatsApp dari Pak Nathan.


Pak Boss : Nad, Satrio udah pulang yaa dari RS, tadi aku kesana, kata suster udah pulang, koq nggak ngabarin sih? Tapi Satrio baik-baik aja kan?


Aku : Iyaa maaf Pak, lupa. Soalnya Satrio ngajak pulang nya buru-buru jadi lupa ngabarin Bapak. Tenang Satrio udah nggak apa-apa Pak. Saya mau jagain dia koq.


Lalu semenit kemudian Pak Nathan membaca dan membalas.


Pak Boss : Oh syukur lah, nanti habis Maghrib aku kesana deh. Kabarin Satrio ya.


Aku : Siap Boss 😁


Lalu aku bergegas membangunkan Satrio, karena ini sudah jam 3 sore, nggak baik kalau tidur sore.


Aku pun membuka pintu kamar nya.


Tapi Satrio nggak ada.


Aku pun memanggil nya.


"Sat, Sat kamu dimana ?"ucapku


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, ternyata Satrio baru selesai mandi, karena melihat dia hanya menggunakan handuk saja, aku berteriak.


"Aaaaaaa ,Satrio apa-apaan sih."ucapku sambil menutup mata, tapi padahal aku udah sempat lihat, ya Tuhan badannya bagus banget


Dia pun menghampiri ku dan membuka tanganku tapi aku masih merem.


"Hei, kamu yang masuk ke kamar aku, kamu juga yang teriak, aneh banget sih, lagian aku pakai handuk tahu, apa kamu emang sengaja mau modus biar bisa lihat badan aku."ucapnya tertawa


Aku membelakanginya.


"Nggak, orang aku nggak sengaja, lagian kamu nggak bilang-bilang kalau lagi mandi. Aku kesini cuma mau bangunin kamu, sekalian bilang nanti abis Maghrib Pak Nathan mau kesini."ucapku

__ADS_1


"Oh begitu, yaudah kamu menghadap sini cantik, ngapain ngomong menghadap belakang, atau kamu pura-pura yaa?."ucapnya tertawa


"Bodo aku nggak mau lihat kamu, kalau kamu masih belum pakai baju, yaudah aku permisi keluar."ucapku sambil melangkah pelan


Tiba-tiba Satrio memelukku dari belakang.


Aku kaget dan diam saja.


"Kamu kenapa sih judes banget sama aku, aku tuh sayang sama kamu."ucapnya makin mendekap


Aku pun melepaskan pelukannya, alhasil aku malah dipeluk dari depan.Dan aku masih memejamkan mata.Tapi kalau aku rasa dia udah pakai baju. Lalu aku membuka mataku pelan-pelan.


"Kenapa sayang, aku udah pakai baju koq, nyaman kan kalau sama aku."ucapnya meledek


"Ih Satrio mesum banget sih kamu, lepasin aku."ucapku melepaskan diri tapi nggak bisa


"Iyaa nanti, 5 menit aja, aku masih mau deket-deket kamu."ucapnya pelan sambil membelai rambut ku


"Ehem, Non Tuan maaf mengganggu, mau Bibi bikinin Teh hangat nggak ."ucap Bibi


Lalu kami spontan melepaskan pelukan dan malu, hanya bisa terdiam dan canggung.


Lalu Satrio menjawab.


"Emm bukannya tadi sudah hangat Den?."tanya Bibi malu-malu


"Ih Bi, tadi salah paham aja koq, yang Bibi lihat nggak seperti yang terjadi."ucapku menjelaskan


"Ih nggak apa-apa atuh, namanya juga anak muda, tapi saran Bibi mah mending cepetan nikah, takutnya nanti malah jadi fitnah dan malah kebablasan."ucap Bibi tertawa


"Tenang Bi, kita bisa jaga diri koq."ucap Satrio


Aku hanya melotot kesal karena ulah dia aku jadi malu. Duh ini tuh bukan bohongan pacaran tapi beneran. Ah kesel.


"Yaudah aku ikut Bibi aja ke dapur, disini panas Bi."ucapku menyinggung


"Ayu atuh Non."ucap Bibi


Satrio hanya tersenyum sambil mengedipkan mata nya.


Lalu aku membantu Bibi menyiapkan wedang jahe, tadinya mau bikin teh, tapi aku pikir kayaknya enak minum jahe deh, lagian itu kesukaan aku banget.

__ADS_1


"Non, pinter banget sih buat apa aja bisa."ucap Bibi sambil memperhatikan ku


"Ah nggak koq Bi, aku cuma seneng aja bikin ini."ucapku sambil mengaduk wedang jahenya


"Non, hati Bibi nggak enak, Bibi kayak ngerasa sedih hari ini, Bibi seperti akan meninggalkan Tuan muda dalam waktu yang lama, Bibi cuma berpesan sama Non, tolong jaga tuan muda baik-baik, cuma Non yang bisa membuat Tuan muda sebahagia ini, dia kasihan sudah banyak menderita dan kehilangan, tolong yaa Non jaga Tuan muda."ucap Bibi sedih


"Bibi ngomong apaan sih, Bibi emang mau kemana? kan Bibi tinggalnya disini ! lagian aku yakin kita akan bareng-bareng jagain Satrio, percaya deh Bi nggak akan ada apa-apa, selagi kita waspada."ucapku sambil memegang tangan Bibi


"Iyaa nggak tahu Non, namanya juga perasaan kadang kan suka begini , nggak enak aja, semalam aja Bibi juga ngerasa sama, eh taunya Tuan muda di lukai orang."ucap Bibi melamun


"Yaudah jangan dipikirkan Bi, kita berdoa aja sama Tuhan, aku titip ini buat Satrio yaa Bi, aku mau mandi dulu sekalian ganti baju, aku nggak nyaman pakai baju ini, sekalian aku mau sholat Bi."ucapku


Jujur aku memang kurang baik , tapi dalam urusan beribadah aku nggak pernah lupa, bahkan dirumah sakit pun aku nggak lupa. Karena aku percaya hanya Tuhan yang mampu menjaga kita.


"Ya Allah Non, Bibi mah makin bangga sama pilihan Tuan Satrio, pokoknya kalian harus nikah."ucapnya


Dan aku hanya tersenyum.


Lalu aku meninggalkan Bibi, aku mandi dan ganti baju, tidak lupa aku mengepang rambut, rasanya aku nggak betah kalau rambutku digerai terus, padahal harusnya aku berhijab aja yaa, tapi aku belum siap. Aku koq suka miris yaa kalau melihat diriku sekarang, seperti jauh dari Tuhan.


Lalu aku sudah rapi dan keluar kamar.


Aku lalu duduk diruang makan sambil melamun, memikirkan nasib ku ini yang makin nggak jelas, kerja yaa baru beberapa hari libur, harus jadi pacar sewaan Satrio yang hidupnya nggak tenang karena banyak yang berniat jahat, cintaku sama Pak Nathan nggak terbalas, belum lagi aku ngerasa jenuh hari ini, nggak bisa ngerjain trio kwek-kwek ataupun nyanyi di kafe. Aku pun hanya melamun.



Tiba-tiba Satrio dan Bibi datang. Dan menegur ku.


"Hei cantik koq melamun aja, terus rambutnya koq kayak gitu lagi."ucapnya sambil duduk di sampingku dengan membawa wedang jahe


"Aku nggak apa-apa koq, iyaa aku kayaknya enakan begini, lebih sederhana, ribet kalau rambutku harus digerai."ucapku


"Oh begitu, tapi tetap cantik sih."ucapnya menggoda


"Iya bener Non mah diapain aja cantik, alami cantik nya ."ucap Bibi


Aku pun tersenyum. Dan Bibi izin keluar untuk mengantarkan wedang jahe untuk Pak satpam.


Lalu Satrio sambil menyenggol ku berkata "kenapa kamu nggak nyaman yaa berubah?"tanyanya


"Ih jangan nyenggol-nyenggol, iya kan dari awal aku bilang aku nggak mau dandan cuma biar kelihatan cantik, bukan nya kamu bilang Pak Nathan bakal marah kalau aku ketahuan bohong soal diriku."ucapku sambil menjauh sedikit

__ADS_1


"Nathan nggak akan marah lah, kan sekarang beda, tinggal aku bilang aku yang nyuruh kamu kesalon, masalah akan selesai.Btw wedangnya pedas tapi ada manis-manis nya, kayak yang buat"ucapnya menatapku


"Ih apaan si, itu mah namanya nyinggung aku."ucapku melotot


__ADS_2