
Lalu Ayah Nathan semakin mendekat ke Bapak.
"Pembunuh? siapa yang pembunuh? kamu kalau bicara jangan sembarang ! kamu nggak punya bukti untuk menuduh saya !"ucap Om
"Ka... kamu boleh mengelak sekarang, tapi nanti pasti kamu akan menerima balasan atas perbuatan mu dulu."ucap Bapak dengan muka yang makin memerah
"Maaf, ada apa ini sebenarnya?."tanya Nathan bingung
"Iyaa Pak, kenapa? Bapak kenal sama Ayah Nathan?."tanyaku penasaran
"Di..dia Hartono Nad, pembunuh orang tua nya Satrio yang pernah Bapak ceritakan padamu."ucap Bapak makin terlihat sakit
Aku kaget, benar-benar ini semua diluar dugaan.
"Jadi mereka pembunuh nya?."ucapku marah
"A..apa ? Benar Pah yang dikatakan Ayah Nadia?."tanya Nathan kesal
"Ti..tidak Nak kamu jangan salah paham, bukan Papah pelakunya, Papah mana pernah berbuat jahat sama orang lain, itu hanya tuduhannya saja."ucap Om
"Ka..Kamu berani-beraninya mengelak, sudah jelas dulu kamu yang melakukan nya dan bekerja sama dengan Panji, sekarang masih mengelak. Kamu kan yang membuat kecelakaan mobil orang tua Satrio dengan membuat rem mobil nya blong, lalu kamu juga yang menyuruh orang untuk membakar rumah Satrio dan membuat Tantenya meninggal, karena kamu dendam dan ingin menguasai harta kekayaan Wibowo, mengaku saja."ucap Bapak emosi dan makin sakit
"Kalian lebih baik pergi sekarang, jangan ganggu keluarga kami."ucap Ibu marah dengan menunjuk mereka dan mendekat ke sebelah kanan Bapak
Lalu aku kaget sekaligus takut Bapak kenapa-kenapa, lalu aku pun mendekati Bapak kesebelah kirinya dan memegangi Bapak , khawatir Bapak sakit jantung nya muncul lagi.
"Kamu nggak punya bukti untuk menuduh saya dan Panji. Jadi sebaiknya kamu jangan mengada-ada, jelas saya tinggal di Jakarta kala itu, mana mungkin saya yang melakukan itu semua, atau jangan-jangan kamu yang membunuh mereka. Lalu kamu memutar balikkan Fakta?."ucap Om
"Ka...kamu, pembohong ! , kamu kan yang menyuruh orang, jelas aku tahu rencana busukmu kala itu, aku bersumpah akan membuat kamu dipenjara dan aku bersumpah tidak akan menikahkan Nadia dengan anak mu."ucap Bapak tambah marah
"Sudah Pak."ucapku khawatir takut Bapak makin emosi dan sakit
__ADS_1
"Pak kita masuk kedalam saja yuk."ucap Ibu menenangkan
Namun Bapak menolak dan tetap berdiri dengan kondisi makin mengkhawatirkan.
"Nad sebaiknya kamu jangan menikah dengan Nathan, Bapak tidak akan setuju sampai matipun, lebih baik kamu cari Satrio."ucap Bapak pelan
"Pak, maaf, ini mungkin hanya salah paham, ayo kita bicara baik-baik Pak didalam, tolong jangan cabut restu untuk saya."ucap Nathan pada Bapakku
"Tidak Nak, Ayahmu memang bersalah, dia pelaku nya, bahkan ayahmu juga yang membuat Bapak dipecat dari perusahaan dan dituduh korupsi, jadi baiknya kamu jauhi Nadia, Bapak tidak Sudi berhubungan dengan keluarga mu lagi."ucap Bapak marah
"Sudahlah Nathan, ayo kita pulang, jangan kamu mengemis pada tukang fitnah seperti dia, di Jakarta banyak anak teman Papah yang cantik dan kaya, lebih dari Anaknya. Kamu lebih baik ikut pulang."ucap Om menarik tangan Nathan
"Iyaa, ayo kita pulang Nat, kamu nggak pantes sama dia, udah Mamah bilang, kamu cari istri yang berkelas saja, kamu sih ngeyel dan maksa, lagian apa bagusnya perempuan ini, dia cuma anak seorang pecundang."ucap Tante dengan nada angkuhnya
"Nggak, aku nggak mau pulang, aku mau melanjutkan lamaran ini, aku sudah berjanji dan aku nggak akan membatalkan."ucap Nathan
"Sebaiknya kalian pergi, pergi !"ucap Bapak marah dan tiba-tiba Bapak jatuh pingsan
"Ayo Nathan pulang."ucap Om dan Tante sambil menarik paksa Nathan
"Nad, kamu jangan marah sama aku, nanti aku janja akan menemui mu lagi."teriak Nathan
Sementara mereka langsung membawa Nathan masuk mobil begitu saja, tanpa menghiraukan apa yang terjadi pada Bapak. Dan mereka menyalakan mobil dan langsung pergi.
Lalu Bapak dibawa keruang tamu, ditidurkan di sofa.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, Bapakmu sudah tidak ada Nad."ucap salah seorang tetangga
"E.. enggak mungkin, Bapak cuma pingsan."ucapku tidak percaya dan mengecek urat nadi Bapak
Tapi ternyata benar, Bapak sudah meninggal.
__ADS_1
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un."ucapku sambil mengeluarkan air mata
"Sayang, nggak mungkin, kamu nggak mungkin ninggalin aku, kamu kan janji mau sama-sama terus dengan aku."ucap Ibu tak percaya lalu pingsan Begitu saja
"Bu."ucapku panik
Lalu Adik-adik yang tadi hanya diam ketakutan pun, sekarang menghampiri ku dan menangis sejadi-jadinya.
Tetangga pun membantu membawa Ibu ke tempat tidur.
"Neng Nadia, sebaiknya jenazah kita mandikan sekarang dan sholatkam dimasjid."ucap Pa RT yang merupakan saksi acara yang batal hari ini
"Dani, Galuh cepat kalian belikan kafan dan keperluan lain di pasar terdekat."ucap Pak RT pada tetangga ku
Aku yang masih berpelukan dengan Adik-adik ku, akhirnya melepaskan pelukan kami.Berusaha untuk tegar hari ini, demi mengurus jenazah Ayah.
"Iyaa Pak, mohon bantuannya dan maaf sudah merepotkan."ucapku menyeka air mata
"Iya Neng, Neng harus ikhlas, ini sudah kehendak Allah, sekarang Bapak akan menyuruh orang untuk mengumumkan kematian ayahmu ini di masjid."ucap Pak RT
"Iyaa Pak, makasih."ucapku singkat
Lalu kami mulai sibuk mengurus segala nya.
Hari ini adalah hari paling tersedih bagiku, bagaimana mungkin bisa terjadi semua ini? aku masih sulit mempercayai, harus nya hari ini menjadi hari bahagia, namun justru sebaliknya. Hari ini menjadi hari paling menyedihkan dihidupku. Aku bukannya membuat Bapak bahagia tapi malah membuat Bapak meninggal. Mungkin ini adalah takdir yang sudah Tuhan rencanakan, dibalik semua ini aku harus percaya bahwa ini yang terbaik dan memiliki pelajaran untukku.
Aku masih merasakan sesak di dada, aku rasanya nggak kuat untuk tetap berdiri, aku mau menangis sejadi-jadinya. Tapi aku harus bisa tegar, karena ini adalah hari terakhir Bapak. Aku harus mengurus Bapak sebaik mungkin, walaupun mungkin ini sangat terlambat, tapi hanya waktu ini yang aku punya. Aku harus kuat !
Lalu Bapak sudah dimandikan dan dibaringkan dengan kafan putih.
Lalu jenazah dibawa ke masjid untuk disholatkan.
__ADS_1
Setelah itu Bapak kami bawa ke pemakaman khusus warga di RT ku, inilah hari dimana Bapak akan berisitirahat dengan tenang. Dan aku janji akan memenuhi segala permintaan terakhir Bapak. Bahkan untuk mencari Satrio dan memutuskan hubungan dengan Nathan. Aku janji...