
"Nadia ternyata kamu cantik juga tanpa kacamata dan ikat rambut." ucap Nathan pelan
"Apa Pak?." tanyaku sambil berbalik arah menemuinya
"Iya kamu cantik Nadia, maukah kamu menjadi istriku ?." ucapnya sambil berlutut dihadapanku
"Iya Pak Nathan, saya bersedia jadi istri Bapak." ucapku
Lalu kami berpelukan ditengah malam yang dingin dan sekujur badanku terasa dingin.
Tiba-tiba terdengar musik yang keras. Dan lagu JKT48-Rapsodi terdengar nyaring ditelingaku
🎵Kulihat ada yang bersinar
Di kedua bola matamu (Oh kasihku)
Kau buat malam gelap ini
Jadi penuh cahaya
Terang kilau pesona
Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi
Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati
Kelingking kita berjanji
Jari manis jadi saksi
Bahagia
Hingga sang bumi
Enggan berputar lagi
Suaranya makin nyaring dan ternyata....
Suara itu adalah suara alarm handphoneku, lalu aku matikan.
"Ha dimana aku, mana Pak Nathan? , ya Tuhan ternyata cuma mimpi yaa, aduh aku juga lupa matiin AC pantes dimimpi dingin banget, ih mimpi macam apa sih itu , koq mesum banget yaa aku, tapi bahagia banget andai itu nyata." ucapku tersenyum
Lalu aku bangun dari tempat tidur, ku matikan AC dan aku mandi.
__ADS_1
Selesai mandi...
"Duh masa pakai baju ini lagi, Mimin katanya mau anterin apa dia lupa yaa? yaudah deh aku baju ini lagi". ucapku menggerutu
Tok..Tok...Tok (suara pintuku diketuk)
"Iya siapa yaa?." kataku
"Ini Non, Bibi mau anterin baju non, tadi ada orang yang anterin kesini." ucap Bibi
"Syukurlah Mimin ternyata ingat, iyaa Bi silakan masuk." ucapku
"Ini yaa Non, Non kalau mau sarapan kerumah tuan aja ya." ucap Bibi
"Iyaa makasih yaa Bi, memang Pak Nathan udah sarapan?." tanyaku
"Belum Non, soalnya Tuan pagi-pagi sekali sudah pergi ke Kafe sekalian jemput pacarnya." ucap bibi
"Oh gitu, iyaa Bi aku ganti baju dulu, nanti aku sarapan dan bantuin Bibi beres-beres, kebetulan aku masuk kerja jam 09.00." ucapku
"Iya sama-sama Non, wah senengnya Bibi dibantu Non yang cantik ini, dari awal Bibi tahu kalau Non gak pakai kacamata pasti lebih cantik." ucap Bibi
Aku baru sadar Bibi sudah melihat tampilan asliku, karena aku baru selesai mandi.
"Beres non cantik, Bibi bisa jaga rahasia dong, iya bibi setuju penampilan bukan segalanya tapi yang penting hati harus baik, tapi Bibi yakin kalau tuan tahu non secantik ini penampilannya, pasti tuan jatuh cinta sama Non hehe." ucapnya
"Ah Bibi bisa aja, aku kan cuma karyawan aja ni, mana mungkin bisa disukai." ucapku
"Ih Non, cinta mah nggak pandang kasta, lagian bibi setuju banget kalau Tuan sama non Nadia, dari pada sama Non galak." ucapnya
"Huss Bi jangan gitu ah, kalau gitu Bibi duluan aja sarapan, aku ganti baju dulu dan nanti nyusul, aku seneng deh kenal Bibi, aku jadi ngerasa punya keluarga disini." ucapku haru
"Iya Non, bibi juga seneng banget, yaudah Bibi kedapur dulu yaa." ucapnya sambil menepuk pundakku
"Ok Bi." kataku
Lalu aku rapi-rapi dan keluar kamar lalu membantu bibi beres-beres juga tak lupa aku sarapan dengan bibi, beliau sangat baik dan ramah, sudah ku anggap ibuku disini.
Pukul 08.00...
Aku izin ke Bibi untuk pamit bekerja dan rencananya aku memang datang lebih awal untuk berkenalan dengan para pegawai juga membicarakan kontrak. Untungnya tempat ini tidak jauh dari Kafe, hanya naik ojek saja sudah sampai.
*Kafe...
__ADS_1
Aku masuk dengan rambut ikat dua dan kacamata, juga menggunakan flat shoes, akupun mencari Pak Beni sesuai yang dikatakan Pak Nathan.
"Permisi mbak Siska, saya yang kemarin kesini bersama Mimin, izin bertanya Pak Beni yang mana yaa?". ucapku pada perempuan cantik berambut pendek
"Oh iya mbak, mbaknya yang mau kerja disini yaa, Pak Nathan sudah kasih tahu kami tadi pagi, karena Pak Beni sedang ada keperluan mbak ikut saya aja, akan saya beritahu apa pekerjaan mbak disini dan akan saya berikan seragam Waiter." ucapnya
"Iya makasih yaa mbak Siska." ucapku
"Gak usah panggil mbak , panggil aja Siska, nama kamu siapa?." tanyanya
"Aku Nadia, iyaa Siska semoga kita bisa jadi teman." ucapku
"Pasti itu, yuk ikut aku ke pantry dulu, bajunya ada didekat sana." ucap Siska
Aku pun mengikuti langkah Siska, namun banyak juga karyawan lain memandang mu dengan berbagai tatapan, ada yang ramah adapula yang terlihat tak ramah.
Lalu kami sampai di Pantry.
"Pakailah ini, nanti aku jelasin apa saja tugas kamu dan aku kenalin ke teman-teman, kebetulan Pak Nathan juga nggak ada." ucapnya
"Iyaa baik Sis." ucapku
Lalu aku ganti baju, dengan baju khas Kafe ini, yang bertuliskan "Senjaku". Siska pun memberikan pengarahan yang banyak untuk ku.Dia sangat baik dan ramah.
"Sudah paham yaa Nad, sekarang ikut aku ketemu teman-teman yang lain, aku akan kenalin." ucapnya
Aku lalu mengikuti Siska menuju tempat kasir , disana karyawan sedang berkumpul, karena Kafe baru dibuka ketika Pukul 10.00, kami datang lebih awal untuk menyiapkan dan membersihkan Kafe.
"Guys guys perhatian, minta waktu nya dong sebentar, nih gue mau kenalin teman baru kita alias partner kerja kita, ini namanya Nadia, dia kerja sebagai Waiter disini. Minta tolong bimbing dia biar bisa kerja dengan baik." ucap Siska
"Hai Nadia, selamat datang dan selamat bekerja yaa." ucap karyawan lain
"Eh Nadia, rambut Lo koq gitu amat sih, model apa itu Sis." ledek seorang perempuan padaku
"Iyaa makasih Mas dan Mbak, iyaa semoga kita bisa kerjasama, saya Nadia Maharani, saya akan bekerja sungguh-sungguh, untuk yang tanya rambut saya model apa, ini model tradisional mbak, rambut ini mencerminkan bahwa kita nggak perlu jadi orang lain untuk disukai." ucapku santai
"Oh gitu, yaa well gak apa-apa, yang penting Lo jangan cari gara-gara sama kita, kalau nggak Lo menyesal." ucap beberapa karyawan perempuan, yang aku yakini dia satu Genk
"Hus, Nina, Mila, Jani, apaan sih kalian, jangan lagi deh bikin orang gak betah, dulu Sari kalian bikin keluar, awas aja kalau sampai ada apa-apa lagi sama Nadia, Lo berurusan sama gue." ucap Siska
"Wah si cupu udah punya temen tuh, sama-sama cupu lagi, udah ah kita cabut males liat orang-orang cupu." kata mereka sambil meninggalkan kami
Namun tidak dengan karyawan Kafe yang laki-laki mereka ramah sekali, sampai-sampai kami bertukar nomer telepon. Yaa namanya juga kerja pasti ada yang nggak suka, well tapi aku gak takut.
__ADS_1