
Setelah makan , Satrio ingin keluar sebentar dari kamar , ia ingin aku menemaninya ditaman rumah sakit. Aku akhirnya meminta izin kepada dokter dengan sangat memaksa, akhirnya diperbolehkan.
Satrio duduk di kursi roda dan aku yang mendorong nya
Lalu kami sampai di Taman. Dan Satrio, terlihat sangat senang sekali, maklum ini pertama kalinya dia bisa menghirup udara segar, setelah lebih dari sebulan dia selalu dirawat dikamar nya.
"Nad, aku senang deh bisa lihat langit sore lagi."ucapnya sambil menatap langit
"Syukurlah kalau kamu senang, emang kamu suka senja yaa ?."tanyaku
"Nggak, aku kan sukanya Nadia bukan senja."ucapnya tertawa
"Ih aku kan serius nanya, koq jawaban nya gak sesuai."ucapku kesal
"Haha, aku serius. Apa sih yang lebih indah di dunia ini? selain melihat senyum mu. Semua keindahan di dunia ini akan terlihat biasa saja, karena tertutup kecantikan mu."ucapnya
"Ah kamu, aku tuh padahal sebel banget kalau kamu gombal-gombal saat dulu, tapi sekarang malah kebalikannya. Tapi Sat, menurut aku ada yang lebih indah dari langit sore, yaitu menatap hujan yang turun. Karena hujan itu menyejukkan dan menenangkan hati, sesering apapun dia jatuh dia nggak pernah ngeluh, itu filosofi dari hujan yang aku pelajari."ucapku
"Wah kayaknya Nadia aku makin pinter yaa, aku makin bangga."ucapnya menatap ku
"Sat, masuk lagi yuk, udaranya sudah makin dingin, gak baik buat kesehatan kamu."ucapku khawatir
"Sebentar Nad, 5 menit lagi aja, aku ingin kayak gini terus sama kamu, ada diluar ruangan dan menatap langit yang sama. Aku takut ini nggak akan bisa ku nikmati lagi denganmu."ucapnya
"Lho, Sat. Koq ngomong nya gitu lagi, aku nggak suka ah. Kalau masih ngomong kayak gitu aku pergi nih."ucapku mengancam
"Ja...jangan pergi Nad. Tunggu, aku cuma bercanda."ucapnya memegang tanganku
Tiba-tiba Om Heru datang membawa bunga mawar putih dan sebuah kotak berwarna putih.
"Hei Sat Nad, kalian sudah lama nunggu ya."ucap Om tertawa
"Nggak Om baru aja kita disini."ucap Satrio
"Emang ada apa Om ? koq Om balik lagi?."tanyaku penasaran
"Eh ini Om hanya membawa pesanan Satrio."ucapnya sambil memberikan mawar putih dan kotak itu ke Satrio
Lalu Satrio berusaha bangun dan aku melarang nya.
"Eh, jangan bangun Sat, kamu.masih lemas."ucapku
"Nggak Nad, tolong sebentar aja izinkan aku menyampaikan ini."ucapnya
__ADS_1
"Ya udah tapi sebentar aja yaa, emang ada apa?."tanyaku
Lalu Satrio bangun dari kursi roda dan berlutut di hadapan ku.
"Nadia Maharani, dibawah langit yang indah ini, izinkan aku melamar mu, izinkan aku memintamu menjadi istri ku, mau kah kamu menerima aku?."tanyanya sambil membuka kotak yang ternyata adalah cincin untuk ku
Awalnya aku hanya kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.
Lalu aku mengangguk , mengiyakan permintaan nya.
"Iyaa aku mau Sat, aku mau menerima kamu."ucapku bahagia
Lalu Satrio memasangkan cincin itu Kejari manis ku. Lalu dia juga memberikan aku bunga mawar putih yang banyak itu.
Lalu dia berdiri kembali dan ku peluk dia erat.
"Makasih yaa Sat, kamu selalu bisa buat aku bahagia dengan semua caramu, aku bahagia banget bisa sama kamu."ucapku
"Iyaa sayang, apapun yang bisa buat kamu bahagia akan aku lakukan untuk mu."ucapnya
Ternyata banyak orang yang menyaksikan kami, mereka memberikan tepuk tangan dan selamat pada kami, begitu pun Om Heru.
"Selamat yaa Nadia dan Satrio, semoga kalian cepat-cepat ke pelaminan, biar bisa menikmati kehalalan sebagai pasangan."ucap Om tersenyum
"Iyaa Om makasih yaa Om."ucapku
"Sama-sama, Om senang kalau kalian juga senang.Jadi kapan kalian akan meresmikan ini dengan pernikahan? Om harap sih secepatnya, biar Satrio setiap hari ada yang menjaga dan menemani. Tahu sendiri Om ingin setiap hari disini, tapi Om harus mengurus pekerjaan."ucap Om
"Kalau Satrio kapanpun Nadia siap, Satrio siap Om, hanya Satrio nggak mau Nadia terburu-buru, biar Nadia menentukan sepenuh hati."ucap Satrio
"Jadi gimana Nad?."tanya Om tertawa
"Aku sih siap kapan aja Om, aku tergantung Satrio nya aja."ucapku malu
"Haha kalian lucu banget yaa, mengingatkan Om waktu masih muda dulu."ucap Om
Lalu Satrio yang masih berdiri dihadapan ku tiba-tiba terjatuh.
"Sat, kamu kenapa?."ucapku panik dan berusaha memegang nya , bunga pun aku lempar ke bawah
"Begitu pun Om Heru, langsung refleks membantu ku mengangkat Satrio.
"Nad, ayo kita segera bawa Satrio ke ruangannya dan panggilkan dokternya, Satrio pingsan lagi."ucap Om khawatir
__ADS_1
"Ayo Om."ucapku panik
Orang-orang pun banyak menghampiri kami dan berusaha membantu. Mereka pun kaget sekaligus cemas.
Lalu kami membawa Satrio keruangannya. Dan dia segera diperiksa dokter.
Seseorang yang menonton kami pun memberikan bunga mawar itu ke aku.
"Mbak ini bunganya tadi jatuh."ucap seorang Ibu
"Makasih yaa Bu."ucapku padanya
"Semoga pacarnya cepat sehat yaa Mbak."ucap Ibu itu
"Aamiin.. Makasih Bu."ucapku
"Sama-sama Mbak, kalau gitu saya permisi."ucapnya
Aku hanya mengangguk.
Aku sungguh merasa khawatir dan bersalah, ini semua salahku, aku salah telah membawanya keluar ruangan, padahal jelas kondisi nya tidak baik.
"Udah Nad jangan cemas, kita berdoa aja agar Satrio tidak apa-apa."ucap Om berusaha menenangkan ku
Lalu Om mengajakku duduk. Dan kami duduk bersama.
"Om ini semua salah Nadia, coba tadi aku nggak menuruti kemauan Satrio, pasti Satrio nggak pingsan lagi."ucapku sedih
"Nggak koq Nad, emang Satrio sudah bilang ke Om, kalau sore ini mau langsung melamar mu, dia takut nggak ada waktu lagi."ucap Om sedih
"Sebenernya emang sekecil itu yaa Om kemungkinan Satrio sehat lagi?."tanyaku panik
"I...iyaa Nad, seperti yang Om bilang ke kamu, hanya 10% kemungkinan untuk tetap hidup, tapi gairah hidup nya sekarang sebenarnya makin besar setelah kamu ada. Maka Om minta banget sama kamu, kamu tetap disini yaa, jangan kemana-mana, kamu nggak usah khawatir tentang apapun, termasuk keluarga mu, itu Om yang akan mengurus, yang penting Nadia tetap disisi Satrio apapun yang terjadi."ucap Om meminta ku
"Tapi Om tadi aku tanya ke dokter katanya kemungkinan hidupnya besar?."ucapku
"Yah itu permintaan Satrio pasti, supaya kamu masih semangat menemaninya."ucap Om menunduk
"Terus kita harus apa Om?."tanyaku
"Biarkan Satrio dirawat disini aja, cuma Om harap kamu sering disisinya. Jika mau pulang silakan, nanti gantian sama Om aja, nanti ada Ujang yang menemani kamu untuk pulang sebentar. Untuk kedepannya Om masih berdiskusi dengan dokter, apakah masih dirawat disini atau pindah ke luar negeri, itu masih menjadi pertimbangan. Karena Satrio maunya disini. Mungkin Nadia bisa membujuk nya untuk pindah perawatan."ucap Om
"Apapun demi kebaikan nya akan aku lakukan Om."ucapku
__ADS_1