Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Ketakutan Satrio


__ADS_3

"Aduh, untung kamu cantik kalau nggak aku udah makan kamu." ucapnya kesal


"Haha lagian si Bapak pakai panik banget sih, baru digudang Pak, Bapak belum pernah kan tidur diluar rumah pas malem Jum'at? atau di pos ronda bareng nyamuk-nyamuk? eummm saya Pak udah sering kayak gini." ucapku tertawa kecil


"Ya kan itu kamu, kalau saya dari kecil phobia dengan gelap." ucapnya terlihat takut dan menyalakan senter handphone


"Yasudah kita duduk dulu disini, Bapak coba telepon aja Pak Nathan." ucapku merasa bersalah, padahal mungkin saja karena kecelakaan orang tua nya membuat dia takut banyak hal


"Yah... handphone aku mati Nad, aku lupa tadi pagi belum sempat mengechargenya." ucapnya panik


Lalu karena dia ketakutan dia pun memeluk ku dan berkata "gelap, gelap , aku takut gelap, aku nggak suka gelap, aku benci gelap, Nad tolong aku." ucapnya mendekapku erat


"Duh ini orang modus nggak yaa tapi keliatannya beneran panik." batinku


"Iyaa Pak Satrio tenang yaa, ada saya disini, Bapak nggak boleh takut, kalau ada apa-apa ada Nadia yang siap membantu." ucapku menenangkan


"Makasih Nad, jujur aku benci gelap, waktu aku kecil aku ditinggal orang tua ku selama-lamanya, mereka meninggal dunia karena kecelakaan yang disengaja, rem mobil Papaku di rusak seseorang yang sampai sekarang tidak diketahui siapa, dihari kedua mereka meninggalkanku, aku tidak percaya mereka sudah benar-benar pergi, lalu aku menyusul mereka di pemakaman mereka hingga tengah malam, disana sangat sepi dan sunyi tak ada seorang pun kecuali penjaga makam yang sedang berjaga, lalu tiba-tiba ada seseorang yang mendorong ku ke pemakaman kosong dan didalamnya sangat gelap Nad, aku hampir terurug tanah, jika saja penjaga makam tak datang mungkin aku sudah mati terkubur, mungkin orang yang ingin mencelakakan ku adalah musuh Papaku juga ." ucapnya menangis


Aku pun ikut bersedih mendengar cerita Satrio yang sangat pilu serta kejadian yang menyeramkan yang dia alami, aku hanya bisa mengelus punggung nya dan membiarkan dia tertidur di pangkuan ku sekarang, karena walaupun aku tidak menyukai sifatnya, aku tetap manusia yang punya hati nurani, yang juga merasakan kesedihannya. Lalu dia melanjutkan ceritanya.


"Lalu kamu tahu sejak saat itu aku pindah kerumah Pamanku, disana aku merasa lebih baik, namun kejadian buruk terus menimpa aku, sampai akhirnya Bibi juga ikut terbunuh oleh seseorang, awal nya aku yang harus nya tertabrak mobil, namun Bibi melindungi ku, akhirnya dia meninggal dunia dan telah mengorbankan nyawanya untuk ku Nad, aku benci dengan diriku, kenapa terlalu banyak orang menginginkan harta keluarga ku, sampai-sampai nyawaku dan keluarga ku jadi taruhannya. Untungnya Paman masih bisa selamat dari kebakaran yang pernah terjadi, setelah beberapa saat Bibi meninggal, rumah Paman dibakar dan untungnya kami bisa keluar saat itu, pelaku sampai sekarang masih dicari oleh polisi namun belum ada tanda-tanda mereka ditemukan." ucap nya pilu


"Ya sekarang Pak Satrio tenang yaa, Pak Satrio nggak boleh ingat hal buruk apapun, sekarang kan Pak Satrio sudah aman dan akan banyak orang yang menjaga Bapak, terlebih Bapak sudah bisa menjaga diri Bapak sendiri, percayalah orang jahat hidupnya tak akan tenang, suatu saat pasti dia akan dipenjara atau mati Pak." ucapku gemas


"Tapi aku takut, aku takut dia kembali ingin membunuh aku atau Paman, aku takut Nad, aku sangat takut." ucapnya lalu tertidur dipangkuan ku


"Hemm, siapa yang nyangka orang sekeren dan playboy seperti kamu menjalani hidup yang amat menakutkan dan menyedihkan. Aku pun ikut mengantuk karena semalam tidur terlalu malam dan pagi-pagi sudah bangun. Akhirnya aku pun tidur.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian....


Ada banyak orang datang dan memanggil aku. "Nadia dimana kamu?."kata seseorang yang seperti nya adalah Siska


Aku pun membangunkan Satrio.


"Pak bangun, ada banyak orang diluar."ucapku menepuk punggung nya


Lalu dia terbangun dari pangkuan ku.


Aku langsung ke depan pintu gudang dan berteriak.


"Tolong kami, kami didalam gudang, Siska bukain pintu." teriakku


Lalu ku denger mereka menghampiri pintu, membukanya dan menyalakan senter.


"Panjang Pak ceritanya, pokoknya ada yang mengunci gudang dan menjebak saya." ucapku menatap Ka Sri dan trio kwek-kwek


"Kamu gak apa-apa kan Nad?." tanya Siska


"Iyaa , aku nggak apa-apa, tapi yang penting kalian semua tolong Pak Satrio, dia ada didalam dengan keadaan lemas." ucapku


Lalu Pak Nathan dan teman-teman ku kaget ( seperti Siska, Ka Sri, Pak Beni dan trio kwek-kwek).


"Udah jangan pada bengong, ayo Pak Nathan dan Pak Beni bawa Pak Satrio keluar, kasihan dia pucat." ucapku panik


Lalu mereka memapah Pak Satrio dan membawanya keruang Pak Nathan. Pak Satrio pun diberi minyak kayu putih oleh Pak Nathan dan Pak Beni juga segera menghubungi Dokter.

__ADS_1


"Ehem, koq lu bisa berduaan sama Pak Satrio, lu habis ngapa-ngapain yaa." ucap Jani


"Eh sembarangan, orang aku tadi disuruh Ka Sri ke gudang, terus Pak Satrio nemenin aku, karena aku takut sendirian, eh tiba-tiba ada yang mengunci gudang." ucapku dengan sedikit menyembunyikan fakta tentang perjanjian


"Sri, sini kamu !, apa benar kamu yang nyuruh Nadia ke gudang?." bentak Pak Nathan


"I..iya Pak maaf, saya cuma minta tolong ambilkan satu kursi baru Pak." ucapnya gugup


"Ha..kursi baru katamu? bukannya aku sudah bilang semua perlengkapan Kafe ada di ruangan dekat ruanganku, berarti kamu berbohong, sekarang jujur apa niat kamu melakukan itu pada Nadia?." bentak Pak Nathan


"A..anu Pak, saya cuma disuruh Jani, Mila dan Nina Pak, mereka minta tolong ke saya untuk menyampaikan ke Nadia Pak." ucapnya tegas


"Oh ini perbuatan kalian lagi, Pak Beni cepat beri hukuman untuk mereka kalau perlu beri SP 1." ucap Pak Nathan tanpa mau mendengarkan apapun


"Ta...tapi Pak, kami nggak bermaksud gitu


" ucap Nina


"Sudah saya gak butuh penjelasan kalian lagi , cepat Pak Beni bawa mereka berempat keluar dan Kamu Nadia ikut saya keruang saya." ucap Pak Nathan


Sementara trio kwek-kwek dan Ka Sri dihukum Pak Beni, Pak Satrio justru belum sadarkan diri dan dijaga oleh Pak dokter.


Aku pun mengikuti Pak Nathan ke dalam ruangannya , lalu aku disuruh duduk dikursi dan pintu ditutup.


"Duduk Nad, ada yang ingin saya tanyakan padamu." ucapnya pelan


"I...iya baik Pak Nathan." ucapku agak takut dan gemetar

__ADS_1


"Sekarang jelaskan ke saya, kenapa Satrio ada bersamamu? kali ini kamu harus jujur." ucapnya tegas


__ADS_2