Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 9.2)


__ADS_3

Bohong jika Ai mengatakan dia tidak bahagia saat ini setelah mendengarnya. Dia sangat bahagia, di dalam dada datarnya ada suara yang menggebu-gebu memenuhi rongga telinga. Dia tidak kuasa menahan senyuman di wajahnya yang masih agak pucat.


Mungkin bisa dibilang dia 'agak' lega saat ini.


"Benarkah?" Dia bertanya malu, samar ada rona merah di pipinya.


Asri terinfeksi oleh senyuman malu-malu Ai. Hatinya juga terasa manis karena malam ini dia punya berkah tersendiri. Selain itu Asri ikut senang melihat Ai bahagia dan dia lebih senang lagi bila tebakannya benar bahwa Ustad Vano sesungguhnya mempunyai rasa kepada Ai.


Hei, mereka memang masih 17 tapi sebentar lagi 18 tahun, okay! Jatuh cinta itu wajar dan yang tidak wajar itu bila cinta digunakan dengan cara yang salah, misalnya seperti pacaran diluar sana!


Sejatinya fitrah cinta itu datangnya dari Allah, cinta bisa menjadi hadiah dari Allah namun bisa juga menjadi malapetaka bila digunakan dengan cara yang salah. Maka dari itu ketika merasakan cinta ada baiknya rasa itu disembunyikan dengan baik di dalam hati seperti Umi Fatimah RA putri Rasulullah Saw tercinta.


Simpan dan dengungkan di atas sajadah. Yakinlah Allah mendengar suara dan rintihan hamba-Nya. Dia tidak akan meninggalkan hamba yang datang meminta ridho kepada-Nya. Sebagai ujian, bila cinta itu bersifat sementara karena orang yang disukai tidak pantas, maka Allah akan menghapus fitrah itu melalui berbagai macam cara. Misalnya patah hati sama seperti yang Safira rasakan ketika jatuh cinta kepada Ustad Aldo. Lalu sebagai bentuk Allah mencintai Safira, Dia kirimkan Ali yang bermandikan ilmu kepadanya.


Hubungan mereka insha Allah diridhoi Allah karena berlandaskan cinta kepada Allah.

__ADS_1


Nah, cinta yang selalu melibatkan sentuhan Sang Pencipta tidak akan pernah gagal menyentuh hati orang-orang yang beriman. Bahkan kisah cinta orang yang beriman membuat kagum bercampur iri para penghuni langit. Mereka kagum karena ketaatan mereka kepada Allah dan mereka iri karena cinta yang hidup dihati mereka tidak membuat hati lalai pada Sang Pencipta.


لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ


Semua yang terjadi tidak luput dari kebesaran Allah SWT, manusia yang lemah tidak berdaya tanpa pertolongan dan perlindungan-Nya.


"Itu benar. Kamu bahkan digendong seperti pengantin baru oleh Ustad Vano di masjid tadi. Aku yakin beberapa gadis yang melihat kalian pasti akan sangat merasa iri kepada mu." Tentu saja, masalah ini sudah menyebar ke telinga banyak orang.


Mereka yang mengidolakan Ustad Vano pasti tidak rela melihat Ai dipeluk secara intim oleh Ustad Vano. Padahal mereka sudah lama menyukai Ustad Vano dan sangat berharap berbicara dengannya. Tapi Ai, gadis asing yang datang dari kota dan baru dua hari mendiami pondok gede tiba-tiba sudah mendapatkan keberuntungan ini.


Mereka semua dalam duka menunggu drama sengit selanjutnya, satu-satunya orang yang bisa melampiaskan kemarahan mereka hanyalah Almaira seorang dan mereka sungguh tidak sabar untuk itu.


Tidak ada yang munafik di sini. Urusan perasaan wanita adalah yang paling buruk dalam menyembunyikan kecemburuan. Bahkan, Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan wanita memang pandai menyembunyikan perasaan tapi tidak dengan kecemburuan.


Maka jangan heran ketika melihat mereka secara kompak mengharapkan Ai mendapatkan balasan dari keberuntungannya yang membuat sesak dada.

__ADS_1


"Ya Allah.." Wajahnya merona lebih terang lagi.


"Apa yang harus aku lakukan nanti bila bertemu dengan orang-orang yang tidak menyukai ku?" Ai tidak tidak khawatir.


Mega segera menepuk pundaknya dengan gerakan ringan.


"Apa yang kamu takutkan, Ai? Di sini memang tidak lepas dari manusia yang berhati buruk tapi tidak semua orang di tempat ini seperti itu. Mereka bermandikan ilmu, Ai, dan mereka pasti mempertahankan adab. Sekalipun cemburu tapi itu bukan berarti mereka harus menggunakan cara kotor untuk melampiaskannya. Tidak, Ai, tidak semua orang seperti itu di sini. Mereka tidak mau merendahkan diri mereka yang telah bersusah payah menuntut ilmu di sini hanya karena sebuah rasa cemburu, naudzubillah.. hati mereka pasti Allah jaga."


Apa yang Mega katakan memang masuk akal. Pondok pesantren sekali lagi jauh dari kehidupan orang-orang bebas diluar sana karena penjara suci ini hanya berfokus pada ilmu akhirat. Tidak ada yang memungkiri betapa sejuknya tempat ini dengan ilmu pengetahuan namun juga sarat akan perjuangan keras. Jadi, untuk semua rasa lelah 'ego' hati tidak akan mampu menghancurkannya.


Lagipula mereka sudah terbiasa hidup dalam adab yang baik dan aturan yang ketat, mereka disiplin dalam berbagai hal apalagi bila menyangkut hati.


Hati urusannya hanya kepada Allah SWT, mereka hamba yang lemah hanya bisa mengikuti alur yang Allah siapkan. Baik atau buruk jalannya, ini adalah ujian untuk mereka semua lewati.


"Benar, Ai. Satu-satunya orang yang mengalami masalah di sini menurut aku hanya Kak Frida saja karena yang lain sama sekali tidak terganggu dengan kita."

__ADS_1


Ai tersenyum, dia tahu pada akhirnya ini bukanlah tempat sembarangan tapi ini adalah pondok pesantren, penjara suci bagi para pengejar ridho Allah.


__ADS_2