
"Pah , tolong Papah jangan bersikap bodoh seperti itu, Nadia nggak salah apa-apa Pah."ucap Nathan makin mendekat
"Nathan kamu yang bodoh Nak, kamu bodoh sudah membela perempuan ini, perempuan yang tidak mencintai mu, kamu harus nya bisa move on dan cari perempuan yang lebih baik, biar perempuan ini mati saja.Dia hanya akan merusak rencana besar Papah."ucap Ayah Nathan
"Tapi Pah, aku tulus mencintai Nadia, aku tahu Nadia hanya mencintai Satrio, tapi itu nggak masalah buat aku, yang penting Nadia baik-baik aja, jadi tolong lepaskan Nadia."ucap Nathan memohon
"Tidak, Papah tidak akan melepas nya, jika kamu bersikeras ikut campur, kamu yang akan mati juga."ucap Ayah Nathan mengancam
"Sudah cepat habisi mereka."ucap Ayah Meli
Sementara Satrio masih sedang bertarung dengan Om nya.
Lalu tiba-tiba Om Hartono mengarahkan pisau ke perutku.
Dan ternyata Nathan yang menghalanginya.
"Nathan."ucapku berteriak kaget dan sedih
Pisau itu tertancap diperutnya, namun aku nggak tahu kedalaman nya, semoga Nathan baik-baik saja. Walaupun darahnya sudah mulai keluar.
"Na... Nathan, kamu kenapa bodoh Nak."ucap Ayah Nathan sedih dan menghampiri putra nya
Lalu tiba-tiba ada polisi sebanyak 5 orang datang.
"Jangan bergerak, atau kalian kami tembak."ucap Pak Polisi
Lalu Ayah Meli berusaha kabur, namun dia terpeleset dan jatuh dari gedung.
"Aaaaa."teriaknya
Dan mungkin nyawanya sudah tidak tertolong.
Sementara Ayah Nathan dan Om Heru akhirnya diringkus polisi. Dan aku dibebaskan oleh Satrio yang juga sangat terluka di bagian perutnya akibat tendangan Om Heru.
"Kamu baik-baik aja kan Nad?."tanya Satrio
Aku hanya mengangguk ketakutan.
Dan Nathan segera dibawa kerumah sakit oleh Pak polisi. Semoga nyawanya tertolong.Itu harapan kami.
Kami pun akhirnya keluar dari gedung kosong itu menuju rumah sakit. Dengan menggunakan mobil Satrio.
"Nad, udah jangan nangis , pasti Nathan baik-baik aja."ucap Satrio sambil memelukku dimobil
"Tapi Sat, aku takut akan terjadi apa-apa, aku takut sekali."ucapku menangis dan memeluk nya makin erat
"Sudah kita banyak berdoa saja, aku juga kaget dengan kejadian hari ini, aku nggak nyangka Om Heru setega itu, belum lagi Ayah Nathan tega sekali melukai anaknya sendiri."ucap Satrio bersedih
"Sat, bagaimana keadaan Ayahnya Meli?."tanyaku padanya
"Dia sepertinya sudah meninggal dunia Nad, itu hukuman yang pantas bagi pembunuh."ucapnya
__ADS_1
"Ya Allah aku takut Sat, kejadian tadi bikin aku benar-benar sedih dan kaget."ucapku sambil menahan sakit
"Ya Tuhan Nad, tanganmu terluka yaa? sabar ya, sini aku obati, sudah kita jangan pikirkan apa-apa dulu."ucap Satrio
Lalu Satrio meminta kotak obat yang ada dimobil kepada Mang Ujang, kebetulan Mang Ujang memang yang membantu Satrio ke gedung kosong tadi, dia juga yang melaporkan ke polisi lewat telpon.
"Mang, tolong ambilkan perban dan obat merah."ucap Satrio
"Baik Tuan."ucapnya lalu memberikan kepada Satrio
Lalu Satrio mengobati lukaku dengan sangat hati-hati.
Aku pun masih terdiam dan kaget mengingat kejadian tadi.Sepanjang perjalanan aku hanya memeluk Satrio dengan erat tanpa suara.Begitupun Satrio, terlihat raut sedih diwajahnya, mungkin tak menyangka jika orang yang dia sayangi adalah pembunuh orang tua nya.
Setelah 15 menit lamanya, akhirnya kami sampai rumah sakit.
Disana ada Ibu dan Adik-adikku yang telah sampai duluan, mereka dikabari oleh Mang Ujang, begitu pun Ibu Nathan beliau sedang menangis dipelukan Ibu.
Lalu kami menghampiri mereka.
Ibu pun melepaskan pelukan Ibunya Nathan dan menghampiri ku.
"Nadia, anak Ibu sayang, kamu nggak apa-apa kan nak?."ucap Ibu khawatir
Aku hanya menggelengkan kepala ku.
"Sat, kenapa Nadia jadi begini?."tanya Ibu
"Yasudah Nadia duduk dulu, Dina Dini ayo ajak kakakmu duduk."ucap Ibu
Lalu aku pun duduk dan dipeluk Adik-adik ku.
Satrio pun menghampiri Ibu Nathan.
"Tante yang sabar yaa, semoga Nathan baik-baik saja."ucap Satrio menenangkan
"Iyaa Nak, maafin Tante yaa Satrio dan Nadia, atas perilaku suami Tante, sungguh Tante menyesal."ucap Tante
"Iyaa nggak apa-apa Tan, tapi maaf hukum tetap hukum, jadi biarkan Om dihukum sesuai perbuatan nya."ucap Satrio
"Iya Sat, Tante ikhlas, itu sudah resiko atas perbuatan jahatnya."ucap Tante
Lalu dokter keluar dari ruangan nya.
"Bagaimana Dok keadaan anak saya?."tanya Tante
"Alhamdulillah anak Ibu masih dapat diselamatkan, untung cepat dibawa kesini."ucap dokter
Kami pun serempak bersyukur. Alhamdulillah...
•••
__ADS_1
1 bulan kemudian...
"Saudara Satrio, saya nikahkan ananda dengan Nadia Maharani binti Dahlan Saparno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu tujuh ratus rupiah dibayar tunai."ucap penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Maharani binti Dahlan Saparno dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."ucap Satrio
"Bagaimana saksi?."ucap penghulu
"Sah, Sah."ucap para tamu
"Alhamdulillah."ucap penghulu
Lalu kami berdoa bersama.
Dan kami telah sah menjadi suami istri, Satrio pun langsung mengecup keningku. Aku tersenyum sangat bahagia hari ini, akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, hari ini akad sekaligus resepsi.
Lalu banyak orang yang memberi kan selamat kepada kami.
Dari mulai pegawai Kafe, tetangga, pegawai perusahaan, keluarga Mimin.
Begitu pun Nathan dia datang bersama Ibunya dengan didorong menggunakan kursi roda. Karena kondisinya masih lemah.
"Selamat yaa untuk kalian, semoga pernikahan nya bahagia dan diberkahi Tuhan."ucap Nathan sambil menyalami kami
"Makasih yaa Bro, makasih untuk semua kebaikan dan ketulusan lu."ucap Satrio
"Makasih Nathan, maaf kalau selama ini aku banyak melukaimu."ucapku
"Iyaa sama-sama Sat, gue senang kalau lu juga senang, maafin bokap gue yaa dan untuk Nadia nggak apa-apa koq Nad, harus nya aku yang minta maaf, karena sudah banyak melibatkan mu, maafin aku juga pernah cinta kamu."ucap Nathan
"Iyaa sudah santai ajalah, yang penting kita buka lembaran baru dengan penuh kedamaian."ucap Satrio
Kami pun mengobrol bersama
Lalu kamipun berfoto bersama.
Hari ini adalah hari terbahagia bagiku, jadi intinya jangan pernah takut untuk mencari pasangan yang pas untuk hidupmu, meski dikatakan perawan tua tidak usah perduli, yang penting akhirnya menikah dengan seseorang yang memang terbaik untukmu.
Dan yang terbaik untukku memang tidak datang begitu saja. Perlu perjuangan dan air mata untuk bersamanya.
"Sayang , yuk besok kita honeymoon ke Bali."ucap Satrio sambil memelukku erat ketika selesai menyalami tamu-tamu undangan
"Ah kamu, kenapa gak dirumah aja?."ucapku meledek
"Jangan, kalau dirumah berisik, aku maunya ditempat yang tenang bareng kamu sayang."ucapnya mengecupku tepat dibibir ku
"Ehm.. jangan cium disini, banyak tamu tahu, malu aku, nanti dikamar aja."ucapku malu
"Ih kenapa sih, orang kita udah halal koq."ucapnya tertawa dan mencium pipiku.
Ibu dan Adik-adikku hanya tertawa melihat kemesraan kami yang terkadang aneh ini.
__ADS_1
Alhamdulillah segala perjuangan akhirnya berakhir dengan indah, terima kasih Tuhan telah mempertemukan aku dengan Satrio, ternyata sebagai perempuan lebih menyenangkan dicintai, itu point' penting yang aku ambil dari kisah hidupku ini.