
Lalu Salsa dibaringkan di sofa. Namun sudah 5 menit lamanya belum juga sadarkan diri.Aku juga sudah mengambilkan minyak kayu putih untuk menyadarkan nya.
"Sayang, tolong kamu jangan marah ya pada Salsa, dia itu aslinya baik koq. Mungkin dia sekarang begini karena kaget dengan kenyataan yang terjadi. Jadi biar aku bicara dulu sebentar dengannya, untuk menjelaskan semuanya yang terjadi, semoga dia dapat menerima kenyataan."ucap Mas Satrio
"Terserah Mas ajalah, tapi jangan khianati kepercayaan aku yaa, baik aku kasih waktu 10 menit untuk kamu berbicara padanya. Ini minyak kayu putih, coba Mas gunakan untuk menyadarkan dia. Kalau gitu aku pamit dulu ke kamar."ucapku pelan tak bergairah
"Yang tunggu, percaya yaa sama aku."ucap Mas Satrio menatapku cemas
Aku hanya menganggukkan kepala, bukan tanda setuju sebenarnya, hanya malas berdebat, takutnya Salsa bangun dan melihat, yang ada dia malah bahagia melihat kami bertengkar.
Lalu aku masuk ke dalam kamar, pintu ku tutup tapi tidak kurapatkan, sengaja agar bisa mendengar percakapan mereka. Karena aku lihat mata Mas Satrio masih penuh rasa sayang dan khawatir padanya. Ah aku benci dalam keadaan ini.
Ku melihat Mas Satrio mengambil segelas air putih lalu ditaruh dimeja dekat Salsa dan sekarang dia mendekatkan minyak kayu putih yang sudah dibuka tutupnya ke hidung Salsa.
"Sa, bangun Sa."ucap Mas Satrio lembut
Lalu Salsa bangun dan memeluk Mas Satrio, ingin langsung ku marahi, tapi aku berusaha menahan amarahku. Aku ingin lihat apa yang akan Mas Satrio lakukan.
"Sa, lepasin aku, aku sudah punya istri sekarang, kamu jangan kayak gini, kita bicara dulu yaa."ucap Mas Satrio melepaskan pelukannya
"Yo, tolong sekali ini aja, aku ingin dipeluk kamu seperti dulu, seperti saat aku down dan nggak tahu harus lari ke siapa. Aku butuh kamu Yo."ucapnya menangis
__ADS_1
Aku masih memperhatikan dengan rasa cemburu yang tak karuan, andai aku ini jahat sudah pasti ku usir dia sekarang. Tapi aku nggak mau Mas Satrio salah paham dan malah membenci aku.
"Sa, dengerin aku dulu sekarang, kamu harus lupakan aku, aku yakin kamu perempuan baik dan pasti akan dapat laki-laki yang baik. Sekarang aku tanya, kenapa kamu bisa ada di Bali dan ke villa ini?."tanya Mas Satrio
"A...aku cari kamu, untuk gimana aku ada disini kamu nggak perlu tahu. Yang harus kamu tahu, aku kehilangan kamu, aku kangen kamu, aku nggak bisa Yo hidup tanpa kamu. Beri aku kesempatan untuk mengulang masa bahagia kita dulu, masa dimana dunia ini indah karena ketulusan kamu."ucapnya mengiba dan mencoba menggenggam tangan Mas Satrio
Tapi kali ini sepertinya Mas Satrio terbuai dengan perkataan nya. Maka Mas Satrio tidak menolak dipegang dia. Ingin ku marah sekarang.
"Sa, yang sudah biar sudah yaa, kamu kan harus jaga kesehatan kamu, aku tahu kamu masih sakit seperti dulu, jadi kamu jangan banyak pikiran maupun kecapean. Kamu harus tetap hidup bahagia, hanya itu yang membuat aku tenang."ucap Mas Satrio
"Yo, kamu tahu kan, cuma kamu obat aku sekarang, aku bisa aja mati kalau kamu nolak aku Yo. Yo kalau emang Nadia terlanjur hadir diantara kita, lebih baik jadikan aku istri kedua mu, aku rela dan ikhlas. Aku rela berbagi dengan nya dan aku yakin akulah satu-satunya dihatimu Yo."ucap Salsa hendak mencium Mas Satrio
Lalu Mas Satrio menjauh bahkan genggaman itu sudah dilepaskan.
"Aku hancur Yo, semenjak kamu nggak ada, aku jadi begini, aku tahu aku salah, tapi ini karena aku hanya melampiaskan rasa kesalku dulu atas perpisahan kita. Yo kamu masih perduli kan sama aku? aku masih lihat cinta dimatamu? bukankah dulu kamu berjanji akan menikahi ku ? berjanji akan setia? mana Yo janji mu yang dulu ? , kamu tega."ucapnya menangis
"Maaf Sa, aku tahu aku menyakitimu, tapi aku keadaan yang membuat aku harus ingkar janji padamu, aku dulu sudah sangat berusaha mencari mu, tapi kamu hilang tanpa jejak. Saat itu aku lebih hancur darimu, hanya Tuhan sangat baik, Dia mempertemukan aku dengan Nadia."ucap Mas Satrio bersedih
Kalian tahu apa yang terjadi padaku? setelah melihat percakapan mereka, hatiku sakit sekali, rasanya aku takut kehilangan Mas Satrio, apalagi Mas Satrio dulu pernah bilang kalau dia masih menyayangi Salsa, apalagi mereka berpisah tanpa ada kata putus dan dalam keadaan masih saling cinta. Hanya saat itu mereka salah paham, aku pun menangis cemburu untuk pertama kalinya. Tanpa suara hanya ada rasa sakit di dada.
"Yo, percaya sama aku, kalau Nadia hanya pelampiasan untuk mu, kamu nggak bener-bener cinta sama dia. Lagi pula kalian baru menikah kan, lebih baik ceraikan dia, sebelum semuanya terlalu jauh."ucap Salsa
__ADS_1
Aku pun sudah tak sanggup , aku akan mendatangi mereka. Namun tiba-tiba handphone ku berbunyi.
Ternyata Bi Nunung menelpon ku.
Lalu aku mengangkat nya dan masuk kedalam kamar.
Aku : Hallo assalamualaikum Bi, ada apa Bu?
Bi Nunung: Waalaikumsalam Bu. Saya mau menyampaikan pesan penting Bu. Tapi tolong Ibu jangan ceritakan ke siapa-siapa dulu.
Aku : Baiklah, Apa Bi?
Bi Nunung : Jadi Bu, sebenarnya Wati nggak sakit, waktu saya tawari dia ke dokter lagi dia bilang nya mau istirahat, terus saya cari tahu dan saya mengikuti Wati. Ternyata dia menemui seorang perempuan cantik, entah itu siapa. Hanya saya mendengarkan percakapan mereka. Perempuan itu meminta data tentang Ibu dan meminta alamat Ibu di Villa Bali. Bahkan saya dengar perempuan itu membayar Wati untuk membantu nya dalam mencari informasi apapun yang berhubungan dengan rumah tangga Ibu dan Bapak. Saya khawatir orang itu jahat dan akan menghancurkan rumah tangga Ibu.Terus apa nggak sebaiknya Ibu pecat Wati?
Aku : Oh ternyata Salsa mencari tahu aku lewat Bi Wati. Makasih ya Bi, Bibi pura-pura aja nggak tahu. Nanti ketika saya pulang aja. saya selidiki dan saya selesaikan semua ini. Tenang Bi, saya dan Mas Satrio baik-baik saja, tolong jaga keluarga saya ya, awasi terus Bi Wati, jangan sampai ketahuan yaa Bi. Kalau gitu saya tutup telepon nya dulu, nanti akan saya jelaskan apa yang terjadi. Sekarang saya ada urusan penting.
Bi Nunung : Baik Bu, saya akan melaksanakan perintah Ibu. Ibu hati-hati yaa disana, jaga diri dan Bapak.
Aku : Iya makasih Bi.
Lalu aku menutup telepon.
__ADS_1
Apa yang harus Nadia lakukan guys???