Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Melisa yang Tak tahu Malu


__ADS_3

Lalu aku menyuapi Satrio bubur , sebenarnya karena terpaksa, ya hitung-hitung balas Budi karena dia sudah menyelamatkan ku.


"Sat, ayo buka mulut kamu lagi, masa makan cuma 1 sendok ! " ucapku bingung melihat Satrio terdiam


"Nggak deh, aku nggak mau lagi, rasanya nggak enak."ucapnya


"Ih kamu yaa kayak anak kecil aja, buka mulut kamu , aaa.... , kalau nggak mau makan lagi aku pulang."ucapku mengancam


Lalu karena dia takut akhirnya dia mau makan lagi.


Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar ini.


Ceklek...


Ternyata Nenek lampir, eh maksudnya Melisa.


"Satrio, ya ampun kamu baik-baik aja? kata Nathan kamu tertusuk yaa?, aku khawatir banget."ucap Melisa mendekat ke kami


Aku hanya bengong melihat dia seperti itu, bahkan aku masih memegang mangkuk berisi bubur.


"Cupu awas, biar saya aja yang nyuapin."ucapnya sambil memaksaku pergi dan mengambil mangkuk nya


"Yaudah kalau mau duduk mah duduk aja, gak usah pegang-pegang saya."ucapku sambil pindah tempat


"Lu ngapain sih Mel kesini? bukannya lu ke luar kota?."ucap Satrio


"Ya aku emang habis dari luar kota Sat, tapi semalam ketika aku tahu kamu kritis makanya aku buru-buru pulang dan ini aja baru sampai."ucapnya drama


"Udahlah gak usah khawatir sama gue, lu tuh pacar Nathan, apa jadinya kalau Nathan tahu lu deket-deket gini sama gue."ucap Satrio tegas


"Tapi Sat, aku bisa koq putusin Nathan sekarang, asal kamu mau jadi pacar aku, aku cinta sama kamu Sat."ucapnya memelas

__ADS_1


Aku sih hanya asyik duduk sambil nonton mereka, jadi berasa liat FTV.


"Mel, please , lu kan udah dewasa bukan anak-anak lagi, ngerti gak sih kalau gue gak suka sama lu, ngerti gak sih kalau Nathan cinta mati sama lu, jangan lu sia-siakan cowok yang tulus demi gue yang gak pernah ada rasa sama lu, gue cuma anggap lu adik, ngerti kan."ucap Satrio


"Yaudah kalau hari ini kamu belum bisa menerima ku ya gak apa-apa, tapi aku yakin suatu saat kamu akan mencintai ku Sat, aku akan terus nunggu kamu Satrio."ucap Melisa


"Taulah gue males ngomong sama lu Mel, mending lu pulang aja, gue mau istirahat."ucap Satrio


"Sat, aku nggak mau pulang, aku maunya disini , nemenin kamu sampai sembuh."ucapnya seperti anak kecil


"Mel, kalau Nathan tau kasian dia, udahlah gue ada Nadia koq yang nemenin."ucap Satrio


"Biarin aja Nathan tau, yang penting aku sama kamu disini dan kamu Nadia pulang aja sana, lagian ngapain sih kamu ada dimana-mana, di Kafe sekarang dirumah sakit, kalau emang Nathan yang nyuruh, saya yang tanggung jawab, mending kamu kerja sana."ucap Melisa


"Lah emang anda siapa? boss saya aja bukan, sok ngatur-ngatur, heh dengernya Satrio aja nggak mau kamu disini, lagian saya disini memang karena saya yang mau ,bukan karena disuruh."ucapku


"Iya dia yang mau, lagian gue juga seneng dia disini, dia kan sekarang udah resmi jadi pacar gue."ucap Satrio serius


"Duh Bu, masa nggak tahu kalau saya udah resmi jadi pacar Satrio, kan udah ada tuh bukti foto dan Video yang asisten Ibu kirim semalam, emang kurang apalagi?." ucapku meledek, karena aku melihat trio kwek-kwek laporan ke Bu Melisa


"Nah itu sayangku pinter, sini sayang duduk samping aku."ucap Satrio


Lalu aku duduk disampingnya, jadi aku dan Bu Melisa saling berhadapan.


Lalu tiba-tiba Satrio bangun sebentar dan mengecup keningku.


Cup...


"Ini Mel, bukti kalau gue sayang sama Nadia, gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama dia, gue harap lu ngerti kalau ini bukan sandiwara,lagian dimata gue Nadia itu unik dan istimewa, dia mandiri, cerdas dan tidak menggunakan uang untuk menekan orang lain". ucap Satrio


"Bodo, pokoknya aku nggak percaya, paling ini akal-akalan kalian aja buat nipu aku, kamu Sat sama yang cantik aja cuma bertahan sebentar paling lama sebulan, apalagi sama si cupu, aku jamin kalian pacaran paling hitungan jam, syukur-syukur sih hari."ucapnya tertawa

__ADS_1


Aku kesal melihat perempuan tak tahu diri ini, sudah diusir cowok juga masih nggak ngerti, padahal udah terang-terangan, emang yaa kaya bukan jaminan orang itu pintar dan punya harga diri.


"Ih si Ibu, udah dikasih tahu sama Satrio juga masih ngeyel, emang si Ibu gak punya hati banget yaa, masa udah punya pacar aja masih mau sama cowok orang, gak tau malu banget sih Bu."ucapku ketus


"Kamu yaa, berani sama saya, nanti kamu akan dipecat diKafe, saya akan minta Nathan untuk memecatmu! ."ucap Melisa


"Yeh beraninya ngancem, lagian nggak mungkin Pak Nathan mecat saya cuma karena Ibu, yang ada mungkin Ibu yang diputusin, karena nggak tahu malu godain pacar saya."ucapku tertawa


"Liat aja cupu, nanti saya kasih pelajaran berharga buat kamu !"ucap Melisa mengancam


"Tuh si Ibu marah-marah mulu, nanti keriput loh Bu."ucapku tertawa


"Sudah-sudah, Mel lu pulang aja, lupain gue, gue bukan orang yang harus lu cinta, dari dulu sampai kapanpun gue gak bisa sama lu."ucap Satrio


"Sat, please kasih aku kesempatan, sekali lagi, aku yakin kamu bisa cinta sama aku, aku yakin kita bisa nikah dan bahagia, yaudah sekarang mending kamu makan lagi yaa, aku mau suapin kamu."ucap Melisa


"Nggak mau Mel, gue gak mau makan kalau lu yang suapin, mending lu pergi, atau gue usir, gue mau Nadia aja yang suapin, lu harus hargai pacar gue, lu juga harus hargai Nathan."ucap Satrio


Lalu aku mengambil paksa mangkuk bubur yang dipegang Bu Melisa.


"Maaf yaa Bu, tadi kan Satrio bilang dia maunya saya yang suapin, jadi mending Ibu pulang yaa, apa mau saya antar?."ucapku


Dia hanya diam saja melihat kami dengan geram.


Aku pun memanas-manasi nya agar dia cepat pulang, malas lihat wajahnya lama-lama, aku paling benci sama perempuan yang nggak setia. Padahal juga aku malas mesra-mesraan dengan Satrio, karena aku sama sekali nggak suka sama Satrio.Tapi baiklah, demi sandiwara berjalan mulus, aku harus mau dan akting yang bagus.


"Makan yang banyak yaa sayang."ucapku manis pada Satrio


"Iya makasih sayang."ucapnya


"Duh kamu belepotan, sini aku bersihkan."ucapku sambil membersihkan nya dengan tissue

__ADS_1


"Sat, lihat aja kamu, aku Janji akan membuat cinta padaku."ucap Melisa sambil pergi


__ADS_2