
Sakit,
Ini sangat menyakitkan. Aku tahu suatu hari nanti akan mendengar kabar gembira ini tapi aku sama sekali tidak menyangka jika kabar ini akan sangat cepat mendatangiku.
Menusuk semua angan-angan ku dan membakarnya tanpa sisa sedikitpun.
Jadi, aku sudah tidak punya harapan lagi. Laki-laki yang aku cintai selama 12 tahun lamanya ternyata sudah mencintai gadis lain. Gadis yang jauh lebih sempurna dariku dan jauh lebih cantik dariku.
Apa yang kamu pikirkan Ai?
Apa hanya karena kamu sering bertemu dengannya membuatmu berpikir jika Ustad Vano juga punya perasaan kepadamu, ya Allah Ai.. bangunlah dan jangan bermimpi!
Lihat dirimu baik-baik!
Kamu terlahir cacat, Ai! Kamu tidak sesempurna seperti wanita lainnya!
Kamu..kamu harusnya menyadari betapa tidak pantasnya kamu bersanding dengan Ustad Vano jadi bangunlah dan berhenti bermimpi!
"Apa kamu baik-baik saja, Ai?"
Tidak baik, aku sungguh tidak baik-baik saja.
Hatiku sakit ya Allah, sangat sakit!
"Alhamdulillah, aku baik-baik saja Kak." Aku berbohong.
"Bagus jika kamu tidak sakit. Lain kali aku melihatmu mengganggu Ustad Vano, aku tidak akan segan-segan mempermalukan mu di depan banyak orang! Almaira adalah putri Pak Kyai dan menjadi panutan kita para santriwati pula, jadi aku mohon Ai.. jangan sekali-kali mencoba mengganggu Ustad Vano jika tidak ingin dibenci oleh semua anak pondok!" Kak Frida memperingati ku dengan sangat serius.
Almaira, putri Pak Kyai dan pasti dicintai oleh semua orang di sini. Hah, sekarang aku mengerti mengapa Kak Frida selalu kesal ketika melihatku.
Ternyata itu karena alasan ini. Itu karena Almaira yang disukai banyak orang.
__ADS_1
"Kakak tenang saja karena aku tidak akan pernah mengganggu Ustad Vano..lagi."
Tidak akan pernah ya Allah, aku tidak akan pernah lagi menyimpan harapan kepadanya.
Aku akan menjauhinya, ya Allah.
Aku akan menjaga jarak darinya, aku berjanji.
"Nah, pegang kata-katamu hari ini. Jika suatu hari kamu mengingkarinya maka kamu harus bersiap-siap dikucilkan oleh semua orang!"
"Jangan seperti itu, Frida. Kita bisa-"
"Tidak bisa, ini masalah serius."
Kak Tiara tersenyum tipis,"Baiklah, kamu benar."
"Ai, kami tidak bermaksud mengancam mu karena ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Ustad Vano dan Almaira sudah dijodohkan-"
"Kabarnya tahun ini mereka akan melangsungkan-"
Jangan arahkan pisau itu lagi menusuk jantungku.
"Pernikahan tahun ini setelah bulan ramadhan nanti-"
Karena ini sungguh sangat menyakitkan!
"Jadi kami harap untuk sementara kamu harus menjaga jarak untuk menghindari timbulnya fitnah."
Ini sungguh sakit ya Allah!
"Aku mengerti, Kak." Ironisnya, bahkan disaat menahan sakit seperti inipun aku dipaksa untuk tetap tersenyum.
__ADS_1
"Syukurlah jika kamu mengerti. Baiklah, kami tidak akan mengganggumu lagi. Silakan lanjutkan pekerjaan mu."
Mereka lalu pergi meninggalkanku. Sekarang aku sendirian di sini dan seharusnya bisa menangis untuk menumpahkan rasa sakit ku. Tapi lihatlah sekarang, aku tidak mengerti kenapa aku tidak menangis?
Aku tidak mengerti kenapa aku tidak berteriak histeris untuk kekecewaan yang kurasakan saat ini.
Aku tidak mengerti ya Allah.
"Ya, bawa semuanya-"
Ustad Vano datang ke sini lagi. Dia tampak sangat serius mengatur para santri laki-laki mengumpul semua sayuran yang dipetik.
Lihatlah wajah tampan itu, kedua alisnya yang tajam dan hitam mengernyit di bawah sinar matahari. Sorot matanya yang dingin kini fokus me-
Sudahlah Ai, ini saatnya kamu berhenti.
Berhenti mengharapkan sesuatu yang jauh dan tidak bisa digapai. Berhenti mengharapkan sesuatu yang sudah dimiliki oleh orang lain. Dan berhenti mengharapkan hati yang sudah ditempati gadis lain.
Laki-laki yang ku cintai faktanya mencintai gadis lain.
Tiba-tiba dia memalingkan wajahnya menatapku, mungkin dia merasakan tatapan menjijikkan ku dan aku tahu dia pasti terganggu.
"Aku harus kembali." Aku berpaling, mengangkat keranjang sayur ku tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi.
Perlahan, aku membawa langkah kakiku mendekati Mega dan Asri yang juga sudah menyelesaikan hukuman mereka.
Kakiku.. rasanya begitu lemas. Mungkin karena terlalu lama berdiri di bawah sinar matahari karena kepalaku juga rasanya agak pening. Tapi aku masih kuat, aku masih bisa berdiri tegak dan berjalan lurus.
Aku tidak lemah!
Aku memang terlahir cacat tapi bukan berarti lemah. Aku kuat, Allah menciptakan ku dengan hati yang kuat.
__ADS_1
Aku pasti bisa melalui semuanya!