Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Tawaran dari Satrio


__ADS_3

Lalu aku sampai di jalan Melon, tapi disini masih cukup ramai, masih banyak orang jualan dan makan disini.


"Mana tuh si Playboy?." batinku


Tiba-tiba ada pesan lagi dari WhatsApp ku.


Playboy stress: Nadia, aku ada dibelakang mu di bawah pohon Mangga, aku tunggu dibangku taman dekat tukang Nasi goreng.Cepet gak pake lamaa...


(Hanya aku baca)


"Duh, dasar playboy stress, dikira ini masih siang apa, enak banget minta ketemuan, kan capek banget, udah kangen bantal dan guling." ucapku pelan sambil menaruh handphone ditas


Lalu aku punya ide jenius, aku akan berpura-pura menjadi hantu saja, akan aku takuti dia, nah untung nya aku bawa bedak bayi kesayanganku, mending aku taburi dimuka, terus aku gerai rambut ku dan ku lepaskan kacamata ini, toh dia udah tahu penampilan aku sebenarnya, selamat menikmati kecantikan aku playboy stress. Lalu aku WhatsApp dia.


Aku : Maaf Pak Satrio, saya kebelet pipis, saya cari toilet dulu yaa, nanti saya menemui Bapak. Bapak tunggu aja disitu.


Kemudian dia membaca dan membalas nya.


Playboy Stress : Ok cepat, saya tunggu !!!!


Lalu aku mengendap-endap ke belakang pohon besar, kebetulan dia lagi main handphone tuh, pasti gak sadar kalau aku masih disini, buru-buru ku taburi bedak yang banyak, lalu aku membuka ikat rambut dan kacamata ku. Waktu nya beraksi. Biar tambah bagus , aku setel aja suara kuntilanak di handphone, hahah hiburan banget kayaknya.


Lalu aku dibelakang nya , menyetel suara kuntilanak namun pelan.


Hi...hi...hi...hi...


Dia masih belum sadar.


Coba sekali lagi sambil menunggu dibelakangnya, biar ketika dia lihat dia langsung pingsan atau menjerit minimal.


Hi...hi...hi...hi...

__ADS_1


"Playboy, playboy kau harus tanggung jawab." ucapku seperti hantu


Lalu dia menengok ke belakang.


" Siapa sih, jangan bercanda deh? " ucapnya sambil memegangi leher


"Lihat aku dibelakang mu." ucapku lagi


Lalu dia menengok.


"Ha...hantu." ucapnya langsung pingsan


"Haha... rasain kamu , makanya jangan suka perintah-perintah orang seenaknya. Eh tapi dia pingsan beneran yaa." ucapku khawatir sambil membersihkan bedak diwajahku


Lalu karena penasaran aku langsung melihat langsung ke depan wajahnya, namun tangan ku malah ditarik dan aku jatuh.


"A..aduh sakit tahu." ucapku sambil mencoba bangun


"I..iya saya, kenapa memangnya , masalah buat anda, anda pura-pura pingsan yaa?." ucapku sambil bertolak pinggang


"Iyaa lah, lagian mana ada saya takut sama hantu kaya kamu, saya cuma mau ngerjain balik kamu, sudah kamu duduk sini cantik." ucapnya


"Huh gak seru, udah capek-capek nakutin juga." ucapku sambil duduk


"Nad, Nad, kamu mau ngerjain Satrio, mana bisa, oh yaa tapi kamu tetap cantik koq pakai tepung tadi." ucapnya tertawa


"Hah palamu tepung, ini tuh bedak, dikira saya gorengan pake tepung." ucapku ngomel


"Walah kamu koq makin menggemaskan kalau marah." ucapnya merayu


"Udah deh, to the point' aja mau apa kamu nyuruh aku kesini?." ucapku melotot

__ADS_1


"Duh gak sabar banget kayaknya, slow aja cantik, gak usah buru-buru, sans aja." ucapnya memandangiku


"Hei kamu kira saya hantu diajak ketemuan malam-malam dibawah pohon?, saya tuh besok harus kerja, gak usah deh kayak gini lagi." ucapku


"Ok tenang, tenang, emang kamu mau ketemunya dimana? dirumahku? mau ke kamar yaa?." ucapnya menggoda


"Hei playboy, jangan asal bicara ya, kamu pikir saya wanita seperti apa? saya bukan wanita murahan, jika memang tak ada yang dibicarakan saya pamit." ucapku ingin meninggalkan nya


"Oh , mau pergi, siap-siap besok kamu dipecat sama Nathan, wah jadi pengangguran dong dan gak akan bisa melamar kerja dimanapun, nanti aku akan kasih tahu seluruh tempat kerja yang kamu datangi bahwa kamu bukan orang baik, saya akan menyebarkan issue tentang mu."ucap nya mengancam


"Oh Tuhan, salah apa saya sama kamu dan kamu gak us ah sok imut pake aku-akuan segala, dasar playboy." ucapku akhirnya duduk lagi


"Ok aku to the point' sama kamu, tujuan aku mengajakmu kesini bukan mengancam mu, namun hanya memberikan penawaran menarik untuk mu, tapi kalau kamu tidak bersedia saya akan menepati ancaman saya padamu." ucapnya


"Tawaran apa lagi sih? ,banyak maunya banget anda." ucapku kesal


"Gampang, mulai besok kamu harus jadi pacar pura-pura saya, tenang hanya pura-pura saja selama waktu yang aku tentukan." ucapnya


"What, pacar pura-pura, kamu gila ya? kenapa kamu nggak cari perempuan lain saja? bukannya stok pacar kamu banyak? pilih aja salah satunya." ucapku santai


"Hei Nona Nadia, tentu kamu masih ingat bukan kejadian memalukan tadi diKafe, karena kamu perselingkuhan aku terbongkar dan semua pacarku memutusi aku hari ini, jadi kamu harus tanggung jawab! " ucapnya sambil mengangkat daguku


Lalu aku menepis tangan nya dan berkata


"Kalau kamu putus sama mereka itu sih derita kamu, siapa suruh jadi laki-laki playboy, sok ganteng dan sok kayak sih kamu !" ucapku


"Ok baiklah kamu harus dengarkan aku baik-baik, aku bukan bermaksud mempermainkan gadis-gadis itu, tapi mereka sendiri yang datang padaku dan aku terpaksa menerima mereka, yaa secara mereka cantik dan seksi. Tapi yang jadi permasalahan adalah aku tidak nyaman dengan pacar sahabat ku Nathan, yaitu Melisa. Sejak dulu dia mengejar ku dan ingin aku menjadi pacarnya. Bukan aku tidak suka padanya, tapi dia bukan tipeku, memang cantik tapi sikapnya aku benci, sudah gitu dia seharusnya setia pada Nathan, karena aku sangat mengenal Nathan, dia sangat mencintai Melisa, pasti dia akan hancur jika tahu Melisa mencintai ku, jadi ku mohon kamu membantu aku agar Melisa tidak mendekati aku lagi, aku tahu kamu perempuan kuat dan cerdik, jadi kamu pasti punya banyak cara membantuku dan tenang saja aku akan memberikan apapun yang kamu mau." ucapnya memohon


Lalu aku terdiam sebentar, aku berpikir dan bingung harus apa, disatu sisi aku malas untuk membantu nya dan aku malas menjadi pacar sewaannya namun disisi lain tawaran nya menarik, dengan begitu aku bisa mengerjai nenek lampir dan memberitahu Pak Nathan siapa sebenarnya pacarnya itu, lagipula perempuan drama itu harus nya mendapatkan pelajaran berharga, karena sudah menyia-nyiakan laki-laki sebaik Nathan. Dan menarik nya Satrio menawarkan aku apapun yang aku minta, bukankah itu sangat menarik.


"Ok akan aku pikirkan matang-matang apa aku siap membantu mu atau tidak, namun jawaban nya besok yaa ditempat ini lagi." ucapku tersenyum

__ADS_1


__ADS_2