
Lalu setelah banyak melalui hari yang lelah ini, akhirnya kami pun tertidur pulas. Mungkin sudah beberapa jam kami tidur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu villa kami. Ku lihat jam ternyata baru jam 20.00. Lalu aku membangunkan Mas Satrio.
"Mas, bangun. Itu siapa yaa yang ketuk pintu kita ?."ucapku pada Mas Satrio sambil menepuk pundak nya pelan
"Oh iyaa sayang maaf, aku juga ketiduran. Aku juga nggak tahu itu siapa. Padahal aku belum pesan makanan. Apa itu jangan-jangan Salsa? ."ucap Mas Satrio menebak
"Oh bisa jadi Mas, Mas lebih baik kita sandiwara dulu, kita harus tahu motif dibalik Salsa datang mencari mu."ucapku
"Iyaa sayang, kamu aja yang buka pintunya, nanti jika itu dia , bilang saja aku tidur."ucap Mas Satrio mulai menjalankan rencana
Lalu aku keluar kamar dan membuka pintu. Ternyata benar itu Salsa.
"Nadia, mana Satrio?."tanyanya
"Tidur, kenapa nyariin suami orang?."tanyaku ketus
"Oh tidur, begini Nad, maaf yaa aku ganggu kalian malam-malam. Boleh nggak aku nginep disini beberapa hari aja. Villa yang aku sewa serem banget Nad, aku nggak berani sendiri."ucapnya berbohong sepertinya
"Hah nginep? emang kamu mau tidur di sofa?."tanyaku
"Iya nggak apa-apa, yang penting izinkan aku disini yaa. Janji deh nggak akan ganggu kalian."ucapnya pelan
"Masa sih? aku nggak percaya? bilang aja ini rencana kamu supaya deket-deket suami aku."ucapku tegas
"Baguslah kalau kamu sudah tahu, aku cuma mau buktikan kalau Satrio lebih cocok sama aku. Kamu harus menyaksikan nya sendiri."ucapnya berbisik padaku
"Oh yaa? kamu pikir aku takut. Buktikan aja. Yasudah masuk, kita lihat siapa yang pantas untuk Mas Satrio. Aku yakin kamu nggak tulus sama Mas Satrio, ayo kita bersaing secara sehat."ucapku menantang sekaligus menjalankan misi baruku
"Oh bagus deh kalau kamu setuju, jangan sampai habis ini kamu nangis-nangis lagi karena aku. Ketahuan mata kamu bengkak kan, pasti habis nangis? pasti gara-gara tadi aku mesra sama pacar aku, upss."ucapnya tertawa lalu masuk begitu saja dengan membawa koper dan ditaruh di sofa
"Ih dasar perempuan nggak tahu malu, sabar Nad, demi kebenaran. Harus pura-pura."batinku
Lalu aku mengunci pintu villa.
"Yasudah kamu tidur dikamar satunya aja, yang ada disebelah kiri,tapi jangan sampai masuk kamar aku dan Mas Satrio. Anggap saja aku sedang berbaik hati padamu, kasihan juga kalau bule kayak kamu tidur disofa."ucapku padanya
__ADS_1
Dia tidak mengatakan apa-apa, namun dengan angkuhnya masuk ke kamar dan menutup pintu. Heran ada perempuan suka pura-pura gitu, tadi aja didepan suamiku sok lembut.
Lalu aku kembali ke kamar.Dan menutup pintu.
"Mas habis sholat yaa?."tanyaku pada Mas Satrio yang sedang melipat sajadah
"Iya sayang, habis ini kita makan diluar yuk, tapi berdua aja."ucapnya
"Boleh Mas, kita belum makan malam. Tapi aku mau gak mau makan steak."ucapku padanya
"Iya nggak apa-apa, kita cari makanan lain aja, kita makan sate yuk ! ."ucapnya lalu mengambil jaket dan memakai kan untuk ku
"Eh boleh banget Mas, yuk."ucapku menggandeng tangan nya
Kami pun keluar kamar dan Salsa menunggu di sofa. Sejak kapan perempuan ini disini, mungkin dia menguping.
"Kamu mau kemana Yo? aku ikut yaa !."ucapnya
"Mau makan, yaudah ayo kalau mau ikut."ucapku langsung menjawab, padahal sebenarnya malas ngajak dia
Lalu kamipun berjalan bertiga, terlihat Salsa berusaha mengajak Mas Satrio mengobrol dan aku biarkan saja.
"Yo, kamu ingat gak makanan kesukaan aku?."tanyanya pada Satrio
"Nggak tau, kan siapa tahu selera mu berubah."ucap Mas Satrio singkat
Lalu aku jalan dibelakang mereka saja.
"Nad, ngapain kamu di belakang, sini."ucap Mas Satrio
"Nggak apa-apa, kalian jalan aja duluan."ucapku singkat
"Biarin aja sih dia dibelakang kita, mending kamu sampingan sama aku kayak dulu. Ingat kan waktu SMA dan kuliah kita itu selalu habisin waktu bareng, kemana-mana bareng. Bahkan kamu sering ajak aku makan keluar kayak gini. Terus ke kafe. Emang dari dulu kamu itu pengertian."ucapnya tak berhenti bicara
Sementara Mas Satrio hanya diam saja, sesekali dia mengangguk saja. Atau sekedar mengatakan "oh". Seperti nya benar cintanya ke Salsa sudah hilang. Terlihat sekali dia sangat resah melihat aku dibelakang nya, dia sering menengok ke belakang. Dia tuh lupa kalau kita kan cuma sandiwara aja jauh-jauh kayak gini. Mas Satrio, Mas Satrio !
__ADS_1
Salsa tak berhenti bicara terus mengumpulkan ingatan nya tentang kisahnya dulu bersama Mas Satrio. Sesekali dia menengok ke arahku seolah merasa menang. Padahal dia nggak tahu aja, kalau ini cuma pura-pura. Mana mungkin aku jauhin suamiku beneran. Tibalah kami di warung sate.
"Yo pindah aja yuk ke tempat steak. Aku nggak mau makan sate ah."ucap Salsa tahu kalau aku mau makan sate
"Kenapa?, bukannya dulu kamu mau makan apa aja?."tanya Mas Satrio
"Ya tapi aku mau makan , makanan kesukaan kamu Yo, biar kita mengenang masa dimana kamu ajak aku ke restoran terbaik di Bandung, terus nyuapin aku dengan mesra."ucapnya memanas-manasi aku
"Yaudah Mas, turutin aja dia."ucapku sebelum ditanya
"Oh ok kalau gitu, ayo kita kesana."ucap Mas Satrio
Sungguh Mas Satrio terlihat sangat dingin. Dia memang bisa menjaga komitmen nya.
Lalu kami sampai dan memesan steak. Salsa langsung duduk disamping Mas Satrio, seolah tak memandang adanya diriku. Cuma ku biarkan saja, biar ketahuan aslinya seperti apa. Aku pun duduk berhadapan dengan Mas Satrio.
Tidak lama pesanan datang. Salsa pun berusaha menyuapi Mas Satrio dengan menceritakan kenangan-kenangan dulu. Tapi yang ada ditolak sama Mas Satrio. Aku hanya bisa tertawa dalam hati. Sementara Mas Satrio malah menyuapi aku, karena dia tahu aku nggak bisa memotong steak.
"Sayang, makan yaa."ucap Mas Satrio sambil menyuapi aku
Aku pun menerima suapan itu.Memang Mas Satrio nggak bisa diajak sandiwara. Tapi aku malah suka. Tandanya dia mengakui aku didepan mantannya.
"Aku juga mau dong Yo."ucap Salsa merengek
"Maaf , kamu makan sendiri aja ya."ucapnya singkat
"Huh pelit. Nadia kamu koq nggak nyuapin Satrio? kamu nggak bisa ya memotong dagingnya?."ucap Salsa tertawa
"Duh ternyata dia tahu."batinku
Tiba-tiba Mas Satrio bangun dari kursi nya dan menghampiri aku dari belakang. Dibantunya aku memotong daging itu. Kedua tangan ku diajari dengan lembut.
"Aku bantu yaa sayang."ucapnya
"Iyaa Mas, makasih."ucapku
__ADS_1
Salsa hanya mendengus kesal.