Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Satrio Satrio !


__ADS_3

"Maaf sebelumnya nih yaa , menurut pendapat aku, sikap kamu pura-pura gak kenal Melisa itu salah, harus nya kamu kan udah tahu hal apapun tentang Melisa, ya kasih tahu Pak Nathan lah, kalau kamu diem aja kayak gini, kasihan Pak Nathan nanti nya akan tersakiti, apalagi dia itu seperti perempuan psikopat, bahaya banget Sat, kenapa sih nggak dipenjara aja."ucapku kesal"


"Sekarang percuma Nad ngomong sama Nathan, dia gak akan percaya, apalagi dengan image aku sebagai playboy, bisa aja dia ngira aku itu mau deketin dan merebut si Melisa, jadi orang yang jatuh cinta itu pasti akan dibutakan oleh cinta, kan kamu juga tahu setiap ada kejadian buruk dan janggal soal Kafe, Melisa meskipun dituduh banyak orang, Nathan nggak percaya kalau Melisa pelakunya, jadi sekarang yang bisa kita lakukan adalah membuka siapa Melisa sebenarnya dan cari bukti sebanyak-banyaknya, dan aku mohon kamu mau membantu untuk membuka mata Nathan pelan-pelan tentang siapa sebenarnya Melisa, kamu setuju kan?."tanyanya


"Hemm berat juga yaa, tapi okelah kalau demi kebaikan kita semua dan Pak Boss aku mau, lagian aku pengen Melisa cepat-cepat dipenjara."ucapku kesal


"Oh jadi demi Pak Boss mu itu?."ucapnya kesal


"Iyaa lah demi Pak Nathan."ucapku santai


"Kamu sini deh, aku bisikin."ucapnya


"Mau bisikin apa sih, ngomong tinggal ngomong, yaudah deh iya."ucapku berubah pikiran


Lalu aku mendekat ke dia.


"Kamu tetep cantik yaa meski belum mandi ."bisiknya"


"Ih apaan sih, kirain penting."ucapku kesal


Aku hendak pergi ingin duduk dilantai, namun tiba-tiba tangan ku ditarik, aku jatuh ke tubuh nya, lalu Satrio memelukku erat. Dalam posisi dia tiduran aku diatas tubuh nya.


"Eh apa-apaan sih, aku mau bangun ah, malu kalau dilihat orang, kita kan lagi nggak sandiwara."ucapku kesal


"Please Nad, sebentar aja, aku butuh kamu, untuk nenangin diri aku, seumur hidupku, aku nggak pernah menunjukkan kelemahan ku didepan perempuan, karena kamu orang pertama yang tahu, tolong biarkan aku begini sebentar saja."ucapnya


"Hei, orang pertama apa sih, lupa yaa kalau kamu punya banyak mantan."ucapku meledek


Lalu tiba-tiba pintu terbuka tanpa kami sadari.


Ceklek


"Eh , maaf maaf, Om keluar aja deh kalau gitu, ternyata kalian lagi asyik mesra-mesraan."ucap Om Heru pura-pura menutup mata dan kabur


Lalu aku bangun dan melepaskan pelukan Satrio.


"Om jangan pergi, ini cuma salah paham koq, nggak seperti yang Om lihat."ucapku menjelaskan


"Udah Om sini aja, namanya juga kita pacaran Om jadi suka lupa tempat."ucapnya santai

__ADS_1


Lalu aku melotot ke arah Satrio dan aku gak bisa bilang apa-apa, kan aku lagi sandiwara juga.


"Hehe iyaa Om gak jadi keluar, enak yaa jadi kalian, dunia serasa indah, Om jadi kangen sama almarhumah Tante."ucap Om Heru sedih


"Udah Om jangan sedih, mending Om nikah lagi, toh Tante pasti senang kalau Om juga senang."ucap Satrio


"Semprul kamu Yo, orang Om cinta nya sama Tante doang."ucap Om Heru


"Tahu tuh Om, marahin aja Satrio, gampang banget nyuruh orang move on."ucapku memanasi


Lalu Om menghampiri ku dan memberikan aku sarapan roti dan air mineral.


"Haha emang Nad, Satrio itu gampang berpaling, kamu harus hati-hati tuh."ucap Om tertawa


"Oh yaa Nad dimakan yaa rotinya, Om susah cari sarapan disini, ada sih cuma ramai banget, takut kamu kelaparan."ucap Om sambil duduk


"Makasih ya Om, jadi ngerepotin."ucapku tersenyum


"Ya emang kamu kerjaan nya ngerepotin terus."ucap Satrio ketus


"Sat, biaya rumah sakit sudah dibayar Nathan."kata Om


"Kamu yakin Sat mau pulang sekarang?."ucap Om


"Lho Om emang Satrio mau pulang sekarang, emang udah boleh?."tanyaku penasaran


"Iya boleh Nad, asal perawatan dirumah benar dan teratur, yang penting dia nggak capek-capek dulu. Sat, kamu yaa pacarnya masa gak tahu kalau dia mau pulang sekarang."ucap Om


"Ya dia kan nggak ngasih tahu aku Om., emang kapan kamu bilang, koq aku ngga tahu"ucapku


"Iyaa aku males ngasih tahu, paling kamu nggak bolehin, tadi pagi aku kan ngasih tahu suster."ucapnya


"Iya Nad, Om tahu dari suster barusan."ucap Om tertawa


"Oh gitu, baguslah kalau udah bisa pulang, jadi aku juga bisa pulang."ucapku senang


"Eh kata siapa kamu pulang, kamu hari ini harus kerumah aku pokoknya, ya kan Om?."ucap Satrio


"Hehehe iya dong, pacar harus setia menemani, jadi hari ini Nadia nginep yaa, tenang nanti ada ART perempuan koq dirumah, jadi nggak usah takut."ucap Om

__ADS_1


"Oalah Gusti, nasibku gini amat."batinku


"Oh yaudah aku sarapan dulu deh."ucapku


Lalu aku sarapan , setelah selesai sarapan aku keluar ruangan, Satrio ganti baju dengan baju yang dibawa Om Heru, suster masuk membawa kursi roda dan aku yang bertugas mendorong Satrio sampai masuk mobil Om Heru.


"Duh duh kalian serasi banget."ucap Om Heru


"Haha iyaa dong om."ucap Satrio sambil Om Heru dan aku bantu masuk mobil


Lalu kami sudah dimobil dan mobil pun dikendarai oleh supirnya Om. Om bersebelahan dengan supir.


Dan aku yaa bersebelahan dengan Playboy.


Lalu kami sudah diperjalanan pulang, tiba-tiba Satrio minta berhenti. Tepat didepan Mall


"Om, turun di Mall dulu yaa."ucap Satrio


"Ngapain Sat?."ucap Om Heru


"Itu Om aku mau anterin Nadia beli baju, kasihan dia nginep nanti gak ada baju, tenang sebenarnya aku bisa jalan koq, tadi aku cuma iseng biar didorong sama Nadia."ucap Satrio tertawa


"Oalah kamu yaa Sat, ada-ada saja, yaudah yang penting jangan lama-lama."ucap Om Heru sambil menengok ke belakang


"Nggak usah Om, nggak usah Sat, aku bisa pakai baju ini lagi, lebih baik kita kerumah aja yuk, Satrio kamu istirahat aja."ucapku


"Pokoknya kamu gak boleh bantah aku, kamu harus beli baju sama aku, ayo cepat"ucap Satrio


Lalu kami berdua turun, mau tak mau aku menuruti nya, emang aneh tuh cowok habis kena tusuk malah biasa aja, kayak udah sehat kembali.


"Sat, kamu kan belum sembuh, mending pulang yuk."ucapku sambil mengajaknya


"Kata siapa aku belum sembuh? asal ada kamu disisi aku, aku udah nggak apa-apa, aku sehat."ucapnya lalu menggandeng tanganku tiba-tiba


"Eh, jangan gini ah."ucapku ingin melepaskan


"Huss udah ikut aja."ucapnya


Lalu dia memilihkan aku 10 stell baju, dengan model dan warna berbeda.

__ADS_1


"Sat, udah ah, kan mau nginep sehari, ngapain beli sekarung, emang aku mau fashion show apa?."ucapku kesal


__ADS_2