Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Nadia vs Melisa


__ADS_3

"Silakan duduk Pak Bu."ucapku


"Makasih Nad, gimana keadaan Satrio, tuh anak nggak pernah berubah susah kalau disuruh stay dirumah sakit."ucap Pak Nathan sambil duduk


Tiba-tiba Bi Nini datang.


"Maaf Pak Nathan dan Bu Meli, mau minum yang hangat atau yang dingin?."tanyanya


"Oh saya minum yang hangat aja yaa Bi, tapi jangan kopi, teh aja, makasih ya Bi."ucapnya


"Kalau saya sama aja sama Nathan."ucap Melisa dengan senyum palsunya


"Ok kalau gitu Bibi permisi."ucap Bibi lalu meninggalkan kami


Lalu aku menjawab pertanyaan Pak Nathan yang sempat tertunda ku jawab.


"Satrio sebenarnya kelihatan nya sehat Pak, tapi sebenarnya kata Dokter dia musti banyak istirahat, secara lukanya masih terasa, ya tapi tahu sendiri Satrio selalu nutupin rasa sakitnya."ucapku


"Terus Satrio sekarang dimana ?, please saya mau lihat dong Nad."ucap Bu Meli pura-pura baik


"Lagi istirahat dikamar Bu, kata Dokter jangan diganggu dulu, tadi habis minum obat juga, besok-besok aja yaa Bu, kan kasihan Satrio."ucapku


"Iyaa benar sebaiknya kita jangan ganggu istirahat nya kasihan dia, oh yaa Nad ini kita bawakan kue kesukaan Satrio, nanti tolong diberikan yaa."ucap Pak Nathan


"Oh yaa makasih Pak."ucapku


Lalu Bibi datang membawa minuman teh hangat nya.


"Ini silakan diminum Pak Bu."ucap Bibi


"Makasih yaa Bi, jadi ngerepotin."ucap Pak Nathan


"Ah Pak Nathan, kayak sama siapa aja, maaf yaa saya tinggal dulu, saya lupa angkat jemuran."ucap Bibi


"Iyaa Bi, silakan."ucap Pak Nathan


Lalu Bibi meninggalkan kita.


"Nad, tolong anterin saya ke kamar mandi dong, saya kebelet nih, bingung kamar mandi nya dimana ? ."ucap Melisa


"Oh ayo Bu, ikut saya."ucapku , udah feeling nih pasti ada apa-apa


"Sayang, tunggu aku yaa, pulang nya nanti dulu."ucap Melisa

__ADS_1


"Iyaa sayang , sana sama Nadia. Nad, minta tolong yaa."ucap Pak Nathan


"Iya Pak."ucapku


Lalu aku mengantar Melisa ke kamar mandi yang dekat dengan dapur.


Tapi seperti dugaan ku dia hanya ingin mengajak bicara dengan ku, agar Pak Nathan tak tahu.


"Udah , udah disini aja, gue mau ngomong sama lu."ucapnya ketus


"Oh mau ngomong, ngomong yaa ngomong aja sih Bu, ribet amat."ucapku santai


"Cupu, lu pakai susuk apa sih? sampai-sampai Satrio mau sama lu? pakai berubah segala lagi, jelek mah yaa jelek aja."ucapnya


"Yaelah mau ngomong itu doang Bu, denger ya Ibu Meli yang terhormat, saya mah anti pakai dukun-dukunan, emang saya Ibu yang pakai begituan buat dapetin Pak Nathan. Nih yaa emang udah takdir saya tuh dicintai sama Satrio, masalah buat Ibu?."ucapku tersenyum kecut


"Heh berani banget lu sama gue, lu tuh yaa cuma perempuan gak punya harga diri, habis dibayar berapa lu sampai mau tidur sama Satrio, pasti lu goda Satrio pakai tubuh lu kan."ucapnya melotot


Prak...(Lalu aku menampar pipi kanannya)


"Ibu kalau ngomong jangan asal yaa, saya nggak pernah menggoda siapapun, lagian saya masih tahu batasan, kalaupun sekarang saya ada disini dan nginep, saya bisa jaga diri saya, tujuan saya cuma mau jaga Satrio karena dia lagi sakit, lagian Ibu nggak butakan? disini bukan saya aja, ada Bi Nini juga, jadi saya nggak cuma berduaan."ucapku kesal


"Halah, gak usah munafik deh lu, lu butuh uang berapa? nanti gue kasih, yang penting lu pergi dan jauhin Satrio sekarang juga."ucapnya


"Heh , berani yaa lu sama gue, awas aja lu, kalau sampai lu nggak jauhin Satrio, lu akan dapet penderitaan yang sebelumnya lu nggak bayangin."ancamnya


"Oh Ibu takut kesaing sama saya? katanya saya cuma perempuan cupu dan miskin, masa Ibu takut. Lagian yaa Bu cinta itu nggak bisa dipaksa, jangan jadi psikopat deh Bu, sayang banget Ibu kan cantik, tapi koq nggak tahu malu, yaudah saya permisi dulu, males ah lama-lama ngomong sama orang bermuka dua."ucapku hendak meninggalkan nya


Lalu dia menarik kepang rambutku dan mendorong tubuh ku kearah meja.


"Aw sakit, Ibu sakit jiwa yaa?."tanyaku sambil memegang tanganku yang terluka


Tiba-tiba Satrio dibelakang kami.


"Ada apa ribut-ribut, Nadia kamu kenapa?."ucapnya sambil membangunkan ku


"Itu biasa Sat, fans kamu dorong aku ke meja."ucapku meringis


"Satrio nggak gitu, sumpah aku nggak sengaja, habis dia duluan nampar aku, kamu masih sakit yaa Sat?, aku khawatir banget sama kamu."ucapnya mendekat


"Udahlah Mel, gue kan sering bilang jangan ganggu gue lagi, sekarang lu malah ganggu pacar gue, lu tuh sakit Mel."ucap Satrio


"Tapi Sat, aku perduli sama kamu, makanya aku kesini, aku cuma mau dekat kamu, itu aja."ucapnya

__ADS_1


Lalu aku akting, sekarang aku memeluk Satrio erat.


"Aku takut sama dia sayang, aku nggak mau dia ada disini, please suruh dia pulang."ucapku mengeratkan pelukan


"Iyaa sayang, jangan takut, ada aku koq."ucapnya mencium keningku


Jujur ditengah kepura-puraan ini, aku malah merasa nyaman didekat Satrio, dia itu sebenarnya laki-laki paling gentle yang pernah aku temui.


Lalu Melisa marah dan menarik tanganku.


"Heh perempuan cupu, lepasin Satrio, jangan peluk-peluk dia."ucapnya kesal


Lalu aku melepaskan pelukan ku pada Satrio.


Karena kegaduhan yang kami buat, membuat Pak Nathan datang ke dapur dengan ekspresi bingung.


"Apa yang terjadi, koq ribut-ribut?."tanya Pak Nathan menghampiri kami


Lalu Nenek lampir akting, mencari pembelaan pada Pak Nathan.


"Itu sayang, tadi cuma salah paham aja koq, Nadia nggak sengaja jatuh karena aku, terus Nadia dan Satrio nuduh aku melakukan dengan sengaja, padahal bener aku nggak sengaja, kamu percaya kan?."ucap Melisa


"Udahlah Pak Nathan nggak usah dibahas, barangkali Bu Meli kecapean, makanya jadi gampang emosi, terus Bu Meli bentak-bentak saya dan bilang saya nggak pantes buat Satrio dan terjadinya insiden dorong-dorongan, sebaiknya Bu Meli dibawa pulang aja."ucapku


"Iyaa Nat, sebaiknya kalian pulang aja, gue udah nggak apa-apa koq bro, gue kasihan sama Meli, dari tadi nuduh pacar gue yang nggak-nggak."ucap Satrio


"Maaf yaa Nadia dan Satrio, maafin Meli, mungkin dia belum terlalu kenal dengan Nadia, maklum juga dia baru pulang hari ini. Jadi mungkin dia kecapean dan nggak enak badan, makanya gampang emosi, yaudah kita pamit dulu yaa, bro cepet sembuh, maaf udah bikin gaduh."ucap Pak Nathan


"Maaf yaa Sat."ucap Melisa


"Iyaa nggak apa-apa, sebaiknya minta maaf sama Nadia."ucap Satrio


"Nad, maaf."ucapnya singkat


Aku hanya menganggukkan kepala.


Lalu Nathan membisikkan sesuatu pada Melisa.


"Nanti kamu jelasin ke aku apa yang terjadi, yaudah kita pulang sekarang."bisiknya masih bisa terdengar


"Makasih yaa bro, hati-hati dijalan, nanti kita ketemu lagi kalau gue udah fit."ucap Satrio


"Iya sekali lagi gue minta maaf."ucap Pak Nathan

__ADS_1


Lalu Pak Nathan dan Bu Melisa terpaksa pulang karena permintaan Satrio.


__ADS_2