Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Titik Terang di Masa Lalu


__ADS_3

Lalu aku tersenyum.


Aku sebenarnya malu banget sama tingkah Ibu tadi, malunya double , didepan tetangga + didepan Satrio.


Lamunanku disadarkan oleh Satrio.


"Nad, aku mau ketemu Bapak kamu? boleh kan?."tanya Satrio


"Hayoo, sebentar aku suruh Mang Ujang istirahat dulu disini."ucapku lalu membujuk Mang Ujang yang masih malu-malu


Lalu kami masuk kamar Bapak, sementara Ibu masih membuat sesuatu didapur, yaa begitulah Ibu, kalau senang sama orang repot sendiri deh pokoknya, bikin apa aja.


"Pak, assalamualaikum , Nadia pulang Pak, Bapak gimana keadaan nya?."tanyaku pelan menghampiri Bapak ditempat tidur, lalu mencium tangan Bapak


"Waalaikumsalam, Bapak udah agak sehat.


Nad, kamu koq pulang? kan kamu baru semingguan kerja, nanti kamu dipecat lagi."ucap Bapak khawatir


"Alhamdulillah kalau Bapak udah agak sehat, iyaa habis Nadia panik Pak, pas denger Bapak masuk Rumah Sakit, sebenarnya udah dari 3 hari lalu Nadia ingin kesini, cuma ada kejadian nggak terduga. Nadia udah izin koq sama Pak Nathan Boss Nadia, malah dia mau kesini juga nanti. Bapak koq nggak dirawat aja?."tanyaku cemas


"Nggak lah Nad, biaya di Rumah Sakit mahal, kalau kelamaan malah makin mahal, lagian Bapak sudah tua juga, jadi wajarlah penyakit jantung Bapak kambuh, ngomong-ngomong kamu dapat biaya dari mana sebanyak itu?."tanya Bapak


"Oh itu dari Mas Satrio Pak, pacar Nadia, oh iyaa Nadia belum kenalin ke Bapak, ini Pak, Mas Satrio."ucapku sambil mengarah ke Satrio


Lalu Satrio mencium tangan Bapak.


"Pagi Om, saya Satrio kekasih Nadia, maaf yaa Om baru sempat menjenguk Om."ucap Satrio

__ADS_1


"Iyaa , makasih yaa Nak Satrio sudah banyak membantu, kalau ada rezeki nanti Bapak ganti, panggil Bapak aja ya. Oh ya wajah kamu seperti tidak asing, mirip seseorang, tapi siapa yaa."ucap Bapak sambil mengingat


"Sama-sama Om eh Pak, jangan gitu ah, saya ikhlas membantu. Ngomong-ngomong soal wajah, mungkin wajah saya pasaran."ucap Satrio tertawa


"Ah Bapak, kan baru ketemu Mas Satrio, perasaan Bapak aja kali."ucapku


"Bener, Bapak pernah lihat wajah Satrio, tapi Bapak lupa, sudahlah yang penting Bapak ingin tahu, kalian kapan pacaran, kan kamu baru semingguan di Bandung."tanya Bapak


"Iya Pak cerita nya panjang, tapi yang pasti Mas Satrio adalah pengunjung setia di Kafe tempat aku bekerja, dia juga sahabat Bossku, yaa pokoknya kalau anak zaman sekarang bilang, falling in love at first sight, cinta pada pandangan pertama."ucapku bersandiwara


"Haha ada-ada aja kamu Nad, yah yang penting bagi Bapak, Satrio tanggung jawab dan mampu menjaga Nadia, kasihan Nadia seharusnya sudah menikah dan punya anak."ledek Bapak


"Ah Bapak mah , bikin aku malu aja."ucapku kesal


Satrio tertawa.


"Pinter banget tuh orang nyusun kata-kata, bikin aku terharu banget."batinku


"Oh yaa kalian duduk dulu."ucap Bapak


Lalu kami yang tadinya berdiri langsung duduk di kursi samping tempat tidur Bapak.


"Oh iyaa Bapak baru ingat, Nak Satrio mirip dengan sahabat baik Bapak, namanya Wibowo."ucap Bapakku


"Hah Wibowo Pak? Itu seperti nama Ayah saya, apakah orang yang Bapak maksud ini?."tanya Satrio sambil menunjukkan foto


"Ya Allah, betul Nak, itu sahabat baik Bapak dulu. Kami bersahabat sejak SMA. Dulu kami bersahabat berempat, Ayahmu, Bapak, Pak Panji dan Pak Hartono. Namun setelah kematian orang tuamu, Bapak sekeluarga pindah ke Bogor, waktu itu Nadia masih berumur sekitar 4 tahun.Berarti kamu selamat dalam kebakaran itu?."tanya Bapak

__ADS_1


"Alhamdulillah saya dan Om saya selamat Pak, Jadi Bapak sahabat Ayah saya? berarti Bapak tahu penyebab kematian Ayah saya? Apakah mereka ada hubungannya dengan kematian orang tua dan Tante saya?."tanya Satrio penasaran


"Begini Nak, kamu tenang dulu yaa, Bapak harap jika kamu mendengarkan ini, kamu bisa lebih berhati-hati. Bapak akan ceritakan semuanya dari awal."


"Jadi waktu SMA kami bersahabat baik, sampai kuliah kami masih bersahabat baik. Namun semua berubah ketika kami lulus kuliah dan mulai membangun usaha masing-masing di Bandung, Ayahmu adalah orang yang paling sukses diantara kami, karena Ayahmu memiliki harta warisan yang banyak dari mendiang orang tuanya dan beliau orang yang cerdas juga rajin bekerja, makanya Bapak akhirnya menjadi manager di perusahaan Ayah mu berkat kebaikan nya."


"Suatu hari ada kejadian yang membuat persahabatan kami renggang, yaitu tatkala Ayahmu menyukai seorang perempuan yang juga disukai oleh Hartono, namun perempuan itu memilih Ayahmu, perempuan itu tak lain adalah Ibumu. Sejak saat itu Hartono diam-diam membenci Ayahmu, maka dia memutuskan pergi ke Jakarta untuk membangun bisnisnya dan tinggal selama-lamanya disana. Namun dia masih menghubungiku diam-diam, dia bertekad untuk menghancurkan usaha keluarga mu atas dasar dendam, namun Bapak menolak kerjasama yang ditawarkan"


" Berbeda dengan Panji, diam-diam dia berkhianat di belakang Ayahmu, dia sebenarnya korupsi di perusahaan Ayah mu, makanya dia bisa membangun perusahaan sendiri dan kamu harus tahu, mereka berdua telah bekerja sama untuk menghancurkan keluarga kalian dan niatnya bertambah, yaitu ingin keluarga kalian semua mati dan bisa menguasai harta kalian. Saat itu karena Bapak menolak kerjasama dengan mereka, mereka memakai cara licik, yaitu menjebak Bapak, maka Bapak dituduh korupsi oleh Ayahmu hingga Bapak dipecat dari perusahaan Ayah mu, namun Ayahmu masih berbaik hati tidak memenjarakan Bapak, itulah sebabnya Bapak jatuh miskin dan pindah kesini, semua harta yang Bapak punya kala itu harus dikembalikan ke keluarga mu, Bapak yakin sampai akhir hidup, Ayahmu belum tahu kebenaran nya, semua salah Bapak, Bapak belum bisa membuktikan kebenaran pada Ayahmu, Hartono dan Panji mengancam akan membunuh kami sekeluarga jika sampai buka mulut dan tidak pindah dari Bandung."ucap Bapak bersedih


"Astaghfirullah."ucapku kaget


Satrio pun sangat terpukul dan terluka mendengar penjelasan Bapak ku.


"Pak, ya Allah, maafin Ayah Satrio yaa, karena kesalahpahaman, kalian jadi menderita, terimakasih sudah menjelaskan kebenaran, Satrio berjanji akan membalas kematian orang tua Satrio dan Satrio tidak akan membiarkan mereka mengambil harta keluarga Satrio."ucap Satrio


"Cepat atau lambat, nyawamu pasti terancam Nak, karena mereka pasti mengincar mu, hanya ada satu jalan keluar jika kamu mau aman, menikah dengan Melisa, putri kandung dari Panji, mungkin itu juga alasan kenapa kamu dibiarkan hidup, karena dulu Panji ingin menjodohkan mu dengan anaknya."ucap Bapak


Aku hanya terdiam dan tak percaya, pantas aja Melisa sejahat itu, ternyata sama licik seperti Ayahnya.


"Nggak Pak, apapun yang terjadi, Satrio nggak akan mau menikah dengan perempuan ular itu, karena dia juga yang telah mencelakai mantan pacar saya."ucap Satrio


"Astaghfirullah, ternyata mereka sama membahayakan, kalau begitu kamu punya 2 pilihan, yaitu harus menjaga Nadia sebaik mungkin atau putuskan Nadia sekarang juga, demi keselamatan Nadia."ucap Bapak


Gimana guys menurut kalian?


Makin memanas nih....

__ADS_1


__ADS_2