Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Kalimat Terbaik


__ADS_3

Aku pun tetap menunggu Mas Satrio dikamar.


Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.


" Padahal belum 5 menit dia keluar, masa sudah pulang aja sih, apa ada yang tertinggal."batinku


Lalu aku membuka pintu kamar, ternyata itu adalah Ibu.


"Nad, boleh Ibu masuk?."tanya Ibu


"Iyaa Bu, masuk aja, kebetulan Mas Satrio lagi keluar."ucapku lalu mengajak Ibu masuk dan menutup pintu kamar


Lalu kamipun duduk.


"Ada apa Bu?."tanyaku


"Begini Nad, Ibu tiba-tiba keinget almarhum Bapakmu, Ibu jadi sedih sekali, harusnya hari ini Bapak ada sama-sama kita, untuk menyaksikan pernikahan ini, apalagi Bapak sangat setuju kamu menikah dengan Satrio, pasti Bapak sangat senang Nad. Ibu rasanya pengen curhat dan pengen mengeluarkan rasa sedih Ibu ke kamu, Ibu pengen kamu nenangin hati Ibu ini."ucap Ibu bersedih


"Ya Allah Bu, Ibu jangan sedih yaa, besok kita ke makam Bapak di Bogor, kita ajak Mas Satrio, pasti Mas Satrio mau. Sebetulnya Nadia juga sangat sedih, karena harus kehilangan Bapak secepat ini, Nadia masih sangat tidak menyangka harus mengalami ini semua. Harusnya Bapak menjadi saksi dari hari bahagia Nadia."ucapku juga bersedih


"Iyaa makasih yaa Nad, besok kita harus ke makam Bapak, untuk mendoakan nya secara langsung. Tapi Nadia harus tahu, pasti Bapak senang banget sekarang, karena putri nya yang cantik ini akhirnya sudah menikah dan tidak akan lagi jadi bahan ledekan orang-orang.Oh yaa Ibu mau minta maaf Nad, dulu Ibu sering membuat kamu malu dan marah. Mohon Nadia maafin Ibu, Ibu janji mulai sekarang akan jadi Ibu yang baik dan tidak menuntut apapun, kecuali yang Ibu harapkan sekarang adalah kebahagiaan kamu dan Adik-adikmu."ucap Ibu


Lalu aku memeluk erat Ibu, baru pertama kali aku merasakan kehangatan dari dekapan seorang Ibu, biasanya Ibu sangat acuh terhadap ku, meskipun sering ngobrol, baru kali ini obrolannya mampu menembus hatiku. Inilah sosok Ibu yang selama ini aku dambakan. Mungkin ini yang dinamakan hikmah dari segala kejadian.


Lalu setelah berpelukan, kami pun melepaskan pelukan kami.


"Iyaa Bu, Nadia sudah maafin Ibu koq, tenang aja Bu, Nadia sudah tidak marah maupun benci dengan Ibu, karena bagi Nadia , Ibu adalah Ibu yang baik."ucapku tersenyum

__ADS_1


"Iyaa Nad, Alhamdulillah kalau kamu sudah maafin Ibu, ngomong-ngomong Satrio kemana Nad? Koq Ibu nggak lihat dia? Dia antar Nathan?."tanya Ibu


"Mas Satrio ke Minimarket Bu, tadi Ibu dikamar, jadi nggak tahu kalau Mas Satrio baru aja keluar." ucapku agak malu mengatakan semuanya


"Oh ke Minimarket, ngapain Nad? kan sudah malam?."tanya Ibu


"A...anu Bu, tadi Mas Satrio aku minta tolong untuk belikan aku pembalut, soalnya aku lagi haid hari pertama, aku lupa beli persediaan."ucapku malu dan menunduk


"Haha ya ampun, lucu banget sih kalian, kenapa nggak minta tolong Ibu aja sih Nad, kan kasian Satrio."ucap Ibu tertawa


"Hehehe, iya Bu. Aku sebenarnya malu. Tapi kepaksa, soalnya dadakan gini. Aku kan nggak mau bangunin Ibu dan yang lainnya."ucapku sambil menggaruk kepala


"Oh gitu, lain kali jangan gitu kamu Nad, kamu harus berbakti dengan suamimu, jangan suka nyuruh-nyuruh yaa. Kasian suamimu. "ucap Ibu


"Iyaa Bu, Nadia nggak akan lagi nyuruh Mas Satrio."ucapku


"Iyaa Bu, makasih sudah memberi tahu Nadia, jujur Nadia sangat deg-degan menghadapi ini semua. Jadi seperti canggung aja menjalani ini. Rasanya bingung, bagaimana harus menyenangkan hati Mas Satrio. Sementara Nadia banyak nggak tahunya."ucapku


"Ya wajar lah, kan kalian baru menikah, jadi masih banyak hal yang harus kalian pahami satu sama lain. Tapi kamu beruntung Nak telah mendapatkan Satrio, karena Satrio adalah laki-laki yang sangat cinta dan perhatian dengan istrinya."ucap Ibu


"Iyaa Bu, Nadia juga nggak nyangka bisa mencintai Mas Satrio secepat ini. Bahkan Nadia merasa gak akan bisa mencintai laki-laki lain selain Mas Satrio. Karena Mas Satrio sangat tulus dalam mencintai aku yang sederhana ini."ucapku menatap Ibu


"Yang penting kamu harus banyak belajar dan tanya Ibu. Jangan malu. Ibu mau anak Ibu pintar dalam membahagiakan suaminya. Tuh kayaknya Satrio sudah pulang, mobilnya sudah terdengar. Kamu lebih baik memberikan pelayanan yang baik untuk nya. Berikan dia teh hangat, makanan kesukaannya, kalau perlu kamu harus memijatnya jika dia capek, kayak sekarang ini, harus ke Minimarket demi kamu."ucap Ibu tertawa


"Iyaa Bu, pasti Nadia akan bikin Mas Satrio senang."ucapku tersenyum


"Sayang, belum tidur kan?."ucap Satrio dari luar kamar

__ADS_1


"Belum Mas, masuk aja."ucapku menahan tawa


Lalu dia membuka pintu kamar. Dan menghampiri kami lalu ikut duduk.


"Eh ada Ibu, maaf yaa Bu, Satrio nggak tahu. Kalau gitu Satrio keluar dulu."ucapnya malu


"Eeeh, jangan keluar. Ibu sudah selesai koq ngobrol sama Nadianya. Ibu tadi hanya minta tolong besok ke makam Ayah Nadia."ucap Ibu


"Oh begitu Bu, besok aku antar yaa. Terus sekalian Satrio izin ingin honeymoon ke Bali bersama Nadia selama 1 Minggu, setelah dari Bogor."ucapnya tersenyum


"Yaa tentu boleh banget lah, saran Ibu kalian pergi nya berdua aja,terus jangan seminggu kalau bisa dua Minggu atau lebih, biar cepat punya anak."ucap Ibu tertawa


"Ah Ibu."ucapku malu


"Makasih Bu, Satrio sih terserah Nadia aja maunya sampai kapan."ucap Satrio


"Haha iyaa deh terserah kalian aja. Yaudah Ibu keluar dulu yaa. Selamat malam pengantin baru. "ucap Ibu tertawa dan meninggalkan kami lalu menutup pintu


Lalu Satrio pun mengunci pintu kamar dari dalam.


"Mas, maaf yaa aku ngerepotin kamu."ucap ku padanya


"Nggak apa-apa sayang, yaudah nih pesanan kamu. Tadi aku salah ambil lho. Karena aku malu aku malah ambil Pampers bayi. Untung Mbak nya nanya lagi ke aku, jadi aku tahu aku salah beli."ucapnya tertawa


"Lha kan ada gambar bayinya Mas. Masa kamu nyamain aku sama bayi sih, ih kamu."ucapku mencubit nya


"Hahaha ampun, bercanda sayang, sudah sana ganti."ucapnya tertawa

__ADS_1


"Iya Mas ku sayang."ucapku tersenyum


__ADS_2