Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bahagia


__ADS_3

"Lho kalian?."ucap Mas Satrio kaget


Kami pun melepaskan pelukan itu dan Mas Satrio menghampiri ku.


"Mas , aku dan Salsa sudah baikan, sekarang aku tahu apa tujuan Salsa menemui kita disini. Ternyata dia hanya dipaksa orang tua nya agar kamu mau menikah dengan nya dan membantu perusahaan nya."ucapku tersenyum


"Benar begitu Sa?."tanya Mas Satrio


"Iyaa Yo, maafin aku yaa, aku sudah melakukan hal memalukan padamu. Aku benar-benar terpaksa. Mohon kamu maafin aku. Aku janji setelah keluar dari rumah sakit akan pulang ke Bandung lagi."ucapnya pelan


"Sejak kapan kamu tinggal di Bandung?."tanya Mas Satrio


"Aku sudah tinggal di Bandung dari 1 bulan yang lalu. Semenjak perusahaan kami bangkrut. Sebetulnya 10 tahun lalu aku memang operasi plastik, tapi setelah itu berhasil, aku dan keluarga pindah di Semarang untuk menjalankan bisnis Papih. Tapi tahun ini terjadi banyak hal buruk, sampai akhirnya kami memutuskan kembali ke Bandung dan mencari mu. Awalnya aku nggak setuju, tapi karena aku dipaksa, aku pun mau. Karena kalau tidak kekasih ku akan dibunuh."ucapnya bersedih


"Sungguh tega orang tua mu Sa, lalu kenapa kamu tidak pergi saja bersama kekasih mu?."tanya Mas Satrio


"Dia sudah menikah dengan perempuan lain. Itu yang membuat aku frustasi. Makanya saat melihat kalian, aku merasa iri dan ingin merusak rumah tangga kalian.Maafkan aku yaa Yo."ucapnya


"Ya Tuhan."ucapku pelan


"Yasudah lah Sa, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang kami telah memaafkan mu, semoga kamu tidak mengulangi perbuatan mu yang buruk itu. Hiduplah seperti Salsa yang dulu aku kenal. Baik, sabar dan apa adanya. Jangan merusak dirimu sendiri, akan tiba saatnya kamu pasti bertemu jodoh mu sebenarnya."ucap Mas Satrio


"Iyaa Sa, kita sudah memaafkan mu, kamu tenang aja yaa. Yasudah nanti akan kami bantu perusahaan ayahmu."ucapku


"Benarkah itu?."tanya Salsa


"Iyaa, aku akan membantu keluarga kamu, tapi berjanji jangan mengulangi hal ini lagi."ucap Mas Satrio


"Iyaa makasih yaa Satrio dan Nadia, semoga pernikahan kalian selalu bahagia."ucapnya


"Iyaa Sa, terimakasih."ucap Mas Satrio


Lalu kamipun sudah saling memaafkan. Aku juga mengizinkan Salsa untuk tinggal di Villa sampai sembuh. Sementara kami tidak jadi pulang ke Bandung. Orang-orang dirumah sudah dikabarkan tentang kejadian yang terjadi. Bi Wati juga meminta maaf lewat telepon. Dan kami sudah memaafkan nya.


1 hari kemudian...


Hari sudah sore.


Salsa pamit pulang ke Bandung. Dia mengungkapkan terimakasih pada kami karena telah merawatnya dan membeli kan tiket pesawat untuk pulang. Mas Satrio juga sudah memberikan bantuan kepada perusahaan keluarga Salsa. Dengan cara bekerja sama, orang tua Salsa senang ketika dikabari lewat telepon dan berjanji tidak akan memaksa Salsa lagi.


"Makasih yaa, sekarang aku lega Satrio sudah ada yang menjaga, kamu perempuan yang cantik dan baik Nad. Aku harap kalian langgeng dan tidak ada lagi penggoda seperti ku."ucapnya tertawa


"Iya Sa, aku janji akan menjaga Mas Satrio, kamu hati-hati yaa."ucapku

__ADS_1


"Hati-hati Salsa, nanti di bandara sahabat baikku akan menjemput mu."ucap Mas Satrio


"Iyaa, sekali lagi makasih dan sampai jumpa."ucap Salsa lalu pergi


Kami pun berniat untuk menjodohkan Salsa dengan Nathan.


Dengan cara menyuruh Nathan menjemput Salsa di Bandara. Akhirnya niat kami berhasil karena Nathan mau. Dan Salsa juga tidak menolak. Semoga mereka berjodoh.Karena mereka sama-sama baik.


"Sayang, akhirnya masalah ini selesai, kamu jangan pernah cemburu lagi yaa."ucap Mas Satrio merangkul ku


"Iyaa asalkan kamu nggak genit sama perempuan lain."ucapku manyun


"Nggak lah, aku genitnya sama istri aku aja. Kalau gitu aku mau tagih hak aku sebagai suami sekarang."ucapnya lalu menggendong ku


"Ah Mas, lepasin.Aku malu."ucapku


Tapi Mas Satrio tak mendengarkan dia langsung membawa aku ke kamar. Dan menutup pintu.


"Mas jangan sekarang. Mending kita mandi dan sholat dulu yuk."ucapku


"Baiklah, ayo.Habis itu kamu harus nurut sama aku."ucapnya tersenyum


"I..iya."ucapku malu


Akhirnya aku melakukan kewajiban ku sebagai istri bersamanya. Sungguh ini adalah malam pertama yang berkesan dan tak bisa ku ceritakan pada kalian. Ini rahasia.


•••


5 tahun kemudian...


"Dimas, ayo sini main bola sama Ayah."ucap Mas Satrio


Dimas pun berlari ke Mas Satrio.


"Dimas hati-hati, nanti kamu jatuh nak."ucapku pada anak kami yaitu Dimas Utomo Wibowo yang sedang mengejar bola


"Sayang sini aku bantu kamu."ucap Mas Satrio sambil menuntun ku duduk di kursi taman


"Makasih yaa Mas."ucapku


"Iya sayang, sudah kamu duduk dan lihat kami yaa, kamu kan sedang hamil. Jadi jangan banyak gerak."ucap Mas Satrio sambil mengelus perut ku dan mencium pipiku


"Yasudah sana temani Dimas dulu."ucapku

__ADS_1


"Ok bunda."ucap Mas Satrio meledek ku


Aku pun tersenyum dan mengamati mereka bermain.


Jadi kami sekarang sudah memiliki anak laki-laki tampan dan pendiam bernama Dimas. Dia berbeda sekali dengan ayahnya. Tapi aku yakin dia akan tumbuh menjadi anak yang membanggakan untuk kami. Sementara sekarang aku sedang mengandung lagi.Hidup kami bahagia, walaupun ada masalah, kami saling percaya dan menyelesaikan bersama. Mas Satrio laki-laki pekerja keras dan sangat tanggung jawab. Semua kebutuhan keluarga, dia yang membantu. Dia adalah malaikat dalam hidup ku. Aku nggak pernah menyesal menikah dengan nya. Justru aku bahagia. Dia selalu mengajarkan aku banyak hal. Dia tidak pernah lelah membimbing ku.


Oh yaa, Nathan dan Salsa pun sudah menikah dan di karuniai seorang putri yang cantik. Usianya sudah 3 tahun. Mereka pun hidup bahagia dan penuh cinta. Sejak pertemuan itu mereka semakin sering bertemu dan saling mengenal. Hingga akhirnya Nathan memutuskan menikahi nya. Aku dan Mas Satrio sangat senang sekali.Usaha kami tidak sia-sia. Karena mereka saling jatuh cinta.


Sementara itu , Ibu semakin sayang padaku dan Adik-adik, Ibu banyak berubah menjadi Ibu yang bijaksana. Adik-adikku tentu sekarang sudah SMA. Sudah remaja dan perlu dibimbing agar tidak salah langkah. Untungnya mereka penurut. Jadi tidak susah untuk memberitahu mereka.


Tiba-tiba ditengah lamunanku ini, Ibu datang.


"Dimas, sini sayang sama Oma. Ayo kita makan."ucap Ibu


"Iya Oma."ucapnya dengan menggemaskan


"Nad, Dimas sama Ibu dulu yaa."ucap Ibu padaku


"Iyaa Bu, makasih Bu."ucapku tersenyum


"Iya sama-sama, kamu jangan kecapean, kasihan bayi kamu."ucap Ibu


Lalu Mas Satrio dan Dimas menghampiri kami.Dimas pun digendong Ibu dan diajak masuk ke rumah.


"Nad, kaki kamu masih sakit?". tanya Mas Satrio padaku


"Ya nggak apa-apa Mas, namanya juga lagi hamil, jadi bengkak gini."ucapku


"Yaudah kita masuk kamar yuk sayang, sekalian aku pijitin."ucapnya


"Ngapain? masih siang Mas."ucapku malu


"Udah ayo, jangan malu-malu ah, mumpung hari Minggu, aku mau mesra-mesraan sama kamu"ucap nya lalu menggenggam tanganku


"Ih kamu genit Mas."ucapku tersipu


~End


Terimakasih semuanya 🙏


Jika kalian tertarik, author akan membuat kisah khusus tentang anak Nadia dan Satrio. Tunggu yaa Kisah Dimas akan segera hadir.


Sekali lagi terimakasih sudah menjadi pembaca setia, inti dari cerita ini adalah tidak semua pemeran utama harus dengan pemeran utama . Karena cinta akan menemukan takdirnya dan Satrio lah takdir dari Nadia. ❤️

__ADS_1


__ADS_2