
Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan sekaligus membahagiakan untuk kami. Kalau ditanya kenapa semua terkesan dadakan . Ya penyebab nya kami takut ada yang berniat jahat lagi, khawatir nasib pernikahan kami jadi batal. Tapi syukurlah sekarang semua berjalan dengan lancar. Hari ini yang kami undang hanya pegawai Kafe, pegawai perusahaan Satrio, keluarga Mimin, tetangga Satrio yaa meskipun sedikit, serta keluarga Nathan.
Hari berganti malam...
Tamu-tamu sudah pulang semua, kecuali Mimin , Siska dan Nathan masih disini
Mimin dan Siska sudah menemani aku dari pagi hingga sekarang, kami berkumpul dikamar Satrio, eh maksudnya kamar aku dan Satrio. Dan sekarang mereka mau pulang. Sementara Satrio sedang menemani Nathan dan ngobrol di ruang tamu. Sementara Ibu dan Adik-adikku sudah dikamar, setelah tadi mengawasi orang-orang yang membereskan rumah ini.
Mimin pun pamit duluan padaku.
"Nad, aku pamit dulu yaa, kasihan a Jamal pasti nunggu aku dirumah, gak apa-apa yaa? lagian kalian pasti kalian mau malam pertama cepat-cepat kan? hehe."ucap Mimin tertawa
"Ih apaan sih Min, jangan pulang dong, aku deg-degan nih, sampai sakit perut."ucapku berbisik padanya
"Eh ngapain deg-degan sih, yang ada seneng atuh, kan sekarang ada guling halal, tinggal peluk aja sih."ucapnya meledek
"Ah kamu mah, yaudah pulang sana gak apa-apa, kasian anak kamu."ucapku ikhlas
"Yasudah maaf yaa, kapan-kapan aku kesini lagi buat kasih materi rumah tangga, pokoknya selamat yaa sayang ku, semoga langgeng dan nggak terjadi hal-hal buruk lagi pada kalian.Aku seneng banget pokoknya kamu nikah sama Satrio, dia layak jadi suami kamu."ucapnya sambil memelukku
"Iyaa aamiin, makasih yaa, hati-hati kamu, pulang nya dijemput kan?."tanyaku
"Iyaa aa Jamal udah nunggu dari tadi tuh, yaudah dah Nadia dah Siska."ucapnya lalu meninggalkan aku dan Siska lalu menutup pintu
Lalu sekarang Siska pun izin pulang padaku.
"Nad, aku pulang juga deh, nggak enak ini sudah malam, kan nanti gangguin kalian lagi."ucapnya sambil membereskan tasnya
"Yah, koq pulang juga sih? aku kan masih pengen ngobrol dan cerita-cerita sampai pagi sama kamu.Nginep aja yaa tidur sama aku."ucapku memelas
__ADS_1
"Huss ... ngomong apa sih pengantin baru, yang ada kalau aku nginep , kapan kalian mesra-mesraan nya, lagian kamu harus nya sekarang membuat suamimu bahagia dong, kalau ada aku yang ada Satrio nanti gak nyaman dan tidur dirumah tetangga lagi."ucapnya senyum-senyum dan akhirnya tertawa
"Ih amit-amit, yaa jangan, masa kerumah tetangga. Yaudah deh kalau mau pulang nggak apa-apa, yuk aku anter kedepan."ucapku mengalah
"Hahaha, nggak usah Nad, mending sekarang kamu mandi dan ganti baju yang bagus yang minim gitu."ucapnya
"Ah Siska, aku malu tahu, kamu ih jangan bikin aku malu."ucapku
"Ya kan udah kewajiban istri Nad untuk tampil cantik bagi suaminya, bahkan dalam agama pun sangat diperbolehkan bahkan mungkin wajib, biar nggak ada pelakor, ih jaman sekarang tuh ngeri tahu, aku habis nonton Drakor jadi ngeri bayanginnya, pokoknya jangan sampai ada perempuan lain yang mepet suami kamu kayak Bu Meli dulu, secara suami kamu kan ganteng dan berwibawa, pasti banyak diluar sana yang mengincar, jadi hati-hati Nad."ucap Siska tertawa
"Kamu mah kebanyakan nonton drama sih, jadinya kayak gitu, ya aku sih yakin Satrio nggak mudah tergoda, aku janji bakal jaga dia dari godaan perempuan-perempuan tidak berakhlak."ucapku kesal
"Yaudah sekali lagi selamat yaa, jangan lupa hadiahnya dibuka dari aku, dijamin kamu suka dan butuh banget, kamu kapan-kapan ke Kafe lagi yaa, jangan mentang-mentang udah nikah terus lupa sama aku."ucapnya memelukku
"Iyaa aku mana mungkin lupa sama sahabat koplak ku, yaudah hati-hati yaa, dianter mang Ujang sana."ucapku
"Nggak usah, aku udah dijemput juga koq, yaudah see you pengantin baru, semoga cepat dapat momongan."ucapnya berbisik
Lalu Siska pun keluar pintu dan menutup nya lagi.
"Duh, aku deg-degan banget sih, kayak mau ujian sekolah ini mah, takut banget rasanya, gimana yaa? apa aku ke kamar Ibu aja."ucapku pelan
Tiba-tiba pintu terbuka dan Satrio masuk kamar , lalu menutup pintu nya lagi. Aku hanya duduk terdiam dan menunduk.
"Lho, lho koq kamu belum ganti baju sayang? kamu nungguin aku yaa? maaf tadi ada obrolan penting sama Nathan, tapi sekarang dia udah pulang dan titip salam buat kamu."ucap Satrio sambil membuka jas dan hendak membuka kemejanya
"Eh eh, jangan buka baju disini, aku nggak terbiasa, kamu mending mandi duluan aja, aku malu tahu."ucapku makin menunduk
Lalu Satrio menghampiri ku. Dan tidak jadi membuka kemejanya.
__ADS_1
"Hah malu ? koq sayangku malu sih, kan kita sudah suami istri, jadi aku berhak dong ngapain aja , apa kamu mau bareng mandinya?."tanyanya meledek
"Nggak, nggak usah Sat, jangan deket-deket aku, a...aku mandi duluan deh."ucapku
"Hahaha , Nadia Nadia aku cuma bercanda sayang, lagian aku maklum koq, kamu pasti belum terbiasa dengan keadaan seperti ini, aku nggak akan maksa untuk buru-buru melakukan itu, yang penting bagiku kita terus bersama. Oh yaa panggil aku Mas mulai sekarang, Ya?."ucapnya lalu mengecup kening ku
"I...iyaa Mas Satrio, aduh."ucapku memegang perutku
"Kamu kenapa Sayang?."tanyanya panik
"Nggak tahu perut aku sakit, aku ke kamar mandi dulu yaa."ucapku lalu berdiri
"Yasudah sana, kalau masih sakit kita kedokter yaa."ucap Satrio
Lalu aku ke kamar mandi , ternyata aku haid. Makanya perut aku sakit sekali. Mana gak ada persediaan lagi, masa aku harus minta tolong dia untuk beli itu.
Lalu aku keluar kamar mandi.
"Sayang kamu nggak apa-apa?."tanyanya sambil memegang tubuh ku
"Aku nggak apa-apa, boleh minta tolong belikan aku itu loh buat aku , aku lagi halangan."ucapku berbisik malu
"Hah ? halangan apa yaa? terus aku beli apa?."tanyanya
"Maksud aku, aku lagi haid Mas, tolong belikan pembalut."ucapku memberanikan diri
"Oh gitu, yaudah aku ke minimarket dulu, tapi aku sebenarnya nggak tahu bentuk nya seperti apa, yaudah biar nanti aku tanya Mbaknya aja disana, mending sekarang kamu tunggu aja yaa, aku sebentar aja koq, sekalian aku cari vitamin buat kamu."ucapnya
"Iyaa makasih yaa Mas, hehe."ucapku mencium pipinya
__ADS_1
Lalu dia tersenyum senang dan meninggalkan ku, dia pergi ke minimarket demi aku. Huh aku bodoh banget bisa lupa gini, kenapa aku bisa lupa tanggal dan lupa beli persediaan. Mudah-mudahan dia cepat datang deh, perut aku sakit. Untungnya dia itu perhatian banget, jadi aku bisa minta tolong, walaupun aku sebenarnya malu.