
"Perempuan aneh tapi dilihat-lihat cantik juga." ucap Satrio pelan
Lalu aku bergegas ke parkiran sambil menunggu Mimin. Dan akhirnya dia datang.
"Maaf yaa Nad lama, tadi ada yang belum kebeli, eh kenapa kamu teh murung gitu?." ucap Mimin
"Nggak, tadi habis ketemu pasangan gila, udahlah lupain aja, yuk pulang, sekalian ke kosan yang tadi mau kamu kasih tahu aku." ucapku
"Ayo, kasihan kamu pasti capek yaa, Sabar ya, oh yaa ini make up buat kamu, anggap aja hadiah dari aku, siapa tahu nanti kamu membutuhkan." ucap Mimin
"Wah makasih banget yaa Min, terharu aku punya temen sebaik kamu." ucapku sambil menerima hadiah nya
Lalu kami naik mobil dan pulang, tapi Mimin mengajakku mencari kosan didekat Kafe agar terjangkau untuk ke Kafe.
"Nad, kayaknya itu ada kosan, kita mampir kesitu dulu yuk." ucap Mimin
"Hayuk Min, eh sebentar deh bukannya itu pak Nathan yaa ?." ucapku sambil menunjuk
"Eh iyaa, aku baru ingat, dia kan rumahnya dekat Kafe, yaa mungkin aja itu rumahnya, buktinya ada mobilnya.Wah beruntung banget kamu kalau bisa tetanggaan sama dia."ucap Mimin"
"Entahlah, semoga saja yaa." ucapku
Lalu kami masuk ke gerbang kosan tersebut.
Kami pun turun dari mobil.
"Hei Mimin dan Nadia, kalian mau kemana?." ucap Nathan
"Sore Pak, maaf saya mau mengantar Nadia mencari kos-kosan, untuk tempat tinggal nya." ucap Mimin
"Sore pak." ucapku singkat
"Hei kalau tidak di Kafe panggil saja saya Nathan, nggak usah formal-formal banget, kasihan juga yaa kamu Nadia, kalau begitu lebih baik kamu tinggal dirumahku saja, disana ada paviliun yang kosong, daripada kamu ngekos biayanya nanti mahal, kalau ditempat saya gratis koq yaa paling hanya bantu bersih-bersih rumah, itupun kalau kamu mau." ucap Nathan
"Makasih yaa Pak, tapi saya nggak enak, nanti jadi obrolan tetangga." ucapku
"Nggak usah panggil Bapak Nad, yaa gak masalah lah,disini ada pegawai ku koq jadi santai saja , bukan kamu sendiri yang perempuan disini,jadi gak akan ada gossip." ucapnya santai
"Iya Nad, terima aja, Nathan baik koq orang nya." ucap Mimin
"Baik Pak, eh Nathan maksud saya, saya mau tinggal di paviliun kamu, terimakasih sebelumnya." ucapku
"Ok baiklah, bawa saja barang-barang kamu yaa." ucapnya
"Duh Nathan, barang-barang saya masih dirumah Mimin, jadi nanti saya ambil dulu deh." ucapku
__ADS_1
"Ih Nad nggak usah, biar supir aku yang bawain ke sini, tenang aja yaa, mending kamu istirahat sana , kan capek seharian ini." ucap Mimin
"Makasih yaa Min, kamu baik banget." ucapku haru
"Yasudah Nathan makasih yaa sudah membolehkan Nadia tinggal disini, saya permisi dulu." ucap Mimin
"Iyaa sama-sama Min." ucapnya
Lalu Mimin membisikkan pesan padaku. "Nad yang betah yaa disini, aku pamit dulu, kalau ada apa-apa kabarin aku." ucap Mimin
"Ok sip makasih." ucapku
Lalu Mimin pulang meninggalkan kami, suasana pun hening. Tiba-tiba Nathan berbicara.
"Yuk Nad masuk, saya tunjukkan tempat nya, maaf yaa saya gak bermaksud apa-apa, hanya saya juga perantau seperti kamu, jadi turut merasakan apa yang kamu rasakan." ucapnya
"Iyaa Nathan, makasih yaa." ucapku malu
Aku mengikuti Nathan keruang paviliun yang ada dibelakang rumah nya, betapa rumahnya sangat mewah dan bagus.
"Nah disini tempat kamu, kalau kamu mau makan atau ada keperluan lain beritahu saja Bi Asih, Bi Asih nanti akan membantu kamu." ujarnya
"Bi, sini Bi." teriak Nathan
"Iya Den ada apa?." ucapnya
"Begini, ini teman sekaligus karyawan di Kafe saya, namanya Nadia, mulai sekarang dia akan tinggal di Paviliun ini, jadi jika dia butuh apa-apa tolong bantu dia." ucap Nathan
"Iya Den baik." ucapnya
"Maaf Bi, perkenalkan saya Nadia." ucapku sambil mencium tangan bibi
"Duh Neng geulis sopan banget, jangan tangan bibi kotor, iyaa bibi namanya Bi Asih, selamat datang disini semoga betah yaa neng, asyik Bibi ada temen sekarang." ucapnya
"Aamiin Bi." ucapku
"Yasudah Nad, saya mau masuk ke kamar saya dulu, saya tinggal yaa." ucap Nathan
"Iyaa makasih Pak eh Nathan." ucapku
"Ayo non, kita masuk keruangan nya sekalian bibi bantu rapi-rapi." ucap Bibi
Aku masuk ke kamar di paviliun itu, ternyata diluar dugaan, kamarnya begitu bersih dan wangi. Aku dibantu Bibi memasang seprai dan sarung bantal bernuansa perempuan. Yaitu warna pink.
"Bi, terimakasih yaa, maaf sudah merepotkan, bibi silakan istirahat bi." ucapku pada Bi Asih
__ADS_1
"Iya Non geulis, sama-sama, saya malah seneng tuan punya teman sebaik non, jadi tuan tidak terpengaruh hal-hal buruk, tidak seperti pacarnya, eh maaf Bibi keceplosan." ucapnya
"Iya bi gak apa-apa." ucapku sambil memikirkan kata-kata bi Asih
Lalu bi Asih pamit dan aku pun langsung membaringkan tubuhku di tempat tidur karena sudah terlalu lelah, namun sebelumnya ku kabarkan keadaan ku disini kepada Mimin melalui WhatsApp.
"Huh capek banget hari ini, tapi seneng banget karena ketemu orang sebaik pak Nathan, andai dia jomblo pasti sudah kupacari dia." ucapku pelan
Lalu aku membuka kuncir rambut ku dan menghapus make up gelapku dan kacamata ku. Aku bergegas untuk tidur tanpa mandi. Karena sudah terlalu capek.
Tengah malam....
Byur....
"Huh suara apa itu." ucapku sambil mengucek mata
Lau dengan setengah kesadaran aku melangkah ke arah kolam renang dekat Paviliun, tiba-tiba aku terpeleset dan tercebur.
Aku kehilangan kesadaran, namun tiba-tiba aku terbangun setelah ada seseorang yang mengangkatku dan memberikan ku nafas buatan.
"Nad, Nad bangun, kamu nggak apa-apa?." ucap pria itu setelah memberikan nafas buatan
Aku pun tersadar setelah keluar air di mulutku. Dan dengan kaget aku menatap pak Nathan yang hanya memakai celana pendek untuk berenang dan parahnya lagi dia sudah memberikan nafas buatan untuk ku, itu tandanya ciuman pertamaku diambil olehnya. Ya Tuhan...
"Nadia kamu nggak apa-apa?." ucap Nathan
"E.. enggak apa-apa Pak, saya baik-baik aja, tadi saya juga bingung tiba-tiba denger suara dan cari kesini." ucapku bangun dari pelukan Pak Nathan dengan malu-malu
"Eh gak apa-apa, gak usah bangun, biar saya bantu." ucapnya
"Nggak usah Pak, maaf sudah merepotkan." ucap sambil mengalihkan pandangan
"Saya yang minta maaf, biasanya jam segini saya suka berenang kalau sedang bad mood, saya lupa kalau ada kamu yang sekarang tinggal disini." ucapnya
"Nggak apa-apa Pak, sekali lagi makasih, saya izin kekamar." ucapku sambil berdiri dan hendak masuk kamar
Tiba-tiba Nathan menarik tanganku dan berkata.
"Maaf tadi saya terpaksa me...mencium kamu, karena kamu kehilangan kesadaran." ucapnya malu
"Oh iya Pak, saya maklumi keadaan tadi memang diluar kemauan kita". ucapku sambil berjalan kekamar
"Hati-hati Nad." ucapnya lirih
"Nadia ternyata kamu cantik juga tanpa kacamata dan ikat rambut." ucap Nathan pelan
__ADS_1