
"Baiklah, ambil hikmahnya. Karena sering mendapatkan hukuman di awal-awal masuk ke pondok pesantren kita bertiga menjadi lebih teliti lagi dan lebih menaati peraturan pondok, yah.. pengecualian untuk malam ini."
Mereka tidak pernah dihukum lagi sejak hari-hari itu. Mungkin karena tidak ada lagi orang yang terlalu ketat kepada mereka atau lebih mungkin itu karena mereka sudah tidak seceroboh awal masuk pondok.
"Em..apa kalian tidak merasa aneh?" Ai akhirnya berbicara. Dia sudah tidak tahan lagi.
Mega bertanya,"Aneh apa?"
"Ini.. seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan?" Karena itulah yang dia rasakan saat ini.
"Aku tidak merasakannya." Daripada merasa aneh Mega malah lebih gugup memikirkan hukuman yang akan menantinya besok jika sampai ketahuan tidak tidur di asrama.
"Benarkah?" Ai jelas ragu.
"Ai, mungkin itu karena kamu terlalu gugup sehingga pikiran mu terbang kemana-mana." Asri memberikan alasan yang masuk akal.
Ai mengangguk ragu,"Kamu benar, ini mungkin karena aku terlalu gugup."
Dia mengusap tengkuknya tidak nyaman.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di depan masjid Abu Hurairah, masjid yang digunakan oleh seluruh penghuni pondok untuk beribadah, berdialog, dan bermunajat kepada Allah.
__ADS_1
Tempat ini penuh akan rasa dambaan pada Cinta Sang Pencipta, satu-satunya cinta yang paling tulus, abadi, dan tidak akan pernah luntur sampai akhir hayat hamba-hamba-Nya.
Itu adalah Cinta yang Allah miliki kepada hamba-hamba-Nya yang taat maupun tidak taat. Ketika hamba-Nya mengambil langkah yang salah, Allah tidak marah dan malah memberikannya kesempatan untuk menemukan jalan yang benar. Bahkan Allah berulangkali menunjukkan sebuah jalan untuk membantu hamba-Nya agar kembali melangkah dijalan yang benar.
Berulangkali, dan ini terus terjadi sekalipun hamba-hamba-Nya berulangkali membuat kesalahan yang sama.
Allah, tiada Cinta yang paling tulus daripada milik Allah. Tiada kasih yang lebih dalam daripada milik Allah dan tiada tempat yang paling nyaman kecuali Allah SWT.
Maka, apa yang membuat manusia ragu untuk jatuh cinta kepada Sang Maha Romantis?
Bersama-Nya suka akan terasa lebih nikmat dan duka tidak akan membebani hati, Mashaa Allah. Sungguh besar kekuasaan Allah SWT.
"Ya iyalah masih buka. Ini kan masih jam setengah sembilan, masih terlalu pagi untuk meninggalkan masjid. Di dalam pasti ada banyak orang yang sedang membaca Al-Qur'an, menghafal, dan mengerjakan amalan Sunnah. Jadi wajar bila masjid belum ditutup." Mega memutar bola matanya malas.
"Jangan banyak bicara dulu. Ayo kita masuk ke dalam."
...🍁🍁🍁...
Mereka segera naik ke lantai dua, bersembunyi dibalik rak-rak Al-Qur'an dengan sangat mulus.
"Mashaa Allah, bulan malam ini bersinar terang dan tampak indah." Ai menaruh barang-barangnya di lantai dengan posisi mushaf Al-Qur'an paling atas.
__ADS_1
Setelah itu dia berjalan mendekati dinding kaca masjid, menyentuhnya seolah-olah sedang menyentuh langit.
"Aku tahu pemandangan malam akan sangat indah di tempat ini karena itulah aku membawa kalian ke sini." Asri berjalan mendekati Ai.
Dia ikut berdiri, memandangi dan mengagumi ciptaan Allah SWT yang sangat luar biasa.
"Apa karena ini saja?" Tanya Mega asal bertanya.
Baginya bisa melihat pemandangan langit ini saja sudah membuat hatinya lebih tenang dan dia bersyukur Asri membawanya datang ke tempat ini.
"Tentu saja tidak. Aku membawa kalian ke sini untuk urusan lain." Asri membantah dengan mata yang masih fokus menatap langit.
"Oh ya," Mega agak terkejut,"Tentang apa itu?"
Asri terdiam, dia menarik perhatiannya dari langit dan beralih menatap kedua temannya yang kini juga sedang menunggu jawabannya.
"Ini tentang hati, tidakkah kalian ingin membicarakan tentang duo kulkas itu? Aku dengar mereka berdua besok akan kembali ke pondok pesantren. Lebih cepat 1 bulan dari jadwal."
Bersambung..
Ada yang kangen duo kulkas berjalan?
__ADS_1