Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Sebelum Lamaran


__ADS_3

Lalu aku sudah dikamar bersama Adik-adik ku.Pintu pun aku tutup. Aku langsung duduk ditempat tidur.


"Mbak, Mas Satrio kemana sih emang? Dina kangen."ucap Dina sambil menaruh tasku didekat dilemari


"Iyaa Mbak Dini juga kangen sama Mas Satrio, pinginnya dia aja yang nikah sama Mbak."ucap Dini lalu duduk dekat aku


"Hemm, Mbak juga nggak tahu dek, yaa mudah-mudahan Mas Satrio sehat dan baik-baik aja itu udah cukup."ucapku lalu merebahkan diri


"Lho tapi kenapa Mbak mau sama Pak Nathan? emang Mbak ada rasa cinta?."tanya Dina


"Haha emang kamu tahu cinta dek? kan kamu masih sekolah juga. Sudahlah yang penting doain aja buat kebahagiaan Mbak."ucapku


"Yeh aku tahu koq Mbak, cinta itu kayak Bapak sama Ibu, meskipun suka berantem tapi saling sayang, selalu bareng-bareng, gitu kan Mbak?." ucap Dina


"Ih Dina sok tahu, udah yang penting Mbak bahagia dengan pilihannya, yaa kan Mbak?."tanya Dini


"Sini, sini. Mbak ingin peluk kalian, Mbak kangen sama kalian tahu."ucapku lalu bangun dan memeluk mereka


Mereka masih kecil untuk aku ceritakan secara detail tentang perasaan ku, jadi sebaiknya nggak usah dulu lah. Khawatir mereka ikut sedih dan tak bersemangat.


Lalu kami berpelukan.


"Yaudah Mbak mau tidur sebentar, kalian bisa keluar dari kamar dulu, biar Mbak nggak keganggu?."ucapku


"Ok Mbak."ucap mereka lalu meninggalkan kamar dan menutup pintu


Sebenarnya ada yang mengganjal dihatiku, aku belum kenal orang tua Nathan, aku takut mereka nggak suka sama aku. Ini tuh lebih dari gila. Masa aku lamaran dadakan banget. Sudah gitu nggak kenal baik sama keluarga Nathan. Yaa mudah-mudahan mereka sebaik Nathan. Itu harapan terbesar ku.


Lalu aku menyiapkan baju untuk acara besok, seperti nya aku akan memakai baju yang pernah Satrio belikan, karena selama di Bandung aku belum pernah beli baju. Ya kecuali dibeliin Satrio.


Jadi teringat waktu ke Mall, dibelikan baju segitu banyaknya, akhirnya dipakai untuk acara lamaran dengan laki-laki lain, terlalu aneh rasanya.Lalu aku juga menyiapkan make up, untungnya aku ada yaa meskipun nggak lengkap, tapi setidaknya besok harus rapi dan nggak boleh malu-maluin Nathan dan keluarga nya.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Ibu datang.

__ADS_1


"Nad, kamu lagi ngapain?."tanya Ibu


"Lagi nyiapin baju dan make up Bu buat besok."ucapku


"Oh ya tadi ada paket, isinya baju dan make up serta sepatu dari Nathan, jadi kamu jangan pakai itu."ucap Ibu


"Lho aku koq nggak tahu? kapan Nathan kasih tahu Ibu?."tanyaku


"Tadi sebelum kamu sampai dia ngabarin Ibu, kan Ibu punya nomernya, waktu Ibu mau pulang, Nathan minta nomer Ibu. Pokoknya kamu nggak usah repot-repot Nad, yang penting jaga kesehatan kamu, jangan sampai sakit. Acara besok itu penting banget dan Alhamdulillah semua sudah dibantu Nathan.Jadi kita nggak terlalu repot meskipun dadakan."ucap Ibu


"Oh begitu Bu, syukurlah, Nadia juga nggak mau terlalu ramai-ramai, yaa sederhana aja lah, kan cuma lamaran."ucapku


"Eh tapi Ibu tetap lho ngundang orang dikampung, supaya tahu kalau anak gadis Ibu sudah ada yang meminang, kapan lagi kan Nad. Ih Ibu jadi nggak sabar. Ngomong-ngomong, kamu udah kenalan sama orang tua Nathan kan?."tanya Ibu


"Hah ngundang tetangga? aduh Ibu koq lebay banget sih. Ini yang jadi masalah Bu, sebenarnya aku belum pernah ketemu sama orang tua Nathan. Kan selama di Bandung , orang tua nya nggak pernah datang."ucapku


"Ya gak apa-apa lah Nad , ngundang orang biar tahu kalau kamu udah laku. Biar kamu nggak diejek terus. Lagian biar yang mau ngelamar kamu juga tahu kamu ada yang punya. Sudahlah nggak apa-apa kalau belum kenal orang tua Nathan, yang penting mereka setuju dan datang.Yaa coba kamu telpon Nathan sekarang. Tanyain dia dimana ? dan orang tuanya respon nya kayak apa? biar kita dapat kepastian."ucap Ibu


Lalu aku menelpon Nathan.


Dan diangkat.


Aku : Assalamualaikum ...


Pak Boss : Waalaikumsalam Nad, iyaa gimana kamu sudah sampaikan?


Aku : Iya sudah , sekarang dirumah nih. Kamu sendiri sudah di Jakarta?


Pak Boss : Iyaa sudah dari tadi, ini aku dan keluarga lagi siap-siap menyediakan keperluan untuk besok, tadi aku juga sudah WhatsApp Ibu mu untuk menanyakan keperluan nya.


Aku : Oh syukur deh. Maaf jadi ngerepotin


Pak Boss : Gak lah santai aja, kamu jangan capek-capek yaa, besok aku pasti datang, tunggu aku yaa, orang dirumah jadi panik gara-gara aku, mereka kaget dan nggak nyangka, aku akan secepat ini lamaran, bahkan mereka belum kenal kamu

__ADS_1


Aku : Tapi gimana respon mereka? setuju atau marah? Aku takut, kan aku belum pernah ketemu orang tua kamu. Takut nya mereka nggak suka sama aku, kan aku cuma karyawan kamu


Pak Boss : Nggak lah, kan aku maksa. Aku bilang kalau nggak melamar kamu besok, aku nggak mau ketemu mereka lagi dan nggak mau jadi anak mereka. Haha


Aku : Tuhkan aku jadi nggak enak, ternyata mereka merestui karena ancaman? duh aku takut


Pak Boss : Hahaha, aku bercanda kali, mereka biasa aja, kata mereka asal perempuan itu aku cintai dan baik, mereka setuju-setuju aja, soalnya aku kan sudah harus nya nikah dan punya anak. Mereka kan udah pengen punya cucu


Aku : Oh gitu, syukurlah aku tenang, makasih yaa sudah baik sama aku dan keluarga ku, aku tunggu kalian


Lalu tiba-tiba handphone ku dirampas Ibu


"Nak Nathan, pokok nya besok harus datang, Ibu tunggu yaa."ucap Ibu berteriak


Lalu handphone nya aku ambil lagi


Aku : Maaf yaa, tadi itu Ibu


Pak Boss : Iyaa nggak apa-apa, salam buat Ibu, pasti besok aku akan datang. Yasudah kamu istirahat, nggak usah terlalu dipikirkan. Terus kalau ada kebutuhan-kebutuhan bilang aja, tadi baju dan make up sudah sampai kan?


Aku : Iyaa sudah aku terima, makasih yaa. Aku rasa udah cukup semuanya


Pak Boss : Ok baiklah, kalau gitu sudah dulu yaa, aku masih menyiapkan banyak hal, sekalian aku lagi pesan mawar putih kesukaan mu


Aku : Sejak kapan kamu tahu aku suka mawar putih?


Pak Boss : Ada deh, yaudah aku tutup dulu yaa, salam untuk keluarga mu


Aku : Ok baiklah, see you , ditunggu besok


Lalu panggilan telpon ditutup...


Aneh dia banyak tahu kesukaan aku, padahal aku nggak pernah cerita. Mungkin dia sering mengamati aku.

__ADS_1


__ADS_2