
Tok...tok...
Ada suara ketukan pintu terdengar lagi.
Lalu aku yang membuka.
Ternyata Adik-adik ku yang manis baru pulang sekolah.
"Mbak Nadia, yaa Allah cantik banget sih Mbak."ucap Dina
"Ih kita kangen banget sama Mbak."ucap Dini
"Iyaa Mbak juga kangen kalian."ucapku lalu memeluk mereka
Lalu kami masuk ke ruang tamu.
"Mbak 2 cowok itu siapa?."bisik Dini ditelinga ku
"Ganteng-ganteng banget Mbak."ucap Dina
"Ehem , Mbak kenalin yaa, yang baju putih Boss Mbak namanya Pak Nathan dan yang baju kotak-kotak namanya Mas Satrio pacar Mbak."ucapku malu
"Mbak, aku seneng deh akhirnya Mbak punya pacar."ucap Dina
Lalu mereka salim kepada Nathan dan Satrio.
"Perkenalkan, kami adiknya Mbak Nadia, aku Dini dan ini Dina."ucap Dini
"Hallo adik-adik cantik, Mas Satrio seneng kenal kalian, kalian sama cantik nya yaa kayak Mbak Nadia.Oh yaa, mulai sekarang kalian harus anggap Mas Satrio seperti kakak kalian juga."ucap Satrio
"Makasih Mas Satrio, Mas Satrio juga ganteng dan baik, mudah-mudahan cepat nikah sama Mbak Nadia, kasihan Mbak Nadia selalu dijodohkan sama laki-laki tua."ucap Dina
Lalu aku hanya melotot kepada Dina.
"Aamiin, doain aja yaa, supaya Mbak Nadia mau nikah sama Mas."ucap Satrio
"Pasti nya Mas, pokoknya Mas harus Pepet terus Mbak Nadia biar mau nikah."ucap Dini tertawa
"Dina , Dini sudah masuk sana, ganti baju."ucapku mengalihkan pembicaraan
"Nanti dulu Mbak, aku mau kenalan sama Bossnya Mbak yang juga ganteng."ucap Dini
"Iya kenalin nama kakak Nathan, panggil aja Ka Nathan yaa."ucap Pak Nathan
"Iyaa salam kenal Ka Nathan, kalau udah besar aku mau jadi pacar kakak."ucap Dina
"Aku juga Ka."ucap Dini
__ADS_1
"Hehe, kalian harus rajin belajar dulu dan semangat sekolah nya, nanti kalau sudah sukses baru bisa punya pacar seperti kakak."ucap Pak Nathan
"Iyaa Ka."ucap Dina dan Dini
Lalu aku merasa malu dengan adik-adik ku ini, bisa-bisa nya bersikap centil, lalu aku ajak mereka masuk kamar dan ganti baju.
"Sebentar yaa Mas Satrio dan Pak Nathan, aku mau ngobrol sama adik-adik ku."ucapku langsung menarik tangan bocah-bocah ini
Lalu kami masuk kamar.
"Dina, Dini sejak kapan kalian bersikap secentil tadi? Mba nggak suka yaa."ucapku
"Mbak jangan marah dong, kan kami cuma bercanda, habis Mas Satrio dan Ka Nathan ganteng dan baik sih Mbak."ucap Dina
"Iyaa maaf ya Mbak, cuma iseng aja tadi."ucap Dini
"Ok Mbak maafkan, yang penting jangan kayak gitu lagi, yaudah kalian ganti baju, oh ya ada hadiah dari Mas Satrio buat kalian, disimpan Ibu."ucapku
"Yang benar Mbak? apa hadiah nya?"tanya Dina
"Baju, kemarin Mbak yang memilihkan buat kalian, baju yang kalian inginkan selama ini."ucapku
"Wah seneng nya, makasih Mbak."ucap mereka
"Iyaa iyaa, yang penting ucapin makasih juga sama Mas Satrio."ucapku
Lalu aku meninggalkan kamar. Dan kembali ke ruang tamu.
Sekarang aku berkumpul dengan Mas Satrio, Pak Nathan dan Ibu diruang tamu kami yang sederhana. Sementara Bapak masih tiduran dikamar dan Mang Ujang sedang menikmati kopi dengan tetangga ku, Mang Ujang cepat akrab dengan tetangga ku.
Lalu aku ikut duduk didekat Ibu yang sedang mengobrol dengan Nathan dan Satrio.
"Iyaa Nadia mah emang suka gitu dari kecil, suka banget jarang mandi, jadi agak dekil, terus pas tiba-tiba dia berubah seperti sekarang Ibu kaget, koq Nadia jadi tambah kinclong, yaa walaupun emang Nadia sebenarnya cantik sih, secara anak Ibu kan emang cantik-cantik." ucap Ibu bercerita sambil tertawa
"Ibu, jangan diceritakan dong aib Nadia, Nadia kan malu."ucapku manyun
"Ya nggak apa-apa, kan nanti juga Satrio jadi suami kamu, jadi dari sekarang harus tahu kebiasaan kamu, supaya bisa memaklumi, namanya pasangan harus bisa menerima segala kekurangan maupun kelebihan pasangan nya, betul kan Caman Ibu."ucap Ibu
"Iyaa betul Bu, Satrio setuju, lagian apapun kekurangan Nadia, bagi Satrio nggak masalah, asalkan Nadia setia dan selalu berusaha melakukan yang terbaik, itu sudah cukup."ucap Satrio
"Ah emang kamu menantu idaman Ibu, ngomong-ngomong, Nak Nathan sudah punya pacar atau Istri?."tanya Ibu kepada Nathan
"Hehe kalau istri belum Tan, tapi kalau calon istri sudah ada, cuma hari ini dia sibuk kerja, jadi belum sempat mampir kesini. Oh yaa Tan bagaimana keadaan ayah Nadia? saya dengar sedang sakit yaa?."tanya Nathan
"Yah sayang banget udah punya calon, kalau belum, Tante kenalin sama saudara-saudara Tante, iyaa begitu Nak, Ayah Nadia sakit jantung, waktu Nadia ke Bandung sebenarnya sakitnya kumat, cuma sudah dibawa ke rumah sakit, tapi karena takut biayanya makin mahal jadinya dirawat di rumah aja, keadaan nya sudah cukup membaik, untungnya Satrio mentransfer uang, jadi kita bisa bayar biaya rumah sakit, Ibu jadi terharu banget, beruntung Nadia kenal kalian."ucap Ibu
"Syukur kalau sudah membaik, iya kalau suatu waktu Tante butuh biaya untuk bawa Om kerumah sakit, nanti Nathan bisa bantu."ucap Nathan
__ADS_1
"Hehe nggak usah Nak, ada Satrio sekarang disisi Nadia, jadi Tante nggak akan khawatir lagi.Pokoknya Satrio harus janji jagain Nadia yaa."ucap Ibu
"Iyaa pasti Tante, sekarang keluarga Nadia adalah keluarga Satrio juga."ucap Satrio
"Ngomong-ngomong kabar orang tua kamu bagaimana Caman?, Ibu nggak sabar mau ketemu besan."ucap Ibu
"Bu, orang tua Mas Satrio sudah lama meninggal karena kecelakaan."ucapku pada Ibu yang belum tahu apa-apa tentang Satrio
"Ya Tuhan, maaf ya Nak, Ibu turut berdukacita, kasihan kamu, berarti sekarang tinggal sendiri?."tanya Ibu
"Nggak Bu, saya tinggal dengan asisten rumah tangga, satpam, Om saya dan Mang Ujang, namun kalau malam Mang Ujang pulang kerumahnya."ucap Satrio
"Waduh jangan lama-lama pacaran makanya, cepat nikahin Nadia dan ajak dia tinggal dirumahmu, kasihan kamu harus ada yang urus jangan cuma asisten rumah tangga aja."ucap Ibu
"I..Ibu."ucapku kesal
Satrio hanya tersenyum.
Lalu kami mengobrol-ngobrol santai, datang lah Dina dan Dini memakai baju barunya.
"Taraa, liat deh Bu, bajunya bagus yaa, makasih yaa Mas Satrio."ucap Dina
"Iyaa bagus banget Bu, makasih Mas Satrio udah beliin baju untuk kita."ucap Dini
"Iyaa bagus, emang Mas Satrio itu calon kakak Ipar yang baik yaa."ucap Ibu
"Hehe sama-sama Dina dan Dini, nanti kalau ke Bandung, Mas akan belikan lagi."ucap Satrio
"Wah yang benar, ah aku pengen cepet-cepet kesana kalau liburan sekolah."ucap Dina
"Sama aku juga, mulai sekarang aku akan setuju Mas Satrio jadi kakak Ipar ku."ucap Dini
"Haha kalian menggemaskan sekali, seperti Mbak kalian ."ucap Satrio
Aku hanya tersipu malu. Dan yang lain tertawa.
"Oh yaa Mas Satrio bisa ajarin aku ngerjain tugas nggak? aku bingung, nggak ada laptop nya, males ke warnet lagi hujan."ucap Dina
"Sama aku juga bingung nih."ucap Dini
"Dina Dini jangan ngerepotin Mas Satrio, kasihan Mas Satrio."ucap ku
"Nggak apa-apa Nad, iyaa Mas bisa ajarin , Mas kebetulan selalu bawa laptop di mobil Mas, yaudah kalian tunggu dikamar biar Mas ambilkan dulu laptop nya dan Mas ajarin cara ngerjain tugasnya."ucap Satrio
"Yeah senangnya, makasih kakak Ipar kami yang ganteng."ucap mereka
Lalu mereka masuk kamar, aku hanya bengong melihat tingkah mereka dan Satrio ternyata sabar juga menghadapi anak-anak itu.
__ADS_1
Lalu Satrio mengambil laptop nya dan membantu Dina dan Dini mengerjakan tugas TIK. Sementara aku menemani Pak Nathan ngobrol dan Ibu juga langsung ke dapur untuk masak.