Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bisik-bisik Tetangga


__ADS_3

"Wah ganteng banget calon suaminya si Nadia yaa."bisik Ibu-ibu


"Eh Nadia juga cantik banget sekarang."kata Bapak-bapak itu


Lalu aku dan Satrio jalan berdampingan dan menghampiri Ibu.


"Assalamualaikum Bu."ucapku sambil mencium tangannya


"Assalamualaikum Tante, apa kabar? saya Satrio pacar nya Nadia."ucapnya sambil mencium tangan Ibu juga


"Waalaikumsalam, aduh Nadia akhirnya kamu bawa calon mantu yang berkualitas buat Ibu, Alhamdulillah Ibu baik anak ganteng, mulai sekarang panggil nya Ibu juga, jangan Tante lagi."ucap Ibu


Aku hanya tersenyum.


"Makasih Bu, sudah menyambut saya dengan baik, ngomong-ngomong terimakasih juga untuk Bapak dan Ibu yang sudah repot-repot berkumpul di sini, semoga kehadiran saya tidak menggangu yaa."ucap Satrio sambil tersenyum


"Nggak lah anak ganteng, kamu nggak ganggu koq, malah ditunggu banget."ucap Ibu


Sementara tetangga ku masih terpesona dengan Satrio, sampai-sampai pada senyum-senyum sendiri.


"Ibu-ibu makasih udah bantu saya nyambut anak saya dan calon suaminya, kalian boleh pulang sekarang, saya ada urusan keluarga nih, jadi pada bubar yaa."ucap Ibu


"Eh Bu Naila, jangan usir kami, kami masih mau lihat calon mantu kamu yang ganteng."ucap tetangga ku


"Iyaa Bu, kita-kita juga masih mau lihat Neng Nadia yang makin cantik dan bening."ucap seorang Bapak , lalu dijewer istrinya


"Jangan genit-genit Pak, awas ya Bapak."ucap Ibu itu


"Oh yaa Mang Ujang, tolong ambilkan kue-kue yang saya beli semalam, bagikan ke tetangga Nadia."ucap Satrio


"Iyaa Tuan muda, baik laksanakan."ucap Mang Ujang


"Duh Caman Ibu, nggak usah repot-repot, mereka mah jangan dikasih apa-apa, nanti kebiasaan."ucap Ibu


"Caman? Caman apa itu Bu."tanya Satrio


"Calon Mantu, hehe ah masa nggak tahu."ucap Ibu


"Oh, kirain Caman nama tarian Bu, nggak apa-apa Bu, saya sama Nadia sengaja menyiapkan ini untuk orang-orang disini, agar merasakan kebahagiaan juga , yaa cuma nggak seberapa sih Bu."ucap Satrio


"Iya Bu, Mas Satrio yang maksa, padahal kata aku nggak usah."ucapku


Lalu tetangga makin kagum dan banyak mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


Satrio pun tersenyum senang.


"Oh ya Mang Ujang, tolong ambilkan 4 goodie bag yang dimobil yaa."ucap Satrio


"Siap Tuan."ucapnya


Lalu membawakan ke Satrio.


"Makasih Mang Ujang."ucap Satrio


"Iyaa Tuan."ucap Mang Ujang


"Oh yaa Bu, ini hadiah-hadiah kecil buat Ibu sekeluarga, semoga suka yaa, yang bantu milih Nadia."ucap Satrio


"Duh Caman nggak usah repot-repot, makasih yaa."ucap Ibu lalu mengambil goodie bag itu semua


"Ibu, jangan bikin malu dong."ucapku malu


"Yaa kan dikasih Nad, yaa harus diambil dong, kan pamali barang yang dikasih nggak diambil."ucap Ibu tertawa senang


"Iya Nad, nggak apa-apa, santai aja sama aku mah, aku malah senang kalau pemberian ku diterima."ucap Satrio


"Ya Tuhan, baju nya bagus banget, udah gitu brand ternama, udah bertahun-tahun Ibu nggak beli ini, semenjak Bapakmu bangkrut."ucap Ibu


"Yaudah Ibu masuk dulu, mau cobain bajunya, tunggu dulu yaa Mantu."ucap Ibu lalu masuk kerumah


Aku dan Satrio hanya tersenyum


"Wah enak banget Bu Naila, dibeliin baju bagus, sekeluarga lagi, ngomong-ngomong calon suamimu kerja apa Nad?."ucap tetangga ku


"Calon suami saya cuma orang biasa Bu, yang kebetulan punya perusahaan di bidang jasa di Bandung."ucapku santai


"Wah keren Nad, calon suamimu berarti selain ganteng juga kaya, ah untung kamu ngejomblo pas kerja di Bandung yaa Nad, kalau nggak kesempatan emas hilang."ucap Ibu itu


"Ah bisa saja Ibu, Nadia mencintai saya bukan karena harta koq, Nadia awal nya nggak tahu apa-apa tentang saya, dia menerima saya apa adanya, dia baru tahu saya punya perusahaan setelah 1 hari jadian."ucap Satrio


"Pantes kamu tambah cantik Nad, eh tapi harus terus cantik Nad, supaya pacar mu nggak selingkuh, kan kalian baru jadian sebentar kan, masih rawan tuh."ucap Ibu itu


"Walaupun baru kenal tapi saya yakin sekali Nadia perempuan baik, makanya minta doanya supaya kami cepat menikah."ucap Satrio sambil merangkulku


Aku hanya tersenyum


"Aamiin, ya Allah Nad, mimpi apa sih kamu, baru ke Bandung udah ketemu cogan milyarder."ucap mereka

__ADS_1


"Namanya jodoh Bu, nggak ada yang tahu, saya juga awalnya nggak berpikir akan ketemu jodoh disana, kan tadinya hanya kerja, cuma ternyata pas diKafe , saya ketemu Mas Satrio, Mas Satrio biasa nya makan di Kafe, makanya bisa kenal."ucapku menjelaskan


"Oh pantes, ah besok anakku suruh kerja diluar kota aja ah."ucap tetangga


Tiba-tiba Ibu keluar dengan baju baru. Sambil bergaya-gaya.


"Sudah yaa Ibu-ibu wawancara nya, saya mau ajak anak dan Caman saya masuk, kasihan berdiri terus, kalian pulang aja yaa, kan udah dikasih oleh-oleh kue mahal, jadi pulang yaa."ucap Ibu kesal


"Iyaa deh Bu Naila, kita pulang dulu, nanti kita kesini lagi, mau denger cerita mas ganteng, kali aja bisa kerja ditempat Mas ganteng."ucap tetangga ku


"Makasih yaa Mas ganteng, kue mahalnya, kita pulang dulu."ucap mereka


"Sama-sama Bu."ucap Satrio


Lalu Bapak-bapak nya ditarik oleh Ibu-ibu.


"Ayo Pak kita pulang dulu, udah jangan liatin Nadia mulu, lagian Bapak kalah lah sama calon nya, Bapak mah nggak ada apa-apa nya."ucap seorang Ibu memarahi suaminya


Lalu tetangga ku yang sekitar 15 orang itu pulang kerumah masing-masing dengan wajah bahagia, emang Satrio pinter banget ambil hati orang, baru masuk sini aja langsung banyak fans.


"Nad, ajak calon mu masuk, kasihan dia."ucap Ibu


"Bu , izin Mang Ujang, supir Mas Satrio boleh masuk kan?."ucapku


"Boleh banget, udah ayo semua masuk, Bapak dikamar tuh, keadaan nya masih kurang sehat."ucap Ibu


"Iya Bu, ayo Mang Ujang masuk."ucapku


Lalu kami masuk kerumah ku yang sederhana ini, ibaratnya hanya seperti 3 kamar Satrio.


"Silakan duduk Caman Ibu, Ibu ambilin minum dulu yaa, maaf rumah kita kecil dan sumpek."ucap Ibu


"Iyaa makasih Bu, nggak apa-apa, ini juga rumah nya bagus koq , minimalis dan yang penting nyaman."ucap Satrio


"Ah Caman Ibu, bisa aja, makanya cepetan nikahin anak Ibu, biar kita bisa pindah kerumah kamu."ucap Ibu


"Ibu, udah ah, jangan bikin malu."ucapku kesal


"Yeh emang bener koq, emang kamu mau kita begini terus."ucap Ibu lalu ke dapur


"Maaf yaa Mas Sat."ucapku lemas


"Haha santai aja lah, kamu lucu banget dari tadi, manyun terus , senyum dong biar tambah cantik."ucap Satrio

__ADS_1


__ADS_2