Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Ke Salon, Ngapain?


__ADS_3

"Yah bukan buat nginep doang, tapi buat sehari-hari juga."ucap Satrio sambil membayar ke kasir


Tiba-tiba handphone ku bergetar. Ternyata Ibu nelpon, waduh bahaya aku belum minta transfer dari Satrio.


"Telpon dari siapa Nad? , koq nggak diangkat cuma diliatin aja?."tanyanya sambil melihat handphone ku


"Dari Ibuku."ucapku lalu handphone ku dirampas oleh nya


"Sat."ucapku


"Huss, diam."ucapnya


Ibu : Hallo Nadia, mana uang yang mau kamu transfer ke Ibu,kasihan Bapak mu belum bayar biaya rumah sakit, belum lagi adik-adik mu malu nggak mau sekolah karena belum bayaran, cepat transfer uang yang banyak atau Ibu nggak anggap kamu anak !


Satrio : Hallo Bu, perkenalkan saya Satrio calon mantu Ibu.


Aku hanya bisa melotot kesal.


Ibu : Maksudnya apa? Nadia mana?


Satrio : Iyaa Nadia sedang sama saya, untuk masalah uang yang Ibu butuhkan, tenang aja nanti Satrio yang urus, 20 juta cukup kan Bu?


Ibu : Yang bener kamu pacarnya Nadia ? koq Ibu baru tahu, 20 juta lebih dari cukup nak, tapi kamu benar mau kasih ke Ibu?


Satrio : Iyaa Bu tenang aja, sekarang juga saya transfer, Ibu coba sebutkan saja nomer rekening Ibu.


Ibu : Ok baik, 7199 (lalu Ibu menyebutkan dan mengulang sekali lagi)


Satrio : Sudah saya transfer yaa Bu, coba Ibu cek.


Ibu : Oh iyaa sudah, makasih yaa calon mantu, Ibu nggak nyangka anak Ibu yang cantik bisa dapet cowok sebaik kamu, kalau gitu kapan-kapan kamu harus ke Bogor.


Satrio : Iyaa nanti diusahakan Minggu ini saya dan Nadia berkunjung ke sana untuk menengok Ayah Nadia juga.


Lalu handphone nya aku rampas.


Ibu : Iyaa pokoknya ditunggu yaa ganteng, nanti Ibu kenalin kamu ke tetangga.


Aku : Tumben banget Bu bisa manis gitu, tumben juga muji aku cantik, Bu aku malu tahu.


Ibu: Eh calon mantu Ibu mana, Ibu kan mau ngobrol, kamu Nad pinter yaa sekarang udah bisa nyenengin Ibu, jangan lupa nanti pulang kesini sayang.

__ADS_1


Aku : Terserah Ibu aja, yaudah salam buat adik-adik dan Bapak, aku disini mau serius kerja lho Bu, bukan cuma mau nyari mantu buat Ibu.


Ibu : Ya udah sih nggak usah kerja, nikah aja sama Satrio, Ibu mah setuju banget koq.


Aku: Ibu setuju, tapi aku belum tentu.


Ibu : Lho kalian udah pacaran ini tinggal nikah lah, eh ngomong-ngomong bilang makasih sama calon mantu Ibu. Dia boss kamu yaa?


Aku :Sat kata Ibu makasih (ucapku ke Satrio teriak) bukan boss aku Bu, dia emang pacar aku tapi belum tentu jadi mantu Ibu. Udah dulu yaa Bu, wassalamualaikum...


Lalu aku mematikan telpon.


"Kamu yaa Sat, berani-beraninya angkat telpon dari Ibu aku, kan kalau kayak gini bahaya, pasti dia nanyain kamu terus dan nyuruh kamu ketemu dia, asal kamu tahu Ibuku beda dari Ibu yang lain, pokoknya kamu nggak akan ngerti deh."ucapku kesal


"Aku kan cuma bantu kamu, lagian salah aku juga kan, aku lupa transfer ke rekening kamu. Jadi aku wajib tanggung jawab."ucapnya santai


"Ya bukan gitu, karena kamu yang angkat telpon, Ibu jadi banyak tanya kan, mana uangnya besar banget, aku nggak enak."ucapku bingung


"Kan aku bilang bakal kasih kamu 50 juta kalau perjanjian 1 bulan kita selesai, tenang aja ini diluar uang perjanjian kita, anggap aja hadiah buat Ibumu, lagian masih mending Ibumu tahu kamu punya pacar disini, seenggaknya dia gak khawatir dan nggak nuduh kamu macam-macam, coba kalau misalnya dia nuduh kamu jual diri, kan bahaya Nad, yaa lebih baik dia tahunya uang itu dari pacar mu yang kaya raya ini."ucapnya santai


"Huh nyebelin."ucapku singkat


"Kemana?."ucapku


"Nanti juga kamu tahu."ucapnya


Lalu aku mengikuti dia ke sebuah salon yang cukup terkenal, terlihat banyak foto artis yang pernah berkunjung disini.Sebelum masuk pintu aku langsung mau pulang, lalu tanganku ditarik.


"Mau kemana sih kamu, ayo masuk."ucapnya


"Ngapain sih Sat, aku nggak mau ah masuk ke salon, kalau emang kamu mau perawatan aku tunggu disini aja, orang kayak aku nggak pantas masuk."ucapku


"Heh, siapa yang mau perawatan, yang ada kamu mau di-make over disini, biar kelihatan cantik nya."ucapnya tertawa


"Nggak mau, aku kan pernah bilang aku nggak mau berubah cantik, biar kayak gini aja nyaman."ucapku kesal


"Iyaa aku tahu kamu lebih nyaman kayak gitu, aku juga nggak masalah sebenarnya, cuma biar rencana kita lebih berhasil, ya mending kamu ikuti kata aku, berubah lah jadi cantik, agar semua orang makin yakin bahwa kamu pacar aku."ucapnya


"Lah emang kamu malu jalan sama aku kalau aku nya kayak gini, kan cuma sandiwara."ucapku


"Ya aku sih bisa aja terima kamu seperti itu, nggak masalah buat aku, tapi Nad kalau kamu mau diterima dan dicintai Nathan berubah lah Nad, agar setidaknya Nathan mau melihatmu sebagai perempuan yang dicintai, bukan sebagai karyawan."ucapnya pelan

__ADS_1


"Ka..kamu tahu aku suka Pak Nathan?."ucapku nggak enak


"Tahulah, apa sih yang laki-laki nggak tahu soal perasaan perempuan, yaudah jangan banyak tanya, sekarang masuk , ayo rubah penampilan mu."ucapnya


Lalu Satrio menggandeng ku kedalam salon.


Dan bertemu pegawai salon yang aneh.


"Eh Tuan Satrio, makin ganteng aja deh, ih eyke makin gemes , gemes. Btw itu siapa cyin? Pembantu baru Yee, koq diajak kesini?."tanyanya


"Sembarangan aku dibilang pembantu sama makhluk jadi-jadian ini."batinku


"Hehe, Miranda kenalin ini pacar baru gue, namanya Nadia, tolong dong bikin dia cantik secantik selebritis."ucap Satrio tertawa


"Ulala cyin udah ganti lagi ? yaudah ayo ne capcus duduk, aku make over biar cantik kayak Syahrini, cetar ne."ucapnya


"Nggak usah Om, saya maunya natural aja, jangan tebel-tebel kayak dakocan."ucapku malas


"Eh ne sembarangan aja ye, panggil eyke sis, jangan Om, emang eyke Om kamu."ucapnya marah


Satrio hanya tertawa melihat kami.


"Nad, aku tunggu dulu yaa disini."ucapnya sambil duduk


"Iya."jawabku malas


Lalu aku mengikuti Om eh Sis itu dan dimulailah perawatan hingga make up yang kira-kira 1 jam , aku sampai ngantuk. Walaupun si Sis ngomong, aku diemin aja paling iya atau nggangguk.


"Coba ne, liat hasilnya, uh cucok, kamu jadi cantik mempesona, eh tapi jangan lupa pakai baju yang Tuan Satrio kasih ya."ucapnya


Lalu aku memakai baju yang dibelikan Satrio, setelah sudah perawatan dan make up.


Aku pun memanggil Satrio.


"Sat."ucapku


Dan dia melihat ke arah ku.



*Bonus gambar buat kalian yang membayangkan Satrio, tapi sayang Satrio belum dicintai Nadia guys, jangan-jangan mereka nggak jodoh 😥

__ADS_1


__ADS_2