
Lalu setelah nyanyi buat Satrio aku langsung kerja lagi melayani tamu, sementara Satrio masih asyik ngobrol sama Pak Nathan, dia sambil nungguin aku kerja.
Pukul 21.00
Waktunya pulang kerja.
"Mas, yuk pulang, aku udah selesai nih."ucapku pada Satrio dalam rangka sandiwara
"Oh sudah selesai yaa sayangku, ayo kita pulang."ucapnya pada ku
"Kalian makin romantis aja deh, cepet-cepet nikah lah."ucap Pak Nathan
"Lu dulu aja bro, kan lu udah lama tuh pacaran, cepetan lah halalin , masa pacaran kayak bayar angsuran rumah."ucap Satrio tertawa
"Haha bisa aja deh lu, gue juga maunya cepet tapi Meli belum siap katanya, yaudah sana pulang, awas Nadia jangan diapa-apain."ucap Pak Nathan mengalihkan pembicaraan
"Tenang bro gue bakal jagain sepenuh hati gue, bahkan nyawa taruhannya."ucap Satrio
"Alah ngomong doang."ucap Pak Nathan
Lalu aku izin pulang pada Pak Nathan.
"Pak Nathan, kami duluan yaa."ucapku tersenyum pada Pak Nathan
"Iya hati-hati yaa Nad, Nadia jangan mau dimodusin sama dia."ucap Pak Nathan tertawa
"Huh awas aja lu bro."ucap Satrio tertawa pada Nathan
Lalu kami pun pamit kepada teman-teman kerja ku, aku pun hari ini masih tinggal dirumah Satrio, mungkin setelah dari Bogor, aku baru kembali ke paviliun Pak Nathan.
Lalu Satrio membukakan pintu mobil untukku, ditutup nya pintu mobil itu lalu dia pun masuk, seperti biasa dia tidak pernah lupa memasangkan seat belt untuk ku.
__ADS_1
"Sat, aku laper deh, temenin makan yaa."ucapku manja karena udah kelaparan banget
"Ya ampun kamu laper? hayoo kita makan ! , kamu mau ke restaurant mana?"ucap Satrio sambil menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan mobil tidak lupa dia membunyikan klakson mobil kepada Pak Satpam Kafe sambil melambaikan tangan.
"Nggak ah, aku maunya makan pecel lele, mau yaa? please, aku kangen banget sama pecel lele."ucapku menatap nya
"Oh lebih kangen pecel dari pada aku?."tanyanya
"Ih cemburu masa sama pecel."ucapku tertawa
"Yaudah kita cari yang dipinggir jalan aja ."ucapnya
Lalu kami berhenti di warung pecel lele dipinggir jalan. Lagi-lagi dia memperlakukan ku dengan baik dibukakan pintu mobil untukku.
"Nad, pakai jaket nih, aku tadi sengaja beli buat kamu di mall, khawatir kamu kedinginan, kan jaket kamu dirumah Nathan."ucapnya sambil memakaikan ke aku
Aku hanya tersenyum dan terdiam, namun tak menolak kebaikan nya.
"Makasih yaa ,peka banget sih, yuk ah cepetan pesan , aku udah super laper."ucapku manyun
Lalu kami duduk didalam tenda pecel, aku pun memesan 2 pecel lele +nasi dan air teh hangat.
"Maaf yaa Sat, mungkin kamu nggak terbiasa makan disini, aku jadi ngerasa nggak enak."ucapku pelan
"Kenapa minta maaf? lagian ini malah bagus buat aku, aku jadi belajar untuk hidup sederhana seperti mu."ucapnya
"Oh iya Sat, besok kamu mau ikut ke Bogor nggak? kerumah orang tua ku?"tanyaku
"Besok? , emm sebenarnya ada rapat sih, tapi kalau kamu mau banget aku temenin, ok aku bisa, nanti aku batalin semuanya demi kamu, kasihan kalau kamu pergi sendiri, apalagi aku pengen kenal keluarga kamu."ucapnya menatapku dalam
"Duh aku jadi nggak enak, maaf yaa, aku cuma pengen kamu nenangin pikiran, makanya aku ajak kamu kerumah ku dikampung, tapi Pak Nathan katanya mau ikut, gak apa-apa kan?"tanyaku
__ADS_1
"Oh Nathan mau ikut? yaa silakan saja, aku malah seneng, gini yaa Nadia, aku akan senang dengan apapun yang kamu senangi, jadi nggak usah khawatir, bukannya itu bagus, kamu jadi bisa lebih dekat dengan Nathan, kalau emang kamu cinta dia, kejar aja Nad, aku nggak apa-apa, dihidup aku ini, sudah nggak ada lagi yang perlu aku khawatirkan, aku cuma mau semua orang yang aku sayang bahagia, termasuk kamu."ucapnya sedih
Jujur aku juga sedih mendengar perkataannya, mana ada orang yang rela berkorban demi orang lain segitu dalamnya, bahkan ini baru pertama kali aku merasakan dipedulikan, entah perasaan apa yang ada di hatiku, kasihan kan? atau malah benar kata Mimin, aku sudah jatuh cinta beneran.
"Hei Nad, tuh malah melamun, kamu kenapa sih, koq sedih?."tanyanya
"Nggak, aku terharu aja, kamu sampai segitunya nyuruh aku deketin Nathan, emang kamu nggak apa-apa?"ucapku bertanya
"Sama sekali nggak apa-apa, kamu pernah baca kutipan Fiersa Besari ? yang bunyinya :
"Cinta bukan melepas, tapi merelakan.
Bukan memaksa, tapi memperjuangkan.
Bukan menyerah, tapi mengikhlaskan.
Bukan merantai, tapi memberi sayap."
Jadi aku juga nggak tahu perasaan apa yang ada di kepala dan hati ku tentang mu, aku nyaman benar-benar nyaman dekatmu, mungkin aku sayang kamu, kamu berbeda dan istimewa. Kamu selalu membuat aku ngerti bahwa hidup nggak seburuk itu, kamu yang bikin aku jauh lebih baik-baik saja dari sebelumnya. Aku sampai sekarang ragu untuk memastikan ini perasaan apa?
Cuma yang hati aku tahu, kamu harus bahagia, apapun yang membuat kamu bahagia, aku akan turut merasakan. Karena aku nggak mau mengatur perasaan mu, untuk sandiwara itu kewajiban mu menuruti aku, tapi untuk keaslian hidup mu, aku tak berhak ikut campur, jadi Nadia mulai sekarang harus mengejar apapun yang Nadia mau, aku ikhlas, asal Nadia bahagia dan jangan pernah bersedih, cukup aku aja yang merasakan segala pahitnya hidup."ucap Satrio berkaca-kaca
Tiba-tiba kami dikagetkan dengan nasi dan pecel lele yang sudah siap disantap. Aku dan Satrio pun mulai makan. Ku lihat Satrio tidak malu sama sekali bahkan sangat lahap makan pecel nya.
Namun dihatiku , aku merasakan rasa sakit yang amat dalam, karena ucapan Satrio sungguh membuat aku nggak bisa berkata apa-apa, apa tadi maksudnya dia sudah mulai mencintai ku? dan dia menyuruh ku mengejar Nathan? Satrio sungguh pria aneh yang tidak bisa ditebak dan aku adalah seorang perempuan yang sedang terjerumus dalam permainan ku sendiri. Rasanya perasaan ini berkembang pesat seiring berjalannya waktu. Semua perkataan dan sikapnya benar-benar menyentuh hati ku yang dingin. Ah Satrio kenapa aku harus mengenal mu. Itulah kata-kata yang terucap dibatinku ini. Meskipun aku sedang makan dengannya, namun pikiran ku malah teringat dengan ucapan-ucapannya barusan.
"Nad, ini asli enak lho, aku baru pertama kali kesini, koq kayaknya lidah ku cocok."ucapnya mencair kan suasana yang beku
"Iyalah enak, kamu sih makannya direstaurant mulu, sekali-kali bantu pedagang pinggir jalan, makanan mereka enak dan bersih koq, kualitas nya nggak kalah sama restaurant."ucapku tersenyum
"Iyaa deh , maaf aku kan emang gak tahu, lagian nggak pernah ada yang ngajak, untung kamu ngajak aku, jadinya aku tahu betapa enaknya makan dipinggir jalan apalagi sama kamu."ucapnya tertawa
__ADS_1
"Ih gombal lagi deh."ucapku
Lalu kami tertawa bersama...