
"Iyaa Pak baik akan saya jelaskan ke Bapak apa yang terjadi, jadi begini Pak, saya kan sampai tuh di Kafe, terus yaa biasa beres-beres, nah si Ka Sri minta tolong buat ambilin kursi baru di gudang karena kursi kurang 1 dimeja tamu, awalnya saya nolak dong, kan saya mikir mana ada kursi baru di gudang, yaa cuma karena saya lihat emang kursinya kurang yaa saya ambil, terus saya lihat gudang agak gelap, lampunya mati dan pencahayaan nya minim, makanya saya mau minta tolong dianterin aja ke sana, pas saya balik ada Pak Satrio, yaudah saya minta tolong, karena yang lain saya lihat sibuk Pak, terus pas kami nyari kursi didalam Pakai senter handphone Pak Satrio, tiba-tiba ada yang mengunci pintu dari luar, kami kaget dan minta tolong, tapi nggak ada orang diluar." ucapku tenang walaupun agak bohong sih hehehe
"Ok terus kenapa Satrio bisa pingsan?." tanyanya
"Oh itu, saya lanjutin nih yaa Pak cerita nya, jadi dia tadinya mau telepon Bapak, eh taunya handphone nya mati, dia katanya takut gelap jadi dia agak histeris ketakutan dan dia saya pikir tidur Pak, eh seperti nya pingsan sih, soalnya pas tadi Bapak nyelametin kita dia malah pucet dan lemas, sampai saya bangunin gak bisa bangun Pak. Dari cerita Pak Satrio sih dia trauma dengan masa lalu nya." ucapku menjelaskan
"Baik cerita kamu cukup masuk akal, saya akan mempercayai mu, tapi awas kalau kamu sampai bohong, saya tidak akan segan memecatmu, apalagi jika sampai terjadi hal-hal buruk pada sahabat saya Satrio." ucap Pak Nathan kesal
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok...Tok..Tok...
"Iya masuk." kata Pak Nathan
Pintu terbuka dan terlihat Pak Satrio dipapah oleh Pak dokter.
"Ya ampun Sat, ngapain sih lu jalan-jalan, kan keadaan lu lagi sakit bro !" ucap Pak Nathan
Lalu aku berinisiatif untuk membantu Pak Satrio, aku pun bangun dari kursi ku dan memberikan kursi ku ke dia.
"Makasih yaa Pak dokter, Pak dokter boleh kembali lagi ke rumah sakit." ucap Pak Satrio
"Iya Mas Satrio, jangan lupa diminum obat penenang nya dan banyak istirahat dulu yaa Mas, kalau begitu saya pamit Mas Nathan dan Mas Satrio." ucap Pak dokter sambil tersenyum juga ke aku
"Iyaa silahkan dok, nanti biayanya saya transfer yaa." ucap Pak Nathan
"Iyaa makasih Mas." ucap Pak dokter sambil meninggalkan kami dan menutup pintu
"Nggak usah lu bayarin bro, udah biar gue aja yang transfer ke Dokter Bayu." ucap Pak Satrio
__ADS_1
"Yaelah bro, kayak baru kenal aja, sans aja, lagian lu begini kan karena gue dan karyawan gue, lu ngapain sih kesini?, mending istirahat !" ucap Pak Nathan
"Nggak gue harus kesini buat meluruskan hal-hal yang terjadi, gue nggak mau kalau lu nyalahin Nadia, walau bagaimanapun dia nggak salah, justru dia dijebak di gudang, saran gue ya mending lu pecatin aja pegawai lu yang kejam-kejam itu, masalah nya ini sudah membahayakan nyawa, terlebih mereka kan sekongkol." ucap Pak Satrio
Lalu aku ikut nimbrung sambil menghampiri mereka.
"Jangan dipecat mereka Pak, kasihanlah, kan mereka juga nggak sepenuhnya salah, lagian mending dikasih peringatan dan hukuman dulu aja, kalau masih ngelakuin ya bolehlah dipecat." ucapku
"Hei, kamu gimana sih? kan udah aku belain juga." ucap Pak Satrio kesal
"Yaelah Pak santai aja, maksud saya baik, kan mereka pasti punya keluarga dan butuh makan, kasihan kalau dipecat sekarang, lagian kan belum ketahuan dalangnya siapa." ucapku santai sambil mikir yaa dalangnya pacar kamu lah boss ganteng
"Hemm, iyaa gue setuju sih sama yang Nadia bilang, kasihan keluarga mereka, yaa cuma maksud dari dalang itu apa Nad ?." tanyanya
"Yeh si Bapak gitu aja nggak ngerti, dalang yang mainin wayang lah Pak, kalau Bapak pernah nonton Cepot Pak Nathan pasti tahu." ucapku tertawa
"Semprul kamu Nad, saya tanya baik-baik malah bercanda." ucap Pak Nathan terlihat kesal
"Yaudah lah Pak Nathan, nanti juga kita akan tahu, yang penting kita harus bikin trio kwek-kwek dan Ka Sri jera dulu !." ucapku
"Hah, trio kwek-kwek siapa Nad?." tanya Pak Nathan
"Lah Bapak gak update, itu si Jani, Mila dan Nina Pak, kan mereka bertiga-tiga terus." ucapku
"Lama-lama saya pening deket kamu Nad, terlalu banyak istilah." ucap Pak Nathan
"Yaudah bro, gue kayaknya mau langsung ke Bali." ucap Pak Satrio
"Lu kan belum sehat bro, mending cancel ajalah, kesehatan lebih penting, apa mau gue anterin lu pulang?." ucap Pak Nathan
__ADS_1
Tiba-tiba handphone Pak Nathan berbunyi
Ku benci hari ini
Kamu tak disini
Kau minta aku
Berfikir tanpa marah
Lalu diangkat, "Iya sayangku, kenapa?." tanya Pak Nathan sambil keluar dari ruangan, paling juga nenek lampir yang nelepon.
Lalu kami tinggal berdua di ruangan. Aku pun bertanya pada Pak Satrio.
"Pak, dokumen perjanjian kita gak ketinggalan di gudang kan?" tanyaku
"Enggak, nih ada dibalik Jas ku, kamu koq kayaknya lebih khawatir itu dari pada aku."ucapnya kesal
"Lha iya lah Pak, itukan 50 juta, jadi berharga banget lah, ngomong-ngomong saya ada renc ana bagus nih buat perjanjian kita."ucapku tersenyum
"Rencana apa?" tanyanya
"Iyaa gini, jadi kan Pak Satrio gak jadi ke Bali, sebaiknya Pak Satrio tetap di Kafe sampai malam, nanti saya kan nyanyi tuh di Kafe, lalu Pak Satrio pura-pura nembak saya didepan umum". ucapku tertawa
"Emang cewek cempreng kayak kamu bisa nyanyi? ide kamu alay banget sih, gak ! saya gak setuju !" ucapnya
"Ya Bapak, dengerin dulu saya nyanyi, nanti juga Bapak terpesona dengan suara saya yang merdu, pokoknya Bapak harus setuju, ini tuh ide bagus, karena dengan ini semua orang akan percaya bahwa kita memang sudah resmi jadian." ucapku
"Ya terus apa alasan saya nembak kamu ?." ucapnya
__ADS_1
"Ya Bapak tinggal bilang, bahwa kamu adalah perempuan baik yang Tuhan kirimkan untuk saya, perempuan yang paling mengerti saya dan mengesankan untuk saya." ucapku tertawa
"Terlalu percaya diri banget sih kamu, yaudah ok, nanti saya pesen dulu bunganya, tapi kamu harus akting yang bagus." ucapnya