Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Baikkan ?


__ADS_3

Lalu tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh Mas Satrio dan dia menguncinya dari dalam. Seperti nya dia sudah selesai berbicara dengan perempuan itu. Dan mungkin perempuan itu sudah keluar, karena aku mendengar pintu luar juga sudah dikunci.


Aku masih berdiri menghadap jendela setelah menelpon.Dan Mas Satrio memelukku dari belakang.


"Sayang kamu kenapa? kamu habis nangis ? kamu marah yaa sama aku?."tanyanya


Lalu aku melepaskan pelukan nya, aku ingin memberikan nya pelajaran padanya. Aku ingin dia mengerti bahwa perempuan tidak suka dibagi cintanya dan tidak suka diperlakukan seperti ini. Aku mau mengetes perasaan nya padaku.


"Sudahlah Mas, aku capek mau istirahat. Kamu urus aja tuh pacar kamu sana."ucapku lalu tidur dan menutup selimut ke badanku


Lalu Mas Satrio ikut berbaring dan malah memelukku.


"Nad, jangan marah ya, kamu salah paham aja koq. Kamu harus dengerin aku dulu."ucapnya menatapku


"Apa yang mau kamu jelaskan? kamu mau bilang akan balik lagi sama dia terus ceraikan aku? atau kamu mau duain aku? Halah laki-laki memang sulit dipegang janjinya, harusnya aku gak mudah terbuai dan percaya."ucapku kesal


"Nad, kamu cemburu yaa ?."ucapnya tertawa


"Nggak koq, PD banget kamu. Siapa yang cemburu. Yaudah sana kembali aja sama dia, kan kalian belum putus."ucapku menutup mukaku dengan bantal putih itu

__ADS_1


"Hei cantik, kamu tuh kalau lagi marah tambah gemes yaa. Dengerin dulu sayangku, emang kamu mau suami kamu diambil perempuan lain?, yaudah kalau gitu aku pergi, buat apa aku disini kalau istri ku nggak percaya sama aku."ucapnya hendak meninggalkan ku


Lalu aku menyerah dengan sandiwara ku sendiri. Ku buang bantal di wajahku ke samping dan ku tarik tangan nya Mas Satrio. Dia pun terjatuh di sampingku. Lalu ku peluk erat tubuhnya. Aku nggak akan membuat dia pergi.


"Mas, jangan gitu dong, jangan tinggalin aku.Aku kan cuma minta kepastian. Kamu tuh jahat banget sama aku. Tadi aku denger apa yang kalian bicarakan, aku lihat kamu dipeluk, dipegang tanganmu dan kalian hampir ciuman kan? . Aku cemburu, aku marah, aku nggak suka suamiku disentuh perempuan lain."ucapku sambil menangis tersedu-sedu, ini bukan akting


"Nadia sayang, jangan nangis gitu. Kamu belum dengar semuanya. Aku awalnya hanya mendengar kan penjelasan Salsa saja koq. Tapi bukan berarti aku menyetujui permintaan nya yang tak masuk akal. Aku tahu koq, kamu lihat aku diam-diam kan ?, makanya sengaja aku ingin melihat eskpresi kamu. Ternyata kamu beneran sayang sama aku, kamu ternyata cemburu. Aku lega rasanya, ternyata cinta ku nggak bertepuk sebelah tangan sama kamu. Dan Salsa sudah ku suruh pergi dari villa kita. Ya cuma aku nggak tahu apa dia akan masih mengganggu kita atau tidak. Karena mungkin aja dia sekarang masih disekitar sini. Tadi setelah kamu menutup pintu, aku memutuskan hubungan aku dengan nya, aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan aku berjanji hanya akan mencintai Nadia dan hanya Nadia istri ku seorang, gak ada yang lain."ucapnya juga sambil memelukku dan mencium keningku berkali-kali, lalu menghapus air mata ku dengan tangannya


"Mas gak bohongin aku kan ? bukannya Mas masih perduli dan sayang sama dia? aku takut kamu ninggalin aku demi dia."ucapku pelan karena susah berbicara setelah habis menangis


"Nggak Nad, aku sudah memutuskan sejak bertemu kamu untuk hanya mencintai dan setia kepada mu. Memang aku pernah cinta dengan nya dulu, tapi aku rasa itu sudah berlalu. Kamu bisa pegang ucapan ku sebagai laki-laki, bahwa aku Satrio Utomo Wibowo hanya akan mempunyai istri 1 , yaitu Nadia Maharani dan tidak akan pernah tergoda perempuan lain. Dan perihal aku peduli sama Salsa hanya sebatas rasa kasihan, karena sejak remaja Salsa sudah menderita sakit Asma. Jadi aku takut asma nya kambuh. Setidaknya aku bukan laki-laki jahat, jadi tetap aku nggak akan melukai siapapun.Jadi jangan salah paham yaa, kita harus saling terbuka."ucapnya terus memegangi pipiku


"Iyaa sayang ku, percaya yaa sama Mas. Mas nggak bohong. Mas sebenarnya masih agak bingung, kenapa Salsa muncul lagi sekarang ketika kita sudah menikah, aku ingin menyelidiki motifnya. Aku takut dia melukai kamu sayang, aku melihat dia benar-benar berubah, seperti bukan dia yang dulu. Mungkin pergaulan diluar negeri membuat nya begitu. Makanya aku ingin tetap baik dengannya, untuk menyelidiki dia. Kamu bantu aku yaa untuk menyelidiki ini semua."ucap Mas Satrio


"Oh yaa Mas, tadi kata Bi Nunung, yang membocorkan rahasia kita ada disini itu Bi Wati. Bi Wati diam-diam menemui seorang perempuan, yang aku curigai itu pasti Salsa.Cuma aku pesan untuk Bi Nunung pura-pura nggak tahu dan tetap menyelidiki untuk memberikan informasi kepada kita."ucapku lalu melepaskan pelukan ku


"Oh pantes dia bisa tahu kita disini. Berarti kita harus lebih waspada lagi, nanti jika sudah dirumah akan aku cari bukti tentang kerjasama mereka. Mudah-mudahan orang-orang dirumah baik-baik saja."ucap Mas Satrio khawatir


"Iyaa Mas, lebih baik kita segera pulang aja. Aku cemas dengan orang-orang dirumah. Lagian disini sudah nggak nyaman lagi. Nggak apa-apa kan Mas kalau kita pulang secepatnya?."ucapku

__ADS_1


"Ya tapi sepertinya kita disini sampai besok dulu yaa sayang. Karena aku harus mengurus semuanya dulu.Ini juga aku sedang mencari informasi tentang keluarga Salsa, kenapa mereka bisa kembali ke Indonesia, tadi Salsa tidak memberitahu informasi apapun. "ucapnya


"Iyaa Mas, makasih yaa sudah selalu terbuka padaku dan aku cinta banget sama kamu.Mudah-mudahan nggak ada masalah lagi ya."ucapku


"Iyaa Aamiin sayang, aku juga cinta sama kamu. Oh ya kamu kapan selesai nya?."ucap Mas Satrio memberi kode rahasia padaku


"Ehm.. aku besok kayaknya udah selesai deh Mas. Jadi besok kita bisa itu."ucapku malu


"Tapi besok katanya mau pulang?."tanyanya


"Yaa jangan pulang besok deh, lusa aja."ucapku malu


"Oh jadi masih mau mesra-mesraan disini?, katanya nggak nyaman?."ucapnya meledek


"Hehe aku mau malam pertama kita disini Mas. Biar lebih berkesan."ucapku malu dan membalikkan badanku


"Baiklah, kalau kamu masih mau disini, aku sih senang banget. Jadi kita bisa fokus berdua. Nanti untuk masalah dirumah akan ku minta Mang Ujang mengawasi. Hanya dia sekarang yang dapat kita percaya."ucap Mas Satrio


*Jadi intinya harus saling percaya yaa gusy !!!

__ADS_1


__ADS_2