Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Balasan Surat Untukmu


__ADS_3

Aku membuka mataku perlahan, pandangan ku agak kabur, jadi tidak terlalu jelas apa yang ku lihat, namun ku lihat seorang pria sedang berada di sisiku, menggenggam tangan ku erat. Mungkin kah ini Satrio.


"Sat, kamu udah kembali?."tanyaku dengan suara parau


Lalu laki-laki itu menatap ku lekat. Ternyata dia adalah Pak Nathan.


"Nadia, kamu sudah bangun? , syukurlah."ucapnya


Lalu aku menarik tangan ku dari genggaman nya.


"Iyaa maaf Pak, mana Satrio Pak, dia sudah kembali kan?."tanyaku sedih


"Nad, baiknya kamu istirahat dulu saja, lihat wajahmu pucat dan matamu sembab, jangan pikirkan Satrio dulu, aku yakin dia baik-baik saja, dia laki-laki yang kuat dan dapat menjaga dirinya dengan baik. Sekarang aku sudah menyuruh orang suruhan ku untuk mencari nya, begitu pun Om Heru juga sedang mencari. Jadi jangan khawatir."ucapnya


"Aku kira dia sudah kembali, kenapa sih dia ninggalin aku disaat seperti ini?."tanyaku lalu meneteskan air mata


Lalu Pak Nathan memegang tangan ku kembali.


"Percayalah Nad, Satrio melakukan semua ini dengan pertimbangan matang, mungkin dia ingin menenangkan dirinya dulu, aku janji akan menjaga dan mencintai kamu, seperti yang Satrio lakukan padamu, tolong kamu beri kesempatan untuk aku Nad."ucap Pak Nathan


Lagi-lagi aku melepaskan genggaman itu. Tidak semudah itu perasaan ini bisa berubah haluan, meskipun dulu aku begitu penasaran pada Pak Nathan, tapi ku tahu itu bukanlah cinta yang kucari.


"Maaf Pak, saya belum bisa. Bapak harus ngerti perasaan saya, bagaimana pun saya harus temui Satrio sekarang, saya takut terjadi hal buruk padanya, apalagi dia baru keluar rumah sakit."ucapku sambil meneteskan air mata


Pak Nathan pun menghampiri ku dan mengelap air mata ku.


"Sudah Nad, jangan menangis lagi, sekarang kamu pulihkan dulu dirimu, baru kamu bisa kembali mencari nya, aku janji akan membantu mu."ucapnya menenangkan


"Makasih yaa Pak."ucap ku dengan senyum terpaksa

__ADS_1


"Yasudah aku ambilkan makan dan minum dulu untuk mu."ucap nya


Aku hanya mengangguk.


Lalu dia pergi ke dapur rumah Satrio.


Aku pun bangun dari tempat tidur Satrio dan menatap sekeliling kamar. Ternyata disini banyak yang berubah, salah satu nya adalah foto Salsa dan Satrio sudah tidak ada. Melainkan disini hanya ada Foto-foto ku. Yang entah kapan Satrio mengambil nya. Memang dasar pencuri, bahkan hatiku ikut kamu bawa.



Aku yakin mungkin suatu saat dia akan diam-diam kembali ke kamar nya. Jadi kenapa tidak ku tulis surat balasan untuk nya. Semoga ketika dia ke kamarnya dia akan membacanya.


Lalu ku ambil buku dan pulpen dimeja kerja Satrio. Aku pun mulai menulis.


#Surat Untuk Mas Satrio Yang Menyebalkan


Halo Masku...


Kamu senang kan kalau aku panggil kamu Mas? hehe


Baru beberapa jam saja aku ditinggalkanmu, aku merasa sudah sangat kehilanganmu.


Bagaimana jika itu terjadi seterusnya, aku tak akan pernah bisa membayangkan , pasti betapa hatiku akan sunyi dan hancur rasanya.


Ternyata kamu benar, bahwa semua wanita yang dekat denganmu, pasti akan takluk denganmu. Kini bodohnya aku pun terperangkap dalam perasaan cinta ini. Perasaan yang baru aku akui hari ini padamu.


Bagaimana bisa , kamu meminta orang lain untuk menggantikan kehadiranmu dihidupku, aku nggak akan bisa menerima permintaan mu itu.


Sat, Kamu sayang nggak sih sama aku?

__ADS_1


Kalau kamu sayang harus nya kamu nggak ninggalin aku. Percayalah aku akan mau ikut kemanapun kamu pergi, aku akan mau merasakan apapun yang kamu rasakan, bahkan kesedihan maupun ketakutanmu, aku siap merasakan, asal ada kamu disisiku, aku mau dan aku akan bahagia.


Sat, maaf. Mungkin aku perempuan bodoh, yang sudah berani mengelak perasaan ku sendiri padamu, andai saja kala itu di air terjun aku menerima mu, pasti mungkin hari ini aku tak akan kehilangan mu. Tapi bukan kah kamu berjanji akan menunggu ku ? Tapi kenapa sekarang kamu malah pergi dan tak bisa menunggu? kamu tega !


Satrio awalnya aku memang sangat membencimu, aku benci dengan kesombongan dan sikap mu yang suka mempermainkan perempuan. Tapi ternyata benar adanya, kebencian dan cinta sebenarnya hanya memiliki sekat yang tipis, yang dapat berpindah dari satu perasaan ke perasaan lain. Dan kebencian itu kini berubah jadi rasa cinta yang mendalam. Apalagi setelah aku tahu kepribadian mu yang asli, itu sangat mengagumkan dan sangat membuat aku bangga padamu. Itulah yang membuat aku tak berhenti memikirkan kan mu.


Jika kamu tanya kapan aku mulai mencintai mu? pasti aku akan jawab, saat malam dimana kamu menyelamatkan hidupku untuk kesekian kalinya, nggak pernah ada orang dihidupku yang rela mengorbankan apapun hanya demi aku. Tapi kamu mampu dan aku mengagumi tindakan mu itu.


Bahkan, nggak ada orang yang mau melakukan apa yang aku mau. Tapi kamu ? selalu saja jadi orang terdepan yang mau menyenangkan aku. Kamu mau mengajak aku makan dipinggir jalan, kamu mau membelikan mawar putih untuk ku bahkan kamu mau menyenangkan keluarga dan tetangga ku. Haha... Benar-benar kamu laki-laki baik yang Tuhan ciptakan.


Sat, berjanjilah kamu akan baik-baik saja dimana pun kamu berada. Aku janji akan jaga diriku baik-baik untukmu.Aku janji akan menunggu mu. Sat, jika kamu sudah membaca ini, izinkan aku memberitahu mu, bahwa aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu sampai kapanpun.


Sat, aku selalu berdoa untuk kebaikan mu dan keselamatan mu. Aku nggak mau lihat Satrio yang sedih dan kesepian lagi, aku benci itu.Aku mau lihat Satrio yang selalu tersenyum, tertawa bahkan melakukan hal-hal menyebalkan. Itu lebih baik untuk ku. Untuk memastikan bahwa kamu selalu baik-baik saja.


Sat, I love you. Jaga diri baik-baik dan kembali lah untuk ku. Aku akan menunggu mu.


Yang mencintaimu


~Nadia Maharani


Tak terasa air mata menetes ketika menulis ini, banyak hal yang ingin ku sampaikan, namun aku udah nggak kuasa untuk menulisnya. Akhirnya buku itu ku simpan diatas meja kerjanya. Berharap jika dia kembali , dia akan membacanya.


Lalu tiba-tiba Pak Nathan datang membawa semangkuk bubur dan air putih di nampan.


"Nad, ayo kamu makan dulu, kamu memang lagi ngapain disitu?."tanyanya


"Enggak Pak, saya sedang memandangi kamar Satrio saja."ucapku lalu berdiri dan kembali duduk ditempat tidur Satrio. Aku nggak mau Pak Nathan tahu aku menulis surat untuk Satrio.


"Oh begitu, sudah lah jangan bersedih lagi, mulai hari ini ada aku yang akan menjagamu, ayo makan , aku akan suapimu."ucapnya sambil menaruh nampan dan isinya dimeja dekat tempat tidur Satrio.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk dan akhirnya mau disuapi, karena bagaimanapun aku harus sehat agar bisa mencari Satrio.


Lalu Pak Nathan dengan sabar menyuapiku.


__ADS_2